Tampilkan postingan dengan label Penjelasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penjelasan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Agustus 2022

Review dan penjelasan ending film : Nope (2022)


Sutradara Jordan Peele itu bener-bener spesial. Dia itu ibarat "Black Bong Joon Ho". Setiap karyanya itu sebenarnya simpel dan bisa dinikmati casual moviegoers, tapi kalo digali lebih dalam ternyata punya makna yang disisipkan. Tanpa banyak bacot lagi, lets get started.

Sinopsis :

Di sebuah daerah terpencil di Amerika, OJ dan Emerald adalah 2 kakak adik yang mengelola usaha turun temurun yaitu tempat pelatihan kuda. Kuda-kudanya dipakai untuk industri perfilman Hollywood atau periklanan. Suatu saat, OJ melihat penampakan yang tak biasa diatas langit. Penampakan ini membuat kuda-kuda di dalam lahannya pada takut bahkan kabur. Apakah sebenarnya penampakan di atas langit itu?

Review non spoiler :

Film ini sekilas bukan merupakan "film berat". Plot seperti itu adalah plot yang sangat umum dan dapat diterima oleh berbagai kalangan, sangat ringan. Scene-scene dan dialog-dialog komedinya juga mudah untuk disukai. Jadi ga usah khawatir apakah filmnya bakal bisa dimengerti atau ngga. Temanya malah pasaran banget, tentang serangan alien. Cuma ya dimodifikasi aja sedikit menjadi lebih unik. 

Sampai film ketiga ini, sutradara Peele masih tetap berada di jalur yang sama yaitu mystery-thriller. Yang mana memberikan perasaan penasaran sambil sesekali diberi ketegangan karena keselamatan para tokoh di dalamnya sedang dipertaruhkan. Letak genrenya adalah tepat di perbatasan antara thriller dengan horror, karena ini bukan hantu tapi mampu membuat penonton menahan nafas.

Pada separuh awal film mungkin akan terasa sangat biasa, tapi semuanya berbanding terbalik di paruh kedua film. Sayangnya saya ga bisa spoil lebih jauh soal plot. Let it suprise you a lot. Biar kalian lebih dapat feels-nya. Karena film ini memang mempunyai "kejutan yang sangat besar" untuk kalian. Untuk reviewnya lebih enak kalo ngebahas tentang apa saja makna-makna yang tersirat di dalam filmnya. Berikut adalah penjelasannya.

Penjelasan Film

Seperti biasa, kalau udah kepada bagian penjelasan, saya selalu kasih spoiler warning dahulu, karena yang mau dijelasin tentu adalah isi dari filmnya itu sendiri. Jadi bagian ini hanya untuk kamu yang udah nonton. Kalo kamu belum nonton sebaiknya stop, tonton dulu filmnya, baru kesini lagi. Penjelasan yang disampaikan disini adalah subjektif, sebagai bentuk dari sebuah interpretasi atas apa yang dilihat dan yang diketahui. Jika kalian merasa ada yang salah atau kalian punya persepsi sendiri, silahkan komen di kolom komentar ya.

Kamis, 16 Desember 2021

Hal-hal yang perlu kamu tau SETELAH nonton Spiderman - No Way Home (2021)

Hey...artikel ini hanya untuk kamu yang udah nonton ya. Karena ini isinya spoiler semua. Kalo kamu belum nonton, segeralah, karena filmnya amazing! Sampe menimbulkan kehebohan disemua lini masa dan waktu. Haha... Karena apa? Karena you know who.. And now..Tanpa banyak bacot, inilah beberapa hal yang mungkin perlu kamu tau setelah nonton film tersebut, saya tidak menomorkan secara urut ya, ini hanya random thoughts aja, dan dipilih yang cukup major aja, yang minor-minor disisihkan dulu :

1.  Ned kemungkinan besar adalah benar keturunan penyihir.

Saat Ned bertamu ke Sanctum, dia bilang kalo keluarganya itu keturunan yang punya "kemampuan". Kemudian saat scene dirumah Ned, ada sebuah shot dinding rumah Ned yang menunjukkan pajangan benda-benda kuno seperti belati dan sejenisnya, yang kemudian lanjut ke shot mesin jahit yang mana terdapat kain hijau dibawahnya, semacam jubah penyihir kah? Mungkin itu punya neneknya. Jadi kalo memang benar, wajar kalo Ned secara ga sengaja bisa buka portal, karena dia bukan orang sembarangan. Satu hal yang pasti, sebuah shot dalam film ga mungkin dibuat kalo tanpa maksud apa-apa. Jadi ini pasti ada petunjuk terhadap sesuatu.

2. MJ akan jadi karakter penting di kemudian hari.

Saat di interogasi oleh Damage Control, petugasnya bilang kalo MJ adalah wanita cerdas yang punya masa depan cerah, yang harusnya bisa punya peran yang lebih berbobot daripada terlibat kebodohan macam ini. Raut muka MJ pun langsung berubah, seperti perasaan kaget "kok mereka bisa tau". Ini mengindikasikan kalo mereka tau identitas dan kemampuan MJ yang sebenarnya, yang mungkin bukan orang biasa. Akan jadi siapakah MJ? Yang jelas nama MJ disini meskipun bukan Mary Jane, tapi Michelle Jones Watson, tetap sama "marga" Watsonnya.

3. Damage Control itu siapa?

Ini bukan barang baru, udah dijawab di artikel sebelum ini disini. Singkatnya, itu tukang bersih-bersih semua kehancuran yang diakibatkan oleh superhero. Poin pentingnya adalah di komik, perusahaan ini dimiliki oleh Stark dan Wilson Fisk, nama Wilson Fisk tentu cukup familiar, dia adalah Kingpin, musuh Spiderman, bahkan di serial tv pun Kingpin sudah muncul sebagai villain serial Daredevil.

Jumat, 29 Oktober 2021

Review non spoiler dan Penjelasan Ending Film : Censor (2021)

Review dan Penjelasan Ending Film : Censor (2021)
 
 
Review (Non Spoiler)
 
Censor (2021), sekilas akan seperti film horor biasa, malah mungkin ga begitu menakutkan. Karena memang fokus film ini bukan untuk memberikan kengerian bagi penontonnya, melainkan menghadirkan cerita dari perspektif tokoh yang selama ini rasanya belum pernah diangkat menjadi protagonis dalam sebuah film, padahal dia sendiri berperan penting dalam setiap film, dialah "Tukang Sensor". Saya ga tau sebutannya apa untuk seseorang yang pekerjaannya berada di lembaga sensor film dan bertugas nontonin film-film yang akan beredar dan memutuskan mana aja yang disensor dan ratingnya apa. Dalam film ini sih disebut sebagai "Censors". Bisa ga kalian bayangkan gimana rasanya jadi tukang sensor? Kalian harus melihat semua adegan yang ga semestinya diliat, termasuk adegan yang terlalu sadis, hari demi hari, jam demi jam, yang kalian konsumsi itu melulu. Sanggup? Ini adalah pekerjaan berat, harus kuat iman, kuat mental dan juga fisik. Karena kalo ga kuat, ya pasti bisa terpengaruh kejiwaannya, dan tubuh juga dapat mual dan muntah-muntah. Untungnya, dalam film ini, sang protagonis adalah wanita yang sangat "kuat", dialah Enid.

Bersetting di tahun jadul, mungkin sekitar 1980an, dimasa film-film masih dikemas dalam format kaset VHS, adalah Enid yang profesinya sebagai seorang censors. Dia adalah wanita "kuat", melihat adegan-adegan yang sangat sadis aja ga bergeming. Apa yang membuat dia kuat adalah prinsip tentang pekerjaannya, bahwa dia ingin melindungi masyarakat dari pengaruh buruk film. Jadi dia harus bekerja sebaik mungkin untuk mensensor adegan yang kira-kira tidak layak di konsumsi publik.
 

Perlu diketahui bahwa di era tersebut, memang sempat terjadi pergolakan di dunia perfilman, terutama di Inggris Raya. Orang-orang berhipotesis bahwa terdapat hubungan antara film yang mengandung unsur kekerasan terhadap meningkatnya angka kriminalitas di Inggris Raya. Saat itu memang beredar film-film yang disebut dengan istilah "video-nasty", sebutan untuk film-film horor yang terlalu sadis, frontal, vulgar dan sarat eksploitasi. Terlepas dari benar atau tidaknya hipotesis tersebut, tetap aja pada akhirnya membuat pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Video Recordings Act 1984 yang isinya merupakan upaya sensor, pengklasifikasian, pengetatan dan persetujuan terhadap distribusi film komersil yang beredar. Dengan tujuan untuk menurunkan angka kriminalitas dan mengurangi pengaruh buruk film terhadap orang yang menontonnya. Memang ada beberapa film yang mengandung kekerasan dan secara kebetulan atau tidak, memberikan pengaruh terhadap seseorang. Contohnya seperti film Scream yang berpengaruh terhadap kasus terbunuhnya seorang ibu oleh anaknya sendiri pada tahun 1998, trus film Saw yang menginspirasi lebih dari satu kasus kejahatan. Dan tak lupa yang paling fenomenal adalah penembakan di bioskop saat pemutaran film The Dark Knight oleh seseorang yang mengaku sebagai "Joker".

Kembali ke filmnya, suatu ketika, terjadi kasus kriminalitas yang mana pelakunya melakukan pembunuhan persis seperti adegan dalam sebuah film. Jadi beredarlah citra di masyarakat bahwa film dapat "menginspirasi" orang untuk berbuat jahat. Apesnya buat Enid, film tersebut diketahui oleh pers bahwa yang nyensor adalah dirinya. Berita ini menjadi beban pikiran buatnya dan bertanya-tanya, apakah sensor yang dia lakukan masih belum "sadis"? Padahal dia merasa sudah melakukan sensor yang semestinya. Apakah benar film dapat mempengaruhi perbuatan seseorang? Ini baru sekedar cerita pembangun, bukan masalah utama dalam film ini. Masih ada film lain yang akan memberikan dampak luar biasa terhadap diri Enid.
 

Film ini bukan tipikal film horor pada umumnya yang mengandalkan jump-scare atau sosok yang menyeramkan, tapi lebih tepat sebagai horor psikologi yang menerpa sang tokoh utama. Enid disini meskipun terlihat kuat, tapi dia punya kelemahan jika berhadapan dengan sesuatu yang membangkitkan trauma masa lalunya, yaitu dia pernah kehilangan adik kandungnya, Nina, yang sampai bertahun-tahun tidak ditemukan dan dinyatakan meninggal. Enid menjadi terlalu obsesif, terus mencari tau petunjuk tentang keberadaan Nina, bersikeras menepis kenyataan, dia merasa Nina masih ada. Dia ga bisa nerima kenyataan ini, karena dia sendiri ga bisa mengingat kejadian persisnya gimana, padahal sebelum hilang, Nina sedang pergi bersamanya.

Senin, 16 Agustus 2021

Review dan Penjelasan : John And The Hole (2021)

Sinopsis :

John, adalah seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun yang hidup dari keluarga kaya. Mereka tinggal di villa yang berada di tengah hutan. Keseharian mereka biasa saja normal sebagaimana keluarga lainnya. Ayah dan ibu bekerja, kakaknya sekolah dan pacaran, sementara John hobinya latian tenis. Mereka juga rutin melakukan dinner keluarga dan ngobrol bareng. Sampai tiba-tiba John menemukan bunker di dekat villanya.

Kalo anak-anak lain nemu bunker, kebanyakan pasti ngehindar ya. Tapi si John malah lain. Dia malah melakukan hal yang boleh dibilang aneh, ekstrim dan kejam. Dia mengurung ayah, ibu dan kakaknya ke dalam bunker tersebut. 

Anak macam apa coba yang tega mengurung keluarganya sendiri di dalam bunker. Lalu bagaimana respon anggota keluarganya terhadap John? Akankah mereka terdampar mati kelaparan di dalam bunker? Apakah maksud John sebenarnya? Apa dia berniat jahat? Nah inilah yang jadi suguhan filmnya. 

Minggu, 27 Desember 2020

Bedah Film Swiss Army Man (2016) : Perjuangan Melawan Depresi Yang Disajikan Dalam Kreatifitas Level Tertinggi

Part I : Non Spoiler Review

Kalian pernah liat pisau MacGyver? Sebuah pisau serba guna yang selalu dibawa tokoh utama dalam serial MacGyver itu, nah itu namanya Swiss Army Knife. Brand pisau ini memang cukup populer, dan istilah "Swiss Army" sering disematkan kepada hal/benda yang multi fungsi. Nah film ini tuh memang mencatut nama brand Swiss Army tersebut, untuk menggambarkan peran dari Manny, seorang mayat hidup yang ternyata serba guna, makanya diberi judul Swiss Army Man.


Oke, mau mulai dari mana dulu nih? Sinopsis aja dulu ya.. Swiss Army Man menceritakan seorang pemuda bernama Hank, yang mencoba untuk gantung diri di sebuah pulau. Untungnya, detik-detik jelang itu terjadi, dia melihat ada mayat yang tergeletak jauh di depannya. Penasaran dong, dia tunda bunuh dirinya dan ngedatengin tuh mayat. Eh busettt, mayatnya bisa ngomong guys! But ini bukan film horor ya, ini komedi, super kocak dan super unik. Ga pernah ada kalian liat film yang seperti ini.

Apa yang Hank lakukan terhadap mayat tersebut? Edan! Dijadiin temen tuh mayat, dikasih nama pula, Manny. Hebatnya, tubuh Manny ternyata juga banyak kegunaan, seperti tangannya yang kuat dan tajam bisa memotong pohon, mulutnya bisa dijadikan senjata tembakan bertenaga angin, bahkan "anunya" bisa jadi kompas penunjuk arah...wkwkwkwk... Apa misi mereka? Mencoba keluar dari hutan tersebut. So, berhasilkah mereka? Silahkan tonton sendiri, dijamin ga nyesel. Kamu akan tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku keduanya, yang berusaha untuk bertahan hidup, nyari sumber daya, sembari menghibur diri sendiri. Ada banyak humor yang diselipkan, terutama referensi kepada popculture. (Saya selalu suka dengan film-film yang hobi nyelipin popculture).


Swiss Army Man adalah sebuah film retorika-retrospektif, tentang orang hidup yang pengen mati malah mencoba "membujuk" orang mati agar hidup kembali, berupaya meyakinkan si orang mati bahwa hidup adalah sesuatu yang layak diperjuangkan. Lah dia aja pen bunuh diri..kan kebalik yah...betapa restrospektifnya ni film! 

Minggu, 01 November 2020

Film Paling Aneh di 2020 : Review Non Spoiler dan Penjelasan Ending I'm Thinking Of Ending Things (2020)

Judulnya tuh eye-catchy banget ya, I'm Thinking of Ending Things, jadi menggoda saya untuk langsung menontonnya. Entah ini genre apa, tentang apa, saya ga tau sama sekali, bahkan trailernya juga ga saya liat. Durasi demi durasi yang dilalui sebenarnya sangat membingungkan, tapi entah kenapa saya tetep aja terusin, mungkin karena narasi yang disampaikan dari perspektif si cewek dalam film ini menghipnotis sekali, jadi cukup membuat kepo ini sebenarnya ada apa gitu ya, gimana nasib ni cewek di ending. 

Filmnya menceritakan perjalanan sepasang kekasih, Lucy dan Jake, menuju rumah orang tua Jake, dalam rangka Jake yang mau ngenalin pacarnya ini ke ortunya. Mobil yang mereka kendarai harus melalui perjalanan jauh dan bersalju, menyiratkan suasana hati yang dingin dan terasa lama banget, scene yang sengaja dibuat demikian untuk "mendukung" ke-bete-an Lucy, menguatkan keinginannya untuk segera mengakhiri hubungannya dengan si Jake, karena pikiran "I'm Thinking Of Ending Things" ini yang terus berulang di pikirannya.

Selama perjalanan, percakapan terus diupayakan oleh Jake sehingga Lucy ga boring, atau Jake memang sengaja untuk mematahkan pikiran Lucy tadi, dengan selalu menyela dan menciptakan bahasan. Bahasannya ga tanggung-tanggung, dibungkus dengan dialog-dialog yang cerdas, mereka silih berganti saling lempar referensi pop-culture, sebut saja seperti review film, puisi, musikal, dan buku.

Sesampainya di rumah orang tua Jake, persepsi horor akan langsung tertancap di benak penonton, dikarenakan hadirnya Toni Collete, aktris yang peran horornya di Hereditary sangat membekas. Ditambah lagi dengan suasana awkward di meja makan, orang tua Jake mencoba untuk tampil ramah di hadapan calon mantunya, sedangkan Lucy ga tau ada apa sebenarnya di rumah mereka tersebut. Jake sendiri memang punya satu rahasia yang sangat tidak ingin terbongkar. Tak bisa dipungkiri filmnya memiliki unsur creepy yang cukup menakutkan.

Kamis, 10 September 2020

Arrival (2016) Adalah (Mungkin) Film Sci-Fi Terbaik. No. 8 Bikin Kamu Terkejut!

Jika kamu belum nonton ato belum tau Arrival itu film apa, kamu bisa dulu baca review dan penjelasannya di link ini, Dan...Tanpa banyak basa-basi lagi, berikut 11 alasan kenapa Arrival adalah (mungkin) film scifi terbaik sepanjang masa. Komen dibawah apakah kalian sepakat ato ngga dengan list berikut ini. 

1. Denis Villenueve
Mendengar nama Denis Villenueve itu udah kayak denger nama Lord Voldemort The "You-Know-Who" tapi versi baiknya. Nama dia tuh udah jaminan pasti filmnya bagus. Denis orang yang perfectionist dan visionary. Tingkat kejeniusannya bisa jadi mendekati Lord lainnya yaitu Lord Nolan. Kalo kamu baru mengenal Denis lewat Arrival, bagusnya kamu juga ikut mengenal karyanya yang lain. Kalo dia lagi pengen bikin film rumit, dipastikan itu akan menjadi never ending discussion seperti Arrival dan Enemy. Kalo dia lagi pengen bikin film yang ga rumit, maka dia akan bener-bener fokus di aspek cerita, plot dan karakter seperti Incendies dan Prisoners, sekalipun harus memakan durasi yang lama. Satu hal yang jadi trademarknya adalah slow pace. Meskipun Blade Runner 2049 dan Sicario punya unsur action tapi tidak menggebu-gebu.


2. 94% di Rotten Tomatoes, 7,9/10 IMDB dan Box-Office Success
Di puja oleh tukang kritik, masyarakat biasa pun juga suka, secara duit juga udah laba banyak. So, ga ada celah untuk membuat film ini disebut film gagal. 

3. Academy Awards Level
Diisi oleh pemain-pemain yang udah pernah masuk Oscar yaitu Jeremy Renner di film The Hurt Locker, Amy Adams di film American Hustle dan Forest Whitaker di film The Last King of Scotland. Filmnya pun masuk di 8 kategori Piala Oscar, Best Director, Best Cinematography, Best Adapted Screenplay, Best Sound Editing, Best Sound Mixing, Best Film Editing, Best Production Design, termasuk yang bergengsi yaitu Best Picture.

4. Sound Yang Merinding
Yang ini ga bisa diungkapkan dengan kata-kata, dengerin aja beberapa sound merinding hasil bikinan mereka di dalam filmnya.

5. Time Travel Logic
Film ini menunjukkan pendekatan lain tentang time travel, bahwa waktu itu "satu", ga linear maju, ga ada banyak versi, ga ada opsi ubah masa lalu, time travel disini hanyalah berupa penglihatan. Ini seprinsip dengan saya bahwa time travel is impossible, silahkan change my mind kalo punya bukti. Saya udah kenyang film-film timetravel, tapi ga ada satupun yang bisa mematahkan paradox. Sekalipun ada teori gila Einstein tentang relativitas ruang dan waktu, but I'm with Stephen Hawking. Ibarat penganut bumi datar, nah saya penganut timetravel is impossible, call me stupid, but I'm just being realistic with the paradoxes. Setiap timetravel paradox itu sangat fundamental, sebut saja Predestination Paradox, Bootstrap Paradox, Grandfather Paradox etc.

Jumat, 28 Agustus 2020

Penjelasan Ending : Arrival (2017) - Pendekatan Alternatif Logis Tentang Time Travel

Arrival merupakan salah satu film jenius yang dibuat oleh sutradara jenius. Dan kali ini adalah penjelasannya, yuk simak sampai habis ya.


Banyak yang salah nih kalo ngira ni film adalah film action perang lawan alien, padahal ya memang ga gitu. Filmnya emang dibuat drama yang cenderung membosankan bagi penonton awam. Tapi nih.. justru film ini yang menurut saya film paling bener tentang alien. Maksudnya ya film ini menunjukkan ini lho yang terjadi sebenernya kalo ada alien datang ke bumi. Ya kita ga ujug-ujug langsung perang, alien juga ga ujug-ujug langsung nyerang bumi. Tapi hal pertama yang dilakukan adalah cari tau apa maksud kedatangan mereka, apakah mereka berniat jahat atau baik. Kalo baik ya jadi teman, kalo jahat baru hajarrr…

Dalam film ini, interaksi dengan alien malah sepenuhnya aman, justru masalah datang dari internal manusianya sendiri.
“People fear what they don't understand and hate what they can't conquer.” - Andrew Smith

Sebuah quote populer yang mana quote ini muncul juga dalam film-film lainnya seperti Transcendence, Man of Steel dan Batman Begins, manusia takut akan sesuatu yang mereka ga ngerti, begitu pula dalam film ini, disumbang oleh 3 pihak mulai dari level terbawah hingga tertinggi : rakyat yang histeria dan panik masal, tentara yang rela membelot, hingga pemimpin negara yang mempersepsikan kedatangan alien sebagai tindakan yang agresif. Jadi apa bener mereka agresif?

Untuk inilah diperlukan expert yang bisa memberi pencerahan. Tapi untuk bisa tau itu tentu harus berkomunikasi dengan alien, nah film ini mengajarkan gimana pendekatan yang bisa dilakukan untuk menjembatani komunikasi karena adanya perbedaan bahasa. Setelah dapat berkomunikasi baru deh kita bisa ngobrol dengan alien, nanya lu maunya apa, sini ngopi bareng dulu.. Arrival mendemonstrasikan tentang gimana reaksi manusia terhadap kedatangan alien, tapi juga secara simultan memanifestasikan gimana kita sendiri antar manusia berkomunikasi satu sama lain.


Ada lebih dari 1 kapal alien yang datang ke bumi dan tersebar di berbagai negara. Setiap negara, melalui pihak militer dan ilmuwan yang mereka punya melakukan penelitian secara kilat terhadap maksud kedatangan alien. Termasuk America, mereka mengandalkan Dr. Louise yang ahli bahasa dan Dr. Ian yang ahli fisika sebagai tim “translator”. Mereka beberapa kali masuk ke dalam kapal alien dan mempelajari bahasa alien tersebut. Tugas mereka berdua tidak mudah karena alien mempunyai bahasa yang aneh, berbentuk lingkaran. So, berhasilkah mereka menerjemahkan apa maksud kedatangan alien? Apa sebenarnya tujuan mereka? Filmnya akan menjawab semua pertanyaan tadi. Nah saya akan bahas film ini dengan sesimpel-simpelnya.

Senin, 15 Juni 2020

Review Non Spoiler dan Penjelasan Ending The Lobster (2015)


Part I : Tanpa Spoiler

Mungkin hampir ga akan pernah ditemui film dengan tema relationship yang seunik ini. Pengen tau kenapa? Simak sampe abis ya. Film ini disutradarai Yorgos Lanthimos, seorang sutradara asal Yunani berkelas Oscar lewat film The Favourite. Castnya ada Colin Farrell, Rachel Weisz, Lea Seydoux, dan Olivia Colman. Memiliki rating di IMDB 7,2/10 dan Rotten Tomatoes 87%. Dengan budget hanya $4.5 juta mendulang $15.7 juta di Box Office.

Film ini bersetting di dunia atau masyarakat yang surealis, dimana ada peraturan bahwa setiap manusia harus hidup berpasangan. Jika ga, siap-siap yang jomblo akan dihukum diubah menjadi hewan yang mereka pilih. Seperti judul film ini, The Lobster, hewan ini lah yang dipilih oleh sang tokoh utama, David, yang diperankan oleh Colin Farrell jika dia tidak dapat pasangan. Tapi alih-alih tentang transformasi manusia menjadi binatang, film ini malah bukan menitikberatkan pada hal ini, tapi tentang bagaimana sang tokoh utama berada di kehidupan dengan aturan yang aneh ini. David, baru saja pisah dari istrinya, dia terpaksa harus ikut kegiatan semacam karantina atau pelatihan untuk mencari pasangan. Kegiatan ini digelar di sebuah hotel dan diberi waktu kepada setiap jomblowan dan jomblowati selama 45 hari untuk mendapatkan pasangan diantara mereka para peserta pelatihan. Jika dalam 45 hari mereka masih jomblo, maka mereka harus diubah menjadi binatang.


Sebuah premis yang sangat unik bukan? Kayak film "30 Hari Mencari Cinta", atau film drama cinta Indonesia lainnya, tapi percayalah film ini jauh berbeda. Meskipun sama-sama tentang tema yang hits, kekinian, umum, dan relevan dengan kehidupan nyata, yaitu pemuda galau mencari cinta, tapi sang filmmaker Yorgos Lantimos membuatnya dengan cara yang ga biasa, cenderung absurd dan nyeleneh. Menjadikan film ini segmented banget, ga semua orang bakalan suka. Apalagi Yorgos juga punya ciri khas dalam setiap filmnya yang selalu menampilkan 3 hal "membosankan" berikut ini :

1. Emotionless, setiap tokoh ga pake ekspresi, mau sedih senang mukanya datar gitu-gitu aja, ngomong juga ga pake intonasi, kayak robot.
2. Slow pace, ga terburu-buru, minim suspense.
3. Scoreless, ga ada musik latar, berasa hambar.
4. Metafor and irony, ga langsung to the point mengungkapkan tentang apa filmnya.

Tapi menikmati karya Yorgos bukan pada saat menontonnya, tapi setelah menonton. Yorgos membuat film untuk bercerita dan menyampaikan sesuatu. Filmnya merupakan satirisme dan black comedy dari kehidupan sosial. Bagaimana ia berupaya membuat sindiran dan tamparan terhadap hal-hal umum kemasyarakatan. Meskipun satir tapi ini bukanlah suatu film yang rumit, alurnya linear maju dan bisa dicerna setiap orang, seperti drama pada umumnya. Tapi yang perlu ditelaah adalah makna dari setiap persoalan di dalamnya. 

Selasa, 09 Juni 2020

Penjelasan Ending : The Wailing (2016)

Bagi temen-temen yang sudah nonton film The Wailing mungkin ada diantara kalian yang bertanya-tanya tentang ending dari film ini. Beberapa dari kita bahkan mungkin punya interpretasi sendiri. Disini kami akan mencoba memberikan penjelasan tentang apa aja yang terjadi dalam film The Wailing. Apa saja dia? Akan kita bahas disini.

Sebelum lanjut, kami pastikan bahwa ini hanya untuk yang udah nonton aja, karena penuh dengan spoiler, jadi buat temen-temen yang belum nonton filmnya bisa baca review non spoilernya di link yang ini. Dan buat yang udah nonton, yuk simak penjelasan ini sampai habis.

Apa yang sebenarnya terjadi?
Dukun Il-Gwang ternyata adalah temennya kakek Jepang. Ini dibuktikan dengan adegan ending yang memperlihatkan dukun Il-Gwang bongkar muat box kardus yang isinya adalah foto-foto para korban. Dalam video alternate ending, scene-nya malah dengan gamblang memperlihatkan dukun Il-Gwang menjemput kakek Jepang pake mobilnya. Ini juga dibuktikan dengan celana dalam yang mereka pakai sama. Mereka berdua berteman, bekerja sama untuk menjalankan semacam ritual pengambilan roh untuk memberi "makan" sang iblis, dan sekalian menjadikannya bisnis. Si kakek Jepang menebar santet kepada warga, warga kemudian nyewa dukun Il-Gwang untuk ngusir santet. Il-Gwang hanya perlu berpura-pura dan berbohong kepada warga dengan bilang bahwa dia akan melawan si kakek Jepang. So, mereka dapat uangnya, dapat rohnya juga, beginilah model bisnis konspirasi yang mereka jalankan. Roh korban mereka ambil melalui perantara kamera. Mereka mempercayai bahwa kamera dapat mengambil dan menyimpan roh-roh para korban setelah di jepret.
 

Siapa sebenarnya si kakek Jepang ini?
Sang kakek sebenarnya adalah manusia, namun ia sesekali dirasuki oleh iblis yang merupakan "tuan" mereka berdua. Ketika dalam mode manusia, sang kakek adalah seorang dukun juga, tapi dukun hitam alias jahat, yang bertugas menebar teror ke desa lewat santetnya. Ia melakukan ritual santet terhadap korban melalui perantara benda yang ia ambil, seperti sepatu Hyo Jin. Setelah korban kena santet maka korban akan mulai mengalami gejala ruam merah pada kulit mereka, lalu beberapa waktu kemudian mereka kehilangan kewarasan dan melakukan pembunuhan terhadap anggota keluarganya sendiri.

Ketika dalam mode "iblis", sang kakek menjelma menjadi sosok iblis beneran yakni yang kukunya panjang, mata merah dan mempunyai tanduk. Dalam mode iblis ini ia tidak bisa dibunuh, hal ini dibuktikan oleh dirinya yang hidup kembali setelah tertabrak mobil pick-up yang dikemudikan Jong Goo dan kemudian dibuang ke jurang. Iblis ini tidak hanya merasuki si kakek, tapi juga bisa merasuki orang lainnya. Ini dibuktikan dari scene perkelahian Jong Goo dkk melawan zombie yang tak bisa mati-mati setelah dihajar oleh mereka, karena di dalam zombie ini ada iblis tersebut.
 

Lalu siapa wanita yang berpakaian putih itu?
Ada 2 interpretasi atas sosok ini. Yang pertama dia adalah jelmaan malaikat atau sosok yang "diisi" oleh roh baik. Yang kedua, dia adalah dukun putih alias dukun baik, dalam film ini sebagai lawan si dukun hitam. Apapun interpretasinya, yang dia lakukan adalah sama, yaitu melindungi warga desa dengan segala kemampuan yang dia bisa, seperti menaruh benda dan tanaman yang udah dijampi-jampi sebagai jimat pelindung. Untuk melindungi warga yang sedang "diserang" oleh dukun hitam, dia juga harus mengambil benda milik warga tersebut, yang digunakannya sebagai perantara ilmunya. Contohnya seperti cardigan milik wanita penghibur, jaket milik sopir pick up, dan pita milik Hyo Jin. 

Tes keimanan
Di ending, wanita ini bertemu dengan Jong Goo dan memintanya untuk percaya kepadanya dan menuruti perkataannya untuk tidak masuk kerumah agar jimatnya berhasil. Ini adalah simbol dari ujian ke-iman-an seseorang, untuk dapat percaya pada sesuatu tanpa harus melihat, representasi dari keyakinan manusia terhadap adanya tuhan. Tuhan memerintahkan sesuatu untuk kebaikan manusia itu sendiri tapi acap kali diabaikan. Begitu pula di film ini, diwakilkan lewat Jong Goo yang gagal melewati ujian ini. Jong Goo melihat beberapa benda korban yang melekat dibadan wanita itu, seperti jaket dan cardigan, maka ia menganggap bahwa wanita itu adalah pelakunya. Saat itu Jong Goo memang baru saja dihasut oleh Il-Gwang yang berbohong bahwa wanita itu adalah dukun jahatnya. Jong Goo yang tunduk kepada ucapan tersebut akhirnya tidak mengindahkan permintaan wanita itu di detik-detik terakhir saat ayam akan berkokok ketiga kali, Jong Goo malah pergi masuk rumah. Alhasil upaya wanita ini meminta kepercayaan kepadanya menjadi sia-sia.
 

Jika kita perhatikan lebih detail, jimat dari wanita ini juga dapat kita jumpai di awal-awal film saat Jong Goo mendatangi kasus pembunuhan pertama. Bukti bahwa wanita itu adalah dukun baik dan melawan ilmu hitam juga ditunjukkan lewat scene dukun Il-Gwang yang hidungnya berdarah-darah saat mencoba melewati jimat yang ia pasang. Il-Gwang bereaksi terhadap jimat tersebut karena memang dalam diri Il-Gwang terdapat ilmu hitam.

Pertarungan antar dukun adalah tipuan scene
Nah catatan penting disini adalah scene dimana dukun Il-Gwang melakukan ritual pengusiran santet, itu adalah optical illusion yang sepertinya sengaja ditarok untuk menipu penonton. Dalam scene tersebut seolah-olah Il-Gwang bertarung melawan kakek Jepang yang juga melakukan ritual, padahal yang terjadi sebenarnya adalah itu kejadiannya dalam waktu yang berbeda. Il-Gwang melakukan ritual untuk memperkuat santet dalam diri Hyo-Jin, liat saja setiap yang dilakuin Il-Gwang berakibat sama kepada Hyo-Jin. Sementara ritual kakek Jepang diwaktu yang berbeda untuk menjadikan mayat di dalam mobil pick-up dirasuki iblis dan hidup kembali, mungkin si kakek mau menggunakannya sebagai zombie untuk melawan Jong Goo dkk. Tapi saat ritual ini dilakukan mendapatkan perlawanan dari si wanita misterius, yang sepertinya lebih kuat dan berhasil melumpuhkan si kakek Jepang hingga dia ketakutan masuk kamarnya.

Makna lemparan batu si wanita berpakaian putih?
Ini adalah referensi dari injil yang bunyinya "Let he who is without sin cast the first stone", yang artinya kurang lebih "Yang boleh melempar batu hanyalah dia yang suci alias ga punya dosa", maknanya dalam film ini adalah menyindir sikap main hakim sendiri yang dilakukan oleh Jong Goo, yang seharusnya tidak bole dilakukan, karena untuk menghakimi seseorang (yaitu melempar batu) hanya boleh dilakukan oleh seorang yang berhak (alias yang ga punya dosa).
 

Apa tema dari film ini?
Film ini memiliki tema tentang iman. Dibuka dengan ayat dari injil, kemudian di metaforakan dalam film horor. Jong Goo, adalah kita banget, manusia, yang kurang imannya, dia tidak punya cukup kepercayaan dan membuat keluarganya terbunuh. Tapi ya kita juga ga bisa nyalahin Jong Goo, karena memang akan sulit bagi siapa pun untuk mengambil keputusan saat kondisi seperti itu. Kemudian scene si kakek Jepang mancing dengan umpan, itu juga beberapa kali repetitif dalam film bahwa yang iblis lakukan hanyalah menebar umpan dan menggoda manusia untuk sesat, tinggal kita sebagai manusia apakah termakan umpan atau tidak.

Dan saat si pendeta muda menemui si kakek Jepang dalam gua, si kakek bilang "Jika anda sudah percaya saya iblis, maka saya adalah beneran iblis.". Nah coba dibalik seperti ini : "Jika anda tidak percaya adanya Tuhan, maka tidak ada lah Tuhan itu." Intinya adalah iblis/Tuhan tidak perlu menunjukkan dirinya sendiri agar kita percaya pada keberadaannya, tetapi kita sering berharap iblis/Tuhan untuk menunjukkannya kepada kita baru deh kita percaya ada. Ini juga repetitif dalam kalimat pendeta tua di gereja : "Bagaimana kamu bisa meyakini sesuatu yang tidak kamu lihat dengan mata kamu sendiri?".

Dan pertarungan antara wanita dengan kedua dukun antagonis adalah representasi dari good vs bad, angel vs evil, dan diantaranya ada para korban yang "innocent" seperti Hyo-Jin. The Good mengambil barang bagian atas korban (Cardigan, jaket dan pita) sebagai simbol untuk melindungi mereka, sementara The Bad ngambil bagian bawah (sepatu) sebagai simbol untuk menjatuhkan mereka.
 

Oke demikian penjelasan ending film The Wailing. Jika temen-temen punya pemikiran lain, silahkan komen ya. Mana tau ada yang salah atau terlewatkan. Thanks for visiting.


 

Senin, 13 April 2020

Review non spoiler dan Penjelasan Ending Film Burning (2018)


Ini film menurut saya berkesan artsy, atau dulu istilahnya arthouse. Tapi sejak negara api menyerang (baca : indie), istilah arthouse lebih sering diucap "artsy", karena saking menjamurnya anak indie yang klaim berjiwa seni dengan kata-kata puitis dan melukis, mereka menyebut diri mereka anak artsy..katanya artsy sudah pasti indie..sementara indie belum tentu artsy.. Arthouse, sesuai kata dasarnya "art" : bernilai seni, punya estetika. Film artsy temponya cenderung lambat, biar "seni"nya dapet..dan berusaha keras untuk tampil "tidak biasa", baik dialog maupun alur. Tapi sayangnya beberapa diantaranya ga mampu menyajikan plot cerita yg jelas, cuma berkedok estetika dan seni aja. (Ex : Upstream Color, Lost In Translation). Tapi tidak untuk film ini, setidaknya plot ceritanya jelas dan kalo dirunut-runut ya seperti drama misteri pada umumnya. Trailernya bisa klik disini dan berikut adalah reviewnya, tanpa spoiler.

Jong Su, adalah seorang pemuda yang boleh dibilang jobless, punya kerjaan tapi cuma paruh waktu, jadi hidup juga pas-pasan. Suatu hari dia ga sengaja bertemu cewek yang "ngaku"nya temen masa kecilnya, namanya Hae-Mi. Hae-Mi merupakan sosok cewek yang mandiri, sederhana, supel, sepertinya dia pandai bergaul dengan siapa saja. Selain itu dia juga unik, memiliki cara pandang sendiri terhadap dunianya, dia selalu ingin mencari tau arti kehidupan.
 
Sekali dua kali jalan, ya mereka akhirnya jadian. Cita-cita Hae-Mi adalah menjadi aktor, dia pandai bersandiwara, dalam 1 momen dia pamer skill akting makan jeruk yang bisa dibilang memang sangat bagus membuat kita percaya dia makan jeruk beneran dan ngiler. Dia juga suka traveling. Ketika dia berangkat ke Afrika, Hae-Mi menitipkan rumah dan kucingnya kepada Jong Su.
 
Lihat kompaknya Ben dan Haemi pake baju putih dan tatapan yang akrab sementara Jong Su diletakkan ditengah mereka sebagai pemisah dengan warna berbeda
 
Keadaan berubah 180 derajat sepulang Hae-Mi dari sana, karena di Afrika dia berjumpa dengan Ben, cowok tajir ganteng cool baik hati. Hae-Mi terlihat nyaman berada dekat Ben. Membuat Jong Su "terbakar" cemburu. Tapi disini Jong Su ga langsung "sumbu pendek", malah seperti berteman, ngikutin arus, sampe sejauh mana mereka melangkah. Dalam sikapnya yang pendiam, Jong Su justru orang yang paling terjaga untuk melihat gerak-gerik Ben, "lawan"nya yang membuatnya iri. Tapi dia hanya tidak bisa mengungkapkannya lewat kata-kata, it's only burning inside, itulah kenapa diberi judul "Burning".

Kamis, 20 Februari 2020

Penjelasan Ending I Am Mother (2019)

Poster : I Am Mother (2019)
Oke...kenapa judulnya penjelasan? Bukan review? Karena susah sekali rasanya kalo ngereview ni film tanpa spoiler, film ini sih lebih seru untuk dibahas. Karena filmnya akan menyebabkan terjadinya konflik batin bagi para penonton, pasti ada dualisme pendapat yang saling bergejolak. Dan juga kalo cuma bikin review non spoilernya, palingan cuma dapet 1 paragraf, hehe.. Itu karena film ini hanya menyajikan 3 tokoh, Robot, Daughter dan Woman. Settingnya juga sebagian besar hanya di 1 gedung yang bernama Repopulation Facility. Sekilas akan terlihat membosankan, tapi nyatanya ga gitu kok. Malah kamu akan terpaku terus dibangkumu untuk menikmati setiap misteri yang mengalir. Dan ini film adalah drama ya, jangan harap ada banyak sci-fi futuristik roboticnya disini. Karena sesuai judul, ini lebih menitikberatkan kepada hubungan antara ibu dan anak.

Meskipun memang tak banyak yang bisa dibahas dari unsur teknisnya, tapi apa yang ada di bagian terdalam film ini lebih kompleks ketimbang apa yang tampak di permukaannya. Filmnya sendiri hanya diperankan oleh 2 orang saja, plus 1 suara orang untuk robotnya. Dua pemeran tersebut berbeda 180 derajat, yang satu adalah aktris berkelas pemenang Oscar, Hilary Swank, yang diadu dengan nubie, Clara Rurgaard Larsen, yang sepak terjangnya di dunia perfilman belum seberapa. Tapi bukan berarti aktingnya jelek ya. Malah cukup meyakinkan sebagai tokoh dengan screentime terlama dalam film ini. Dan untuk pengisi suara robot adalah Rose Byrne, yang kita kenal lewat film X-Men sebagai Moira.

So, what's really happened in I Am Mother? Akan kita kupas, setajam...silet...hehe.. and of course, ini hanya untuk kalian yang udah nontonin filmnya, karena tentu banyak spoiler disini. Perhatikan batas spoilernya ya, mulai paragraf ketiga. Kalo mau liat trailernya klik disini.

Daughter

Ini bukan tipikal film scifi pada umumnya yang menjual action dan visual effects, melainkan fokus pada drama dan ceritanya. Karena baru sampai ending kita akan menemukan jawabannya, or..really?? 

1. Sinopsis.
Film akan dimulai dengan scene yang menyatakan bahwa bumi dalam kondisi seperti post-apocalyptic gitu, manusia punah ga ada lagi, jumlahnya 0. Habitat ga bisa ditinggalin lagi, lingkungan beracun. Yang tersisa adalah sebuah gedung bernama Repopulation Facility. Gedung ini memang sepertinya dibangun untuk kondisi kiamat gini. Karena di dalamnya terdapat ribuan stok embrio manusia yang siap untuk ditumbuhkembangkan. Nah, siapa yang menumbuhkembangkannya? Perkenalkan, Mother, seorang robot humanoid atau droid dengan AI sangat canggih hampir menyamai pemikiran manusia.

Pada hari pertama setelah kepunahan, Mother memilih satu embrio untuk ditumbuhkembangkan. Hari berlalu, tahun berganti, Mother telah mengasuh embrio menjadi remaja dewasa perempuan yang cerdas dan baik hati, dialah Daughter. Ya, jangan heran kenapa ga ada nama, karena memang ga ada pake nama dalam film ini. Mother mengasuh Daughter dengan "standar" yang dia harapkan, makanan yang disediakan adalah makanan sehat untuk raga yang sehat, pendidikan ilmiah dan moral juga ikut diberikan. Dengan harapan saat manusia hidup kembali ke habitatnya mereka adalah manusia yang berkualitas.

Filmnya akan berjalan dengan tempo yang lamban, sampai bagian dimana muncul satu karakter lagi yang disebut Woman. Woman inilah yang akan membuat film ini menjadi sangat menarik dan punya konflik yang kuat. Bagaimana tidak, selama ini Daughter hanya tau kalo sepertinya dialah the one and only human di dunia, tiba-tiba Woman muncul ke dalam gedung meminta pertolongan karena baru saja tertembak di perutnya. Woman menceritakan kepada Daughter kalo diluar sana masih ada manusia lainnya. Dan mereka semua takut kepada droid, termasuk Mother, karena droid ini kejam, membunuh manusia, ini menjawab insiden kenapa perut Woman tertembak. Tentu kebingungan kan si Daughter, mana nih cerita yang benar? Manusia beneran punah ato memang masih ada yang hidup diluar sana? Trus benar atau tidak Mother dan para droid itu jahat? Siapa yang harus dia percaya? Mother atau Woman?

Selasa, 11 Juli 2017

Penjelasan Film Alien : Covenant Dan Kronologi Hubungannya Dengan Film Prometheus (Review By Muhammad Ilham - JMFC 041)

Sekelompok kru kapal koloni bernama Covenant menjelajahi luar angkasa dan memiliki satu tujuan yaitu Origae-6 planet yang telah lama diamati dan diharapkan menjadi tempat koloni baru manusia, namun dipertengahan jalan mereka menemukan sebuah Planet asing yang amat mirip dengan bumi tanpa mengetahui bahwa sesuatu yang amat mengerikan menunggu mereka disana.

Ga banyak yang akan saya ceritakan mengenai sinopsis film ini karena memang artikel ini ditujukan bagi orang-orang yang telah menonton filmnya dan masih garuk-garuk kepala mencoba menelaah hal-hal yang ga dimengerti dalam film ini. And now saya akan mencoba menganalisa hal-hal ini yang walaupun belum tentu benar, dari artikel-artikel yang saya baca digabung dengan hipotesa saya sendiri.

Gambar : imdb.com

<Warning Spoiler Alert, bagian selanjutnya dari artikel ini mengandung bocoran cerita (spoiler)>

Dalam film ini terlihat bung Ridley Scott berusaha keras untuk memenuhi selera audience agar Alien Covenant mampu memberikan jawaban dari film Prometheus dan menonjolkan sisi Alien serta Xenomorph (Apa itu Xenomorph? Baca disini donk bro) lebih kuat lagi dalam satu bungkus, hasilnya? Hampir seperti nasi bungkus hehehehe. Banyak yang mencela dan memaki film ini, tidak realistis, kru ilmuwan super bodoh dan tak masuk diakal, repetitive, sadly its true.., what? Ya dapat kita bayangkan ilmuwan mana sih yang meresikokan seluruh koloni dengan tujuan planet yang sudah puluhan tahun diamati eh malah mampir ke planet yang memancarkan sinyal asing tak jelas tanpa tau disitu ada apaan?atau para ilmuwan yang menjelajahi planet tanpa pakaian pelindung ataupun masker? (Ada android kan disitu? Kenapa ga android aja), atau ilmuwan yang diajak ke lantai bawah gelap gulita oleh android jahat “mas ikut adek kebawah yok, adek mau nunjukkin sesuatu” anehnya Kang mas mau azza, terus kata sang android jahat “ada telur alien disitu mas, mas liatin deh bagus kok” eh kang mas mau lagi, yaelah kang disuruh nungging kali tu ilmuwan tetap aja mungkin nurut wae hehehehe. Tapi sutra lah, dibalik itu semua masih ada sedikit titik terang dalam Alien Covenant, visualnya mampu diacungi jempol, penampakan Aliennya pun sangat detail dan rapi. Namun yang paling saya sukai di film ini adalah bagaimana cara dari senor Scott memasukkan kandungan Filosofis, budaya dan kepercayaan serta agama lalu mengkoneksikan antara Saga Alien dan Prometheus secara bersamaan sehingga Alien Covenant dapat menjawab beberapa pertanyaan dalam film Prometheus dan membuat kita tetap intrigue menunggu seri selanjutnya. Apa aja yang dijawab disitu?

Rabu, 15 Juni 2016

Review dan Penjelasan Film Donnie Darko (2001) : Sebuah Film Yang Beda Tentang Konsep Time Travel

Sesuai janji saya kemarin dalam paragraf terakhir artikel review film Eternal Sunshine Of The Spotless Mind yang saya bikin, saya akan melanjutkan review film dengan inisial film “Double D”, ya yang artinya “Donnie Darko”. Saya tertarik untuk mereview film ini karena beberapa alasan. Pertama, karena filmnya memang sangat bagus menurut saya, dari segi cerita maupun kemasan. Kedua, karena film ini merupakan salah satu “Cult Movies”, menurut saya, artinya adalah film yang selalu disebut-sebut orang, ada yang karena bagusnya, ada yang karena kontroversinya, sehingga banyak sekali komentar dan pendapat orang tentang film ini, menjadi perbincangan yang selalu ramai tak putus-putus, namun secara underground, tidak viral, tidak nampak dipermukaan, seperti Fight Club-nya si Tyler Durden, hehe...

Gambar : themoviedb.org

Biasanya film-film Cult Movies begini memang film-film yang tidak terlalu populer seperti film-film superhero atau action, namun dari segi kualitas filmnya sangat berbobot, dikemas secara detail dengan sangat meminimalisir plot hole, sang pembuat cerita atau filmnya sudah pasti tentu berpikir keras untuk membuat segala kemungkinan. Contoh Cult Movie lainnya yang telah saya tonton adalah Inception, Shutter Island dan Cloud Atlas. Bisa diliat setiap ada blog atau website yang membahas film tersebut selalu rame dan banyak isi kolom komentarnya, film tersebut membuat orang-orang punya pendapat dan persepsinya masing-masing. Itulah salah satu indikator atau tanda bahwa sebuah film bagus atau tidak. Kalo udah masuk dalam kategori Cult Movies, biasanya pasti itu film bagus atau punya kontroversi, seluruh dunia membicarakannya, membahasnya, bahkan memujanya sehingga mempunyai fanbase sendiri.

Ketiga adalah alasan yang lahir setelah menontonnya, yaitu film ini memberikan saya sebuah konsep dan filosofi yang beda tentang time travel, sepertinya konsep yang mereka punya tentang time travel lebih bisa saya terima di akal saya ketimbang film-film time travel lainnya. Nanti diparagraf lain dibawah akan saya jelaskan kenapa. "The Philosophy of Time Travel by Roberta Sparrow".


Film ini memang tergolong film berat guys, berat kayak yang nulis nih, hehe...ya berat karena butuh mikir untuk bisa mengerti jalan ceritanya, jadi seperti yang biasa kami lakukan, para Cult Movie Lovers, Saya, Ilham dan Nendra, nonton film begini harus menunggu mood yang tepat, otak harus diservis dulu, kepala dipijit-pijit biar aliran darah lancar, istirahat yang cukup kalo perlu hibernasi dulu, nonton ditengah malam nan hening, haha... Dan sesaat sebelum menontonnya, letakkan handphone atau gadget kamu di dalam tas, kunci rapat-rapat, kalo perlu digembok, biar ga ganggu konsentrasi kamu menontonnya, haha.... 

Rabu, 30 Maret 2016

Yang Harus Kamu Tau SETELAH Nonton Film Batman v Superman – Dawn Of Justice

Yang Harus Kamu Tau SETELAH Nonton Film Batman v Superman – Dawn Of Justice

Oke guys, tanpa banyak basa basi, dari judulnya aja udah bisa dibaca kan ada kata “SETELAH”, udah saya tulis pake CAPSLOCK pula, hoho... itu artinya sangat tegas penekanannya bahwa artikel ini hanya dibaca SETELAH kamu menonton film Batman v Superman – Dawn Of Justice. Kalo belum, jangan. Kenapahhh? Karena artikel ini berisikan banyak massive SPOILER atau bocoran cerita yang tentunya bisa merusak rasa penasaran kamu kalo kamu belum nonton filmnya, bisa merusak mood kamu untuk mendapatkan elemen surprise dalam menontonnya. So kalo kamu belum nonton, saya sarankan untuk close dulu, baca previewnya aja dulu disini, kemudian pergi ke bioskop beli tiket dan nonton, lalu kembali lagi kesini dan baca artikel ini. Itu dah saya warning keras ya, kalo masih nekat juga mau baca, ya silahkan, resiko tau duluan tanggung sendiri, hehe...
WARNING : SPOILER ALERT

Jumat, 04 Maret 2016

Yang Perlu Kamu Tau Tentang Film Batman vs Superman

Yang Perlu Kamu Tau Tentang Film Batman vs Superman


Jika ditanya kepada seluruh manusia yang ada di bumi ini pertanyaan “Sebutkan 2 tokoh superhero yang paling terkenal?”, saya yakin jawaban yang paling banyak muncul adalah nama Superman dan Batman. Mereka berdua adalah ikon superhero sepanjang masa. Anak kecil maupun orang dewasa dan orang tua, sangat familiar dengan mereka. 


Nah tahun ini, kedua tokoh pembela kebenaran tersebut akan bertemu dalam sebuah sajian super-mega “Blockbuster Movie” berjudul Batman v Superman – Dawnn Of Justice. But, yang perlu menjadi perhatian utama adalah sebagaimana tercantum huruf “V” disana, itu menandakan bahwa mereka tidak berada dipihak yang sejalan. Mereka akan berlawanan, ada apa dengan mereka? Kenapa orang-orang baik seperti mereka harus bertarung? Apa yang sebenarnya terjadi? Nah untuk mengetahui seluk-beluk apa saja tentang film itu nantinya, disini akan saya beberkan beberapa penjelasan dan petunjuk untuk pengetahuan anda menonton filmnya yang akan rilis 25 Maret nanti.

Minggu, 10 Januari 2016

Marvel Cinematic Universe Timeline And Hints Explanation - Part VI

Marvel Cinematic Universe Timeline And Hints Explanation - Part VI


Artikel sebelumnya :
Marvel Cinematic Universe Timeline And Hints Explanation - Part V


WARNING : karena ini judulnya ada kata "HINTS", yang artinya "PETUNJUK", maka artikel ini menampilkan beberapa petunjuk atau bocoran-bocoran informasi yang belum ditayangkan di film, itu bisa menjadi SPOILER buat kalian. Mengutip dari artikel Istilah Dalam Dunia Perfilman, Spoiler itu artinya sih perusak, namun yang dimaksud dengan spoiler disini adalah hal-hal bocoran cerita atau menceritakan sesuatu, sehingga dapat "merusak" suasana bagi yang belum tau ceritanya. Hal ini sering terjadi dalam dunia perfilman.

So, bagi kalian yang membaca artikel ini saya anggap udah siap kena spoiler ya, siap nerima resiko "tau duluan", jika belum siap ya silahkan kunjungi artikel lainnya di blog ini atau klik close, ntar kalo dah siap baru baca artikel ini, hehe.



Marvel’s Agents Of SHIELD Season 2 (AOS2)



Nah, untuk serial SHIELD season 2 ini agak berbeda dengan season 1, dimana dalam season 1 banyak variasi masalah yang ditemui, namun dalam season 2 ini hanya bertumpu pada 2 hal, yaitu Obelisk dan Inhumans. Mengapa demikian? Karena season 2 ini dikemas sebagai pengantar film Inhumans yang akan tayang tahun 2018 nanti. But, sebenarnya juga termasuk sebagai pengantar Captain America – Civil War, karena di ending season ada sedikit diungkit oleh SHIELD masalah yang menjadi bibit Civil War juga.

Mari kita mulai.

Minggu, 06 Desember 2015

Marvel Cinematic Universe Timeline And Hints Explanation - Part III

Marvel Cinematic Universe Timeline And Hints Explanation - Part III

Artikel sebelumnya :

WARNING : karena ini judulnya ada kata "HINTS", yang artinya "PETUNJUK", maka artikel ini menampilkan beberapa petunjuk atau bocoran-bocoran informasi yang belum ditayangkan di film, itu bisa menjadi SPOILER buat kalian. Mengutip dari artikel Istilah Dalam Dunia Perfilman, Spoiler itu artinya sih perusak, namun yang dimaksud dengan spoiler disini adalah hal-hal bocoran cerita atau menceritakan sesuatu, sehingga dapat "merusak" suasana bagi yang belum tau ceritanya. Hal ini sering terjadi dalam dunia perfilman.
So, bagi kalian yang membaca artikel ini saya anggap udah siap kena spoiler ya, siap nerima resiko "tau duluan", jika belum siap ya silahkan kunjungi artikel lainnya saja di blog ini atau klik close, ntar kalo dah siap baru baca artikel ini, hehe.

Thor


Singkat judulnya memang, tapi isi ceritanya banyak guys yang bisa kita korek dari film ini. Tanpa banyak cakap mari mulai langsung. Ceritanya aja dimulai dengan penjelasan Odin, ayahnya Thor, yang bisa kita pahami. Dulu jaman dahulu kala, manusia bisa menerima fakta bahwa mereka ga sendirian di dunia ini, mereka adanya Dewa dan makhluk hidup lainnya di alam lain. Manusia terlibat peperangan antara pasukan Asgard dan Frost Giants di bumi pada tahun 965 di daerah Norwegia. Inilah mengapa kita tau ada legenda dari bangsa Viking, bangsa negara skandinavia Eropa sana tentang Norse Mitologi Dewa Petir Thor ini. Saat itu pasukan Asgard yang dipimpin oleh Odin berhasil mengusir Frost Giants dari bumi, dan mengembalikan mereka ke alam asalnya, Jotunheim. Odin berhasil mengalahkan mereka termasuk rajanya, Laufey. Odin menyita senjata utama mereka, Casket Of Winter untuk dibawa ke Asgard. Namun pas ditengah film sih ketauan ternyata bukan cuma nyita Casket Of Winter aja tuh Odin, tapi juga membawa anak bayi Laufey, yang diberi nama Loki, untuk diadopsi, mungkin agar jangan bandel kayak bapaknya, haha…

Jumat, 04 Desember 2015

Marvel Cinematic Universe Timeline And Hints Explanation - Mukadimah



Marvel   Cinematic   Universe
Timeline   And   Hints   Explanation



WARNING : karena ini judulnya ada kata "HINTS", yang artinya "PETUNJUK", maka artikel ini menampilkan beberapa petunjuk atau bocoran-bocoran informasi yang belum ditayangkan di film, itu bisa menjadi SPOILER buat kalian. Mengutip dari artikel Istilah Dalam Dunia Perfilman, Spoiler itu artinya sih perusak, namun yang dimaksud dengan spoiler disini adalah hal-hal bocoran cerita atau menceritakan sesuatu, sehingga dapat "merusak" suasana bagi yang belum tau ceritanya. Hal ini sering terjadi dalam dunia perfilman.
So, bagi kalian yang membaca artikel ini saya anggap udah siap kena spoiler ya, siap nerima resiko "tau duluan", jika belum siap ya silahkan kunjungi artikel lainnya di blog ini atau klik close, ntar kalo dah siap baru baca artikel ini, hehe.

Hello guys…well entah dari mana mau mulai artikel yang satu ini. Sebenarnya udah dari lama banget pengen bikin, tapi belum kesampaian. Tiap mau buka laptop dan mau nulis, eh moodnya ilang, susah nyari moodnya nih, ga ada yang jualan mood sih, hehe… Yak to the point saja, saya disini mau berbagi pengetahuan yang saya punya mengenai apa itu Marvel Cinematic Universe (selanjutnya disebut MCU) dan bagaimana urutan film dan penjelasan alurnya serta tiap-tiap bocorannya dari masing-masing film. Kenapa saya mau berbagi? Karena saya ga punya teman cerita yang banyak ketika saya mau ngobrol soal MCU ini, tiap saya posting tentang MCU di grup BBM atau Facebook jarang ada yang komen, kalopun ada hanya segelintir orang, yang paham MCU atau sekedar ingin tau tentang MCU, jadi ya ga enak banget ngomong ngoceh sendirian ga ada yang respon, ga ada yang komen, sepi aja rasanya kayak ngomong di kuburan, *bunyi jangkrik*, yang lain pada banyak yang ga ngerti, padahal ini merupakan proyek film terbesar di dunia saat ini dan mempunyai penggemar yang na’udzubillah banyak beuet... *curhat nih keknya*. Ya makanya supaya nyambung dengan obrolan saya maka saya pun memberanikan diri, halah…mencoba untuk merangkai kata-kata yang bisa memberikan sedikit pencerahan dan penjelasan kepada kawan-kawan untuk memahami MCU. Saya sendiri sebenarnya ga paham banget ama MCU ini, cuma tau dikit-dikit dan belum tentu lagi semuanya benar. Maka dari itu kalo-kalo nih ada yang salah, mohon dimaafin yak, dan kalo tau yang benernya ya sekalian dong mohon direvisi disini. Atau yang memang paham MCU juga komen disini. Itulah tujuan lain saya bikin nih artikel ini, agar bisa berbalas komen atau pertanyaan. Harapan lainnya adalah bagi yang ga tertarik dengan MCU, ya dengan baca ini mudah-mudahan bisa jadi tertarik, kalo yang ga paham jadi paham, yang paham jadi ikutan nimbrung muncul ke permukaan ga hanya diam sebagai pembaca pasif, ayo tunjukkan pengetahuanmu, berbagi itu indah bro, hehe...asal jangan berbagi pacar, haha...

Jumat, 28 Agustus 2015

The Prestige (2006) : Memang prestise nian lah



Review / Ulasan : The Prestige (2006)


Setiap pertunjukkan sulap terbagi dalam 3 bagian, pertama “The Pledge”, pesulap menunjukkan trik biasa, kartu, burung atau seseorang. Bagian kedua, “The Turn”, pesulap menggunakan benda biasa dan melakukan sesuatu yang istimewa. Bagian ketiga, adalah bagian tersulit, “The Prestige”, bagian dimana pesulap harus membuat penonton terpukau saat pesulap kembali.
Begitu indahnya kalimat pembuka film ini, sungguh, meskipun hanya kalimat, tapi itu sudah sangat membuat saya terkesima, padahal belum tau jalan ceritanya, haha… Tapi justru kalimat tersebut adalah penggambaran dari film ini. Film tentang perselisihan 2 orang pesulap di jaman dulu, tahun 1890an, yang saling ingin mengetahui dan mencuri trik masing-masing.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...