Tampilkan postingan dengan label Andika Pratama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Andika Pratama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Maret 2016

Review Film : The Gift (2015) By Andika Pratama (JMFC 005)

Review Film : The Gift (2015) By Andika Pratama (JMFC 005)

Gambar : imdb.com
Salam JMFC

Setiap manusia pasti sangat senang dengan yang namanya hadiah atau kado yang kita biasanya menyebutkannya. Apalagi jika yang diberikan itu merupakan kesukaan kita atau yang kita butuhkan. Rasa dan naluri kebahagiaan pasti jelas terpancar di wajah kita maupun hati kita. Tapi bagaimana kalo yang diberikan itu bisa membuat rasa cemas dan takut hingga membuat terror bagi yang menerimanya…?? Film The Gift menggambarkan hal tersebut tentang sebuah Psychological thriller, Horor, serta misteri kalo kita menyimpulkan isi cerita tersebut.

Nah, pasangan suami istri Simon Callen (Jason Bateman) dan Robyn Callen (Rebecca Hall) sepertinya harus sedikit mengurung rasa senangnya menikmati kediaman baru mereka yang indah setelah pindah dari Chicago menuju kampong halaman Simon di LA (Lenteng Agung). Ehh,, maksudnya Los Angeles. Semua berawal ketika Simon didekati oleh pria asing dengan sikap sopan bernama Gordo (Joel Edgerton) yang mengatakan mengenal Simon karena pernah berada di sekolah yang sama. Karena merasa simpati dari Robyn hubungan diantara mereka dengan cepat terjalin dengan baik. Tapi rasa aneh dan canggung diantara mereka mengundang curiga dari Simon dan Robyn, terelebih selesai makan malam bersama dirumah mereka secara berkala memperoleh “hadiah” dari Gordo yang di letakkan didepan pintu rumah mereka.

Senin, 15 Februari 2016

The Revenant : Film Paling Sensasional Untuk Menyabet Piala Oscar (Review By Andika Pratama JMFC - 005)

Salam JMFC

Rintangan atau cobaan berat adalah ketika kita menghadapi suatu pilihan antara hidup atau mati. Tidak semua manusia bisa bertahan atau bisa melawan itu, kalau tidak mempunyai jiwa yang kuat dan keinginan yang kuat juga untuk bisa bangkit dari kematian. Perumpamaan ini dapat dilihat dalam sebuah film The Revenant yang di Sutradarai oleh Alejandro G Inarritu dan dibintangi oleh actor yang sudah ternama Leonardo DiCaprio (Hugh Glass), Tom Hardy (John Fitzgerald), Domhnall Gleeson (Andrew Henry), Will Poulter (Bridger) dan Forrest Goodluck (Hawk).

Sekedar pembuka Film ini berdasarkan kisah nyata yang kemudian ditulis ke sebuah novel Michael Punke yang berjudul sama dan kemudian diangkat ke Film oleh Alejandro yang sebelumnya telah kita kenal dengan Film Birdman (2014). Apalagi di film tersebut mampu meraih oscar untuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik serta penghargaan lainnya. Maka dari itu dengan nama besarnya yang sudah kita ketahui, film The Revenant ini cukup membuat kita penasaran dan berharap lebih greget sebelum menontonnya.

Gambar : pinterest.com

Film ini bersetting sekitar tahun 1823 dimana tentang sekelompok pemburu kulit hewan yang tiba – tiba diserang oleh suku Indian atau suku Arikara yang biasa disebut Ree. Mereka menyerang kelompok tersebut yang pada akhirnya meninggalkan beberapa kelompok diantaranya Kapten Andrew Henry, Glass, Fitzgerald, Bridger, dan Hawk anak Glass keturunan Indian yang telah ditinggalkan mati oleh ibunya (Istri Glass) ketika perkampunganya diluluh lantakan oleh bangsa yang menamakan dirinya Barbar.

Dalam pelarian dari Suku Ree, kelompok tersebut harus mengarungi “tenangnya” arus sungai dan pedalaman hutan tersebut. Hingga pelarian mereka terhambat ketika Glass diserang secara brutal oleh beruang betina sehingga membuat tubuh Glass tercabik – cabik dengan luka yang sangat parah. Ini membuat beban kelompok dari Andrew sedikit mengalami kesulitan karena harus membawa Glass untuk kembali pulang.

Rabu, 03 Februari 2016

Film Horor : Clown (2014) Review By Andika Pratama (JMFC 005)

Salam JMFC

Badut….. Pasti yang terbayangkan oleh kita adalah sosok lucu, imut dan menggemaskan khususnya untuk anak – anak. Tapi khusus di film Clown remake dari film era 80an yang disutradarai oleh Jon Watts yang release tahun 2014, sosok tersebut menjadi sangat menegangkan dan menyeramkan.

Kisah ini dimulai pada perayaan hari ulang tahun ke – 10 Jack (Christian Distefano), yang mana salah satu acara akan di hibur oleh badut. Tapi ternyata badut batal hadir hingga akhirnya Meg (Laura Allen) Ibunya Jack menghubungi Ayahnya Kent (Eli Roth) yang bekerja sebagai agen real estate untuk mencari penggantinya. Hingga akhirnya dia menemukan kostum badut dirumah salah satu tempat dimana dia bekerja. Pesta anaknya pun berjalan dengan lancar dan penuh keceriaan.

Gambar : imdb.com

Tapi keceriaan pun sirna begitu kostum badut yang dipakai tidak mau dilepas dengan berbagai upaya hingga membuatnya merasakan sakit dengan penuh luka dikarenakan membuka dengan paksa. Lama kelamaan Kent perlahan menjadi sosok badut setan yang brutal dan rasa lapar tak terkendali hingga anak manusia pun menjadi sasaran utama. Didalam keadaan seperti ini untungnya Meg masih percaya bahwa Kent masih bisa kembali dengan normal, apalagi ada seseorang yang bisa “katanya” melepaskan kostum tersebut yang ternyata dengan cara memenggal leher untuk dapat melepaskan kutukan roh jahat dari kostum badut tersebut. Atau bisa lepas dengan sendirinya jika Kent mampu memakan 5 anak manusia.


Minggu, 17 Januari 2016

Review Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck By Andika Pratama (JMFC 005)

Review Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck By Andika Pratama (JMFC 005)


Salam JMFC.. Duh,, terlintas saya mulai pusing untuk memulai review sebuah film, kenapa..??? Mungkin saya hanya penikmat yang kadang hanya nikmati saja tanpa mau untuk mengulik lebih lanjut. Ya mungkin bisa dikatakan sebuah kelemahan saya dalam hal memahami film lebih dalam dan lebih detail lagi. karena mungkin saya lebih kebanyakan memahami untuk urusan cinta dengan Wanita..
Hahaha…becanda Om dan Tante… Untuk film yang saya bahas adalah tentang Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, ya mungkin lain dari teman – teman yang lebih sering membahas Film Impor, tapi saya mencoba mengulas tentang Film Dalam Negeri. Sebab katanya, kalau bukan kita (Indonesia) siapa lagi yang menghargai Perfilman Indonesia. Sebab kualitas film Indonesia sebenarnya sudah sangat Baik dibandingkan beberapa Tahun sebelumnya, mungkin gak semua tapi boleh dikatakan kita sudah bangkit dalam perfilman nasional.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...