Jarang-jarang sih saya nonton film India, karena kurang suka film musikal, India kan terkenal dengan Bollywoodnya yang khas dengan joget-joget dan nyanyi-nyanyi, hehe.. Tapi pengecualian yang satu ini, dapet review dan rekomendasi dari temen saya Ilham dan Mualimin, film Ittefaq ini tidak pake joget, tidak pake nyanyi, dan tak kalah pentingnya durasinya juga pendek, 1 jam 48 menit. You know la kan film India biasanya berdurasi diatas 2 jam. Apa yang mereka rekomendasikan? Ya karena mereka tau saya suka film-film mystery dengan twist ending, maka ini adalah mangsa empuk yang harus saya lahap. Dan sesuai ekspektasi, setelah saya tonton, film ini memang film bintang lima.
Gambar : ibtimes.co.in
Ittefaq menceritakan proses investigasi pada kasus-kasus pembunuhan yang berputar dibadan seorang penulis terkenal, Vikram Sethi. “Wait? Kasus-kasus? Berarti lebih dari satu?”, iya lebih dari satu, tepatnya ada 3 kasus tewasnya seseorang akibat dari nama Vikram Sethi ini. Yang pertama adalah kematian istrinya sendiri, Katherine, yang ditemukan tewas di kamar mandi hotel tempat mereka berdua menginap pada periode peluncuran novel yang ditulis sang suami. Saat itu, Vikram menghubungi polisi setempat untuk mengabari kabar duka ini. Tapi, bukannya perlindungan hukum yang Vikram dapat, ia malah ditakut-takuti oleh opsir bahwa dalam kasus tewasnya salah satu dari pasangan suami-istri, biasanya pelakunya adalah salah satu dari mereka sendiri. Mengetahui hal ini, Vikram kabur melarikan diri dan tiba di sebuah apartemen yang membawanya terlibat pada kasus pembunuhan kedua.
Kali ini, polisi menemukan Vikram sedang berada tepat didepan mayat seorang pria yang ternyata adalah suami dari Maya, wanita yang apartemennya ia datangi tadi. Vikram ditangkap, dan mulailah proses investigasi ini menjadi misteri yang sulit diungkap namun menarik buat kita sebagai penonton. Karena, dalam setiap kasus, tentu mana ada “maling” yang mau ngaku, termasuk kasus ini. Vikram dituduh telah membunuh istrinya sendiri, sementara ia membantah telah membunuh suami Maya, justru ia bersaksi bahwa Maya-lah yang membunuh suaminya. Jadi sang opsir yang berwenang atas kasus ini, Dev, pusing tujuh keliling, dibuat bolak-balik oleh pengakuan para tersangka yang serba kebetulan ini, ya kebetulan ada kasus suami bunuh istri yang kemudian berjumpa dengan istri yang bunuh suami. Ittefaq, dalam bahasa Urdu berarti “Kebetulan”. Ya, seperti sinopsis tadi, semua terjadi secara kebetulan. Itu baru 2 kasus, mana kasus ketiga?
