Tampilkan postingan dengan label Crime Thriller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Crime Thriller. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Mei 2022

Review Trilogy : I - Will - Survive (2021)

Kali ini ada film Indonesia yang berani melawan arus selera film Indonesia yang telah penuh dengan horor-hororan dan drama-dramaan. Dan dia hadir sekaligus 3 film yang di pecah ke dalam trilogy tapi bukan merupakan sekuel-sekualan, melainkan memiliki timeline plot yang hampir serentak. Trilogy ini memiliki judul I - Will Survive (2021). Mengusung genre thriller mystery, mampukah Anggy Umbara memberikan "perlawanan" yang terhadap selera penonton Indonesia?

I

Sinopsis :
Menceritakan tentang seorang suami muda, yang mana ia baru aja kehilangan istrinya, yang jadi korban pembunuhan. Tentu ga bisa dibayangkan gimana perasaannya waktu itu. Apakah harus mengikhlaskan kepergian sang istri dan membiarkan polisi melakukan tugasnya sendiri? Atau bertindak sendiri menjadi vigilante yang berambisi untuk membalaskan dendam kepada si pembunuh? Pilihan yang sulit, mengingat dirinya hanyalah mas-mas biasa, bukan seseorang yang memiliki kemampuan dan sumber daya untuk menjadi "Batman"nya Indonesia. Terlebih lagi, dia mempunyai pandangan tegas tentang "membunuh" manusia, dia sangat membenci hal tersebut, sampai-sampai dia rela hubungannya dengan ayahnya ga harmonis, dikarenakan ayahnya adalah seorang tentara yang tentu dalam bertugas harus membunuh orang jika diperintahkan atau terpaksa.

Sebelum sampai pada durasi 60 menit, plotnya masih terasa datar. Tapi setelah itu mulai naik tensinya, dan plot twistnya juga lumayan. Abaikan sedikit tentang unsur teknis seperti sinematografi, penggunaan bahasa dan akting, maka setidaknya film ini dirasakan dapat memberikan alur cerita yang bagus. Entah kenapa film Indonesia banyak yang terpaku pada penggunaan Bahasa Indonesia yang baku, padahal dalam film harusnya mengikuti bahasa sehari-hari. Dialog antar teman yang harusnya santai dengan slang-languange, malah terkesan kaku, ga natural.

Untuk segi teknis, camera movementnya terlalu banyak, overuse, kurang mendukung unsur mystery yang sebaiknya tenang dan stagnan. Kemudian urusan lighting, sepertinya ga berani main gelap, bahkan untuk scene yang krusial pun "salah" banget, contohnya saat dia jadi sniper, masa iya sniper mengambil spot yang terang di bawah cahaya lampu atau di lalu lalang kendaraan. Biasanya kan sniper menggunakan area gelap untuk posisi bersembunyi. Entahlah, atau mungkin memang disengaja seperti itu agar dapat mewakilkan "keamatiran" seorang warga sipil yang sok-sok-an jadi vigilante. Bisa jadi aja seperti itu, karena di adegan-adegan berikutnya si tokoh utama ini memang terlihat sangat polos dan rapuh dalam menjalankan ke-vigilante-annya.

Kamis, 27 Agustus 2020

Beribu Alasan Kenapa Old Boy Adalah Film Terbaik Korea Yang Kamu Pasti Ga Nyangka!

Perfilman Korea Selatan langsung naik daun ya abis Parasite menang Best Picture Piala Oscar. Nah..terkuaklah kalo film Korea Selatan itu banyak yang bagus-bagus, ga kalah ama Hollywood. Trus diantara yang bagus-bagus itu, setuju ga kalo Oldboy adalah yang paling bagus? Bahkan saya berani bilang Parasite telah "merampok" Piala Oscar yang seharusnya telah lama dimiliki oleh Oldboy. Orang-orang hanya ga tau aja Oldboy sebagus ini. Fyi, untuk masuk nominasi Piala Oscar memang pihak film harus gencar melakukan yang namanya "Kampanye" jelang pergelaran. Nah si produsen Parasite ini memang ngelakuin ini, marketing dan word of mouth dimana-mana, hasilnya opini member Academy Award sebagai voters, ikut tergiring. Sedangkan Oldboy dulu mereka ga melakukan kampanye semacam ini.


Nah berikut adalah alasan kenapa Oldboy layak disebut sebagai film terbaik Korea. And of course, ini isinya SPOILER ya, jadi kalo kamu belum nonton, ya nonton dulu sana, baru kesini lagi.

Cerita yang unik
Meskipun temanya tentang balas dendam, tapi pengembangannya bener-bener ga seperti film-film balas dendam pada umumnya, yang biasanya tuh motifnya karena keluarganya dibunuh atau pengkhianatan. Disini tuh unik, dendam timbul karena dia dikurung 15 tahun tanpa alasan, tanpa tau, siapa dan kenapa. Sebaliknya, di kubu sebelah, dendam juga bukan akibat pembunuhan secara langsung, tapi mulutmu harimaumu, hanya karena gosip, yang mengakibatkan butterfly effect kepada kematian seseorang. Jadi tambah unik, dendamnya dibuat bukan cuma dari satu pihak, tapi terdapat di kedua pihak yang berseberangan, jadi sama-sama saling ingin balas dendam. Masing-masing mereka pun ya memiliki cara mengeksekusi akhir yang unik. Scriptnya yang di ungkapkan lewat kata-kata juga bagus banget.

Twist Ending
Sebuah film kalo bisa kasi twist ending tuh gimana gitu, lebih berasa spesial aja, karene meninggalkan rasa shock jadi bakal teringat-ingat. Dan membuat twist yang bener-bener unpredictable itu sulit, twistnya juga ga sembarangan twist lah, yang cuma fan service, tapi twist yang bagus, meskipun harus sad ending atau ga berpihak pada penonton. Disini, twistnya sumpah edan banget! Dan banyak pula. First, Mido ternyata anak Oh Dae Su. Second, Oh Dae Su minta hipnotis ngilangin memori, itu artinya dia memilih untuk saling mencintai, ini sama aja dia akhirnya yang jadi reinkarnasi Lee Woo Jin, yang tetap mau melakukan hubungan meskipun itu terlarang. Ketiga, parahnya lagi, menurut ane, hipnotis yang di ending malah menghasilkan kemungkinan terburuknya, yaitu Oh Dae Su yang hidup dalam dirinya adalah yang "monster". Coba perhatikan baik-baik dalam kalimat yang dibilang ama si tukang hipnotis : "yang berjalan ke depan adalah si monster". Nah scene langkah kaki di salju dan Oh Dae Su udah beranjak dari kursinya itu artinya dia adalah yang si monster! Keempat, sepanjang film penonton digiring untuk menganggap bahwa ini adalah proses balas dendamnya si Oh Dae Su, padahal ternyata Oh Dae Su merupakan bagian dalam rencana balas dendam-nya si Lee Woo Jin. Semua twist ini banyak yang ga sadarin.


Minggu, 20 November 2016

Top 10 Cop Movies (10 Film Terbaik Tentang Polisi) Review By Muhammad Ilham – JMFC 041


Hello guys, jumpa lagi dalam list top 10 milik saya, top 10 kali ini akan menceritakan figur dari para pelindung dan pelayan masyarakat serta penegak hukum yaitu polisi. Sosok dari para polisi selalu menarik untuk disimak terutama Detektif, kalau di Indonesia sebutannya Reserse (kalo ga salah). Aksi mereka dalam menyelediki berbagai kasus mulai dari tindakan kriminal seperti pembunuhan, pemerkosaan ataupun narkoba, menuntut mereka untuk berpikir cerdas dan membaca pikiran para penjahat.

Namun tidak menutup kemungkinan pasti ada polisi yang justru “nakal” dan malah menyalahgunakan kewenangan yang dimilikinya, nah aksi polisi yang heroik dan polisi yang korup bukanlah kisah baru di Hollywood, film mengenai polisi jumlahnya cukup banyak belum lagi genre film mengenai polisi sangat dekat dengan genre mengenai crime, tapi sebisa mungkin akan saya batasi pada polisi saja (agen FBI, CIA, dan lain lain mungkin tidak akan saya masukkan karena malah akan memperluas bahasan). Here we go guys... 

 Beverly Hills Cop
Gambar : thewrap.com

10. Beverly Hills Cop Trilogi (1984-1994)
Cast :  Eddie Murphy, Judge Reinhold
Director : Martin Brest, John Landis, Tony Scott
IMDb : Various
Rotten Tomatoes : Various

Sinopsis :
Axel Foley (Eddie Murphy) seorang Detektif dari Detroit yang bengal, street smart, humoris dan bermulut besar dalam melaksanakan tugasnya. BHC sendiri terdiri dari tiga film yaitu Beverly Hills Cop (1984) berkisah mengenai Axel yang merupakan Detektif di Detroit beraksi di Beverly Hills yang bukan merupakan yurisdiksinya dalam mengejar pembunuh sahabatnya sendiri . Beverly Hills Cop II (1984) kasus perampokan yang aneh dan penembakan terhadap kepala polisi Beverly Hills membuat Axel kembali ke Beverly Hills untuk menolong teman-temannya yang membantunya mengungkap kasus kematian sahabatnya, dan yang terakhir adalah Beverly Hills Cop III (1994) yang merupakan final installement dari Beverly Hills Cop, dan sekali lagi Axel kembali ke Beverly Hills dikarenakan insiden penembakan terhadap bossnya yang berujung pada kematian.

Why :
BHC Trilogy adalah film polisi yang memang ditujukan untuk fun dan menghibur, penyebabnya tak lain adalah lead role nya yaitu Eddie Murphy. Murphy adalah aktor favorit saya, hampir setiap film Murphy selalu saya tonton, penampilannya yang kocak secara verbal tak pernah membuat saya bosan, premis yang disuguhkan oleh BHC sendiri juga tak seberat film-film polisi yang lain. Namun Star Syndrome (dimana suatu film itu bisa laris hanya karena nama besar dari seorang lead role)  yang menghampiri Murphy kala itu imembuat BHC tetap disukai dan mendapat tempat di hati publik.

Pada film pertama dan film kedua, cast yang diusung kebanyakan masih sama namun di film ketiga beberapa wajah lama mulai dihilangkan. Komedi yang disuguhkan disini benar-benar khas dari seorang Murphy, celetukan-celetukan lucu dan sindiran yang mengarah ke substansi rasisme tetap di tonjolkan namun dalam porsi yang cukup dan tidak berlebihan. Bagaimana dengan storyline mengenai profesi polisi itu sendiri?bisa dibilang penempatan cerita polisi dalam film ini cukup solid, investigasi yang digambarkan serta aksi yang disuguhkan dapat dieksekusi dengan baik oleh  sutradara maupun aktornya. Kesimpulannya, ini film yang solid dan merupakan film yang bagus kalau anda merupakan penggemar Eddie Murphy.

 Dirty Harry
Gambar : pinterest.com

9. Dirty Harry Pentalogi (1971-1988)
Cast : Clint Eastwood, Harry Guardiano, John Vernon
Director : Ted Post, John Sigel, James Fargo, Clint Eastwood
IMDb : Various
Rotten Tomatoes : Various

Sinopsis:
Mengikuti perjalanan seorang polisi, yang sinis, unorthodox, dan selalu berlaku seenaknya sendiri Harrold Francis Callahan, yang sering dijuluki “Dirty Harry”. Dirty Harry (1971) adalah film action drama yang dibintangi Clint Eastwood, kesuksesan Dirty Harry membuahkan 4 sekuel yaitu Magnum Force (1973), The Enforcer (1976), Sudden Impact (1983) and The Dead Pool (1988). Pada Installment yang pertama Harry akan berhadapan dengan psikopat yang disebut Scorpio Killer yang terinspirasi dari The Zodiac Killer, lalu berhadapan dengan para polisi yang senang maen hakim sendiri di Magnum Force, berpartner dengan polisi wanita pemula namun cerdas untuk menghadapi teroris mantan veteran perang Vietnam dalam The Enforcer. Pada Sudden Impact Harry melacak pembunuh berantai di kota kecil dan pada The Dead Pool Harry menyelidiki taruhan maut yang melibatkan para selebritis termasuk dia sendiri.

Why:
Sosok “Dirty” Harry Callahan memang benar-benar ikonik di era 70an, dengan kelakuan yang seenaknya sendiri, cenderung melawan pada atasan, tak pernah mentaati aturan bahkan melewati batas etika dan norma dalam menegakkan hukum serta tak ragu untuk membunuh penjahat yang dikejarnya, menjadikan julukan “Dirty Harry” melekat dengan pas pada persona yang diperankannya. Bahkan julukan Dirty Harry sering dipakai untuk menyebut para polisi yang kelakuannya ruthless di Amerika.

Salah satu ciri khasnya adalah senjata yang selalu dipakainya yaitu Smith & Wesson Model 29.44 Magnum Revolver yang sering disebutnya sebagai the most powerful handgun in the world. Tak salah memang, Revolver Magnum 44 memang senjata yang agak overkill untuk dipakai seorang polisi, sering diidentikkan dengan meriam tangan, 44 Magnum mempunyai daya terjang yang luar biasa untuk ukuran pistol. Dikombinasikan dengan sifat gila Harry dan senjata bertenaga besar, Harry menjadi mimpi buruk bagi setiap penjahat yang dihadapinya. Dari 5 filmnya saya sendiri sebenarnya hanya menyukai yang pertama, namun kepopuleran Dirty Harry patut diberi penghormatan dengan memasukkannya dalam top 10 list ini.

 Police Story
Gambar : yesmovies.to
8. Police Story Saga (1985-2013)
Cast : Jackie Chan, Maggie Yung, Brigitte Lin, Michelle Yeoh.
Director : Jackie Chan.
IMDb : Various
Rotten Tomatoes : Various

Sinopsis:
Police Stories Saga mengisahkan sepak terjang seorang petugas kepolisian Hongkong, Chan Kakui (Jackie Chan). Dalam pertarungannya melawan kejahatan Kakui berseteru dengan penjahat yang berbahaya, mulai dari bandar narkoba, gangster dan perampok. Police Stories Saga sendiri terdiri dari enam film yaitu : Police Story (1985). Police Story 2 (1988), Police Story 3 : Supercop (1992), Police Story 4 : First Strike (1996), New Police Story (2004), dan Police Story : LockDown (2013).

Senin, 24 Oktober 2016

Ingin Ditipu Oleh Film? Inilah Tontonan Wajib Film Dengan Ending Paling Twist (Kolaborasi om Chan JMFC 001, Ilham JMFC 041, Nendra JMFC 069)

Ciyeee....sekali-sekali kami bertiga kolaborasi nih dalam satu artikel. Sebenarnya sih saya (Om Chan) cuma sebagai provokator disini, hehe...mancing mereka (Ilham dan Nendra) untuk mau ungkapin film-film yang menurut mereka mempunyai ending paling twist, karena sepengenalan saya, mereka telah banyak mengkonsumsi film-film berjenis itu, biasanya thriller, mysteri dan horror. Kan lumayan buat saya tau juga dari pengalaman mereka...hahahaha...twist bukan..

Sebagai pembukaan, apa sih yang dimaksud dengan film yang memiliki ending twist? Arti twist dalam bahasa kita simpelnya adalah berbelok atau mutar. Nah film yang memiliki twist ending maksudnya ya film itu mempunyai akhir cerita yang memutarbalikkan pendapat atau praduga penonton terhadap cerita filmnya hingga menyebabkan penonton sangat terkejut. Misalnya dari awal penonton akan menebak akhir cerita adalah A, maka yang terjadi malah B. Tingkat ke-twist-an ending ada yang biasa saja tak terlalu mengejutkan, tapi ada juga yang sangat menohok, yang sama sekali tidak diperkirakan oleh penonton akan seperti itu, hingga kita akan berucap sadis contohnya : “Njiiirrrr...rupanya dia...”, “Bangkeee....ga nyangka....”, “Sialan....selama ini.....”, (kamu tambah sendiri, hehe...).

Nah dibawah ini kami bertiga akan membagikan pendapat kami, pengalaman kami dalam menonton film-film yang memiliki twist ending. Kenapa bertiga? Karena tentu ada banyak sekali film yang memiliki twist ending, dan tidak semua orang telah menonton semua filmnya, jadi dengan keroyokan setidaknya bisa lebih variatif untuk referensi temen-temen. Contohnya saja saya belum nonton Se7en dan The Mist, yang banyak orang bilang ini sangat twist, atau ada film-film twist dari jaman dahulu yang pernah dikonsumsi Ilham sebagai penikmat film klasik, atau termasuk juga kalo saja ada non hollywood movie yang disukai oleh Nendra mempunyai ending yang twist.

Buried
Gambar : en.wikipedia.org

Dalam penilaian ini tentu saja subjektif berdasarkan sudut pandang kami masing-masing, selera masing-masing terhadap filmnya. Kategori twist ending bisa berbeda-beda, bisa karena tingkat shock-nya, bisa karena kemasan ceritanya yang bagus, bisa karena suka aktingnya yang total, atau sebab lainnya. But rule number one-nya adalah bahwa masing-masing kami tidak bole ada yang tau listnya sampai tulisan ini masuk redaksi, hehe...kenapa? Karena agar list tersebut murni tanpa ada influence dari orang lain, begitu juga paragraf isinya ga ada yang saling tau dulu. Gitu lho...akankah ada beberapa yang sama? So, apa saja listnya? Ini dia Top 10 movie yang punya ending paling twist menurut Om Chan-Ilham-Nendra dan disusun berdasarkan ranking. Kalimat yang di paragraf itu adalah tulisan dari nama orangnya masing-masing ya.

WARNING! Beware of MINOR SPOILER!

Ranking 1
Om Chan : Saw (2004)
Ga ada yang menyangka sama sekali kalo ternyata dalangnya adalah *tuuuuuuut* (sensor spoiler). Sangat, sangat pantas jika dinobatkan sebagai peringkat pertama film yang memiliki ending paling ga disangka-sangka. Apalagi kalo kamu tau film ini memiliki budget cuma sekitar 1 juta dollar AS tapi berhasil meraup lebih dari 100 juta dollar AS. Film ini sendiri juga merupakan film debut seorang sutradara muda berbakat, James Wan, yang berhasil menjadikan Saw salah satu Cult Movies. Coba bayangin, sepanjang film yang menjadi menu utamanya hanyalah ada dua orang yang sedang terikat di sebuah ruangan bekas toilet, berjuang menyelamatkan diri dari ancaman psikopat yang memenjarakan mereka disana. Letak bagian twistnya dimulai dari konflik batin tak terelakkan yang dibangun karena sang psikopat mewajibkan mereka untuk menyelamatkan diri dengan alat ala kadarnya dalam waktu yang sempit, hingga puncaknya ketika mengetahui siapa pelaku dibalik teror ini. All of us didn’t see that coming.


Saw
Gambar : tvtropes.org

Ilham : Se7en (1995)
Yesssss, ini lah sang jawara dari Top 10 Most Twisted Ending Movies yang saya buat, saya adalah penggemar berat Se7en, sinopsis rasanya tak perlu saya jelaskan karena saya sendiri pernah membuat artikel tentang se7en, adalah 2 orang Detektif yang satu veteran dan yang satu masih muda dan ‘panas’, berbeda watak harus bekerja sama menangkap pembunuh berantai yang memanifestasikan 7 dosa besar dalam buku The Divine Comedy dalam setiap pembunuhannya. Apalagi yang harus saya bilang tentang film ini? Merupakan paket lengkap dari sebuah genre thriller investigasi, pasti banyak yang berpendapat kalau twist pada Se7en tak sekuat Oldboy dan The Prestige atau The Sixth Sense , yang menjadi perbedaan adalah pembangunan cerita yang sangat mengagumkan. Kematian demi kematian yang terjadi, penyelidikan yang dilakukan Mills dan Sommerset dalam menangkap pembunuh, tone yang begitu pas dengan filmnya dan puncaknya kalau ternyata si pembunuh melakukan sesuatu yang tak kita duga diakhir cerita, yang menyiratkan kalau sebenarnya sang pembunuh bukan hanya psikopat yang gila, namun juga jenius dan benar-benar terencana. Dan membuat saya harus memberikan predikat salah satu Ending terbaik yang pernah anda, dan Twist Ending terbaik yang pernah diberikan oleh sebuah film.

Gambar : en.wikipedia.org

Nendra : Oldboy  (2003) Original Korean Version
Entah sejak kapan saya jatuh cinta pada film Korea, namun dapat saya katakan jika mereka membuat film mereka pasti akan mengusik sebagian rasa kemanusiaan kita, mereka akan berani terlalu jauh bermain di daerah yang sangat sensitive, film ini contohnya, seorang laki – laki bernama oh Dae Su (colek Bro Ilham hahahaha) tiba – tiba disekap oleh orang tak dikenal, bukan main – main, Dae Su disekap hingga 15 tahun lamanya, lalu dilepas begitu saja. Siapa coba yang gak marah disekap tanpa penjelasan lalu dilepas kayak binatang liar? Nah Dae Su pun berniat membalas dendam dan bertekad memakan hidup – hidup orang yang disekapnya, untuk itu Dae Su latihan dulu makan gurita hidup disebuah rumah makan, ehh sang pelayan Mi Do rupanya tertarik lalu mereka saling jatuh cinta. Tapi dendam belum usai, Dae Su menyelidiki dan akhirnya menemukan orang yang menyekapnya. Dapatkah Dae Su membalas dendam? Apa motif dibalik penyekapannya? Satu kalimat kunci di film ini adalah “Jangan Tanya kenapa kamu disekap selama 15 tahun namun tanya kenapa kamu dilepaskan setelah 15 tahun“, ya kurang lebih gitu lah hahahahaha, film ini sangat kelam dan menyentuh sifat sensitive kemanusiaan, jadi jika anda merasa tidak nyaman setelah melihat film ini, maafkan saya ya?

Old Boy
Gambar : pinterest.com
Ranking 2
Om Chan : Ender’s Game (2013)
You didn’t see it coming? Kalo iya, sama, saya juga. Saya nobatkan ini sebagai runner up karena beda dengan film twist ending lainnya. Disaat yang lain dikuasai oleh genre horror/thriller/mysteri, Ender’s Game mengusung tema sci-fi space war yang nyaman dinikmati. Mengisahkan akademi militer ruang angkasa yang dimiliki manusia, sedang mempersiapkan diri untuk berperang melawan alien yang pernah menyerang bumi beberapa tahun lalu. Caranya mereka merekrut dan mendidik kadet remaja-remaja yang cerdas, kemudian dilatih tembak menembak dan strategi perang menggunakan fasilitas simulasi virtual reality. Kadet dibagi dalam beberapa grup yang dipertandingkan sebagai ujian. Grup dengan nilai tertinggi akan dinobatkan sebagai garda terdepan yang berhak menjalani final test untuk dinyatakan layak atau tidak berperang melawan alien. Apa yang terjadi di final test adalah kejadian yang sangat membuat saya shock therapy, makjlebbb banget, terdiam seribu bahasa sekaligus menyedihkan. Twist ending film ini saya yakini sebagai pesan moral dan sindiran terhadap peperangan dunia yang terjadi abad ini.

Enders Game
Gambar : karlkapp.com
Ilham : The Prestige (2006)
Taukah anda kalau Agent 001 dan Nendra jatuh cinta pada seorang cowok? Namanya adalah Christopher Nolan (wakakwakwakwak). Kecintaan mereka berdua pada bung Nolan begitu besar dan dalam. Dan jangan anda berani mengejek film Interstellar atau Inception di depan mereka berdua. Terlepas dari itu semua memang Nolan is so damn good, kalau ada James Wan sebagai The Master of Horror, maka Nolan adalah The Master of Mindbending, genre nya yang unik, dan diluar nalar, penyutradaraannya yang khas membuat banyak orang menyukai karya Nolan, termasuk saya sendiri. The Prestige adalah salah satu karya terbaiknya, (walau harus diakui karya Nolan jarang yang jelek), ow yeah, saya yakin The Prestige akan masuk Top 3 milik Nendra dan Agent 001. The Prestige bercerita tentang dua pesulap Robert Angier (Hugh Jackman) dan Alfred Bowden (Christian Bale) yang dulunya satu kelompok sebagai asisten pesulap. Pada satu pertunjukan isteri Angier meninggal diatas panggung dan Angier melimpahkan penyebab kematian itu pada Bowden. Mulai dari sinilah kompetisi antar keduanya terjadi, sama-sama sebagai pesulap yang bersinar mereka bersaing dengan cara menyabotase pertunjukkan dan membocorkan trik satu dengan yang lain. Bahkan persaingan mereka pun tak mengenal batas etika dan keselamatan. Akhirnya Bowden menciptakan sebuah trik The Transporter Men, dimana seseorang dapat berpindah dalam sekejap. Persaingan semakin memuncak dan memberikan konsekuensi yang fatal bagi keduanya. Mengisahkan tentang obsesi, determinasi, integritas, persaingan dan kesempurnaan. Film ini begitu epic, dan akan stuck di ingatan anda selama bertahun-tahun mendatang, genre pesulap sangat jarang diangkat ke film, dengan balutan Sci Fi, romance dan twist yang ga pernah kalian sangka, serta Cast yang luar biasa maka The Prestige harus saya nobatkan di posisi 2 dalam list ini.

Nendra : Burried (2010)
Ryan Renold berperan sebagai Paul Conroy seorang supir truk perusahaan kontraktor di Irak yang tanpa tau sebabnya tiba – tiba terbangun dalam sebuah peti mati yang terkubur dalam tanah. Perlu diketahui, bahwa dari awal sampai akhir, film ini hanyalah berfokus pada Paul Conroy didalam peti. Jadi dapat disimplkan bahwa film ini memilik cast yaitu Ryan Reynold, Peti Mati, Blackbe**y, Zippo, dan cameonya adalah seekor ular hahahaha. Maksud si penculik menaruh Blackbe**y dipeti adalah agar Conroy bisa menelpon lalu meminta tebusan, nah melalui percakapan inilah kita dapat melihat eh, mendengar bagaimana rumitnya birokrasi, kejamnya perusahaan dan kritik social tentang peperangan. Jika anda sabar maka anda akan mendapatkan sebuah rasa yang menusuk ulu hati pada akhir film ini.

Senin, 10 Oktober 2016

10 Film Paling Rumit : Udah Nyoba?

Yakin udah nyoba? Hehe... Kalo udah, yang mana aja? Ayo cek listnya disini ya. Sekalian deh buat kamu-kamu yang belum nyoba, tonton deh, siapa tau bisa membantu kamu “merilekskan” otak, haha... (Rileks la nian...).

Hey-hooo...hadir lagi nih mengisi artikel di blog tercinta kita ini. Kali ini, saya akan memberikan sesuatu yang beda dari biasanya. Biasanya ngisi artikel ngupas abis satu film, tapi kali ini akan mencoba memberikan 10 film yang akan direview sangat singkat kedalam satu tema yaitu film yang memiliki cerita dan penyajian yang sangat rumit dan sulit untuk dimengerti oleh penontonnya. Bahkan butuh lebih dari satu kali menontonnya.
Inception
Gambar : imdb.com

Sebagian besar film dibuat untuk tujuan entertainment alias hiburan bagi penonton. Penonton akan merasa terhibur jika tau ceritanya gimana, serunya dimana, lucunya dimana, dan sebagainya. Tapi sebaliknya ada segelintir kecil film yang sengaja dibuat tidak mudah untuk dicerna penonton, bikin bingung dan bikin pusing. Ga tau deh alasan dibuat film itu apa, entah karna kualitas atau bernilai seni tinggi, entah nak show off skill bikin film, entah untuk menyampaikan sesuatu, entah untuk menciptakan ciri khas diri, entahlah... 

Tapi percaya atau tidak, film-film seperti itu tetap mempunyai penggemar lho, sebut saja member JMFC, salah satunya saya, salah duanya Nendra, salah tiganya Ary, salah empatnya Ilham, hehe... Bahkan untuk ukuran dunia, beberapa film juga sampai menjadi Cult Movies, yaitu film yang dipuja-puja dan diomongin orang dari masa ke masa, karena kontroversinya, kelebihannya, kekurangannya atau keunikannya.

Terkadang tatkala rasa bosan akan film-film yang mainstream menghampiri, maka tubuh ini butuh “nutrisi” dari film-film yang anti-mainstream, “refreshing” yang ngga fresh, hehe...karena habis nonton pusing, apalagi kalo sampe tak dapat pencerahan, bisa ga tidur 7 hari 7 malam, hehe... But, itulah sensasi yang beda yang ga kita dapatin dari nonton film-film biasa. Itu “hiburan” bagi orang-orang “gila” kayak kami, haha...

Film-film seperti ini ada yang bisa dinikmati dan sangat membekas, namun ada juga yang rasanya tak nikmat untuk diikuti, gone with the wind gitu aja. Ada yang menggunakan tema Crime Mysteri, Schizofrenia, Time Travel, Lucid Dream, Insomnia, Vision, Cyberspace, dll deh. 

Oke, apa saja list-nya ala saya, cekidot gan, saya ranking deh sesuai tingkat kesulitannya menurut kapasitas otak saya mencernanya, haha... Ini review singkat saja, spoiler free kok, kalo review panjangnya nanti deh saya buat satu-satu (kalo sempat). Ini juga murni dari pendapat saya, jadi bisa saja subjektif, karena beda orang punya opini masing-masing, selera relatif, anggap aja referensi, hehe.. 

1. Primer (2004)
Oke coba kamu liat gambar dibawah ini :

Rumus Rumit
Gambar : koreabizwire.com

Nah begitulah kira-kira menggambarkan gimana rumitnya film yang satu ini. Kalo menonton film ini, saya sarankan kamu mengajak serta 2 orang profesor untuk menemanimu, disebalah kanan kamu duduk profesor dibidang quantum physic mechanical engineering, seorang lagi duduk disebelah kiri kamu profesor dibidang financial stock market fluctuation, karena skenario yang diucapkan oleh para aktornya disini adalah bahasa ilmiah yang setinggi langit.

Jika ada seseorang yang menyatakan bisa ngerti film ini dengan cuma sekali nonton, bilang sama dia “banteng-duduk” (translate aja sendiri ke english). Nonsense banget kalo dia bisa ngerti, unless dia adalah Shane Carruth. Shane adalah semuanya dalam film ini, dia lah yang punya ide, dia yang produserin, dia juga yang nyutradarain, dia pula yang meranin, hadeh...kenapa ga nama dia aja yang jadi judulnya sekalian, haha...  Shane adalah seorang filmmaker independen asal Amerika. Memang bukanlah sutradara yang terkenal dan mempunyai jam terbang tinggi, tapi satu karyanya ditahun 2004 berjudul Primer ini berhasil menjuarai Sundance Film Festival.

Film ini mengisahkan 2 orang pemuda, yang berpenampilan rapi dengan kemeja berdasi, seperti eksekutif muda, komat-kamit ga karuan tentang suatu project ilmiah. Ternyata apa yang mereka kerjakan membuahkan hasil sebuah mesin time travel, yang mereka gunakan untuk mencari keuntungan dari bermain saham. Fiuhh...ga ada kata-kata lain lagi selain film ini memang njelimet banget, terus terang saya pun tak mengerti apa maksud dan tak bisa menikmati jalan cerita film ini, masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Untuk itulah film ini pantas saya sematkan sebagai number 1-nya, mengingat film ini sangat sederhana, beruntung film ini hanya berdurasi kurang lebih 1 jam saja, kayak lagu Audy, hehe...jadi cepet selesai pusingnya.

Selasa, 27 September 2016

Inferno (2016), Skala Yang Lebih Dahsyat Dari The DaVinci Code Dan Angels And Demons

Mukadimah

Robert Langdon, seorang profesor ahli sejarah dan simbolik, kini akan kembali terlibat dalam sebuah mega kasus yang akan menggantungkan nasib umat manusia dunia di pundaknya. Seorang ilmuwan telah menciptakan zat biologis yang dapat mempengaruhi nasib umat manusia dalam skala besar. Serem ya guys kalimat barusan, hehe... Jumpa lagi nih sama saya di preview movie, dan sesuai janji saya kemarin di ending artikel preview Miss Perregrine’s Home For Peculiar Children, kali ini kita akan ungkapin sedikit mengenai film yang sangat bagus yang sebentar lagi akan tayang pada pertengahan Oktober. Setelah The DaVinci Code (TDC) dan Angels And Demons (AAD), kini muncullah Inferno, yang siap menghentak seluruh bioskop di seluruh dunia.

 Infernp
Gambar : imdb.com


Sebelum mengupas tentang Inferno, ada baiknya kita tau dulu permulaannya, TDC dan AAD. Bagi kalian yang gemar dengan film bergenre thriller mysteri dan juga suspenful, tentu udah ga asing lagi kan dengan film The DaVinci Code. Kalo masih asing, wah perlu dipertanyakan lagi tuh keabsahan diri kalian sebagai penggemar genre tersebut. Karena film itu ibarat “rukun” yang wajib kamu penuhi sebagai syarat sah untuk kamu ngaku-ngaku ke orang kalo kamu suka film berat.

 The Davinci Code
Gambar : pinterest.com

Tapi buat kamu yang awam dari yang beginian, The DaVinci Code adalah film yang sangat booming sekaligus kontroversi pada tahun 2006 lalu. Film ini jugalah (bersama V For Vendetta) yang pada tahun itu (saat masih sewa di rentalan original) menjadi titik awal bagi saya untuk mulai menyukai film-film mysteri-thriller hingga kini, kalo kata bro Ary tuh bisa dapat kemenangan batin setelah selesai nontonnya. Film TDC booming karena memang memukau penonton dengan teka-teki yang disajikan (RatingIMDb 6,6/10), pun juga sukses di Box Office dengan pendapatan 750 juta dollarAS dari modal 125 juta diollar AS. Tapi anehnya malah tidak memukau sebagian besar kritikus di Rotten Tomatoes dengan rating 25% saja (D*mn...lama-lama bisa “Me vs Rotten Tomatoes” nih).

Saya ga perduli apa kata kritikus, dalam menilai sebuah film bagi saya yang sangat penting adalah penilaian kita sendiri, karena kita yang menikmatinya. Apa yang kritikus sampaikan cukup kita jadikan sebagai referensi saja, meskipun mereka lebih paham film daripada kita, terkadang juga mereka membandingkan dengan source material-nya, misalnya dalam film TDC ini mereka membandingkan dengan novelnya, karena film TDC memang adaptasi dari novel best seller karya novelis Amerika, Dan Brown. Well, saya ga peduli novelnya, karna saya penggemar film, bukan pembaca novel. Lalu, kenapa kontroversi?

Jumat, 19 Agustus 2016

Bermain Teka – Teki Dengan Memories Of Murders (Review Film Korea By Nendra Pratama)

Tahun 2003 mungkin adalah tahun kebangkitan sebuah genre yang mengarah pada arah dark dan sedikit twist yang bercampur dengan komedi satir yang dikemas dengan apik. Setelah melihat Oldboy beberapa waktu yang lalu, yang mana telah mengantarkan saya bertemu dengan teman – teman yang asik di blog ini :bighug: saya kembali dipertemukan dengan sebuah film yang bergenre hampir sama namun dengan kadar yang sedikit berbeda, jika Oldboy bermain dalam ranah mindblowing yang kuat dengan aroma pembalasan dendam maka Memories of Murder (MoM) ini menyajikan sebuah thriller yang mengajak kita berpikir dan mencoba menebak apa yang terjadi dan endingnya sangat – sangat motherfather, hahaha.... 

 MoM

Film arahan Bong Joon-Ho ini dibuka dengan seorang anak yang sedang menangkap belalang di areal pesawahan yang indah, lalu datanglah seorang detektif yang menumpang traktor, ini beneran, jadi ceritanya film ini adalah tentang pemecahan kasus pembunuhan berantai yang terjadi pada tahun 1986 di provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. Pembunuhan itu sendiri mempunyai beberapa kesamaan yaitu, wanita muda, memakai baju merah dan dibunuh pada saat hujan.

Minggu, 24 Juli 2016

Triangle (2009) : Sebuah Thriller Misteri Yang Apik Dan Nikmat Dari Tiap Lapisannya (Review By Ary - JMFC 050)

Pasti kebanyakan kita pernah melihat atau mencoba makan kue lapis? Rasa yang berbeda di tiap lapisannya terasa nikmat di lidah, mungkin seperti itulah premis film thriller misteri yang coba dihadirkan Christopher Smith lewat “TRIANGLE”, penuh lapisan rumit yang enak dimakan. Selain unik penuh teka-teki yang memancing rasa penasaran, film ini juga berhasil menghidangkan sajian yang bergizi bagi para penonton yang senang berpikir. Bukan hanya karena twist yang sulit ditebak serta jalinan ceritanya yang berlapis-lapis dengan awal yang membingungkan pertengahan yang memeras otak serta akhir yang mengejutkan, film ini juga pastinya akan membuat penonton berdiskusi maupun memberikan opini-opini yang mungkin saja akan memancing perdebatan yang seru setelah menyaksikan film ini.

 Triangle
Gambar : youtube.com

(Spoiler Alert)

Cerita bermula ketika seorang single mother bernama Jess (diperankan oleh Melissa George), hidup bersama putranya yang menderita autis, Tommy (diperankan oleh Joshua Mclavor) yang hendak pergi berlayar setelah diundang oleh Greg (Michael Dorman). Dipelabuhan bersama Victor (Liam Hemsworth) bertemu dengan teman Greg lainnya, pasangan suami istri Downey (Henry Nixon) dan Sally (Rachael Carpani) serta Heather (Emma Lung). Selanjutnya mereka melakukan perjalanan menuju lautan, awal perjalanannya semua terasa begitu seru dan menyenangkan namun mendadak menjadi menakutkan ketika badai menghantam dan membalikkan kapal mereka, membuat salah satu dari mereka terbawa arus dan membuat mereka terdampar hanyut di tengah lautan. Beruntung ada kapal yang melintas dan mereka menaiki kapal tersebut. Dan disinilah keanehan-keanhean mulai terjadi, muncul sesosok misterius yang mencoba menghabisi nyawa mereka semua. Siapakah sosok misterius tersebut? Apa yang diinginkannya?

Jess mencoba berjuang untuk menyelamatkan diri, hingga akhirnya ia berhasil selamat dan berhasil membunuh sosok misterius tersebut tanpa tahu identitasnya. Dan disinlah selanjutnya keanehan lain muncul dan membuat kisahnya semakin rumit. Jess melihat teman-teman yang lain termasuk dirinya sendiri hidup kembali dan melambai meminta pertolongan, membuat Jess shock dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin kah waktu terulang kembali...??? Dan bagaimana caranya agar lolos dari tempat tersebut. Apa yang harus Jess lakukan...???

Kamis, 24 Maret 2016

Review Film : The Gift (2015) By Andika Pratama (JMFC 005)

Review Film : The Gift (2015) By Andika Pratama (JMFC 005)

Gambar : imdb.com
Salam JMFC

Setiap manusia pasti sangat senang dengan yang namanya hadiah atau kado yang kita biasanya menyebutkannya. Apalagi jika yang diberikan itu merupakan kesukaan kita atau yang kita butuhkan. Rasa dan naluri kebahagiaan pasti jelas terpancar di wajah kita maupun hati kita. Tapi bagaimana kalo yang diberikan itu bisa membuat rasa cemas dan takut hingga membuat terror bagi yang menerimanya…?? Film The Gift menggambarkan hal tersebut tentang sebuah Psychological thriller, Horor, serta misteri kalo kita menyimpulkan isi cerita tersebut.

Nah, pasangan suami istri Simon Callen (Jason Bateman) dan Robyn Callen (Rebecca Hall) sepertinya harus sedikit mengurung rasa senangnya menikmati kediaman baru mereka yang indah setelah pindah dari Chicago menuju kampong halaman Simon di LA (Lenteng Agung). Ehh,, maksudnya Los Angeles. Semua berawal ketika Simon didekati oleh pria asing dengan sikap sopan bernama Gordo (Joel Edgerton) yang mengatakan mengenal Simon karena pernah berada di sekolah yang sama. Karena merasa simpati dari Robyn hubungan diantara mereka dengan cepat terjalin dengan baik. Tapi rasa aneh dan canggung diantara mereka mengundang curiga dari Simon dan Robyn, terelebih selesai makan malam bersama dirumah mereka secara berkala memperoleh “hadiah” dari Gordo yang di letakkan didepan pintu rumah mereka.

Senin, 17 Agustus 2015

Review / Ulasan : Se7en (1995) By : Muhammad Ilham

Se7en (1995)
Cast : Morgan Freeman, Brad Pitt, Gwyneth Paltrow

Assalamualaikum Wr.

Halo Guys, pertama-tama ayo kenalan dulu deh, nama saya Muhammad Ilham, saya adalah seorang Pekerja, seorang suami dan seorang Ayah dari Malaikat kecil saya yang bernama Aurora, saya tinggal di Lubuklinggau Sumatera Selatan, dulu saya sempat berdiam di Jambi sewaktu menempuh Pendidikan di Universitas Batanghari Jambi. Kota Jambi udah seperti second home bagi saya walaupun akhir-akhir ini sangat jarang saya main kesitu (walau sangat ingin), karena udah berkeluarga dan bekerja.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...