Tampilkan postingan dengan label Pariwisata-Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata-Sejarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Oktober 2020

Dua Film Kolosal Korea Yang "Kembar" : Masquerade (2012) vs I Am The King (2012)

Taukah kamu kalo ada sebuah kejadian unik di tahun 2012 dalam perfilman Korea Selatan, dimana ada 2 film yang sangat mirip dan rilisnya juga berdekatan. Keduanya sama-sama menceritakan kembali masa kedinastian disana. Dan kebetulannya lagi, keduanya sama-sama mengadaptasi tema dari novel The Prince and The Pauper, yaitu "pertukaran pemuda" 😂. Kisah pejabat yang bertukar identitas dengan rakjel yang kebetulan mukanya mirip. Jadi sebenarnya ini suatu kebetulan ato memang janjian sih? Hadeh... Untuk itu coba kita bandingin dan liat apa aja perbedaannya. Pembahasan ini aman dari spoiler kecuali yang ada spoiler alert-nya ya.


Rilis
Masquerade rilis di bulan September yang artinya satu bulan lebih lambat setelah I Am The King yang duluan rilis di bulan Agustus.

Pemeran
Masquerade "terpaksa" mengajak aktor kawakan Lee Byung Hun untuk mengisi peran utama, karena awalnya memang proyek ini targetnya bukan dia. Cuma karena pergantian sutradara, akhirnya juga ikut pergantian aktornya. Sedangkan I Am The King menggunakan jasa aktor yang populer lewat serial Princess Hours, yaitu Ju Ji Hoon.

Box Office
Masquerade memiliki budget sekitar 8 juta dollar AS atau setara 72 milyar rupiah kala itu, angkat itu bahkan lebih besar daripada penghasilan I Am The King yang hanya separuhnya. Penghasilan Masquerade sendiri termasuk salah satu dari 10 film Korea dengan pendapatan terbanyak dan menempati posisi 9 dengan angka 94 juta dollar AS. Banyak faktor yang membuatnya jadi "kaya" begini, disamping karena unsur teknisnya yang memang yahud, faktor external lain seperti invest di aktor papan atas berkelas Hollywood Lee Byung Hun, tentu menarik minat lebih banyak penonton, kemudian juga waktu itu berpas-pasan dengan akan digelarnya pilpres pekan depannya, jadi tema pemimpin ini sangat relevan dan jadi santapan hangat.

Senin, 17 Februari 2020

Review 1917 (2019) : Cuma Perlu 30 Menit Buat Bilang Film Ini Sebagai One of The Best!


Foto : Poster 1917

Iye...cuma perlu 30 menit elu tonton ni film untuk kemudian lu bergumam..gile ni film bagus beuet yak..

Hai...long time no see...very-very long.. Apakah perlu dijelaskan kenapa? Hehe..

*Siapa elu?? Emang lu artis? Emang orang kepoin elu??!*

Ya ga sih..saya memang bukan artis, tapi ijinkanlah saya menjelaskan kenapa agar pembaca tau, karena saya menyadari masih ada teman-teman pembaca yang setia mampir disini sesekali.. Saya lama tak menulis karena sejak 2018 saya mulai berkarya di Youtube, yang cukup menyita waktu luang saya, yang biasanya saya pakai untuk menonton film dan menulis review, tapi saya pakai untuk menulis skenario, syuting dan editing.

Oke saya coba nulis review lagi deh, mudah-mudahan ada waktu saya yang cukup banyak untuk bisa menulis lagi disini, biar jari ga kaku ngetik, hehe.. Nah beberapa minggu lalu, saya menonton sebuah film yang sebenarnya digadang-gadang sebagai best contender dalam Piala Oscar, yaitu 1917. Saya nonton saat filmnya masih mode "Sneek Peak Preview", hanya satu-satunya showtime, late night pula, tapi demi kepuasan akhirnya tetep dijabanin dah nonton. Khawatir juga sih kalo-kalo malah ga tayang sama sekali di pekan-pekan berikutnya, karena film kekgini jarang laku di Indonesia, penontonnya dikit. Sudah menjadi kebiasaan kalo jelang Oscar bioskop di kota saya akan menayangkan satu atau beberapa film nominasi Oscar, dan tahun ini 1917 yang hadir duluan. Review global sih bilang ni film luar biasa. Penasaran? Tentu! Apo nian sih yang buat dio bagus? Hehe... Well...inilah dia.. yang mau liat trailernya klik disini.

Tenang aja, ga spoiler kok...

Minggu, 03 September 2017

Review The Battleship Island (2017) : Perang Epic Antara Tahanan Korea Dengan Tentara Jepang (By Muhammad Hasbiy - JMFC 066)

Lagi-lagi kali ini saya tonton a based on true story film. Dari judulnya aja udah cukup oke kayaknya, The Battleship Island. Awalnya saya kira film ini tentang gontok-gontokan di kapal, semacam Pirates Of The Carribean-nya edisi Asia timur, haha... But it was totally wrooooong... Salah saya juga sih, ga lihat trailernya dulu, hehe... Film ini menceritakan tentang sekumpulan penduduk Korea yang dipekerjakan secara paksa di tambang Jepang di Pulau Hashima pada tahun 1945. 

Gambar : imdb.com

Sekitar 400an orang Korea ditawan dan dijadikan budak oleh negara Jepang. Mereka dipaksa kerja di pertambangan yang tempatnya 1 KM dibawah permukaan laut sehingga membuatnya "inescapable prison". Keseharian pekerja digambarkan secara brutal dan detail, hingga pada sebuah titik keinginan untuk merdeka itu muncul. Merdeka, membebaskan diri dari perbudakan Jepang. Merdeka itu bukan cuma soal perkataan dan teriakan. Ah...malu euy...disaat orang lain mengangkat senjata untuk meraih kebebasan bernegaranya, saya malah hobi cekikikan pas upacara kemerdekaan. Berjuang untuk merdeka tidak pernah sebercanda itu, tidak pernah segampang upload status tulisan "Merdeka" atau "Dirgahayu", tidak juga diukur dari foto tujuh-belasan di media sosial kamu.

Review American Made (2017) : Really Unbelievable True Story (by Muhammad Hasbiy - JMFC 066)

Pada awal penayangan, disebutkan bahwa film ini based on true story, sehingga saya sempat nyeletuk ''Owh...kisah nyata, kagak ada efek wah dong ini, bakalan krik..krik aja nih...''. Ini merupakan film ketiga Tom Cruise yang bergenre biografi, setelah Born on the Fourth of July (1989) dan Valkyrie (2008). But..ehm...ternyata lumayan keren juga. Tidak banyak komedi yang disajikan, itupun harus ''digali'' terlebih dahulu. Tetapi saya merasa cukup terhibur. Plot dibuat sedemikian rupa sehingga tidak terasa hambar. 

Gambar : imdb.com

Pengalaman sang sutradara film, Doug Liman, yang kita kenal dari karya film-film actionnya yang berjudul Edge Of Tomorrow dan Jason Bourne movies, berhasil menjaga konsistensi film ini sehingga penonton (atau dalam kasus ini, saya) tidak merasa bosan meskipun ini adalah sebuah biography. Twistnya juga lumayan bagus, ga ketebak-ketebak amat walaupun akhirnya ketebak juga (naon sih...). Endingnya juga bagus, ga kriuk-kriuk. Akhir kata tidak perlu film dengan efek yang membahana, cukup dengan alur cerita yang jujur dan sederhanapun sudah dapat membuat saya terpana.

Senin, 12 Desember 2016

Hacksaw Ridge dan Billy Lynn’s Long Halftime Walk, Sudut Pandang Lain Dari Sebuah Peperangan

Sebenarnya sih saya jarang nonton film perang...karena image yang tercipta bagi saya kalo film perang itu ya ceritanya ga unik, hanya berjalan lurus seputar tembak-tembakan dan ledak-ledakan. Tapi...sejak artikel Bro Ilham (JMFC 041) muncul tentang Top 10 Modern War Movies, saya jadi sedikit punya minat untuk mencoba menonton lebih banyak film perang, baru sekedar minat mencoba lho Bro Ilham, jangan ge-er dulu, hahahahaha....jadi lah dak... Ini lah manfaat komunitas, bisa sharing info, pendapat dan rekomendasi.


 Hacksaw Ridge
Gambar : en.wikipedia.org

Kebetulan, beberapa waktu setelah artikel itu naik cetak ada 2 film perang yang tayang yaitu Hacksaw Ridge dan Billy Lynn’s Long Halftime Walk. Keduanya memiliki kesamaan yaitu menampilkan sisi lain dari sebuah perang, diluar tembak-tembakan semata. Keduanya digadang-gadang sangat bagus dan mungkin akan masuk nominasi Oscar. Kok bisa? Mari cari tau, baca tulisan saya dibawah ini, hehe...

Alasan terdepan adalah alasan yang bisa dilihat sebelum kita tonton, yaitu nama sutradara yang garap filmnya. Hacksaw Ridge digarap oleh Mel Gibson, aktor legendaris sekaligus juga sutradara. Dia pernah menyabet Oscar untuk 2 kategori, yaitu Best Director dan Best Picture dari film Braveheart. Sedangkan Billy Lynn’s disutradarai oleh sensasional Ang Lee lewat film Life Of Pi yang mengantarkannya mendapat Piala Oscar kategori Best Director, meskipun diluar ini filmnya yang lain juga menjadi langganan Oscar seperti Crouching Tiger Hidden Dragon dan Brokeback Mountain.

 Billy Linn
Gambar : imdb.com

Nah, merujuk pada prestasi itulah saya niatkan untuk nonton filmnya. Saya mulai dari Hacksaw Ridge dulu deh. Belum sempat saya ke bioskop, temen saya, Pak Ustad Lee Min Ho alias Mualimin, haha...memberikan review di grup BBM JMFC pasca dia nonton film tersebut dan bilang bahwa film Hacksaw Ridge sangat bagus. Weh...mesti cepat nih, dan saat akhirnya kesampaian, ternyata apa yang dibilangnya adalah benar 100%. 

Hacksaw Ridge mampu membuat saya menahan air mata jatuh selama 1 jam di paruh kedua film yang banyak epicnya yang membuat sedih. Kalo menonton paruh pertamanya, ga terlalu sedih karena masih ada beberapa unsur komedi dan romantisme. Tapi perbedaan paruh pertama dan kedua ini lah yang bagi saya menjadikan film ini cukup compact. Wajar jika film ini diberitakan Independent mendapat standing ovation selama 10 menit saat akhir pemutarannya di Venice Film Festival.

Selasa, 27 September 2016

Inferno (2016), Skala Yang Lebih Dahsyat Dari The DaVinci Code Dan Angels And Demons

Mukadimah

Robert Langdon, seorang profesor ahli sejarah dan simbolik, kini akan kembali terlibat dalam sebuah mega kasus yang akan menggantungkan nasib umat manusia dunia di pundaknya. Seorang ilmuwan telah menciptakan zat biologis yang dapat mempengaruhi nasib umat manusia dalam skala besar. Serem ya guys kalimat barusan, hehe... Jumpa lagi nih sama saya di preview movie, dan sesuai janji saya kemarin di ending artikel preview Miss Perregrine’s Home For Peculiar Children, kali ini kita akan ungkapin sedikit mengenai film yang sangat bagus yang sebentar lagi akan tayang pada pertengahan Oktober. Setelah The DaVinci Code (TDC) dan Angels And Demons (AAD), kini muncullah Inferno, yang siap menghentak seluruh bioskop di seluruh dunia.

 Infernp
Gambar : imdb.com


Sebelum mengupas tentang Inferno, ada baiknya kita tau dulu permulaannya, TDC dan AAD. Bagi kalian yang gemar dengan film bergenre thriller mysteri dan juga suspenful, tentu udah ga asing lagi kan dengan film The DaVinci Code. Kalo masih asing, wah perlu dipertanyakan lagi tuh keabsahan diri kalian sebagai penggemar genre tersebut. Karena film itu ibarat “rukun” yang wajib kamu penuhi sebagai syarat sah untuk kamu ngaku-ngaku ke orang kalo kamu suka film berat.

 The Davinci Code
Gambar : pinterest.com

Tapi buat kamu yang awam dari yang beginian, The DaVinci Code adalah film yang sangat booming sekaligus kontroversi pada tahun 2006 lalu. Film ini jugalah (bersama V For Vendetta) yang pada tahun itu (saat masih sewa di rentalan original) menjadi titik awal bagi saya untuk mulai menyukai film-film mysteri-thriller hingga kini, kalo kata bro Ary tuh bisa dapat kemenangan batin setelah selesai nontonnya. Film TDC booming karena memang memukau penonton dengan teka-teki yang disajikan (RatingIMDb 6,6/10), pun juga sukses di Box Office dengan pendapatan 750 juta dollarAS dari modal 125 juta diollar AS. Tapi anehnya malah tidak memukau sebagian besar kritikus di Rotten Tomatoes dengan rating 25% saja (D*mn...lama-lama bisa “Me vs Rotten Tomatoes” nih).

Saya ga perduli apa kata kritikus, dalam menilai sebuah film bagi saya yang sangat penting adalah penilaian kita sendiri, karena kita yang menikmatinya. Apa yang kritikus sampaikan cukup kita jadikan sebagai referensi saja, meskipun mereka lebih paham film daripada kita, terkadang juga mereka membandingkan dengan source material-nya, misalnya dalam film TDC ini mereka membandingkan dengan novelnya, karena film TDC memang adaptasi dari novel best seller karya novelis Amerika, Dan Brown. Well, saya ga peduli novelnya, karna saya penggemar film, bukan pembaca novel. Lalu, kenapa kontroversi?

Senin, 19 September 2016

Top 10 War Movies (Modern Warfare) Review By Muhammad Ilham (JMFC 041)

Perang merupakan aksi fisik dan non fisik antara dua atau lebih kelompok manusia untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Film bertema perang selalu menarik untuk disimak, banyak nilai moral, sosial, politik bahkan sentimentil yang dapat kita ambil dari sebuah film perang, perang juga yang mengubah wajah dari dunia yang kita tempati sekarang, berseteru adalah sifat dasar manusia, hal ini sudah terjadi sejak zaman dahulu kala ketika anak sang Nabi Adam A.S yang berseteru dan saling membunuh hingga zaman sekarang. Namun yang paling utama, kita dapat belajar sejarah dari film perang dan yang pasti ada adegan tembak-tembakan penuh aksi dalam film-film perang.
Selanjutnya list ini akan saya batasi kepada era Modern Warfare artinya yang gak akan ada pedang-pedangan, trubuchet atau baju zirah disini (mungkin akan saya bahas lain kali), saya akan berfokus dari era perang dunia II ampe yang sekarang. Dan saya akan menghindari film-film seperti The Imitation Game, Pianist atau Schindler List  karena film-film ini lebih fokus kepada Drama yang bertemakan perang (dan mungkin akan saya bahas lain kali).
Here we go guys…….. 

<MinorSpoilerAlert>

10. Pearl Harbor (2000)
Cast : Ben Affleck, Josh Harnett, Kate Beckinsale dan Cuba Gooding. Jr.
Director: Michael Bay
IMDb :6 / 10
Rotten Tomatoes: 23 %

 Pearl Harbour
Gambar : rogerebert.com

Sinopsis :
Rafe (Ben Affleck) dan Danny (Josh Harnett) merupakan sahabat semenjak kecil dan bercita-cita ingin menjadi pilot tempur di US. Airforce, cita-cita mereka pun terkabul, setelah dewasa Rafe dan Danny lolos menjadi Fighter Pilot di US. Airforce. Rafe bertemu dengan Evelyn (Kate Beckinsale) dan jatuh cinta, tak lama Rafe di transfer untuk menjadi bala bantuan di Angkatan Udara Inggris sedangkan Danny dan Evelyn dipindahkan ke Pearl Harbor di Hawai. Semua menjadi kacau setelah Rafe dikabarkan meninggal sewaktu bertugas, Evelyn yang sedih mencari tempat bertumpu dan memilih Danny. Romansa terjadi antara Danny dan Evelyn menjadi canggung ketika Rafe pulang dalam keadaan hidup, dalam hiruk pikuk hubungan cinta segitiga ini, terjadilah salah satu serangan udara terbesar yang dikenal dengan nama Pearl Harbor.


Why :
Salah satu film yang paling dibenci, dihujat baik oleh kritikus, masyarakat, dan sejarahwan Amerika, loh kok masuk ke Top 10? Hehehe...ini lebih kepada Guilty Pleasure nya saya aja, jadi penilaian yang objektif saya absenkan pada nomor 10 ini. Kenapa kok ini film begitu dibenci? Pertama banyak bilang kalo ini adalah Titanic yang dibumbui ledakan, cuma menyorot kisah romance dari ketiga starring nya aja (bukan Pearl Harbor nya). Kedua fakta sejarah yang tidak akurat dan sebagian besar hanya karangan ala Hollywood (ini yang membuat banyak kalangan geram), misal: Penugasan Rafe ke Squadron Britain yang pada saat itu justru Pilot tempur US aktif dilarang untuk Join ke Squadron lain, event Doolittle Raid yang dilaksanakan diakhir film, terjadi jauh sesudah event Pearl Harbor dan bukan aksi balas dendam atas Pearl Harbor Raid dan masih banyak lagi. Ketiga Pearl Harbor adalah poros penting dalam sejarah Amerika dalam Perang Dunia II (Pearl Harbor adalah salah satu penyebab kenapa Amerika membom Nagasaki dan Hiroshima pada 15 Agustus 1945 yang mengakhiri Perang Pasifik dan Perang Dunia II, dimana Jerman sudah menyerah pada Mei 1945 dan mengakhiri teater Eropa) namun digambarkan hanya seperti film main-main oleh Bay dan Bruckhemeier, dan masih banyak lagi. In my opinion…..yah yang namanya Amerika akan selalu menjadi Amerika, mereka tentu ga terima aksi kepahlawanan para pelaut dan pilot mereka di Pearl Harbor digambarkan ga superior dan menggugah rasa empati masyarakat dunia, ga akurat, dan ga istimewa.

Sebenarnya film ini sungguh menghibur (bagi saya) romance yang ringan, soundtrack yang goooood, dan buatan Bay (full action and explosion, solid SFX), hidangan tepat kalo kita nyari hiburan, fakta membuktikan rating di IMDb aja 6.1/10 (terlepas pada section user review dari film ini, 5 halaman pertama memuat hinaan mengenai film Pearl Harbor) artinya masih dalam taraf  Watchable, gimana dengan pendapatan? Dengan Bujet $132,2 Juta, Pearl Harbor di minggu pertama berhasil meraup $59 Juta, dan berakhir diangka $450 Juta dan meraih peringkat film romance terlaris ke 3 dibawah Titanic dan Ghost. Nah loh,artinya banyak yang suka donk? Penilaian ada ditangan anda.

9. U-571 (2000)
Cast : Matthew Mconaughey, Bill Paxton, Harvey Keitel and Jon Bon Jovi
Director : Jonathan Mostow
IMDB: 6.1/10
Rotten Tomatoes : 68%

 U571
Gambar : en.wikipedia.org

Sinopsis :
Ketika sebuah kapal Selam Jerman U-571 yang  membawa mesin enskripsi kode dan sandi tercanggih milik jerman yang disebut Enigma sedang rusak dan terombang ambing di Lautan, sekelompok tentara sekutu yang dipimpin oleh Letnan Andrew Tyler (Matthew Mconaughey) ditugaskan untuk menyamar menjadi tentara Jerman yang berpura-pura ingin membantu U-571 yang rusak dengan tujuan untuk mengambil Enigma. Rencana menjadi berantakan ketika kapal selam milik mereka hancur ditembak tentara Jerman dan terpaksa mereka membajak U-571 yang rusak dan melarikan diri dari perairan yang penuh dengan kapal perang Jerman.

Why :
Lagi lagi film yang dihujat masyarakat yang disebabkan oleh sejarah yang tidak akurat dan tidak otentik, yang menghujat kali ini adalah pihak Inggris, karena menurut sejarah, yang berhasil merebut Enigma dari sebuah Kapal selam U-Boat pertama kali adalah British Navy alias Angkatan Laut Inggris, namun di film U-571 Amerika lah yang jadi pahlawan. Kali ini sifat patriot Amerika lah yang jadi Bumerang bagi mereka sendiri, ego yang tinggi membenamkan karya mereka sendiri. Selain itu berbagai hal kecil dan detail dari film yang cukup mengganggu bagi kalangan Purist, misalnya penembakan dalam kapal selam yang justru tidak mencederai kapal sama sekali dan masih banyak lagi, namun yang bertengkar toh Inggris dan Paman Sam, mereka berdua ga jauh berbeda, dua negara besar dengan Ego sebesar dunia, ya sudahlah. Overall menurut saya U-571 adalah film perang yang apik, efek yang solid, cast yang lumayan ada Matt Mconaughey dan Harvey Keitel, alur cerita pun cukup thrilling, hiburan yang tepat di malam minggu.

Sabtu, 16 Juli 2016

Bakuman : Film Jepang Tentang Dibalik Kerja Keras Seorang Mangaka (Review By Muhammad Fauzan - JMFC 056)

Hai guys…siapa yang tidak mengenal serial manga ONE PIECE, NARUTO dan BLEACH, manga yang fenomenal untuk zaman ini, dan tentu kita ketahui kita bisa menikmatin serial manga tersebut tidak lepas dari kerja keras mangaka. Disini saya mencoba mereview sedikit film yang menceritakan tentang kerja kerasnya seorang mangka.

Gambar : asianwiki.com

Kenapa saya tertarik ingin mereview film ini,  karena saya kira film ini bagus  buat di ikutin dan di dalam film ini banyak pelajaran yang bisa diambil. Diadaptasi dari manga yang namanya sama, oleh penciptanya, Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata, seorang mangaka yang populer dengan manga Death Note-nya. Film ini menceritakan 2 anak SMA yang bercita-cita ingin menjadi mangaka untuk Weekly Shonen Jump.

Jumat, 20 Mei 2016

Nostalgia Jawaban 14 Tahun Dalam Review Film Ada Apa Dengan Cinta 2 (By Habibi JMFC 036 Feat. Wahyu Ningrum JMFC 014)

Indonesia memiliki segudang judul film romansa, mulai dari yang setting sekolah hingga yang ceritanya menyinggung persoalan rumah tangga, akan tetapi jumlah film cinta-cintaan yang bisa dikatakan legendaris ataupun punya pasangan yang terbilang ikonik, memang tidak banyak, jumlahnya akan mengerucut jadi hanya beberapa judul saja, salah-satunya adalah Ada Apa Dengan Cinta? (2002). 

Gambar : imdb.com

Jika di era 70-an akhir kita punya Galih dan Ratna, lalu ada Ramadan dan Mona di tahun 80-an, generasi milenium kebagian Rangga dan Cinta. AADC, tidak hanya menjadi salah-satu film yang memicu bangkitnya perfilman Nasional yang kala itu sedang lesu, tapi juga jadi semacam patokan bagaimana film bertema cinta dibuat, tidak heran lepas suksesnya AADC, film-film sejenis pun mulai mengekor. 

Walau nanti muncul duet Adit dan Tita yang dimainkan Samuel Rizal dan Shandy Aulia, AADC seperti tidak bisa tergantikan hingga hari ini, Rangga dan Cinta punya tempatnya sendiri di hati penontonnya hingga 14 tahun kemudian. Jarang sekali kita punya film Indonesia yang dipuja dan dicintai seperti AADC, kisah percintaan yang amat sederhana tapi berhasil melekat kuat dari satu purnama ke purnama berikutnya.

Jumat, 06 Mei 2016

Review The Imitation Game (2014) By Nendra Pratama

Yup..sebuah film garapan Morten Tyldum, berkisah tentang seorang pakar matematika dan kriptografer legendaris Inggris yang mencoba menciptakan mesin pemecah kode teka – teki bernama Enigma. Yang mana arti dari Enigma itu sendiri adalah misteri...hehehe..jadi inget blog misteri Enigma. FYI, film ini memenangkan 1 Piala Oscar dan masuk 8 nominasi Oscar, jadi kalo kamu belum nonton film ini berarti kamu keterlaluan, hahahaha... (padahal aku-nya baru nonton kemaren).



Film yang ber-setting perang dunia dunia kedua ini menyajikan alur cerita yang unik, karena kita akan dibawa ke masa lalu, masa kini dan masa depan Alan Turing, dengan pembagian waktu yaitu tahun 1920an, hal ini dibuat untuk mengeksplorasikan segala hal yang melatari tingkah laku, kebiasaan dan segala hal mengenai Alan Turing, dan tahun 1950an sebagai awal dari premis film ini, bagaimana film ini dimulai dan di akhiri, sedangkan fokus utama film ini adalah tahun 1940an dengan seting perang dunia kedua. Penyusunan tiga seting waktu yang berbeda tadi sungguh – sungguh sangat brilian, bagaimana hal yang tak terjawab kemudian dijelaskan dalam seting waktu yang berbeda. Disajikan secara acak namun dengan porsi dan susunan yang tepat membuat kita ingin tau apa yang akan dan telah terjadi.

Sabtu, 27 Februari 2016

Review Film Extreme Sports : Point Break (2015) By Minto JMFC 017

Hai…guys numpang review sedikit ya.. film berjudul Point Break (2015). Cerita film ini hampir sama dengan film pendahulunya pada tahun 90an yang dibintangi aktor Keanu Reeves. Bedanya yang 90an Jhonny harus menangkap sekelompok perampok yang diyakini adalah peselancar, sedangkan yang 2015 menceritakan tentang seorang agen FBI muda Johnny Utah (Lukas Bracey) yang menyamar dalam tugas mencari informasi dengan tim atlet olahraga ekstrim yang luar biasa.

Gambar : thepicta.com

Namun team tersebut terlihat mencurigai karena diduga mendalangi serangkaian kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya, atau yang sulit dilakukan manusia biasa salah satunya adalah perampokan perusahaan canggih dengan cara yang tergolong extreme. Tim atlet elit licik yang mencari sensasi, yang dipimpin oleh seorang karismatik Bodhi (Edgar Ramirez) yang sangat fanatic akan alam. Di dalam penyamarannya, Johnny harus menghadapi kehidupan penuh bahaya, serta dia berusaha untuk membuktikan bahwa para atlet tersebut adalah perancang atau arsitek yang membingungkan (di balik kejahatan-kejahatan yang menghancurkan pasar keuangan dunia).

Jelas kalah keren ya guys hehehe…si Johnny ala Keanu Reeves terasa cool sedangkan Johnny ala Luke Bracey terlihat lebih selenge'an bertato dan seorang atlet ekstreme profesional….

Disini ulasannya………….

Sabtu, 20 Februari 2016

Rivalitas, Kehormatan dan Sportivitas. Review Film Rush (2013) By Muhammad Ilham (JMFC 041)



Gambar : en.wikipedia.org

God, I Miss this Blog, lama ga ketemu ya guys, banyak hal yang menyebabkan saya ga bisa nulis di Blog kita tercinta ini, salah satunya adalah kemalasan, yah males adalah salah satu kelemahan terbesar saya, tau ga guys berapa lama waktu yang saya perlukan buat nyelesain artikel ini? 4 bulan. Yes guys, 4 bulan mulai dari JMFC Anniv pertama eh ga selesai, taun baru eh juga ga selesai, mungkin udah 5 kali rombak ini review, intinya kali ini harus selesai dan harus di posting. Mungkin kedepannya saya akan mereview film dengan pembahasan yang lebih singkat dan straight to the point aja tanpa harus menghilangkan inti dan kualitas dari review itu sendiri, sehingga perbendaharaan pustaka review JMFC lebih cepat bertambah dan tentunya pengetahuan kita semua juga bertambah, tentu saya open suggesting dan kritik dari teman-teman semua.

Gentlemen …..Start Your Engine vroooooommmmmmmmmmmmm,

Senin, 15 Februari 2016

The Revenant : Film Paling Sensasional Untuk Menyabet Piala Oscar (Review By Andika Pratama JMFC - 005)

Salam JMFC

Rintangan atau cobaan berat adalah ketika kita menghadapi suatu pilihan antara hidup atau mati. Tidak semua manusia bisa bertahan atau bisa melawan itu, kalau tidak mempunyai jiwa yang kuat dan keinginan yang kuat juga untuk bisa bangkit dari kematian. Perumpamaan ini dapat dilihat dalam sebuah film The Revenant yang di Sutradarai oleh Alejandro G Inarritu dan dibintangi oleh actor yang sudah ternama Leonardo DiCaprio (Hugh Glass), Tom Hardy (John Fitzgerald), Domhnall Gleeson (Andrew Henry), Will Poulter (Bridger) dan Forrest Goodluck (Hawk).

Sekedar pembuka Film ini berdasarkan kisah nyata yang kemudian ditulis ke sebuah novel Michael Punke yang berjudul sama dan kemudian diangkat ke Film oleh Alejandro yang sebelumnya telah kita kenal dengan Film Birdman (2014). Apalagi di film tersebut mampu meraih oscar untuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik serta penghargaan lainnya. Maka dari itu dengan nama besarnya yang sudah kita ketahui, film The Revenant ini cukup membuat kita penasaran dan berharap lebih greget sebelum menontonnya.

Gambar : pinterest.com

Film ini bersetting sekitar tahun 1823 dimana tentang sekelompok pemburu kulit hewan yang tiba – tiba diserang oleh suku Indian atau suku Arikara yang biasa disebut Ree. Mereka menyerang kelompok tersebut yang pada akhirnya meninggalkan beberapa kelompok diantaranya Kapten Andrew Henry, Glass, Fitzgerald, Bridger, dan Hawk anak Glass keturunan Indian yang telah ditinggalkan mati oleh ibunya (Istri Glass) ketika perkampunganya diluluh lantakan oleh bangsa yang menamakan dirinya Barbar.

Dalam pelarian dari Suku Ree, kelompok tersebut harus mengarungi “tenangnya” arus sungai dan pedalaman hutan tersebut. Hingga pelarian mereka terhambat ketika Glass diserang secara brutal oleh beruang betina sehingga membuat tubuh Glass tercabik – cabik dengan luka yang sangat parah. Ini membuat beban kelompok dari Andrew sedikit mengalami kesulitan karena harus membawa Glass untuk kembali pulang.

Jumat, 05 Februari 2016

Leap Year (2010) : 29 Februari Di Tahun Kabisat Wanita Boleh Melamar Pria

Sadarkah anda bahwa tahun ini adalah Tahun Kabisat (Leap Year)? Tahun Kabisat adalah tahun dimana jumlah hari dalam tahun tersebut berjumlah 366 hari, tidak seperti tahun biasanya yang berjumlah 365 hari. Dan kelebihan 1 hari tersebut berada pada bulan Februari, yaitu tanggal 29 Februari. Tahun Kabisat ini berlaku setiap 4 tahun sekali, dimana tahun tersebut harus habis dibagi 4. Duuuhhh...kasian banget ya yang ultah tanggal 29 Februari, ultahnya 4 tahun sekali, hehe...awet muda donk...

Lalu apa istimewanya Tahun Kabisat ini?

Nah, sebelum kita membahas istimewanya, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu sejarahnya kenapa bisa ada Tahun Kabisat ini, ya anggap aja pelajaran sejarah umum tambah wawasan, hehe...

Jadi ceritanya nih guys, pada jaman dahulu kala, pada masa kerajaan Romawi, ada seorang Astronom bernama Sosiogenes yang bekerja pada pemimpin Romawi, Julio Caesar. Sosiogenes ini berteori bahwa bumi mengelilingi matahari membutuhkan jumlah hari dalam setahun itu tepatnya adalah 365,25 hari. Weleh...kok pake koma-komaan yak, ribet euy... Iya emang ribet, oleh karea itulah disederhanakan aja menjadi 365 hari. Tapi nih guys, angka di belakang koma tadi ga bisa dianggap remeh, karena jika dijumlahkan dalam 4 tahun aja udah 1 hari. Alhasil diciptakanlah Tahun Kabisat ini sebagai solusinya. 1 hari yang berlebih ini ditarok pada tahun ke-4 dan berlaku kelipatan, weleh..udah kayak promosi belanja aja yak...

Gambar : pinterest.com

Lalu kenapa mesti bulan Februari yang ditambah? Nah ceritanya lagi nih guys, pada jaman dulu itu, Februari merupakan bulan yang terletak paling akhir, sama halnya bulan Desember pada masa ini. Jadi karena itulah gampang untuk "diutak-atik". Itu cerita singkatnya, kalo dipanjangin ribet guys, bakal melibatkan penerus tahta Julius Caesar bernama August Caesar. Belum lagi selanjutnya Septemberus Caesar, Oktoberus Caesar, dst, hahaha....

Okeh, sejarahnya selesai, dijamin kalian dapat nilai 10 pas ujian ntar, hahaha... Lalu, apa istimewanya Tahun Kabisat ini? Setelah saya berselancar di dunia maya mencari, sayang sekali tidak saya temukan. Justru yang ditemukan malah kebanyakan keburukannya, huuu...sereeemmm...

Diantaranya adalah di Yunani, orang-orang disana menganggap bahwa menikah di Tahun Kabisat dapat berujung perceraian, sementara di Rusia mereka percaya Tahun Kabisat membawa pertumbuhan tanaman pertanian kearah yang salah, begitu pula di Skotlandia, bedanya mereka adalah ternak, sedangkan di Italia ada pepatah Tahun Kabisat Adalah Tahun Naas, haduhhhh.....menyedihkan...

Minggu, 17 Januari 2016

Review Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck By Andika Pratama (JMFC 005)

Review Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck By Andika Pratama (JMFC 005)


Salam JMFC.. Duh,, terlintas saya mulai pusing untuk memulai review sebuah film, kenapa..??? Mungkin saya hanya penikmat yang kadang hanya nikmati saja tanpa mau untuk mengulik lebih lanjut. Ya mungkin bisa dikatakan sebuah kelemahan saya dalam hal memahami film lebih dalam dan lebih detail lagi. karena mungkin saya lebih kebanyakan memahami untuk urusan cinta dengan Wanita..
Hahaha…becanda Om dan Tante… Untuk film yang saya bahas adalah tentang Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, ya mungkin lain dari teman – teman yang lebih sering membahas Film Impor, tapi saya mencoba mengulas tentang Film Dalam Negeri. Sebab katanya, kalau bukan kita (Indonesia) siapa lagi yang menghargai Perfilman Indonesia. Sebab kualitas film Indonesia sebenarnya sudah sangat Baik dibandingkan beberapa Tahun sebelumnya, mungkin gak semua tapi boleh dikatakan kita sudah bangkit dalam perfilman nasional.

Senin, 17 Agustus 2015

Soekarno, Dilema Antara Bangsa dan Cinta. Review / Ulasan By Andhika Tovano (JMFC 006)

Soekarno, dilema antara bangsa dan cinta. 

 

Ditulis oleh Andhika Tovano (JMFC 006)
Berhubung suasana hari kemerdekaan nih gaesss.... JMFC 006 - Uwo bakal coba ngulik-ngulik dikit tentang film indonesia yg udah pernah beredar. Yaitu film "Soekarno".
Tokoh proklamator dan pahlawan bangsa indonesia Soekarno akhirnya difilmkan. Setelah sebelumnya kita ketahui sudah ada film tokoh bangsa yg difilm kan seperti Gie, Sang Pencerah, Sang Kyai dan masih banyak lagi. Tentunya nih, utk menggarap film biografis Soekarno tinggal soal waktu. Mungkin nanti bakal ada juga daftar yokoh atau pahlawan indonesia yg bakal di garap. Entah itu M.Hatta, syahrir, dan banyak lagi. Bisa jadi pahlawan Jambi sendiri nih gaes, seperti Sutan Thaha Sjaifuddin, Legenda Orang Kayo Hitam, Datuk berhala dan lain2.

Minggu, 02 Agustus 2015

Mission Impossible V : Rogue Nation Preview / Sinopsis and Review / Ulasan Mission Impossible I-IV



Mission Impossible V : Rogue Nation Preview / Sinopsis and Review / Ulasan Mission Impossible I-IV

Selamat malam lagi para Mission Impossible lovers, hehe…kali ini langsung saja saya sapa para pencinta film-filmnya om Tom Cruise, apa lagi kalo bukan Mission Impossible movie series. Film ini benar-benar fenomenal, film ini memiliki fans tetapnya hingga kini, dimana sebentar lagi akan tayang di Indonesia sekuel keempatnya alias film ke-5 nya, yaitu Mission Impossible : Rogue Nation, pada 5 Agustus 2015 nanti. Gimana para action lovers, udah sangat siap ga nih? Kalo belum siap, kami akan me-refresh kembali ingatan kita tentang film-film ini dari yang pertama sampe yang terakhir. Meskipun tidak nyambung dari segi cerita namun dari segi karakter nyambung bro…

Senin, 29 Juni 2015

When In Rome (2010) Fontana D'Amore, Salah Satu Tempat Yang Mesti Kamu Kunjungi, Mblo...

When In Rome (2010) Fontana D'Amore, Salah Satu Tempat Yang Mesti Kamu Kunjungi, Mblo...



Hello again my blog..how are you??? Hehe… I’m gonna write you down now, this time about romantic comedy movie review, as the first post, I choose “When In Rome”. Film ini trmasuk film ringan having fun buat isi-isi waktu ngilangin suntuk atau galau, not bad lah. Mau review ni film jg karna ada soundtrack yg enak banget didenger, darinya Adele berjudul “Make You Feel My Love”. Disamping itu jg karna lokasi syutingnya di Italia, negara favorit ane dlm sepakbola, hehe. Dan ada nilai positif pengetahuan pariwisatanya jg disini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...