Friday, August 28, 2015

Review / Ulasan : The Prestige (2006) Oleh Chanriatno Saputra (JMFC 001)



Review / Ulasan : The Prestige (2006)
Ditulis oleh  Chanriatno Saputra (JMFC 001)


Setiap pertunjukkan sulap terbagi dalam 3 bagian, pertama “The Pledge”, pesulap menunjukkan trik biasa, kartu, burung atau seseorang. Bagian kedua, “The Turn”, pesulap menggunakan benda biasa dan melakukan sesuatu yang istimewa. Bagian ketiga, adalah bagian tersulit, “The Prestige”, bagian dimana pesulap harus membuat penonton terpukau saat pesulap kembali.
Begitu indahnya kalimat pembuka film ini, sungguh, meskipun hanya kalimat, tapi itu sudah sangat membuat saya terkesima, padahal belum tau jalan ceritanya, haha… Tapi justru kalimat tersebut adalah penggambaran dari film ini. Film tentang perselisihan 2 orang pesulap di jaman dulu, tahun 1890an, yang saling ingin mengetahui dan mencuri trik masing-masing.


Akhirnya jadi juga bikin review ini, udah dari dulu direncanain, hehe.. Saya mau curhat soal review kali ini, ini review tersulit yang saya tulis, bukan karena sulit menceritakannya kembali, namun sulit untuk mencari celah atau jalan terbaik agar tidak telalu memberikan Major Spoiler (bocoran cerita inti) disini, karena terus terang, jika kalian saya kasih tau bocoran tersebut hal itu akan benar-benar bisa merusak niat nonton kalian sedari awal! Film ini benar-benar beda dengan film lainnya, film lain mungkin masih bisa saya review/ceritakan kembali dengan tetap menuliskan Major Spoilernya namun tidak sampai merusak niat kalian untuk menontonnya. Hal itu karena alur cerita film tersebut alur maju lurus-lurus saja, tidak bolak-balik maju mundur. Lah ini, film tentang para pesulap di jaman dulu ini dibuat oleh Christopher Nolan dengan alur yang luar biasa bolak-balik maju mundur dan penuh rahasia kejutan. Sutradara yang satu ini memang bener-bener jenius dah bikin film. Tak hanya Batman Trilogy yang sangat kita kenal, tapi juga Inception dan Interstellar yang sangat memukau dunia. So, saya akan berusaha menulis yang “tidak” merusak niat kalian untuk menontonnya (bagi yang belum nonton). Namun bagi kalian yang udah nonton dan mau sharing atau diskusi tentang film ini monggo ayo, saya ladenin, hehe…atau bagi kalian yang belum nonton tapi tetap nekat pengen tau spoilernya, ayo sini tak jabanin juga, resiko tanggung sendiri ya, saya akan beberkan kunci-kunci ceritanya, huaa.haha..haha…*ketawa ala raksasa*

Seperti yang saya ungkapkan diawal tadi, bahwa dalam setiap pertunjukkan sulap, ada 3 bagian. Nah keknya kalimat itu memang sengaja diletakkan diawal, karena itu mewakili keseluruhan cerita film. *topang dagu* *kalimat sakti*. Bahwa tanpa kita sadari, film ini dikemas Nolan memang dengan 3 bagian seperti pertunjukkan sulap tersebut. Diawal film akan ditunjukkan hal-hal biasa yang umum-umum saja. Ibarat maen game, ini masih stage 1, level paling bawah, kalo ibarat maen bola di Playstation ini level “very easy”, ato bahkan level “Brasil”, haha…ayo paham ga maksud Brasil disini? Yang inget semifinal Piala Dunia 2014 pasti tau kenapa, hehe.. 


Diawal film disini hanya ditampilkan adegan kedua pesulap saling menceritakan kisah hidup mereka, 2 pesulap yang saling menjadi rival, melalui “Perang Diary”. Kenapa saya bilang “Perang Diary”? Well..rule has been written up there, hehe…saya ga berani nulis bocoran yang ini, karena ini bisa sangat merusak suasana nonton kalian, hehe.. Pokoknya sesuai yang saya bilang tadi, yang mau tau kenapa please messege me, private messege, chat saya langung di bbm 335b47a0, atau inbox di fanpage JMFC www.facebook.com/jambimoviefreakers, sekalian promo, hehe.. Kedua pesulap tadi saling membaca diary mereka bersilangan, Borden dikasih diary-nya si Angier, sementara Angier dapet diary-nya Borden. Isi diary ya you know lah, namanya diary kan isinya daftar belanjaan, eh salah yah..itu catatan hati seorang istri ya, haha… Ya diary mereka jelas berisi kegiatan apa saja yang mereka telah lakukan dan apa saja kesan dan pesannya terhadap kegiatan tersebut. Berhubung ini diary-nya pesulap ya tentu sudah pasti isinya tentang trik-trik sulap. Mereka berdua sangat antusias membaca isi diary “rival’ mereka, karena mereka sama-sama ingin tau bagaimana trik sulap sang lawan dilakukan.


2 orang pesulap yang berselisih adalah Robert Angier dan Alfred Borden. Angier disini diperankan oleh sang maestro bercakar logam Adamantium, siapa lagi kalo bukan Hugh Jackman, kharismanya sebagai Wolverine, mutant dari film X-Men, sudah sangat jelas tertanam dalam ingatan kita. Sedangkan Borden diperankan oleh sang kelelawar malam, tentu saja kita juga ingat jelas, Christian Bale, Batman. Widih…pertarungan 2 superhero dari 2 komik yang berbeda. Ga hanya rival di film ini berarti dong ya, haha…*Marvel vs DC Comics*.


Kenapa mereka jadi rival? Padahal awalnya mereka berteman dalam satu tim kelompok sulap. Yang menjadi sumbu api perselisihan mereka adalah kematian istri Angier, Julia. Julia merupakan anggota tim pesulap tadi sebagai SPG-nya pertunjukkan, saat trik yang menampilkan Julia diikat dan ditenggelamkan ke aquarium, terjadilah “kecelakaan”, Julia tak bisa keluar dari aquarium karena tak bisa membuka simpul tali yang diikat oleh Borden sehingga Julia mati kehabisan nafas di dalam aquarium. Borden pun juga tidak bisa memberikan penjelasan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. Jelas ini menjadi dendam kesumat bagi Angier yang sangat terpukul akan kematian istrinya. Sehingga Angier berniat untuk “menjatuhkan” karir Borden atau bahkan membunuhnya.


Nah mulai bagian tengah ini penonton dibuat putar kepala, mikir dengan nalar semaksimal otak kita, kalo perlu nalarnya ampe keluar-keluar otak, nembus rambut dan joget-joget di kulit kepala, haha… Waktu demi waktu mereka berdua saling serang, saling menjatuhkan karir masing-masing. Setiap sulap yang dilakukan, akan coba digagalkan dengan cara apapun, seperti menyamar jadi penonton. Namun sampai lah pada satu masa dimana Angier tak bisa “menjatuhkan” trik sulap Borden yang satu ini. Ini adalah trik sulap yang paling hebat dari Borden. Namanya “The Transported Man”, sulap dimana Borden bisa berpindah dari pintu yang satu ke pintu yang lain berjarak 4-5 meter dalam hitungan detik. Ini dinamakan bagian “The Turn”nya milik Borden.


Sejak saat itu Angier gundah gulana, ga bisa tidur, haha. Dia selalu memikirkan gimana cara Borden bisa melakukan itu, sementara dia ga bisa. Ia bertanya kepada Cutter, teknisinya. Cutter berpendapat bahwa rahasia Borden bisa melakukan itu adalah simple, ia (mungkin) bisa saja menggunakan kembaran dan melakukannya barengan. Namun Angier tak percaya, ia merasa trik tersebut tak sesimple itu. Maka Angier pun bertindak nekat dan jahat demi mendapatkan rahasia tersebut. Tindakan jahatnya apa ga saya kasih tau disini ya, bahaye major spoiler…hehe.
Hebatnya memang Nolan benar-benar menampilkan adegannya bolak-balik sehingga kita harus bisa mengingat adegan tersebut masanya yang kapan. Tapi Nolan ga hanya menampilkan sekedar adegan saja, tapi juga “hint” atau “bantuan” sepanjang film untuk penontonnya paham atau menyadarinya lewat kata-kata dan adegan aktor/aktrisnya, itu juga kalo kita “ngeh” dan teliti, hehe…


Tindakan jahat tadi membuat Angier sedikit puas, karena itu membawanya kedalam keberhasilan untuk mengetahui dan mendapatkan trik “The Transported Man” yang selama ini ia cari. Namun….*tiiiitttt….* *sensor spoiler*. Ia melakukan perjalanan jauh dan bertemu ilmuwan bernama Tesla. Tesla tanpa sengaja menciptakan mesin yang bisa “membantu” Angier untuk mewujudkan trik The Transported Man versi dia. Ya, pasca perjalanannya dari Colorado tersebut, Angier melakukan pertunjukkan yang ia namakan “The Real Transported Man”. Pertunjukkan tersebut berlangsung sangat sukses hingga membuat Borden, The Professor, kalah saing. Hal ini dinamakan bagian “The Turn”nya Angier. Bagian dimana Nolan menggunakan hal-hal untuk menampilkan sesuatu yang istimewa melalui penampilan pekerja seninya dalam film ini. Ya, istimewa karena kisah ini menjadi istimewa ketika Angier berbalik unggul melawan Borden. 


Ya, hal ini memang membuat Borden hampir nyerah, namun hingga akhirnya terjadilah apa yang dinamakan “The Prestige” dalam film ini. Puncak yang benar-benar twist, sumpah level twist-nya tingkat dewa, haha… Terjadi “kecelakaan” lagi seperti halnya Julia yang mati dalam aquarium. Apa itu puncaknya? Endingnya ini tak mau saya ceritakan disini, terus terang lebih nikmat kalo kalian nonton dulu filmnya. Saya jamin ini film sangat bagus, sangat rekomended.


Film ini benar-benar briliant jalan ceritanya. Tak perlu efek-efek dan backsound yang canggih-canggih, bahkan sepanjang film kalian hampir tak akan menemukan adanya lagu untuk backsound, cukup dengung-dengung aja ni film udah bravo banget dah. Cukup dengan sajian peran yang apik dari kedua superhero yang bermain drama ini serta dibantu para editor Nolan yang membuat film ini bolak-balik, membuat film ini salah satu yang patut kalian tonton sepanjang hidup kalian, hehe… Para pemeran pembantu seperti Michael Caine, Scarlett Johansson dan Rebecca Hall juga sangat membantu film ini terjalin dengan sempurna. Lihat bagaimana Caine sebagai Cutter, sang teknisi Angier diskenariokan mengetahui segala kisah Angier kecuali rencana Angier dibalik “The Real Transported Man” yang membuat ia kaget sekaligus bijak. Lalu lihat Rebecca Hall sebagai Sarah, istri dari Borden yang akhirnya frustasi setelah kedatangan orang ketiga, Olivia, yang diperankan oleh si Black Widow The Avengers ini, Scarlett Johansson. Cocok banget emang tampang seksi dari doski sebagai cewek penggoda, haha…*awas mata kalian*.



Nolan dan timnya bener-bener hebat menskenariokan kata-kata di film ini. Catchy banget. Rating saya sendiri 8/10 untuk film Nolan yang satu ini, dibawah karyanya yang satu lagi, Inception yang tertinggi, 8,5/10, bersama film dari sutradara hebat lainnya, James Cameron : Titanic dan Avatar. Saya memang jarang memberikan nilai rating tinggi-tinggi untuk sebuah film, karena memang saya tak cepat puas akan performa sebuah film. Dan yang paling penting, sengaja menyimpan nilai/angka tinggi untuk (suatu saat) nanti mana tau ada film yang performanya bener-bener mendekati sempurna, diatas segalanya, hehe…


Sekian dulu review The Prestige-nya ya. Buat kamu yang belum nonton dan mau menjaga selera nonton film ini saat kamu nonton, silahkan baca cukup sampai disini. Namun jika kalian ga sabaran dan mau mengambil resiko untuk tau spoiler-spoiler dalam film ini, baik kalian sudah nonton atau belum, ini saya berikan opsi artikel spoiler film The Prestige-nya klik disini.
Sampai jumpa di review-review lainnya ya. Please click like fan page kami di www.facebook.com/jambimoviefreakers atau share di facebook kamu ya artikel ini, itu ada logo FB dibawah ini, tinggal klik aja, hehe. Dan tetap pantau blog ini ya, mana tau nanti ada ulasan film favorit kamu atau film lain yang ingin kamu tau. See ya….
*JMFC 001 – Om Chan*



3 comments:

  1. Salah satu film terbaik menurut sy

    ReplyDelete
  2. Trimakasih telah membaca dan komen ya, mmg salah satu film terbaik dunia.

    ReplyDelete
  3. Salah satu film terbaik yg pernah saya lihat.
    Scarlett Johansson emang wow XD

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...