To be honest, kalo saya nontonnya dirumah seperti saat kecil dulu, mungkin saya akan jingkrak-jingkrak saat adegan Morphin Time, hehe... Nostalgia tak dapat dipungkiri, tadinya pada awalnya memang niatan nonton ini dengan perasaan tanpa mengharap apa-apa, nothing to lose, murni nostalgia, ternyata film ini mampu melampaui ekspektasi saya. Perasaan euforia yang sama dengan para ultras Star Wars saat opening scene setiap filmnya yang ada running teks itu lho. Long time no see jadinya berasa sangat greget.
Gambar : rogerebert.com
Ceritanya disini memang lebih berfokus kepada origin story dari Power Rangers di bumi. Bagaimana kelima teenagers ini bertemu satu sama lain dibuat sedemikian rupa agar bisa nyambung. Masing-masing memiliki masalah personality dan family yang cukup menyedihkan. Upaya untuk menjadi Power Rangers pun tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu perjuangan dan pengorbanan yang lumayan lho. Untungnya ada karakter Billy yang tingkah laku dan ucapannya cukup lucu, membuat penonton tertawa-tawa, tapi ketika dalam mode Power Rangers, bagi saya Yellow Rangers adalah scene stealer-nya, saya suka saat adegan dia menendang anak buah Rita Repulsa.
