Tampilkan postingan dengan label Animasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Animasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2017

Review Film WALL-E (2008) : Animasi Fun Namun Satir, Harusnya Kita Malu

Saya awalnya penasaran, film apa ini, minim dialog, sajiannya seperti human extinction, earth disaster, catastrophic, after apocalypse, haha...pokoknya yang serem-serem aja deh. Padahal kan ini film anak-anak, kok berat banget ya keknya, hehe... Dan ternyata memang bener guys, film ini bersetting pada masa dimana bumi memang sudah tak layak huni lagi. Yang terhampar hanyalah sampah dimana-dimana. Makjleb ketipu banget saat opening scene-nya aja menampilkan gedung tinggi, kirain kantor atau apa lah gitu, eh taunya itu tumpukan sampah yang udah dipress rapi dan menggunung tinggi seperti gedung perkantoran. Heukhh...nyesek banget...


 Wall E Disney Pixar
Gambar : krtnradio.com

Film ini bersetting 800 tahun dari sekarang, bumi sudah tak ditinggali lagi oleh manusia. Bukan karena manusia telah menemukan “bumi” baru, melainkan karena bumi sudah tak layak lagi untuk dihuni manusia karena sampah yang ada di bumi sudah over quantity. Manusia yang tersisa saat itu hidup diluar angkasa dengan menggunakan pesawat super besar, starliners “Axiom”, ciptaan perusahaan Buy N Large (BNL).

 Wall E
Gambar : slashfilm.com

BNL juga perusahaan yang menciptakan robot-robot pembersih sampah yang mereka tugaskan di bumi untuk membersihkan sampah tersebut. Robot-robot pembersih inilah yang bernama WALL-E. Hanya tersisa 1 unit robot saja, yang hidup sebatang kara di bumi tandus itu. Dia dapat bertahan hidup menggunakan sparepart dari robot-robot lain yang sudah tidak berfungsi lagi. Lucunya, PIXAR, production house film ini, membuat karakter WALL-E ini seperti layaknya manusia. Yang mempunyai perasaan, ketakutan, selera humor dan hiburan, perhatian, bahkan kasih sayang. Ditambah dengan appeareances si WALL-E ini gemesin banget untuk ukuran robot, apalagi kalo pas lagi pasang muka ibanya, huhu...

Wall E Axiom

Jumat, 11 November 2016

A Scanner Darkly (2006) : Film Asli Yang Dibuat Animasi

Gimana tuh? Film asli tapi dibuat animasi? Maksudnya? Tolong...tolong...coba jelaskan... Alright..alright...jadi begini nih guys... A Scanner Darkly ini adalah sebuah film yang di shooting seperti biasa, objeknya adalah manusia-manusia nyata dan keadaan biasa. Namun kemudian hasil shootingan itu diedit menjadi animasi seperti kartun guys. Jadi hasilnya tuh seperti film kartun yang sangat mirip dengan aktor-aktrisnya. 

 A Scanner Darkly
Gambar : inverse.com

Kalo orang ga tau kalo ini adalah sebenarnya orang nyata yang diedit, pasti dikira film animasi beneran. Karena halus banget guys, memang kayak film kartun gitu. Tapi nilai plusnya adalah visual kartunnya yang berkesan nyata atau 3D gitu. Sangat unik bukan? Hehe... Inilah kenapa saya mau ngereviewnya dan pengen sharing kepada temen-temen. Kalo mau liat trailernya klik disini : Trailer A Scanner Darkly.

Sebenarnya ini bukanlah film pertama yang membuat gambar nyata diedit menjadi film animasi. Sebelumnya, sudah ada Waking Life pada tahun 2001. Namun Waking Life masih sangat “kasar” dan non-simetris bentuk animasi kartunnya, sementara A Scanner Darkly lebih teratur dan halus. Nah kesamaannya adalah kedua film itu dinahkodai oleh sutradara yang sama, yaitu Richard Linklater, yang populer lewat karyanya film trilogi Before Sunrise.

 Waking Life
Gambar : en.wikipedia.org

Teknik editing ini dinamakan Interpolated-Rotoscope, artinya jangan buang sampah sembarangan, haha... artinya adalah teknik ini kalo secara manualnya adalah menggambar kembali sebuah motion picture namun hanya mengambil garis edge-nya saja, yang nantinya hasilnya berupa silhoutte. Karena sekarang jaman udah canggih jadi untuk melakukan editing seperti ini sudah bisa dilakukan dengan menggunakan komputer, tepatnya dengan memakai software khusus Rotoshop, yang hanya bisa dilakukan pengembangnya, Flat Black Films. 

Kamis, 18 Februari 2016

Review Film Animasi : Minions (2015) Oleh Boy JMFC 030

Setelah sekian lama tertunda niat untuk membuat review film, akhirnya kesampaian juga. Berhubung deadline yang diberi untuk menyerahkan review udah semakin dekat maka dengan sangat terpaksa senang hati review ini dikerjakan juga hehehe.

Untuk review perdana ini saya ingin mengulik film Minions. Kenapa Minions?
Karena sejak dahulu saya sangat suka dekali dengan film animasi dan film ini sedikit banyaknya ada kaitan dengan indonesia. Sang sutadara Pierre Coffin yang berkebangsaan perancis ternyata adalah anak dari NH Dini yang merupakan salah satu sastrawan indonesia.

Gambar : alchetron.com

Ok. Cukup basa basinya lets get to the review..

Diceritakan bahwa sejak permulaaan zaman, Minions sudah ada dibumi ini. Minions digambarkan sebagai mahluk mungil berwarna kuning berbentuk kapsul dan memiliki satu atau 2 mata. Adalah sifat alaminya Minions yaitu untuk mengikuti mahluk yang jahat dan keji. Dimulai sejak jaman prasejarah Minions selalu mencari mahluk yang keji untuk dijadikan pimpinan. Sebut saja T-Rex, Genghis khan, Dracula, Pharaoh bahkan sampai dengan Napoleon.

Sebenarnya untuk menemukan Bos atau majikan yang keji bukanlah persoalan yang sulit bagi Minions. Yang menjadi permasalahan mereka adalah bagaimana mempertahankan majikan mereka tetap hidup. Whaaat?? Yup bener. Minions punya kecendrungan yang ceroboh sehingga seringkali majikan mereka malah mati gara-gara tingkah konyol mereka. Misalnya ketika dracula berulang tahun, Minions malah membangunkan dracula ditengah hari bolong dan mengucapkan ulang tahun yang membuat sang dracula gosong terbakar sinar matahari. Ya iyalah secara dracula gak tahan sama sinar matahari hehe..

Selasa, 19 Januari 2016

Inside Out (2015) Film Animasi Yang Harus Di Tonton Oleh Orang Dewasa

Inside Out (2015) Film Animasi Yang Harus Di Tonton Oleh Orang Dewasa


Halooo…jumpa lagi bersama Om Chan disini, dalam acara “Tralala..Trilili…”. Haha...kayak acara anak-anak tempoe doleloe ya, ketauan tuanya Om Chan nih, hiks… Kenapa? Kenapa diawali dengan kata-kata berbau anak-anak? Pasti ada sebabnya toh. Ya karena kali ini, saya akan mengulas sedikit tentang film anak-anak, film kartun animasi yang tayang pertengahan tahun 2015 lalu, judul filmnya adalah Inside Out.
But…film ini definitely NOT only for children. Ya…film ini ternyata dan pastinya bukan hanya diperuntukkan untuk anak-anak, justru saya menilai film ini bukanlah film anak-anak, karena anak-anak akan sulit mengerti beberapa maksud yang divisualkan dalam film ini dan beberapa kata-kata yang diskenariokan oleh penulis cerita. This movie is absolutely for adult too, haha…agak penekanan sedikit bahwa film ini juga sangat direkomendasikan untuk ditonton oleh orang dewasa juga.



Apa sih yang ada di film ini sampai-sampai orang dewasa harus menontonnya?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...