Friday, August 21, 2015

Review / Ulasan Film Komedi Keluarga : Click (2006) dan Bedtime Stories (2008)



Review / Ulasan Film Komedi Keluarga : Click (2006) dan Bedtime Stories (2008)
Oleh : Chanriatno Saputra (JMFC 001)





Review ini mengandung spoiler, so be alert by yourself. I do not mean to screw your passion of watching movie. If don’t want to, so don’t read the spoiler signs, just skip those, hehe…

Selamat siang guys...pada kesempatan ini kami mencoba mereview film dulu, film komedi keluarga yang diperankan oleh Adam Sandler, ada 2 film yang bernuansa kurang lebih sama yaitu : Click (2006) dan Bedtime Stories (2008). Film-film ini tak hanya lucu, tapi mempunyai nilai positif tentang hubungan keluarga. Mau tau bagaimana isinya? Mari baca sampai habis ya.
Kami mulai dari Click, film yang rilis tahun 2006 ini sangat unik, bagaimana tidak, idenya adalah bagaimana jika kamu punya sebuah alat remote control yang bisa kamu pakai atau terapkan untuk apa saja di dunia nyata kamu. Nah loh? Udah kayak Doraemon aja kan, tung..ting..tong..teng…remote ajaib…haha…


Itu remote dalam film ini beneran ada. Diciptakan oleh seorang ilmuwan atau teknisi gitu deh, tapi ternyata dia adalah *spoiler alert* seorang malaikat maut bro, widih, malaikatnya sarjana teknik guys, hehe.. Yak, itu malaikat di awal film tak sengaja ditemui oleh Newman, seorang arsitek di suatu perusahaan properti gitu deh, yang diperankan oleh Adam Sandler. Malaikat disini bentuknya bukan seperti malaikat yang kita bayangkan guys, it is not like what you have been imagine, seperti punya sayap atau pake jubah gitu, melainkan disini digambarkan seperti pria paruh baya yang bekerja sebagai teknisi di suatu toko supermarket yang banyak sponsornya, hehe, namanya disini Marty, diperankan oleh Christopher Walken. Newman kala itu sedang merasa kesel banget, karena ia merasa kenyamanan dirinya bekerja telah terganggu oleh keluarganya yang butuh perhatian dan waktunya. Ia bingung harus memilih kesibukan kerjaan atau tugas negara sebagai seorang ayah dari anak-anaknya, Ben dan Julie, serta sebagai suami dari istrinya, Donna, yang diperankan oleh Kate Beckinsale. Kefrustasiannya akan hal ini digambarkan dengan ia sering salah dalam menggunakan beberapa peralatan dirumahnya, ia teringat ucapan Ben yang bilang tetangganya punya remote universal yang bisa digunakan untuk apa saja.







Oleh karena itulah Newman pergi ke supermarket untuk mencari itu barang. Eh ternyata bener ia temuin itu remote universal, ga tanggung-tanggung, yang ia dapati bener-bener super canggih, bener-bener universal, bisa dipakai untuk apa saja, peralatan, elektronik, benda mati, hingga benda hidup sekalipun! Nah loh…uenak beuet yak… Seperti remote yang biasa kita liat, ada beberapa tombol disana, seperti tombol stop and play, pause, fast forward atau rewind, atur volume suara bahkan ada tombol menu, tombol menu ini lah yang nantinya menjadi pembuka inti cerita dari film ini.


Sepanjang film disajikan adegan lucu saat Newman menggunakan remotenya, seperti mute atau mengecilkan suara orang yang lagi nyanyi disampingnya, lalu mempercepat kehidupan pribadinya, jadi visualnya memang seperti gerak cepat gitu guys, lalu adegan dia slow motion-in cewek yang lagi joging, haha…sampe ia pakai pengaturan warna untuk mukanya sendiri, *spoiler alert* hijau jadi Hulk dan ungu jadi “Barney”, lucu deh beneran… Sejak mempunyai remote tersebut, ia merasa bahagia, ia bisa melakukan dan mendapatkan apa yang ia mau. Sampai ia menggunakan fitur menu untuk melihat masa lalu dan mempercepat masa depannya, dimana ia  udah tua dan terlihat sangat sukses, kaya raya, sampe-sampe dia menghadirkan bintang tamu di acara pernikahan anaknya adalah *spoiler alert* vokalis asli band The Cranberries, si Dolores itu, huaaa….salah satu favorit saya waktu muda dulu, apalagi disana dia bawain lagu Linger, widih…semiwir banget… 



Namun, ternyata keasyikan itu mulai menuai resiko, remote tersebut mempunyai konsekuensi. Apa itu? Konsekuensinya adalah setiap apa yang ia cepatkan, itu akan *spoiler alert* terulang secara otomatis, jadi sampe-sampe ia melewati hari kematian ayahnya sendiri. Sejak ia tau kejadian itulah ia merasa telah salah dalam bertindak dan berkeinginan, ia ga mau lagi pake remote tersebut, tapi sesuai perjanjian diawal bahwa remote tersebut tidak bisa dikembalikan. Ia pun memohon-mohon pada Marty untuk mengembalikan hidupnya. Tapi Marty tidak mengindahkannya. Kehidupan Newman makin hancur, ketika ia sakit dan istrinya Donna telah menikah dengan orang lain. Saat ia sekarat dan hampir mati, ia melakukan sesuatu hal yang merupakan klimaks dipenghujung film ini..but I’m not gonna tell you this..silahkan tonton sendiri aja ya, lebih seru..hehe.

 


Film ini mengajarkan kita bahwa keluarga adalah hal utama yang harus kita beri perhatian dan kasih sayang. Perhatian dan kasih sayang tak melulu soal materi, tapi juga bisa soal waktu dan kepedulian sosial kita. Aturlah waktu sebaik mungkin antara pekerjaan, kegiatan lainnya dan keluarga. Apa yang telah kita janjikan harus kita tepati, lalu beri perhatian dan kasih sayang yang cukup untuk pasangan kita, ntar kalo ga gitu takutnya diambil orang yang perhatian sama dia lho kayak di film ini, haha…  Materi bisa dicari nanti, tapi keharmonisan keluarga susah dibangun..gitulah kira-kira, hehe… Ya untuk sekedar lucu-lucuan kamu menghibur diri lumayan lah film ini untuk ditonton buat refreshing otak… Penampilan atasannya Adam Sandler disini juga lumayan, si David Husselhoff, yang kita kenal lewat serial yang famous tahun 1990an, Baywatch.



Lanjut ke film ke-2, judulnya Bedtime Stories. Ya kalo dibahasa indonesiakan adalah Dongeng Sebelum Tidur, ceritakanlah yang indah hingga ku terlelap, dongeng sebelum tidur, mimpikan diriku, mimpikan yang indah….ha-a-a…..hiaahh…malah nyanyi ni anak…iya habisnya mirip kayak judul lagu band masa kecil gue, Wayang, hehe… Ya film ini bercerita mengenai Adam Sandler yang memberikan dongeng sebelum tidur bagi ponakan-ponakannya yang lucu guys, plus hamster mata belo, Bugsy. Ihhh…ucul banget deh hamsternya, matanya guede beuet, haha….kok jadi gini ngomongnya… Kebawa suasana.


 
Lalu dimana letak bagusnya ni film kalo cuma soal bacakan dongeng??? Tenang-tenang, pertunjukkan belum mulai, itu baru mukadimah alias pemanasan. Yang bikin unik dan lucu ini film adalah dongeng yang dibacakan Adam Sandler atau disini ia berperan sebagai Skeeter, divisualisasikan oleh sutradaranya dengan cukup lucu dan unik. Namanya juga dongeng sebelum tidur kan pasti biasanya cerita imajiner yang aneh-aneh, apalagi yang dijadikan cerita bacaan dari Skeeter buat ponakannya tersebut adalah kisah hidup Skeeter itu sendiri yang ia bumbui sekehendak hatinya, hehe… 



Tambah lagi keunikan ini film selain visualisasi dongeng tadi adalah *spoiler alert* setiap dongeng yang ia bacakan tersebut juga terjadi di kehidupan nyatanya Skeeter guys, hoho…gimana ga aneh tuh jadinya hidup Skeeter. Ga tau sih kenapa bisa begitu, apakah ada unsur magis atau karena si Bugsy tadi ajaib, hehe…ga usah dipikirkan, namanya juga film ringan buat humor keluarga. Nikmati saja alurnya, lucu lho…




Skeeter disini merupakan seorang teknisi yang bekerja di sebuah hotel mewah. Dulunya ia merupakan anak dari pemilik hotel tersebut sebelum hotel itu jadi mewah setelah dibeli oleh seseorang. Skeeter masih sangat berharap ia dapat menjadi manajer dari hotel tersebut sesuai dengan apa yang pernah dijanjikan. Nah untuk itulah film ini memberikan kesempatan kepada Skeeter untuk dapat berjuang mendapatkan posisi manajer tersebut. Caranya Skeeter *spoiler alert* menggunakan dongeng-dongeng yang ia bacakan untuk ponakannya tidur dan berharap apa yang diucapkannya di dongeng itu menjadi nyata dikeesokan harinya. Nah cukup unik bukan??? Kalo soal lucunya, pasti lucu kok, jangan ragukan kelucuan yang bisa dibuat Adam Sandler yang memang terkenal dengan film-film komedinya. Nah lebih aneh lagi disini kamu bisa liat akting yang beda dari seorang Guy Pearce, aktor yang biasanya main film serius seperti Memento, Time Machine dan Iron Man 3 ini sekarang malah jadi “meleleh” akting lucu.



Selama film, Adam Sandler berpetualang bersama ponakan-ponakan yang lucu itu, adegan-adegan imajinernya seperti *spoiler alert* Gladiator di Colloseum, Roma sampai ke battle makhluk ruang angkasa. Dan imajiner aneh itu terjadi juga di kehidupan nyatanya si Skeeter. Banyak banget deh adegan lucu disini, apalagi adegan “Ferrari”, haha…mana ada yang mau ngasih mobil Ferrari gratis hari gini…ngarep sih ngarep tapi ga gitu juga kale…hehe… 

 

Film ini memberikan arti kehangatan keluarga juga, utamakan keluarga ketimbang ambisi untuk memperoleh jabatan, hehe… Dan soal asmara, kayak yang lagi trend sekarang, perhatiin yang dekat aja, ngapain kejar-kejar yang jauh, haha…. Kalo mau tau maksudnya apa, tonton aja filmnya ga rugi kok, hehe… 




Well…sekian dulu ya review 2 film komedi keluarga Adam Sandler ini..maaf kalo salah. Tetep kunjungi blog kami ya disini dan klik like di fan page kami www.facebook.com/jambimoviefreakers. See you at another review.
*JMFC 001 – Om Chan*

2 comments:

  1. Saya udah nonton film diatas om chan. yang paling berkesan itu adalah film click. Awalnya niat mau refreshing ketawa2 dengan nonton film komedi. namun yang terjadi pada akhir film adalah mata saya basah. karena nangis.. whaat??? yes.. i cried wacthing this movie. bener2 tersentuh banget liat pengorbanan sang ayah. ngeliat gimana Marty me rewind berulang2 ayahnya yang bilang I love you son. ini film wajib ditonton sama orang2 yang sibuk dengan karir. sampe lupa sama keluarga. bener2 film syarat dengan value. Mantaaap..

    ReplyDelete
  2. Iya om boy..sama pertama kali nonton ini juga niatnya ketawa, eh malah sedih pas adegan ayahnya nemuin dia di kantor itu.. Bnr om boy, ni film rekomended utk para karir man, biar inget ama ortu sebelum mereka *tiiiiiiit* *cencored* (biar ga netes airmata)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...