Tampilkan postingan dengan label Thailand. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thailand. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Maret 2022

Review non spoiler film Appwar (2018) : Perjuangan merintis start up melawan cinta sendiri.

 
Appwar (2018) merupakan film thailand yang sebenarnya punya ide unik, yang sekilas mirip dengan serial Korea yang populer berjudul Start Up (2020), tapi Appwar justru lebih dahulu hadir (2018), jadi siapa yang niru nih? Hehe... Menceritakan dua anak muda, seperti para Gen-Z saat ini, yang ngikutin trend untuk mencoba merintis start up, dengan cita-cita tinggi dan harapan manis, yang disebut dengan kata "sukses. Satunya adalah pria dan satunya wanita. Mereka pada awalnya bukan teman, apalagi pasangan. Mereka hanya dipertemukan tak sengaja oleh sebuah momen ngobrol basa-basi di tempat makan. Yang ternyata obrolan tersebut nyambung karena mereka memiliki kesukaan yang sama. Eits..jangan kira ini bakal kayak film-film drama pada umumnya ya, yang kalo udah kenalan trus pedekate dan akhirnya jadian. Justru kenapa dibilang unik, ya karena anehnya, hanya satu kali itulah pertemuan mereka yang terjadi, tanpa adanya pertukaran kontak untuk komunikasi. Hari-hari selanjutnya mereka ga pernah jumpa lagi.

Tapi tiba-tiba, mereka bertemu kembali, tapi disuasana yang berbeda cenderung panas, mereka bertemu bukan sebagai teman ngobrol, melainkan sebagai rival! Yak, mereka berjumpa di sebuah kompetisi start up tahunan, dan mereka berdua adalah pesertanya. Kebetulannya, aplikasi yang mereka buat itu "mirip", fungsinya sama, cuma tampilannya aja yang beda. Loh, kok bisa? Gimana ceritanya? Trus, apa reaksi mereka setelah sekian lama tak jumpa malah harus saling sikut untuk memperebutkan hadiah dana proposal start up. Siapa yang akhirnya menang? Inilah yang jadi plot utama.

 
Jika kita membicarakan start up, memang start up saat ini lagi digandrungi oleh generasi "kekinian", banyak anak muda yang "berfantasi" bisa menjadi CEO sebuah start up yang sukses di usia muda. Ya, itu semua dari hasil apapun yang mereka serap dari lingkungan dan sosial media, dimana banyak diceritakan kisah-kisah sukses para CEO start up yang masih muda-muda, dengan kerjaan yang terlihat lebih keren karena bekerja dengan gadget canggih seperti laptop, duduk santai dan fleksibel, bisa dimana dan kapan aja, bisa di cafe sambil nongki-nongki, ya idaman para anak muda sekarang lah, kerja santai gaji banyak (mimpi loe). Jadi, banyak yang termotivasi gitu, kalo ditanya mau kerja apa, maka akan banyak yang ngomong kalo maunya kerja yang berhubungan dengan start up. Sampe mereka buta kalo faktanya menurut film ini, ada lebih dari 90% start up berakhir gagal, termasuklah dana yang dikeluarkan untuk investasinya. Jadi ya meraih kesuksesan di start up itu sama seperti sukses dibidang lain, tetap membutuhkan perjuangan keras, yang mungkin kita ga diliatin gimana mereka kerja kerasnya, kita cuma diliatin bagian dimana mereka duduk-duduk santuy depan laptopnya aja.

Senin, 27 Desember 2021

Review non spoiler dan bedah film One Day (2016) : Dicintai cuma satu hari, cukup?

Setelah menonton film Spiderman - No Way Home, terutama pada bagian endingnya, mengingatkan saya pada satu film yang rasanya hampir mirip-mirip kejadiannya, yaitu One Day (2016). Karena memang fondasi ceritanya sama, yaitu tentang menghilangkan ingatan. Dari kemarin-kemarin sebenarnya pengen review ini, tapi tertunda melulu. Dan karena udah di remind oleh ending Spiderman - No Way Home, barulah tergerak untuk menulis reviewnya sekarang. Saya akan membagi reviewnya ke dalam dua bagian, tentu bagian non spoiler untuk kamu yang belum nonton, dan bagian spoiler untuk kamu yang udah nonton. Mungkin akan banyak di bagian spoiler, karena film ini lebih menarik untuk di breakdown.
 

Review Non Spoiler

Sinopsis :
Denchai adalah seorang karyawan yang penampilannya cupu. Dia suka dengan teman kantornya yang bernama Nui, tapi hanya berani sebatas menjadi secret admirer. Dalam sebuah kesempatan liburan yang digelar perusahaan, mereka berwisata ke Hokkaido, Jepang. Disana, Denchai mendapatkan sebuah situasi yang cukup aneh tapi menguntungkan baginya. Nui mengalami kecelakaan dan mengakibatkan ingatannya hilang sesaat, lebih tepatnya hanya selama satu hari aja. Denchai memanfaatkan ke-amnesia-an Nui ini untuk mengaku sebagai pacarnya. Lantas, bagaimanakah respon Nui? Trus setelah lewat satu hari, apa yang akan terjadi pada hubungan mereka berdua?

Nah sinopsis yang cukup unik bukan? Saran saya, ga usah liat trailernya deh, biar aja blank tanpa tau apa-apa, biar feels bapernya lebih dapet, karena kita dibuat untuk ngikutin kisah mereka berdua itu kayak slogan Pertamina "Mulai dari nol ya pak". Nah baca review pun jangan jauh-jauh, cukup batas bagian non spoiler ini aja.

Meskipun sekilas akan terkesan seperti film-film drama romance Indonesia yang kebanyakan isinya kita cuma liatin aktor-aktornya pada jalan-jalan ke luar negri, tapi setidaknya film ini menyisipkan unsur "aneh" di dalamnya, sesuai tag line filmnya yaitu : "Dicintai cuma sehari, cukup?".

Keunikan tersebut bukanlah satu-satunya faktor kenapa film ini sangat direkomendasikan. Seluruh aspeknya, mulai dari skenario dan penempatan kata-katanya, screenplaynya, aktingnya, backsoundnya, dan set propertinya, itu tuh pas banget. Beberapa diantaranya bahkan dengan cerdas disusun sebagai callback dan counter narative untuk scene lainnya. Romancenya juga dapet banget, membuat film ini bagi saya saya layak sebagai one of the best romance movie ever. Ga perlu kata-kata gombal, ga perlu kalimat-kalimat kiasan, ga perlu adegan-adegan baper ala drakor, tapi mampu bikin klepek-klepek tanpa harus berlebih-lebihan.

Rabu, 08 Desember 2021

Review non spoiler film The Medium (2021) : Datar di awal, dahsyat di ending.

Di sebuah wilayah di Thailand sana, terdapat masyarakat rural yang dalam hidup mereka masih sangat percaya dengan dunia mistis. Mereka menyembah dewa dan melakukan ritual-ritual penyembahan. Perdukunan juga adalah hal yang lumrah, banyak warga yang datang untuk "berobat" ketika ada sakit yang ga bisa diobati secara medis. Bahkan ada satu jenis dukun khusus yang dipercaya bahwa dirinya sebagai tempat bersemayam roh baik, Dewa Ba Yan. Inilah kenapa judul film ini The Medium, ceritanya akan mengisahkan tentang gimana manusia sebagai medium tempat bersemayam roh.

Dewa Ba Yan ini dipuja dan dipercaya sebagai pelindung desa. Dia akan pindah tubuh dalam tiap generasi, secara turun temurun dari keluarga si dukun yang jadi mediumnya. Saat ini, Dewa Ba Yan bersemayam di diri Nim, seorang ibu-ibu yang memang menjadi dukun medium Ba Yan sebagai warisan dari keluarganya.
 
Pada suatu ketika, ponakan si Nim yang cantik bernama Mink, mulai menunjukkan gejala dan tingkah laku aneh yang ga biasa, seperti marah-marah emosian, lalu ada juga dia diam dengan tatapan kosong. Dugaan mereka adalah Mink sedang dirasuki roh, dan yakin bahwa roh tersebut adalah Dewa Ba Yan yang ingin berpindah medium ke diri Mink. Mereka pikir ini adalah saatnya bagi mereka untuk mewariskan "kedukunan" khusus tersebut kepada Mink.
 

Kamis, 25 November 2021

Review non spoiler film horor Shutter (2004) - Ada hantu dalam foto!

Sinopsis :
Sepasang kekasih yang sedang mengendarai mobil malam hari di jalanan sepi, tiba-tiba ada seseorang yang melintas di tengah jalan hingga mereka ga sengaja menabrak orang tersebut. Namun sayang, mereka lari dari tanggung jawab dan memilih kabur, menjadikan ini sebuah kasus tabrak lari.
 
Sejak kejadian ini, hidup mereka ga tenang. Mereka diikuti rasa bersalah, hingga akhirnya terbawa mimpi. Dalam tidurnya, mereka bermimpi didatangi oleh korban tabrak lari tersebut, dalam rupa wujud hantu wanita. Hal ini mulai membuat mereka panik.

Si pria bekerja sebagai fotografer, dan sekarang beberapa hasil jepretan dia terdapat bayang-bayang aneh berwarna putih di fotonya, seperti bayangan hantu yang melintas. Sebenarnya mereka sempat mikir kalo orang yang mereka tabrak itu mati dan jadi hantu gentayangan dan mendatangi dunia mereka, tapi mereka mencoba menepis rasa takut mereka, dengan menganggap kalo itu hanya kerusakan kamera semata. Tapi semuanya berubah ketika sang hantu mulai betul-betul menampakkan wujud ke hadapan mereka. Mereka sepakat bahwa itu hantu korban tabrak lari yang mencoba balas dendam.

Kamis, 23 April 2020

Review Singkat Back To 90s (2015 Thai Movie) : Cinta Remaja 90an Yang Punya Kualitas Filmmaking, Ga Kayak Yang Itu Tuh.



Klo Dilan mw ngecontoh gmn bkin film 90an yg cinematic look, ni dia filmnya. Sya heran ama film Dilan, yg dipuja2 dan laku, kelasnya "film" tp hasil visualnya FTV, yg ga ada sinemetografinya samsek, ga ada 3 point lighting, smua yg pnting terang. Ga pake rule of third, ga pake leading line, asal yg pnting aktor dlm frame, jadi la tuh.

Beda bngt klo di film ini, Thailand yg bkin. Temanya sama lho pdhal, ttg cinta monyet ala anak skolahan. Cuma mskipun alur crita yg biasa aja, tp scra visual ttp mmproduksi dgn mnerapkan unsur2 sinematografi td. Kita yg nnton pun betah, mskipun crita predictable.

Kamis, 12 Januari 2017

The Teacher's Diary : “Is It Possible To Love Somebody You Never Meet?” (Review By Nendra Pratama - JMFC 069)

Yupz, I'm back guys, hahaha......
Setelah tertawa terbahak - bahak lewak film Pee Mak, film horror Thailand yang gak ada serem - seremnya hahaha yang ada malah bikin ngakak guling - guling eh malah nemu film Teacher's Diary, film romantis berlatar belakang pendidikan disebuah daerah yang terpencil di Thailand sana.

 The Teacher's Diary
Gambar :youtube.com

Film ini menceritakan tentang bagaimana kisah dua orang guru dengan  latar belakang yang berbeda dengan skill yang berbeda dan jenis kelamin yang berbeda, ya iyalah, ini kan film romantis hahahaha............ Tersebutlah Ann seorang guru yang sangat berdedikasi mempunyai skill mengajar yang mumpuni dan berusaha membuat murid - muridnya paham dan tertantang dengan apa yang dipelajarinya, namun akibat sebuah tato yang enggan dia hapus maka dia harus mengajar di sekolah perahu, sekolah diatas danau dipedalaman Thailand. Suka dan duka dia lewati bersama ke tujuh anak didiknya, semuanya dituang kedalam sebuah buku harian, semuanya mulai dari cerita gimana dia bisa sampai kesekolah terapung itu sampai kisah asmaranya, tentang kesepiannya, semuanya dia tulis, namun setahun kemudian dia dipindah tugaskan untuk mengajar di sekolah yang terletak dikota, atas rekomendasi dari pacarnya.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...