Tampilkan postingan dengan label Tom Hanks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tom Hanks. Tampilkan semua postingan
Selasa, 21 April 2020
Selasa, 27 September 2016
Inferno (2016), Skala Yang Lebih Dahsyat Dari The DaVinci Code Dan Angels And Demons
Mukadimah
Robert Langdon, seorang profesor ahli sejarah dan simbolik, kini akan kembali terlibat dalam sebuah mega kasus yang akan menggantungkan nasib umat manusia dunia di pundaknya. Seorang ilmuwan telah menciptakan zat biologis yang dapat mempengaruhi nasib umat manusia dalam skala besar. Serem ya guys kalimat barusan, hehe... Jumpa lagi nih sama saya di preview movie, dan sesuai janji saya kemarin di ending artikel preview Miss Perregrine’s Home For Peculiar Children, kali ini kita akan ungkapin sedikit mengenai film yang sangat bagus yang sebentar lagi akan tayang pada pertengahan Oktober. Setelah The DaVinci Code (TDC) dan Angels And Demons (AAD), kini muncullah Inferno, yang siap menghentak seluruh bioskop di seluruh dunia.
Sebelum mengupas tentang Inferno,
ada baiknya kita tau dulu permulaannya, TDC dan AAD. Bagi kalian yang gemar
dengan film bergenre thriller mysteri
dan juga suspenful, tentu udah ga
asing lagi kan dengan film The DaVinci Code. Kalo masih asing, wah perlu
dipertanyakan lagi tuh keabsahan diri kalian sebagai penggemar genre tersebut.
Karena film itu ibarat “rukun” yang wajib kamu penuhi sebagai syarat sah untuk
kamu ngaku-ngaku ke orang kalo kamu suka film berat.
Gambar : pinterest.com
Tapi buat kamu yang awam dari yang beginian, The DaVinci Code adalah film yang sangat booming sekaligus kontroversi pada tahun 2006 lalu. Film ini jugalah (bersama V For Vendetta) yang pada tahun itu (saat masih sewa di rentalan original) menjadi titik awal bagi saya untuk mulai menyukai film-film mysteri-thriller hingga kini, kalo kata bro Ary tuh bisa dapat kemenangan batin setelah selesai nontonnya. Film TDC booming karena memang memukau penonton dengan teka-teki yang disajikan (RatingIMDb 6,6/10), pun juga sukses di Box Office dengan pendapatan 750 juta dollarAS dari modal 125 juta diollar AS. Tapi anehnya malah tidak memukau sebagian besar kritikus di Rotten Tomatoes dengan rating 25% saja (D*mn...lama-lama bisa “Me vs Rotten Tomatoes” nih).
Saya ga perduli apa kata
kritikus, dalam menilai sebuah film bagi saya yang sangat penting adalah
penilaian kita sendiri, karena kita yang menikmatinya. Apa yang kritikus
sampaikan cukup kita jadikan sebagai referensi saja, meskipun mereka lebih
paham film daripada kita, terkadang juga mereka membandingkan dengan source material-nya, misalnya dalam film
TDC ini mereka membandingkan dengan novelnya, karena film TDC memang adaptasi
dari novel best seller karya novelis
Amerika, Dan Brown. Well, saya ga
peduli novelnya, karna saya penggemar film, bukan pembaca novel. Lalu, kenapa kontroversi?
Kamis, 15 September 2016
Cloud Atlas (2012) : Juara Tanpa Mahkota, The Most Complete Movie Ever
Langsung aja to the point, kenapa film ini saya bilang “Juara Tanpa Mahkota”? Karena tak satu pun masuk dalam nominasi Piala Oscar, atau yang biasa disebut dengan istilah Oscar Snubs. Padahal, di festival-festival film mereka banyak mendapatkan nominasi dan juara. Penilaian saya pribadi, media dan pengamat film lainnya juga mengatakan film ini sangat-sangat layak masuk nominasi Piala Oscar atau bahkan layak memenangkan salah satunya.
Gambar : yesmovies.to
Lihat saja totalitas para cast-nya yang tampil dalam berbagai jelmaan dan versi, tetap memberikan akting yang terbaik. Termasuk juga sinematografinya yang imajinatif tapi sangat rapi. Belum lagi skenario yang dibuat juga harusnya layak masuk nominasi Best Adapted Screenplay, banyak yang bisa dijadikan “Quotes”, hehe....
Ah...pokoknya semua unsur film ini semestinya layak deh, costume design, production design, make-up and hairstyling, sampe skill sutradara yang level dewa yang bisa men-direct semua cast dan element di dalamnya sehingga filmnya dapat diterjemahkan dengan baik. Mereka adalah The Watchowksi Brothers, yang nyutradarain The Matrix dan V For Vendetta. But memang setiap pergelaran Oscar sangatlah ketat, pada tahun itu film ini bersaing dengan Argo, Silver Linings Playbook, Life Of Pi, Les Miserable dan Django Unchained.
Btw, film ini juga sangat
komplit, kalian mau Action? Ada. Kalian mau Sci-Fi? Ada juga. Drama, Romance,
Fantasy, Comedy, Thriller, Mistery, Twist, Vintage dan Futuristic juga ada. Film ini
rakus yah, haha... Rakus dan ambisius ya beda tipis lah, hehe... Ya film ini
sangat berambisi untuk show off, menjadikannya film independent dengan budget
terbesar sepanjang masa yaitu 100 juta dollar AS. Wajar sih ya sampe segitu
duitnya, lihat siapa saja cast yang dipakai, orang-orang Hollywood yang ajib
bener : Tom Hanks (Saving Private Ryan), Hugo Weaving (V For Vendetta), Halle
Berry (The Call), Jim Broadbent (Harry Potter), Ben Wishaw (In The Heart Of The
Sea), David Gyasi (Requiem For A Dream), Jim Sturgess (Upside Down), Doona Bae
(Jupiter Ascending), James D’Arcy (Serial Agent Carter), Keith David (Interstellar),
Hugh Grant (Notting Hill), dan Susan Sarandon (Twilight).
Belum lagi untuk
membiayai production design-nya, pasti mehong cyin.... Kenapa? Karena film ini
ber-setting-kan sebanyak 6 waktu dan tempat yang berbeda! Semua inilah yang
menjadi keunikan dan daya tarik film ini.
Langganan:
Postingan (Atom)



