Tampilkan postingan dengan label War Movies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label War Movies. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 November 2021

Review non spoiler film Tropic Thunder (2008) : Salah satu film komedi terbaik dengan satirisme tingkat tinggi terhadap Hollywood itu sendiri

Diisi cast yang megah seperti Robert Downey Jr., Ben Stiller, Jack Black, Tom Cruise dan Matthew McCoughnagey, film ini adalah film komedi yang sangat layak untuk diganjar Piala Oscar. Karena apa yang disajikan dalam film ini adalah level teratas pada masing-masing bidangnya hingga menghasilkan film komedi dengan kualitas humor tertinggi. Dimulai dari screenplay unik yang dibuat oleh Ben Stiller sendiri bersama dan Justin Theroux (penulis Iron Man 2), yang mana full referensi pop culture seperti film dan dunia bisnis film itu sendiri, trend piala Oscar, serta banyaknya line sarkastik dan smart jokes menjadikannya salah satu film komedi satir terbaik yang pernah ada, plotnya juga punya klimaks yang keren.
 
 
Disutradarai oleh Ben Stiller sendiri, yang saya anggap mampu membuat para aktor menampilkan mimik komedi tanpa harus terlihat melawak. Selain itu juga dia berhasil membuat film ini tidak melenceng dari target utamanya untuk menyindir "rumah" mereka sendiri, yaitu Hollywood. Ada banyak sekali sindiran tentang bagaimana lika-liku konflik antara produser, sutradara, produksi, aktor dan agennya sendiri, namun disampaikan dengan cara yang "kelewat batas". Masing-masing punya tuntutan sendiri dan saling ego memaksakan untuk terwujud sesuai keinginan. Kesemuanya berperan menjadikan film ini sebagai salah satu film komedi terbaik yang pernah ada, maka dari itu layak diganjar Piala Oscar.

Tapi ironisnya, sesuai yang mereka sindir di dalam film ini, pihak Academy Awards sangat jarang memberikan apresiasi terhadap film dengan genre komedi. Mereka selalu saja memberikan penghargaan kepada film drama. Sampai kita bertanya-tanya, apakah kualitas sebuah film hanya ada di film drama? Apakah dibidang perfilman, yang punya skill itu hanya orang-orang yang buat film drama? Apakah akting yang berkualitas hanya ada pada peran drama seperti tokoh biografi, LGBT dan disabilitas? Apakah akting yang sulit itu hanya akting drama, ngomong seriusan, banyak-banyak dan panjang-panjang, trus nangis-nangis, desperate, marah-marah, stres, dan melamun? Ga juga kan. Akting komedi itu juga sulit lho, ga semua aktor bisa menyampaikan humor, ga semua aktor bisa melucu, trus ga semua sutradara bisa men-direct sebuah film komedi, dan ga semua penulis bisa menuangkan script yang kocak. Untuk mendapatkan plot komedi yang bagus juga perlu mikir kali, meras otak juga. Jika ada cancel culture, trend Oscar yang sangat mendiskriminasi genre selain drama inilah yang mau saya cancel. Oscar harus bisa men-diversity-kan genre film juga, bukan hanya diversity in gender dan ras doank. Harusnya ada perwakilan masing-masing genre film dalam setiap nominasi, terutama Best Picture. Masa iya dari 8-10 nominasi, semuanya drama.
 
 
Kembali ke filmnya, sinopsisnya adalah dalam sebuah proses syuting film perang yang bersetting hutan belantara, para aktor yang berperan tidak mampu memberikan akting terbaik mereka, sehingga membuat kerugian di pihak sutradara dan produser. Untuk itu, sutradara diberikan sebuah ide, yaitu menempatkan para aktor ini ke hutan beneran! Dengan tujuan agar mereka bisa meresapi suasana perang dan memberikan akting yang maksimal. Caranya adalah sutradara tersebut membohongi para aktor dengan bilang bahwa hutan tersebut adalah lokasi syuting. Pura-puranya para kru dan set produksi ditempatkan di lokasi tersembunyi, dan mereka harus tetap akting sesuai skenario karena tetap direkam dengan (pura-puranya lagi) hidden cam dimana-mana. Namun tanpa diduga, ternyata di dalam hutan tersebut terdapat markas mafia narkoba. Alhasil, kondisinya jadi "perang beneran". Ada tembak-tembakan dan ledak-ledakkan. Tapi lucunya, para aktor ini ga tau kalo itu adalah beneran, mereka tetap ngira kalo itu adalah bagian dari proses syuting. Akan ada pergolakan batin dan situasi yang serba canggung bagi mereka untuk tetap percaya melanjutkan syuting atau tidak. Lantas, gimana nasib mereka di dalam "perang" tersebut"? Inilah yang menarik, hasil dari ide yang unik.

Senin, 17 Februari 2020

Review 1917 (2019) : Cuma Perlu 30 Menit Buat Bilang Film Ini Sebagai One of The Best!


Foto : Poster 1917

Iye...cuma perlu 30 menit elu tonton ni film untuk kemudian lu bergumam..gile ni film bagus beuet yak..

Hai...long time no see...very-very long.. Apakah perlu dijelaskan kenapa? Hehe..

*Siapa elu?? Emang lu artis? Emang orang kepoin elu??!*

Ya ga sih..saya memang bukan artis, tapi ijinkanlah saya menjelaskan kenapa agar pembaca tau, karena saya menyadari masih ada teman-teman pembaca yang setia mampir disini sesekali.. Saya lama tak menulis karena sejak 2018 saya mulai berkarya di Youtube, yang cukup menyita waktu luang saya, yang biasanya saya pakai untuk menonton film dan menulis review, tapi saya pakai untuk menulis skenario, syuting dan editing.

Oke saya coba nulis review lagi deh, mudah-mudahan ada waktu saya yang cukup banyak untuk bisa menulis lagi disini, biar jari ga kaku ngetik, hehe.. Nah beberapa minggu lalu, saya menonton sebuah film yang sebenarnya digadang-gadang sebagai best contender dalam Piala Oscar, yaitu 1917. Saya nonton saat filmnya masih mode "Sneek Peak Preview", hanya satu-satunya showtime, late night pula, tapi demi kepuasan akhirnya tetep dijabanin dah nonton. Khawatir juga sih kalo-kalo malah ga tayang sama sekali di pekan-pekan berikutnya, karena film kekgini jarang laku di Indonesia, penontonnya dikit. Sudah menjadi kebiasaan kalo jelang Oscar bioskop di kota saya akan menayangkan satu atau beberapa film nominasi Oscar, dan tahun ini 1917 yang hadir duluan. Review global sih bilang ni film luar biasa. Penasaran? Tentu! Apo nian sih yang buat dio bagus? Hehe... Well...inilah dia.. yang mau liat trailernya klik disini.

Tenang aja, ga spoiler kok...

Minggu, 03 September 2017

Review The Battleship Island (2017) : Perang Epic Antara Tahanan Korea Dengan Tentara Jepang (By Muhammad Hasbiy - JMFC 066)

Lagi-lagi kali ini saya tonton a based on true story film. Dari judulnya aja udah cukup oke kayaknya, The Battleship Island. Awalnya saya kira film ini tentang gontok-gontokan di kapal, semacam Pirates Of The Carribean-nya edisi Asia timur, haha... But it was totally wrooooong... Salah saya juga sih, ga lihat trailernya dulu, hehe... Film ini menceritakan tentang sekumpulan penduduk Korea yang dipekerjakan secara paksa di tambang Jepang di Pulau Hashima pada tahun 1945. 

Gambar : imdb.com

Sekitar 400an orang Korea ditawan dan dijadikan budak oleh negara Jepang. Mereka dipaksa kerja di pertambangan yang tempatnya 1 KM dibawah permukaan laut sehingga membuatnya "inescapable prison". Keseharian pekerja digambarkan secara brutal dan detail, hingga pada sebuah titik keinginan untuk merdeka itu muncul. Merdeka, membebaskan diri dari perbudakan Jepang. Merdeka itu bukan cuma soal perkataan dan teriakan. Ah...malu euy...disaat orang lain mengangkat senjata untuk meraih kebebasan bernegaranya, saya malah hobi cekikikan pas upacara kemerdekaan. Berjuang untuk merdeka tidak pernah sebercanda itu, tidak pernah segampang upload status tulisan "Merdeka" atau "Dirgahayu", tidak juga diukur dari foto tujuh-belasan di media sosial kamu.

Rabu, 26 Juli 2017

Review Dunkirk (2017) : Amazing Thrilling For A Thriumph From Nolan

#InNolanWeTrust

Ya, slogan yang begitu catchy ini memang wajar untuk dipopulerkan. Sebagai salah satu die hard fans-nya Nolan, saya memang percaya apapun karya Christopher Nolan pastilah bagus. Begitu pula dengan film teranyarnya Dunkirk, saya tetap menaruh rating diatas 9/10 untuk semua film Nolan. Padahal awalnya, selalu bertanya-tanya, gimanakah bakal dikemas oleh sang maestro tentang film ini, film yang jelas-jelas diangkat dari kisah nyata, tentang sejarah yang tidak bisa diubah-ubah atau dimodifikasi. Akankah monoton? Akankah membosankan? Akankah Nolan mampu menyuguhkan sesuatu yang “WAH” sebagaimana film-film terdahulunya? Karena kita tau selama ini Nolan bermain dalam ranah fiksi yang bisa sekehendaknya memanipulasi cerita dan imajinasi. Semua ini terjawab saat filmnya rilis pekan lalu dan...langsung ditonton dong.

Gambar : express.co.uk

Sekedar mengingat kembali, Dunkirk adalah sebuah sejarah perang dunia ke-II tentang evakuasi 300rbuan tentara sekutu (Inggris, Perancis, Belgia, Belanda) di pantai Dunkirk, yang mana mereka disana sudah dikepung oleh musuh yaitu tentara Jerman. Mereka dievakuasi dengan menggunakan bantuan dari kapal-kapal nelayan dan warga. Evakuasi ini tidaklah mudah karena pesawat dan kapal selam tentara Jerman terus memborbardir Dunkirk dan sekitarnya.

<Spoiler Alert>

Review saya ini mengandung spoiler, karena susah juga nulis review film ini tanpa spoiler. Lagian ini kan kisah nyata, jadi untuk urusan cerita dan ending seperti apa tentu sudah bisa kalian tau sendiri kan. Disini yang dibahas bukan ceritanya, melainkan bagaimana film ini divisualisasikan oleh sang sutradara idola, Christopher Nolan. Sekalipun ini kisah nyata, ternyata Nolan tetap pada ciri khasnya yang suka membuat penonton sedikit mikir dan bingung, hehe.. Dengan menggunakan non-linear narative, film ini dipecahnya menjadi 3 plot : The Mole (One Week), The Sea (One Day)dan The Air (One Hour), yang membuat kita harus pandai-pandai mengingat masing-masing scene merupakan bagian dari plot sequence yang mana. 

Senin, 12 Desember 2016

Hacksaw Ridge dan Billy Lynn’s Long Halftime Walk, Sudut Pandang Lain Dari Sebuah Peperangan

Sebenarnya sih saya jarang nonton film perang...karena image yang tercipta bagi saya kalo film perang itu ya ceritanya ga unik, hanya berjalan lurus seputar tembak-tembakan dan ledak-ledakan. Tapi...sejak artikel Bro Ilham (JMFC 041) muncul tentang Top 10 Modern War Movies, saya jadi sedikit punya minat untuk mencoba menonton lebih banyak film perang, baru sekedar minat mencoba lho Bro Ilham, jangan ge-er dulu, hahahahaha....jadi lah dak... Ini lah manfaat komunitas, bisa sharing info, pendapat dan rekomendasi.


 Hacksaw Ridge
Gambar : en.wikipedia.org

Kebetulan, beberapa waktu setelah artikel itu naik cetak ada 2 film perang yang tayang yaitu Hacksaw Ridge dan Billy Lynn’s Long Halftime Walk. Keduanya memiliki kesamaan yaitu menampilkan sisi lain dari sebuah perang, diluar tembak-tembakan semata. Keduanya digadang-gadang sangat bagus dan mungkin akan masuk nominasi Oscar. Kok bisa? Mari cari tau, baca tulisan saya dibawah ini, hehe...

Alasan terdepan adalah alasan yang bisa dilihat sebelum kita tonton, yaitu nama sutradara yang garap filmnya. Hacksaw Ridge digarap oleh Mel Gibson, aktor legendaris sekaligus juga sutradara. Dia pernah menyabet Oscar untuk 2 kategori, yaitu Best Director dan Best Picture dari film Braveheart. Sedangkan Billy Lynn’s disutradarai oleh sensasional Ang Lee lewat film Life Of Pi yang mengantarkannya mendapat Piala Oscar kategori Best Director, meskipun diluar ini filmnya yang lain juga menjadi langganan Oscar seperti Crouching Tiger Hidden Dragon dan Brokeback Mountain.

 Billy Linn
Gambar : imdb.com

Nah, merujuk pada prestasi itulah saya niatkan untuk nonton filmnya. Saya mulai dari Hacksaw Ridge dulu deh. Belum sempat saya ke bioskop, temen saya, Pak Ustad Lee Min Ho alias Mualimin, haha...memberikan review di grup BBM JMFC pasca dia nonton film tersebut dan bilang bahwa film Hacksaw Ridge sangat bagus. Weh...mesti cepat nih, dan saat akhirnya kesampaian, ternyata apa yang dibilangnya adalah benar 100%. 

Hacksaw Ridge mampu membuat saya menahan air mata jatuh selama 1 jam di paruh kedua film yang banyak epicnya yang membuat sedih. Kalo menonton paruh pertamanya, ga terlalu sedih karena masih ada beberapa unsur komedi dan romantisme. Tapi perbedaan paruh pertama dan kedua ini lah yang bagi saya menjadikan film ini cukup compact. Wajar jika film ini diberitakan Independent mendapat standing ovation selama 10 menit saat akhir pemutarannya di Venice Film Festival.

Senin, 19 September 2016

Top 10 War Movies (Modern Warfare) Review By Muhammad Ilham (JMFC 041)

Perang merupakan aksi fisik dan non fisik antara dua atau lebih kelompok manusia untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Film bertema perang selalu menarik untuk disimak, banyak nilai moral, sosial, politik bahkan sentimentil yang dapat kita ambil dari sebuah film perang, perang juga yang mengubah wajah dari dunia yang kita tempati sekarang, berseteru adalah sifat dasar manusia, hal ini sudah terjadi sejak zaman dahulu kala ketika anak sang Nabi Adam A.S yang berseteru dan saling membunuh hingga zaman sekarang. Namun yang paling utama, kita dapat belajar sejarah dari film perang dan yang pasti ada adegan tembak-tembakan penuh aksi dalam film-film perang.
Selanjutnya list ini akan saya batasi kepada era Modern Warfare artinya yang gak akan ada pedang-pedangan, trubuchet atau baju zirah disini (mungkin akan saya bahas lain kali), saya akan berfokus dari era perang dunia II ampe yang sekarang. Dan saya akan menghindari film-film seperti The Imitation Game, Pianist atau Schindler List  karena film-film ini lebih fokus kepada Drama yang bertemakan perang (dan mungkin akan saya bahas lain kali).
Here we go guys…….. 

<MinorSpoilerAlert>

10. Pearl Harbor (2000)
Cast : Ben Affleck, Josh Harnett, Kate Beckinsale dan Cuba Gooding. Jr.
Director: Michael Bay
IMDb :6 / 10
Rotten Tomatoes: 23 %

 Pearl Harbour
Gambar : rogerebert.com

Sinopsis :
Rafe (Ben Affleck) dan Danny (Josh Harnett) merupakan sahabat semenjak kecil dan bercita-cita ingin menjadi pilot tempur di US. Airforce, cita-cita mereka pun terkabul, setelah dewasa Rafe dan Danny lolos menjadi Fighter Pilot di US. Airforce. Rafe bertemu dengan Evelyn (Kate Beckinsale) dan jatuh cinta, tak lama Rafe di transfer untuk menjadi bala bantuan di Angkatan Udara Inggris sedangkan Danny dan Evelyn dipindahkan ke Pearl Harbor di Hawai. Semua menjadi kacau setelah Rafe dikabarkan meninggal sewaktu bertugas, Evelyn yang sedih mencari tempat bertumpu dan memilih Danny. Romansa terjadi antara Danny dan Evelyn menjadi canggung ketika Rafe pulang dalam keadaan hidup, dalam hiruk pikuk hubungan cinta segitiga ini, terjadilah salah satu serangan udara terbesar yang dikenal dengan nama Pearl Harbor.


Why :
Salah satu film yang paling dibenci, dihujat baik oleh kritikus, masyarakat, dan sejarahwan Amerika, loh kok masuk ke Top 10? Hehehe...ini lebih kepada Guilty Pleasure nya saya aja, jadi penilaian yang objektif saya absenkan pada nomor 10 ini. Kenapa kok ini film begitu dibenci? Pertama banyak bilang kalo ini adalah Titanic yang dibumbui ledakan, cuma menyorot kisah romance dari ketiga starring nya aja (bukan Pearl Harbor nya). Kedua fakta sejarah yang tidak akurat dan sebagian besar hanya karangan ala Hollywood (ini yang membuat banyak kalangan geram), misal: Penugasan Rafe ke Squadron Britain yang pada saat itu justru Pilot tempur US aktif dilarang untuk Join ke Squadron lain, event Doolittle Raid yang dilaksanakan diakhir film, terjadi jauh sesudah event Pearl Harbor dan bukan aksi balas dendam atas Pearl Harbor Raid dan masih banyak lagi. Ketiga Pearl Harbor adalah poros penting dalam sejarah Amerika dalam Perang Dunia II (Pearl Harbor adalah salah satu penyebab kenapa Amerika membom Nagasaki dan Hiroshima pada 15 Agustus 1945 yang mengakhiri Perang Pasifik dan Perang Dunia II, dimana Jerman sudah menyerah pada Mei 1945 dan mengakhiri teater Eropa) namun digambarkan hanya seperti film main-main oleh Bay dan Bruckhemeier, dan masih banyak lagi. In my opinion…..yah yang namanya Amerika akan selalu menjadi Amerika, mereka tentu ga terima aksi kepahlawanan para pelaut dan pilot mereka di Pearl Harbor digambarkan ga superior dan menggugah rasa empati masyarakat dunia, ga akurat, dan ga istimewa.

Sebenarnya film ini sungguh menghibur (bagi saya) romance yang ringan, soundtrack yang goooood, dan buatan Bay (full action and explosion, solid SFX), hidangan tepat kalo kita nyari hiburan, fakta membuktikan rating di IMDb aja 6.1/10 (terlepas pada section user review dari film ini, 5 halaman pertama memuat hinaan mengenai film Pearl Harbor) artinya masih dalam taraf  Watchable, gimana dengan pendapatan? Dengan Bujet $132,2 Juta, Pearl Harbor di minggu pertama berhasil meraup $59 Juta, dan berakhir diangka $450 Juta dan meraih peringkat film romance terlaris ke 3 dibawah Titanic dan Ghost. Nah loh,artinya banyak yang suka donk? Penilaian ada ditangan anda.

9. U-571 (2000)
Cast : Matthew Mconaughey, Bill Paxton, Harvey Keitel and Jon Bon Jovi
Director : Jonathan Mostow
IMDB: 6.1/10
Rotten Tomatoes : 68%

 U571
Gambar : en.wikipedia.org

Sinopsis :
Ketika sebuah kapal Selam Jerman U-571 yang  membawa mesin enskripsi kode dan sandi tercanggih milik jerman yang disebut Enigma sedang rusak dan terombang ambing di Lautan, sekelompok tentara sekutu yang dipimpin oleh Letnan Andrew Tyler (Matthew Mconaughey) ditugaskan untuk menyamar menjadi tentara Jerman yang berpura-pura ingin membantu U-571 yang rusak dengan tujuan untuk mengambil Enigma. Rencana menjadi berantakan ketika kapal selam milik mereka hancur ditembak tentara Jerman dan terpaksa mereka membajak U-571 yang rusak dan melarikan diri dari perairan yang penuh dengan kapal perang Jerman.

Why :
Lagi lagi film yang dihujat masyarakat yang disebabkan oleh sejarah yang tidak akurat dan tidak otentik, yang menghujat kali ini adalah pihak Inggris, karena menurut sejarah, yang berhasil merebut Enigma dari sebuah Kapal selam U-Boat pertama kali adalah British Navy alias Angkatan Laut Inggris, namun di film U-571 Amerika lah yang jadi pahlawan. Kali ini sifat patriot Amerika lah yang jadi Bumerang bagi mereka sendiri, ego yang tinggi membenamkan karya mereka sendiri. Selain itu berbagai hal kecil dan detail dari film yang cukup mengganggu bagi kalangan Purist, misalnya penembakan dalam kapal selam yang justru tidak mencederai kapal sama sekali dan masih banyak lagi, namun yang bertengkar toh Inggris dan Paman Sam, mereka berdua ga jauh berbeda, dua negara besar dengan Ego sebesar dunia, ya sudahlah. Overall menurut saya U-571 adalah film perang yang apik, efek yang solid, cast yang lumayan ada Matt Mconaughey dan Harvey Keitel, alur cerita pun cukup thrilling, hiburan yang tepat di malam minggu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...