Banyak orang berkomentar pasca keluar bioskop bilang "Wih..keren banget filmnya". Yah..ga salah sih ya..just another perspective from innocent movie viewers..haha.. Gimana denganku? Hmm..keren sih memang, tapi ga pake banget. Paling banter memang ga sampe saya kasi nilai tembus 8. Karena memang tak membekas di hati saya, just another perspective juga lho ya.. Cuma memang masih tinggi antusias saya untuk selalu menonton franchise ini, karena disaat Need For Speed dan The Transporter ga jalan lagi, maka hanya tersisa inilah film yang mengobati nutrisi keinginan menyaksikan film balapan action yang menegangkan.
Gambar : empireonline.com
Diakui, filmnya memang keren dari sisi aksinya, mobilnya, kebut-kebutannya, tembak-tembakannya, hancur-hancurannya, hingga ledakannya. Seperti movie series Fast Furious sebelumnya, film ini hanya menjual sisi itu semua untuk dapetin pendapatan yang besar, fokusnya lebih dititik beratkan kepada gimana membuat kesan "wah" dan membuat penonton terdecak kagum dengan mata belo. But not for me, filmnya berlalu begitu saja tak membekas, karena memang seperti saya sedang berjalan-jalan di mall untuk window shopping alias cuci mata doank.
Banyak adegan yang tak masuk diakal, serba bisa, serba kebetulan, ada beberapa alur yang dapat menjadi plot hole, dan visualisasi yang overkill dan IMBA. Sebut saja satu-dua contohnya bagaimana sebanyak itu rombongan Rusia yang bawa senapan Riffle satupun ga ada tembakannya yang mengenai Roman yang hanya menggunakan pintu Lamborghini sebagai tameng, bahkan kalah cepat bisa digebuk! Hadeh... Atau ngapain pejabat Rusia bawa kode nuklir kemana-mana kayak bawa koper belanjaan.




















