Tampilkan postingan dengan label Nendra Pratama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nendra Pratama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juli 2017

Preview Film Dunkirk : 8 Hal Yang Perlu Kamu Tau Tentang Film Teranyar Christopher Nolan, Dunkirk (By Nendra Pratama - JMFC 069)

When 400.000 Men Couldn’t Get Home, Home Came For Them
Beberapa hari yang lalu saya ditantang Om Chan untuk menulis preview, sesuatu yang belum pernah saya tulis sebelumnya, ya, soalnya lebih enak nulis review daripada preview, makanya saya beranikan diri untuk nulis preview ini, ya berhubung karena ini film garapannya Om Nolan, sutradara yang saya kagumi banget. 

Mari kita jabarin satu persatu hehehe...sebelum itu klik dan liat dulu trailer #1 dan trailer#2 nya.

Gambar : comingsoon.net

1. Durasi film "hanya" 1 jam 47 menit
Film ini akan rilis pada 21 Juli mendatang dan merupakan film karya Nolan yang memiliki durasi paling singkat yaitu 1 jam 47 menit atau sekitar 107 menit. Loh? Bukannya kalo film bagus lebih lama durasinya lebih enak nontonnya? Ohhh tidak kalo untuk film – film karya Nolan yang sudah – sudah, karena untuk dapat memahami film karya Nolan dibutuhkan setidaknya dua atau tiga kali tonton agar kita dapat memahami apa yang aan disampaikan melalui film tersebut, maka ketika mendengar bahwa film ini akan memiliki durasi yang singkat itu merupakan sebuah alasan yang tepat untuk menontonnya.

Kamis, 06 Juli 2017

Review Film 3 Alif Lam Mim : Film Indonesia Bertema Futuristik Pertama Namun Dekat Dengan Realita Hidup Kita (By Nendra Pratama - JMFC 069)

Huft setelah sekian lama absen dari mencoret – coret blog kita tercinta ini, akhirnya saya megang laptop lagi buat nulis review ini, bukan film baru memang, namun sebagai seseorang yang mengaku menyukai film saya merasa harus menyampaikan sedikit apa yang saya rasakan ketika melihat film ini, ya, film 3 (Alif Lam Mim) yang previewnya pernah ditulis oleh Agent 001 disini memang merupakan film yang unik untuk ukuran perfilman negara kita, mengapa? Karena apa yang ditampilkan dalam film ini sangat berbeda dari film dalam negeri kebanyakan yang selama ini kita tau. Jadi mari kita kupas satu persatu mengapa film ini begitu membekas buat saya. J


Gambar : imdb.com

Jajaran Pemeran Yang Memiliki Jaminan Mutu
Film yang ditulis dan disutradarai oleh Anggi Umbara dan diproduseri oleh Arie Untung ini memang memiliki nama – nama pemeran yang layak jual, coba aja liat deretan list pemeran film ini, dimulai dari Cornelius Sunny, Abimana Aryasata, Agus Kuncoro, Prisia Nasution sampai Cecep Rahman. Setiap cast mendapat peran yang pas dengan akting yang memang wajar dan sangat natural, Cornelius Sunny yang berperan sebagai Alif, seorang aparat negara berperan sesuai namanya, Alif, yang berbentuk lurus, tidak neko – neko, ikut garis komando dan sangat disiplin serta memiliki loyalitas yang tinggi, sedangkan Agus Kuncoro sebagai Mim seorang pengajar disebuah padepokan berperan sangat misterius dan mencurigakan, dan Abimana Aryasata yang mendapat jatah sebagai Lam seorang jurnalis surat kabar terkemuka berperan memang seakan dia adalah wartawan yang benar – benar ingin mengetahui suatu pristiwa dari berbagai sisi, dan khusus untuk Abimana, saya sangat suka karakter dia di film ini, saya menunggu setiap kemunculannya di layar dan menurut saya karakternya benar – benar menginspirasi, bagaimana dia memperlakukan sahabatnya, Alif dan Mim, bagaimana cara dia bekerja mencari berita, bagaimana cara dia menghadapi bos dan rekan kerjanya, tapi yang paling memukau adalah bagaimana cara dia berkomunikasi dengan istrinya, sangat susah melupakan adegan Lam dan istrinya berbincang tentang masalah pekerjaan, bahkan saya masih ingat dialog Gendis, istri Lam, saat itu, kurang lebih begini : “ Inget Lam, kamu dulu datang ke papa aku bukan untuk ngajak aku bahagia, tapi untuk ngajak aku berjuang, itu yang membuat kamu dipilih oleh papa aku Lam” ohhh so sweet banget kan? Ahhh jadi baper saya huhuhu. Disamping ketiga karakter utama diatas maih ada banyak nama – nama besar yang ikut ambil bagian dalam film ini, dan memiliki peran dan karakter yang pas, sehingga membuat jalan cerita menjadi hidup dan terjalin apik.

Senin, 27 Maret 2017

STAR WARS Episode VII : The Force Awakens (Review by Nendra Pratama - JMFC 069)

STAR WARS Episode VII : The Force Awakens (Review by Nendra Pratama - JMFC 069)

Yuhuuu, akhirnya bisa nulis lagi setelah sekian lama berkutat sama kesibukan yang gak menentu, dan kali ini saya mau ngebahas soal saga Star Wars, dan karena saya boleh dikatakan anak bawang dalam hal Star Wars maka maafkan saya jika nanti dalam tulisan ini ada hal – hal yang mungkin kurang pas dan bisa saja salah maka saya dengan sangat legowo menerima masukan dan saran dari teman – teman semuanya.

 Star Wars The Force Awakens

Sedikit kilas bailk perkenalan saya dengan saga ini adalah ketika saya melihat Rogue One, yang mudah – mudahan nanti akan saya bahas dilain waktu bersama dengan tulisan Star Wars episode – episode sebelumnya sembari kita menunggu episode VIII saga ini, dan asal kalian tau guys, di JMFC ada Om Ilham dan Om Doni yang mana mereka adalah penggemar saga ini sekaligus anggota dari Kanjiklub huahahahahaha, mereka berdua berusaha meracuni saya dengan saga ini dan hasilnya nihil, but Rogue One merubah itu semua, tapi kita tinggalkan dulu Rogue One, disini saya akan menulis tentang episode VII dari saga ini, bukan karena merasa kalian butuh untuk membaca tulisan ini, yang saya rasa pasti sudah banyak review – review keren tentang film ini berkeliaran di dunia maya, tapi karena saya harus menulisnya, hanya sebagai pembuktian pada diri saya sendiri bahwa saya adalah satu dari jutaan orang yang jatuh cinta pada saga ini hehehehe.


Rabu, 15 Maret 2017

#KamisManis : Profil Orang Yang Paling Manis (JMFC 054) Ade Dwi H Litte Chat With Nendra Pratama (JMFC 069)

#KamisManis : Profil Orang Yang Paling Manis (JMFC 054) Ade Dwi H Litte Chat With Nendra Pratama (JMFC 069)

Hai mbak, J
Boleh minta waktunya sebentar gak mbak? Mbak tau kan kita ada program yang namanya #KamisManis, nah kali ini pilihan admin sosmed jatuh pada mbak, soalnya mbak manis sih hahahaha

Halo, khusus untuk JMFC akan disediakan waktu sebanyak apapun :D. Sebelumnya maaf ya buat admin and team karena untuk pengisian Q&A ini dari saya memakan waktu cukup lama :(. Mudah-mudahan temanya belum expired yah :).



Q         : Ok mbak, boleh diulang gak mbak biodata waktu pertama kali gabung di JMFC?
A         :         
Nama              : Ade Dwi H
Umur              : 28th
Domisili          : Jelutung Jambi
Pekerjaan       : Karyawan Swasta
Status              : Single
Film Favorit   : Game of Thrones all series, The King's Speech, Shutter Island
 Genre Favorit: Horror, Action, Fantasy, Disney Princess Movies

Q         : wah, bisa cerita gak mbak, awal – awal gabung di JMFC? Trus kesan dan pesannya selama ini gimana mbak?

Minggu, 26 Februari 2017

KILLERS (2014) : Inside us lives a killer (Review By Nendra Pratama - JMFC 069)

WARNING ALERT : Artikel ini mungkin mengandung deskripsi dan gambar yang mungkin bisa membuat anda sedikit tidak nyaman.

Killers (2014) sebuah film dengan 2 orang tokoh yang sama dalam waktu yang sama ditempat berbeda yang terhubung via internet dan akan berakhir diatap mobil dengan bergandengan tangan #cieeee. Tagline film ini adalah Inside us lives a killer yang mana kalo kata Joker mah hanya butuh little push buat ngebangkitinnya, ini yang terjadi dalam film ini, seorang eksekutif muda yang hidup di Jepang ternyata memiliki sisi gelap sebagai serial killer yang membunuh sambil merekam lalu menguploadnya ke internet.

Gambar : lifecellskin

Di Indonesia, Bayu (Okta Antara) jurnalis yang frustasi karena karirnya dihabisi politikus yang ingin dibongkar kedoknya sehingga keluarganya berantakan, merasa terdorong untuk melakukan hal yang sama setelah menonton video yang di upload oleh orang Jepang tersebut.


 Killers 2014
Gambar : kalafudra.com

Film ini menyuguhkan alur yang lambat, antara Jakarta dan Jepang, kita dibawa mengenal kehidupan dan latar belakang mengapa kedua tokoh kita melakukan hal tersebut sehingga kita menpunyai simpati dan pembenaran atas apa yang terjadi.

Kamis, 12 Januari 2017

The Teacher's Diary : “Is It Possible To Love Somebody You Never Meet?” (Review By Nendra Pratama - JMFC 069)

Yupz, I'm back guys, hahaha......
Setelah tertawa terbahak - bahak lewak film Pee Mak, film horror Thailand yang gak ada serem - seremnya hahaha yang ada malah bikin ngakak guling - guling eh malah nemu film Teacher's Diary, film romantis berlatar belakang pendidikan disebuah daerah yang terpencil di Thailand sana.

 The Teacher's Diary
Gambar :youtube.com

Film ini menceritakan tentang bagaimana kisah dua orang guru dengan  latar belakang yang berbeda dengan skill yang berbeda dan jenis kelamin yang berbeda, ya iyalah, ini kan film romantis hahahaha............ Tersebutlah Ann seorang guru yang sangat berdedikasi mempunyai skill mengajar yang mumpuni dan berusaha membuat murid - muridnya paham dan tertantang dengan apa yang dipelajarinya, namun akibat sebuah tato yang enggan dia hapus maka dia harus mengajar di sekolah perahu, sekolah diatas danau dipedalaman Thailand. Suka dan duka dia lewati bersama ke tujuh anak didiknya, semuanya dituang kedalam sebuah buku harian, semuanya mulai dari cerita gimana dia bisa sampai kesekolah terapung itu sampai kisah asmaranya, tentang kesepiannya, semuanya dia tulis, namun setahun kemudian dia dipindah tugaskan untuk mengajar di sekolah yang terletak dikota, atas rekomendasi dari pacarnya.


Minggu, 08 Januari 2017

A Little Chat Antara JMFC Dengan Komika, Aktor Dan Sutradara : Ernest Prakasa (By Nendra Pratama - JMFC 069)

Ernest Prakasa adalah seorang komedian yang sekarang terjun dan berkecimpung di dunia perfilman, dan kami beruntung dapat mewawancarainya via email, berikut kutipan wawancara yang kami dapatkan :

 Ernest Prakasa
Gambar : wikipedia.org

Q : Om, lebih seneng disebut apa nih sekarang? Komika? Presenter? Bintang film? Atau sutradara om? Alasannya kenapa?
A : “Komedian”. karena apa pun yang saya kerjakan, pasti berhubungan dengan komedi.


Q : Bisa gak om review dikit karir om, mulai dari mencoba menjadi musisi sampai ikutan kompetisi stand up trus sampek keliatan nyaman banget sekarang nyemplung ke dunia perfilman?
A :Awal karier saya adalah di industri musik. Nyaris enam tahun berkutat di industri musik, saya mendaftarkan diri ke kompetisi Stand Up di salah satu tv swasta. Lalu sempat menjadi Ketua pertama dari Stand Up Indo hingga Juni 2013. Saya komedian pertama Indonesia yang melakukan hal tur 11 kota, dinamai Merem Melek. Selanjutnya ada tur Illucinati, dapet rekor sebagai komedi tunggal spesial pertama di Indonesia yang digelar sebanyak tiga kali pertunjukan dalam satu hari. Karir mulai melebar mulai tahun 2012-2013, dengan menulis buku dan menjadi pemeran di beberapa film. Sampelah sekarang menjadi sutradara.


Q : Di dunia perfilaman Indonesia karir om termasuk melesat banget ini, dari mulai ikut di Make Money sampai sekarang Cek Toko Sebelah, film yang paling berkesan tuh yang mana om?
A : Sampai saat ini paling berkesan sih NGENEST, film pertama tapi tembus top 10 box office Indonesia dan dapet 7 piala dari 4 festival yang berbeda. 
 Ngenest
Q : Di Ngenest itukan awal karir om sebagai sutradara dan sekaligus pemerannya. Ada kesulitan gak om ngejalaninya? Dan om belajar soal penyutradaraan dimana sih kok bisa diawal karir langsung masuk nominasi Indonesia Box Office Movie Award gitu? Belajar dong saya sama om hehehe...
A : Kesulitannya terletak pada membagi tenaga dan konsentrasi antara menjadi pemain dan sutradara. Untuk menjadi sutradara saya membekali diri dengan membaca buku, berkonsultasi dengan rekan-rekan yang lebih senior, dan didampingi oleh crew yang bukan hanya berpengalaman, tapi juga sepenuhnya bisa saya percayai.

Sabtu, 26 November 2016

Review Film Fantastic Beasts And Where To Find Them (Kolaborasi Boy - JMFC#30 Dan Nendra - JMFC #69)

Well.. untuk saya (Boy JMFC #30) ini adalah artikel kolaborasi pertama. Nendra sudah terlebih dulu membuat artikel kolaborasi dengan Agen 001 dan Agen 41. Cari sendiri di blog ini artikelnya ya. Hehehe. Dalam artikel kolaborasi kali ini akan kita bagi menjadi 3 garis besar yaitu pertama Review Film, kedua Yang Perlu Kita Ketahui Setelah Nonton Filmnya, dan ketiga Fan Theory (ini teori konspirasinya om Nendra hehehe).

WARNING SPOILER
Artikel ini mengandung spoiler. Untuk yang belum menyaksikan filmnya dan tidak mau kena spoiler saya sarankan untuk melewati artikel ini. Kalau masih penasaran silahkan lanjut with your own risk. Untuk karakter-karakter yang saya sebut disini tolong dibaca di preview saja ya. Jadi tidak dijelaskan lagi disini.

 Fan Beasts
Gambar : imdb.com
REVIEW
Pertama kali film mulai logo Warner Bros melayang ala film-film Harry Potter dan musik Hedwig Theme mulai, langsung saya merinding. This is the moment I have been waiting for years..  Nuansa wizarding world-nya langsung terasa.

Film dimulai dengan penampakan sebuah rumah tinggal dan beberapa penyihir keliatan siaga untuk duel dengan seseorang yang tidak keliatan. Dan kemudian sebuah sinar putih menghantam mereka dan para penyihir tumbang. Kemudian diperlihatkan Gellert Grindelwald dari belakang. Untuk scene pertama ini langsung membuat ingatan saya melayang kepada film Harry Potter and the Goblet of Fire.

Film ini secara garis besar menceritakan perjalanan Newt Scamander ke New York dalam perjalanannya keliling dunia untuk mengumpulkan mahluk-mahluk ajaib. Newt singgah di New York untuk mengembalikan seekor Thunderbird yang ditemukannya di Mesir. Dia pengen mengembalikan Thunderbird yang dinamainya Frank ke habitat aslinya yaitu di Arizona. Nah dalam perjalanannya ke New York ini terjadi insiden yang tidak disengaja. Kopernya yang berisi mahluk-mahluk ajaib secara tidak sengaja ketukar dengan koper seorang No-Maj bernama Jacob Kowalski. (No-Maj adalah sebutan untuk orang yang tidak memiliki kemampuan sihir, di Inggris disebutnya Muggle). Dan sialnya koper tersebut terbuka sehingga beberapa mahluk ajaib yang ada di dalamnya lepas di kota New York. Newt dan Jacob dibantu oleh seorang mantan Auror bernama Tina dan adiknya Queenie, berusaha menangkap kembali mahluk-mahluk yang lepas dari kopernya.

Sementara itu di Newyork sebuah kekuatan yang tidak diketahui sedang membuat kegaduhan. Terjadi ledakan-ledakan yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya. Percival Graves bersikeras bahwa yang menyebabkan kerusakan-kerusakan tersebut adalah ulah dari binatang buas. Hal ini semakin membuat posisi Newt tersudut. Sehingga newt harus sesegera mungkin menangkap kembali semua mahluk yang lepas supaya mereka tidak lagi dikambing hitamkan sebagai penyebab kerusakan yang terjadi.

Senin, 24 Oktober 2016

Ingin Ditipu Oleh Film? Inilah Tontonan Wajib Film Dengan Ending Paling Twist (Kolaborasi om Chan JMFC 001, Ilham JMFC 041, Nendra JMFC 069)

Ciyeee....sekali-sekali kami bertiga kolaborasi nih dalam satu artikel. Sebenarnya sih saya (Om Chan) cuma sebagai provokator disini, hehe...mancing mereka (Ilham dan Nendra) untuk mau ungkapin film-film yang menurut mereka mempunyai ending paling twist, karena sepengenalan saya, mereka telah banyak mengkonsumsi film-film berjenis itu, biasanya thriller, mysteri dan horror. Kan lumayan buat saya tau juga dari pengalaman mereka...hahahaha...twist bukan..

Sebagai pembukaan, apa sih yang dimaksud dengan film yang memiliki ending twist? Arti twist dalam bahasa kita simpelnya adalah berbelok atau mutar. Nah film yang memiliki twist ending maksudnya ya film itu mempunyai akhir cerita yang memutarbalikkan pendapat atau praduga penonton terhadap cerita filmnya hingga menyebabkan penonton sangat terkejut. Misalnya dari awal penonton akan menebak akhir cerita adalah A, maka yang terjadi malah B. Tingkat ke-twist-an ending ada yang biasa saja tak terlalu mengejutkan, tapi ada juga yang sangat menohok, yang sama sekali tidak diperkirakan oleh penonton akan seperti itu, hingga kita akan berucap sadis contohnya : “Njiiirrrr...rupanya dia...”, “Bangkeee....ga nyangka....”, “Sialan....selama ini.....”, (kamu tambah sendiri, hehe...).

Nah dibawah ini kami bertiga akan membagikan pendapat kami, pengalaman kami dalam menonton film-film yang memiliki twist ending. Kenapa bertiga? Karena tentu ada banyak sekali film yang memiliki twist ending, dan tidak semua orang telah menonton semua filmnya, jadi dengan keroyokan setidaknya bisa lebih variatif untuk referensi temen-temen. Contohnya saja saya belum nonton Se7en dan The Mist, yang banyak orang bilang ini sangat twist, atau ada film-film twist dari jaman dahulu yang pernah dikonsumsi Ilham sebagai penikmat film klasik, atau termasuk juga kalo saja ada non hollywood movie yang disukai oleh Nendra mempunyai ending yang twist.

Buried
Gambar : en.wikipedia.org

Dalam penilaian ini tentu saja subjektif berdasarkan sudut pandang kami masing-masing, selera masing-masing terhadap filmnya. Kategori twist ending bisa berbeda-beda, bisa karena tingkat shock-nya, bisa karena kemasan ceritanya yang bagus, bisa karena suka aktingnya yang total, atau sebab lainnya. But rule number one-nya adalah bahwa masing-masing kami tidak bole ada yang tau listnya sampai tulisan ini masuk redaksi, hehe...kenapa? Karena agar list tersebut murni tanpa ada influence dari orang lain, begitu juga paragraf isinya ga ada yang saling tau dulu. Gitu lho...akankah ada beberapa yang sama? So, apa saja listnya? Ini dia Top 10 movie yang punya ending paling twist menurut Om Chan-Ilham-Nendra dan disusun berdasarkan ranking. Kalimat yang di paragraf itu adalah tulisan dari nama orangnya masing-masing ya.

WARNING! Beware of MINOR SPOILER!

Ranking 1
Om Chan : Saw (2004)
Ga ada yang menyangka sama sekali kalo ternyata dalangnya adalah *tuuuuuuut* (sensor spoiler). Sangat, sangat pantas jika dinobatkan sebagai peringkat pertama film yang memiliki ending paling ga disangka-sangka. Apalagi kalo kamu tau film ini memiliki budget cuma sekitar 1 juta dollar AS tapi berhasil meraup lebih dari 100 juta dollar AS. Film ini sendiri juga merupakan film debut seorang sutradara muda berbakat, James Wan, yang berhasil menjadikan Saw salah satu Cult Movies. Coba bayangin, sepanjang film yang menjadi menu utamanya hanyalah ada dua orang yang sedang terikat di sebuah ruangan bekas toilet, berjuang menyelamatkan diri dari ancaman psikopat yang memenjarakan mereka disana. Letak bagian twistnya dimulai dari konflik batin tak terelakkan yang dibangun karena sang psikopat mewajibkan mereka untuk menyelamatkan diri dengan alat ala kadarnya dalam waktu yang sempit, hingga puncaknya ketika mengetahui siapa pelaku dibalik teror ini. All of us didn’t see that coming.


Saw
Gambar : tvtropes.org

Ilham : Se7en (1995)
Yesssss, ini lah sang jawara dari Top 10 Most Twisted Ending Movies yang saya buat, saya adalah penggemar berat Se7en, sinopsis rasanya tak perlu saya jelaskan karena saya sendiri pernah membuat artikel tentang se7en, adalah 2 orang Detektif yang satu veteran dan yang satu masih muda dan ‘panas’, berbeda watak harus bekerja sama menangkap pembunuh berantai yang memanifestasikan 7 dosa besar dalam buku The Divine Comedy dalam setiap pembunuhannya. Apalagi yang harus saya bilang tentang film ini? Merupakan paket lengkap dari sebuah genre thriller investigasi, pasti banyak yang berpendapat kalau twist pada Se7en tak sekuat Oldboy dan The Prestige atau The Sixth Sense , yang menjadi perbedaan adalah pembangunan cerita yang sangat mengagumkan. Kematian demi kematian yang terjadi, penyelidikan yang dilakukan Mills dan Sommerset dalam menangkap pembunuh, tone yang begitu pas dengan filmnya dan puncaknya kalau ternyata si pembunuh melakukan sesuatu yang tak kita duga diakhir cerita, yang menyiratkan kalau sebenarnya sang pembunuh bukan hanya psikopat yang gila, namun juga jenius dan benar-benar terencana. Dan membuat saya harus memberikan predikat salah satu Ending terbaik yang pernah anda, dan Twist Ending terbaik yang pernah diberikan oleh sebuah film.

Gambar : en.wikipedia.org

Nendra : Oldboy  (2003) Original Korean Version
Entah sejak kapan saya jatuh cinta pada film Korea, namun dapat saya katakan jika mereka membuat film mereka pasti akan mengusik sebagian rasa kemanusiaan kita, mereka akan berani terlalu jauh bermain di daerah yang sangat sensitive, film ini contohnya, seorang laki – laki bernama oh Dae Su (colek Bro Ilham hahahaha) tiba – tiba disekap oleh orang tak dikenal, bukan main – main, Dae Su disekap hingga 15 tahun lamanya, lalu dilepas begitu saja. Siapa coba yang gak marah disekap tanpa penjelasan lalu dilepas kayak binatang liar? Nah Dae Su pun berniat membalas dendam dan bertekad memakan hidup – hidup orang yang disekapnya, untuk itu Dae Su latihan dulu makan gurita hidup disebuah rumah makan, ehh sang pelayan Mi Do rupanya tertarik lalu mereka saling jatuh cinta. Tapi dendam belum usai, Dae Su menyelidiki dan akhirnya menemukan orang yang menyekapnya. Dapatkah Dae Su membalas dendam? Apa motif dibalik penyekapannya? Satu kalimat kunci di film ini adalah “Jangan Tanya kenapa kamu disekap selama 15 tahun namun tanya kenapa kamu dilepaskan setelah 15 tahun“, ya kurang lebih gitu lah hahahahaha, film ini sangat kelam dan menyentuh sifat sensitive kemanusiaan, jadi jika anda merasa tidak nyaman setelah melihat film ini, maafkan saya ya?

Old Boy
Gambar : pinterest.com
Ranking 2
Om Chan : Ender’s Game (2013)
You didn’t see it coming? Kalo iya, sama, saya juga. Saya nobatkan ini sebagai runner up karena beda dengan film twist ending lainnya. Disaat yang lain dikuasai oleh genre horror/thriller/mysteri, Ender’s Game mengusung tema sci-fi space war yang nyaman dinikmati. Mengisahkan akademi militer ruang angkasa yang dimiliki manusia, sedang mempersiapkan diri untuk berperang melawan alien yang pernah menyerang bumi beberapa tahun lalu. Caranya mereka merekrut dan mendidik kadet remaja-remaja yang cerdas, kemudian dilatih tembak menembak dan strategi perang menggunakan fasilitas simulasi virtual reality. Kadet dibagi dalam beberapa grup yang dipertandingkan sebagai ujian. Grup dengan nilai tertinggi akan dinobatkan sebagai garda terdepan yang berhak menjalani final test untuk dinyatakan layak atau tidak berperang melawan alien. Apa yang terjadi di final test adalah kejadian yang sangat membuat saya shock therapy, makjlebbb banget, terdiam seribu bahasa sekaligus menyedihkan. Twist ending film ini saya yakini sebagai pesan moral dan sindiran terhadap peperangan dunia yang terjadi abad ini.

Enders Game
Gambar : karlkapp.com
Ilham : The Prestige (2006)
Taukah anda kalau Agent 001 dan Nendra jatuh cinta pada seorang cowok? Namanya adalah Christopher Nolan (wakakwakwakwak). Kecintaan mereka berdua pada bung Nolan begitu besar dan dalam. Dan jangan anda berani mengejek film Interstellar atau Inception di depan mereka berdua. Terlepas dari itu semua memang Nolan is so damn good, kalau ada James Wan sebagai The Master of Horror, maka Nolan adalah The Master of Mindbending, genre nya yang unik, dan diluar nalar, penyutradaraannya yang khas membuat banyak orang menyukai karya Nolan, termasuk saya sendiri. The Prestige adalah salah satu karya terbaiknya, (walau harus diakui karya Nolan jarang yang jelek), ow yeah, saya yakin The Prestige akan masuk Top 3 milik Nendra dan Agent 001. The Prestige bercerita tentang dua pesulap Robert Angier (Hugh Jackman) dan Alfred Bowden (Christian Bale) yang dulunya satu kelompok sebagai asisten pesulap. Pada satu pertunjukan isteri Angier meninggal diatas panggung dan Angier melimpahkan penyebab kematian itu pada Bowden. Mulai dari sinilah kompetisi antar keduanya terjadi, sama-sama sebagai pesulap yang bersinar mereka bersaing dengan cara menyabotase pertunjukkan dan membocorkan trik satu dengan yang lain. Bahkan persaingan mereka pun tak mengenal batas etika dan keselamatan. Akhirnya Bowden menciptakan sebuah trik The Transporter Men, dimana seseorang dapat berpindah dalam sekejap. Persaingan semakin memuncak dan memberikan konsekuensi yang fatal bagi keduanya. Mengisahkan tentang obsesi, determinasi, integritas, persaingan dan kesempurnaan. Film ini begitu epic, dan akan stuck di ingatan anda selama bertahun-tahun mendatang, genre pesulap sangat jarang diangkat ke film, dengan balutan Sci Fi, romance dan twist yang ga pernah kalian sangka, serta Cast yang luar biasa maka The Prestige harus saya nobatkan di posisi 2 dalam list ini.

Nendra : Burried (2010)
Ryan Renold berperan sebagai Paul Conroy seorang supir truk perusahaan kontraktor di Irak yang tanpa tau sebabnya tiba – tiba terbangun dalam sebuah peti mati yang terkubur dalam tanah. Perlu diketahui, bahwa dari awal sampai akhir, film ini hanyalah berfokus pada Paul Conroy didalam peti. Jadi dapat disimplkan bahwa film ini memilik cast yaitu Ryan Reynold, Peti Mati, Blackbe**y, Zippo, dan cameonya adalah seekor ular hahahaha. Maksud si penculik menaruh Blackbe**y dipeti adalah agar Conroy bisa menelpon lalu meminta tebusan, nah melalui percakapan inilah kita dapat melihat eh, mendengar bagaimana rumitnya birokrasi, kejamnya perusahaan dan kritik social tentang peperangan. Jika anda sabar maka anda akan mendapatkan sebuah rasa yang menusuk ulu hati pada akhir film ini.

Rabu, 05 Oktober 2016

About Time (2013) : (Bukan) Tentang Waktu (Review By Nendra Pratama – JMFC 069)

Sebelumnya thanks to Bro Ilham yang udah rekomendasiin film ini, gak tau kenapa ini Bro Ilham sama Agent 001 Bang Chan mencoba meracuni saya dengan drama komedi romantis, hahaha...kayaknya saya disuruh menggalau terus ini...tapi keren asli ini film jadi pengen kayak tokoh utamanya, si Tim hehe..

 About Time

"How long will I love you, as long as stars are above you and longer if I can”
Seperti biasa, saya tdak mempunyai ekspektasi apa – apa ketika nonton film ini, ah paling hanya film tentang pria yang bisa ke masa lalu terus nyelamatin ceweknya ala – ala Back to Future gitu, eh..saya gak bilang Back to Future jelek ya, karna saya mungkin pernah nonton tapi kayaknya udah lama banget, cuma ya agak kurang suka aja kalo liat film yang rada – rada mirip jalan ceritanya, istilahnya numpang keren gitu hehe..piss...
Kita bahas sang arsitek dulu ya? Dia adalah Richard Curtis, penulis sekaligus sutradara dari film ini, yang mana dia juga menulis naskah untuk Mr.Bean, Love Actually (kayaknya yang ini harus nonton nih) dan The Boat That Rocked. Sebenernya nih dari deretan film beliau ini saya baru nonton About Time dan Mr. Bean, tau kan si Mr. Bean? Si pintar tapi bodoh itu? Nah rumornya itu adalah salah satu khas dari Richard Curtis, yaitu menampilkan sosok lugu dari karakter yang beliau ciptakan, dan dalam About Time sosok itu hadir lewat Tim Lake (Domhall Gleeson).

Selasa, 13 September 2016

Review Film Upside Down (2012) : Ketika Cinta Terhalang Gravitasi (Review By Nendra Pratama - JMFC 069)

Gravitasi adalah gaya tarik yang akan selalu mengarahkan benda ke pusat penghasil gayanya, jika gravitasi bumi, maka benda akan cendrung mengarah ke pusat bumi, hal ini menjelaskan bahwa kenapa kita tidak terjatuh walaupun bumi berbentuk bulat, namun apa yang akan terjadi ketika di suatu tempat di antah berantah ada sebuah planet kembar yang berdampingan dan saling mengorbit? Yang mana setiap planet memiliki gaya gravitasinya masing – masing dan apapun yang berasal dari planet yang lain akan menjadi anti gravity bagi planet lainnya. Misalnya, jika kita mengambil batu dari dunia atas dan kita bawa ke dunia bawah, maka batu tersebut akan melayang dan terbang kembali ke dunia atas, begitupun sebaliknya, hal ini juga berlaku bagi manusia yang tinggal dikedua planet itu, untuk lebih jelasnya akan saya jabarkan seperti ini :

 Upside Down
Gambar : yesmovies.to

Planet pertama disebut dunia atas, ya yang namanya diatas tentu saja semua fasilitas dan kekuasaan berada disini, pengatur kedamaian, penjaga keamanan, polisi patroli antar planet, pengusaha dan penemu serta segala hal yang biasanya dimiliki oleh negara dunia pertama kalo di bumi.

Planet kedua disebut dunia bawah, oke, dunia bawah adalah tempat segala hal yang bias dieksploitasi, kalau dalam fim ini adalah minyak, oke, gak dibumi gak disana minyak tu lah, haha... Minyak di dunia bawah di eksploitasi oleh dunia atas dengan harga murah lalu dikirim ke dunia bawah dalam bentuk listrik yang tentunya lebih mahal, terdengar familiar? Hehe...

Dengan situasi diatas, sekarang bayangkan jika kamu seorang wanita dari dunia atas bertemu dengan seorang pria dari dunia bawah dan terlibat cinta pada pandangan pertama, uhhhh...sebuah premis yang menjanjikan bukan?

Sabtu, 16 Juli 2016

Interstellar : Sebuah Masterpiece Yang Amazing Dari Christopher Nolan (Review by Nendra Pratama)

Oke, izinkan saya memulai review ini dengan mengutip kata – kata dari DR. Amelia Brand, tokoh wanita dalam film ini :“Love is the one thing we`re capable of perceiving that transcends dimensions of time and space, maybe we should trust that, even if we can`t understand it”.


Nolan`s brothers, sang sutradara dan penulis naskah dari film ini pastilah sangat jenius, atau paling tidak mereka telah mampu menemukan seni menggerakan atau memanipulasi manusia sehingga apapun yang mereka buat dan kerjakan mampu menjadi sesuatu, mampu memberikan kesan, tidak hanya menghadirkan tontonan yang akan dilupakan begitu kita berdiri bangkit dari kursi kita ketika selesai menontonnya. 

Film – film karya mereka, seperti Inception, The Prestige, Memento, Following, Trilogy The Dark Knight (yang sudah saya tonton ) dan Insomnia (kalau yang ini belum, maafkan saya Om Nolan) sepertinya dibuat bukan hanya untuk selera pasar, namun lebih kepada ambisi dan mungkin keinginan mereka untuk bersenang – senang, sehingga kita sebagai penonton merasa di buat tersesat, kalau kata Bang Chan :“Nolan mah gitu orangnya, kalo bikin film niatnya untuk bikin yang nonton bingung, hehe...”. 

Namun seperti Donnie Darko dan film – film cult lainnya, hampir semua film beliau masuk dalam kategori film yang akan terus menjadi perbincangan, di antara para movie freak, bisa karena kekaguman ataupun kekecewaan ataupun bahkan karena ketidak masuk akalannya film tersebut.

Gambar : imdb.com

Interstellar, secara harfiah berarti perjalanan antar bintang, artinya adalah film ini akan bergerak dan kemudian melaju tentang cerita bagaimana bumi dimasa depan sudah terlalu rusak karena kadar nitrogen meningkat di udara, bumi berdebu dan orang terakhir yang mati karena kelaparan adalah orang pertama yang mati karena kehabisan oksigen, untuk itu NASA secara diam – diam menyusun rencana untuk mencari tempat tinggal baru, diantara bintang – bintang di angkasa luar.

Minggu, 29 Mei 2016

Review Film : Keramat (2009) Sebuah Film Yang Lebih Dari Sekedar Horor (By Nendra Pratama)

Review ini berangkat dari sebuah slogan yang selama ini sering kita lihat dan dengar yaitu "Cintailah Produk – Produk Dalam Negeri“. Wait, ada apa dengan slogan itu? Tunggu sebentar *colokin headset* *play Musim Yang Baik*. Oke, inti dari slogan tersebut adalah mengajak kita untuk mencintai, setelah itu memakai produk dalam negeri, nah, karena ini forum film maka kita khususkan pada produk atau film dalam negeri. 

Gambar : id.wikipedia.org

Mengacu pada slogan diatas, entah kenapa saya langsung mengaitkannya dengan analogi seperti ini, kalian kenal Dian Satro? Nadia Hutagalung? Atau Scarlett Johanssen dan Sharon Carter? Sekarang saya tanya, apakah kalian pernah disuruh mencintai mereka? Kalau saya jujur saya tidak pernah ada yang menyuruh untuk mencintai Sharon Carter, tak pernah ada, apalagi sampai ada yang menyuruh saya mencintai kamu, iya kamu hehehhe, tapi satu hal yang pasti, mereka, Dian Satro, Nadia Hutagalung, Scarlett Johanssen, Sharon Carter ataupun kamu memang layak untuk dicintai, karena itu biarpun tidak ada yang menyuruh untuk mencintai kalian, kami tetap mencintai kalian sepenuh hati hahahaha...


Jumat, 06 Mei 2016

Review The Imitation Game (2014) By Nendra Pratama

Yup..sebuah film garapan Morten Tyldum, berkisah tentang seorang pakar matematika dan kriptografer legendaris Inggris yang mencoba menciptakan mesin pemecah kode teka – teki bernama Enigma. Yang mana arti dari Enigma itu sendiri adalah misteri...hehehe..jadi inget blog misteri Enigma. FYI, film ini memenangkan 1 Piala Oscar dan masuk 8 nominasi Oscar, jadi kalo kamu belum nonton film ini berarti kamu keterlaluan, hahahaha... (padahal aku-nya baru nonton kemaren).



Film yang ber-setting perang dunia dunia kedua ini menyajikan alur cerita yang unik, karena kita akan dibawa ke masa lalu, masa kini dan masa depan Alan Turing, dengan pembagian waktu yaitu tahun 1920an, hal ini dibuat untuk mengeksplorasikan segala hal yang melatari tingkah laku, kebiasaan dan segala hal mengenai Alan Turing, dan tahun 1950an sebagai awal dari premis film ini, bagaimana film ini dimulai dan di akhiri, sedangkan fokus utama film ini adalah tahun 1940an dengan seting perang dunia kedua. Penyusunan tiga seting waktu yang berbeda tadi sungguh – sungguh sangat brilian, bagaimana hal yang tak terjawab kemudian dijelaskan dalam seting waktu yang berbeda. Disajikan secara acak namun dengan porsi dan susunan yang tepat membuat kita ingin tau apa yang akan dan telah terjadi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...