Tampilkan postingan dengan label Time Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Time Travel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Agustus 2022

Review film Alienoid (2022) : Tenet versi Korea

 
Alienoid (2022)

Nonton ini karena percaya dengan 2 film keren karya sutradaranya yang udah saya tonton : Assassination dan The Thieves. Dan juga diisi dengan castnya cukup bagus seperti Kim Tae Ri yang udah saya kenal dahulu di film karya sutradara hebat Park Chan Wook yang berjudul The Handmaiden, terus juga ada Lee Hanee yang keren di film Extreme Job. Sedangkan nama-nama lain, saya kurang familiar, mungkin main di drakor, saya hampir ga pernah nonton drakor soalnya. Hanya Kim Woo Bin yang sekali saya tonton di film Twenty. Selebihnya ya ada lah aktor-aktor yang pernah sesekali saya lihat di film Korea lainnya. Ada satu pemeran cilik yang mencuri perhatian yaitu Choi Yoo Ri yang berperan sebagai anak angkat alien.

Sinopsis :

Plot film dibagi menjadi 2 masa, yaitu masa kedinastian dan masa kini. Pada jaman kedinastian, ceritanya adalah tentang para master sihir yang sibuk mencari pedang sakti. Sedangkan pada jaman sekarang, ceritanya adalah ternyata selama ini bangsa alien memenjarakan tahanan mereka di dalam tubuh manusia. Dan para tahanan ini kalo kabur akan ditangkap oleh alien penjaga. Bangsa alien ini memiliki benda canggih yang bisa membuat portal waktu. Benda tersebut dapat memicu sebuah bencana besar bagi umat manusia.

Review :

Saya (dan sebagian penggemar drakor dalam teater itu) sangat beruntung bisa menyempatkan diri untuk menonton film ini di bioskop. Karena saat itu bioskop Indonesia kebanyakan "dihantui" oleh film-film setan dan membuat film ini tidak mendapatkan porsi yang semestinya, sebagaimana nasib film Gatotkaca kemarin.


Film ini sangat dahsyat, keren, epic, mereka punya segalanya untuk dapat dibilang selevel dengan film-film blockbuster Hollywood. Dengan budget terbesar hingga 300 milyar rupiah, mereka mampu menghadirkan visual effects yang TOP BGT. Trus juga scene-scene actionnya gila-gilaan, speechless.

Bayangin aja gimana kalo ada film scifi tapi settingnya di jaman kedinastian? Nah begini lah kira-kira. Sebuah ide yang unik bukan? Ide ini dituang ke dalam cerita yang kompleks, timeline yang dibolak-balik. Berasa seperti nonton film Tenet-nya sang baginda Lord Nolan versi Korea. Memang butuh konsentrasi untuk dapat mencerna plot yang agak rumit ini. Sepanjang 2,5 jam durasinya otak kita ga diberi waktu untuk istirahat mikir. Maka dari itu saran saya nikmatin aja dulu, kayak slogan film Tenet :

Don't try to understand it, feel it!

Setelah nonton baru deh enak untuk dibahas. Apalagi ternyata ini baru part 1 nya, tahun depan langsung rilis part 2 nya, keknya Lee Hanee beraksi, can't wait! Sudah diduga soalnya ada aktris sekelas Lee Hanee ga mungkin dikasih cuma peran segitu doank. Dengan pembagian seperti ini cukup memberi ruang pengenalan backstory yang layak, jadi penonton dapat memisahkan benang merahnya. Plotnya ga terkesan buru-buru ingin selesai.

Sekalipun film ini kompleks, namun tetap diselingi dengan beberapa scene komedi komikal, yang membuatnya jadi ringan dan para penonton pun tertawa. So, film ini dapat diterima oleh setiap kalangan.


Rabu, 15 Juni 2016

Review dan Penjelasan Film Donnie Darko (2001) : Sebuah Film Yang Beda Tentang Konsep Time Travel

Sesuai janji saya kemarin dalam paragraf terakhir artikel review film Eternal Sunshine Of The Spotless Mind yang saya bikin, saya akan melanjutkan review film dengan inisial film “Double D”, ya yang artinya “Donnie Darko”. Saya tertarik untuk mereview film ini karena beberapa alasan. Pertama, karena filmnya memang sangat bagus menurut saya, dari segi cerita maupun kemasan. Kedua, karena film ini merupakan salah satu “Cult Movies”, menurut saya, artinya adalah film yang selalu disebut-sebut orang, ada yang karena bagusnya, ada yang karena kontroversinya, sehingga banyak sekali komentar dan pendapat orang tentang film ini, menjadi perbincangan yang selalu ramai tak putus-putus, namun secara underground, tidak viral, tidak nampak dipermukaan, seperti Fight Club-nya si Tyler Durden, hehe...

Gambar : themoviedb.org

Biasanya film-film Cult Movies begini memang film-film yang tidak terlalu populer seperti film-film superhero atau action, namun dari segi kualitas filmnya sangat berbobot, dikemas secara detail dengan sangat meminimalisir plot hole, sang pembuat cerita atau filmnya sudah pasti tentu berpikir keras untuk membuat segala kemungkinan. Contoh Cult Movie lainnya yang telah saya tonton adalah Inception, Shutter Island dan Cloud Atlas. Bisa diliat setiap ada blog atau website yang membahas film tersebut selalu rame dan banyak isi kolom komentarnya, film tersebut membuat orang-orang punya pendapat dan persepsinya masing-masing. Itulah salah satu indikator atau tanda bahwa sebuah film bagus atau tidak. Kalo udah masuk dalam kategori Cult Movies, biasanya pasti itu film bagus atau punya kontroversi, seluruh dunia membicarakannya, membahasnya, bahkan memujanya sehingga mempunyai fanbase sendiri.

Ketiga adalah alasan yang lahir setelah menontonnya, yaitu film ini memberikan saya sebuah konsep dan filosofi yang beda tentang time travel, sepertinya konsep yang mereka punya tentang time travel lebih bisa saya terima di akal saya ketimbang film-film time travel lainnya. Nanti diparagraf lain dibawah akan saya jelaskan kenapa. "The Philosophy of Time Travel by Roberta Sparrow".


Film ini memang tergolong film berat guys, berat kayak yang nulis nih, hehe...ya berat karena butuh mikir untuk bisa mengerti jalan ceritanya, jadi seperti yang biasa kami lakukan, para Cult Movie Lovers, Saya, Ilham dan Nendra, nonton film begini harus menunggu mood yang tepat, otak harus diservis dulu, kepala dipijit-pijit biar aliran darah lancar, istirahat yang cukup kalo perlu hibernasi dulu, nonton ditengah malam nan hening, haha... Dan sesaat sebelum menontonnya, letakkan handphone atau gadget kamu di dalam tas, kunci rapat-rapat, kalo perlu digembok, biar ga ganggu konsentrasi kamu menontonnya, haha.... 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...