Jumat, 10 November 2023

Film Yang Mengubah Atau Mempengaruhi Perspektif Saya Terhadap Sesuatu

Hello, udah lama banget ga nulis ya, udah setahun gila! Rasanya kata-kata ini udah sering saya ucapkan karena memang sudah sangat jarang menulis beberapa tahun terakhir. Sutralah, let it flow aja, kapan mau buat ya buat, kapan ngga ya ngga, ga usah dipaksakan. Oche! Langsung aja, kali ini saya mau berbagi tentang film-film apa saja yang pernah saya tonton dan membawa dampak atau pengaruh dalam hidup saya, yang mengubah perspektif saya terhadap sesuatu. Dari yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, dari yang tadinya berpihak pada A, bisa jadi sekarang berpihak kepada B, atau in the middle of grey area that is in doubt, atau bahkan secara tak langsung menjadi titik awal dalam membuat prinsip baru dalam hidup saya.


Apa saja itu? Berikut daftar dan ulasan singkatnya. Tapi saya warning dulu ya, karena tulisan ini mengharuskan saya menceritakan bagian filmnya yang mana yang telah mempengaruhi saya, maka artikel ini akan mengandung spoiler dari film-film berikut ini beserta level spoilernya minor atau major:
 
Jurassic Park (1993) : No Spoiler
V For Vendetta (2005) : No Spoiler
Mission Impossible II (2000) : Major Spoiler
Minority Report (2002) : No Spoiler
Shutter Island (2010) : Minor Spoiler
The Host (2013) : No Spoiler
A Clockwork Orange (1971) : Major Spoiler
Dogtooth (2009) : Major Spoiler
The Truman Show (1998) : Major Spoiler
Prometheus (2012) : No Spoiler
Alien : Covenant (2017) : No Spoiler
The Hunger Games : Mockingjay - Part II (2015) : Major Spoiler
Snowpiercer (2013) : Major Spoiler
Seobok (2021) : Major Spoiler
Tomorrowland (2015) : No Spoiler

1. Jurassic Park

Ketika saya SD, sekolah saya mengadakan "tur" ke bioskop dan saya ikut di dalamnya. Jurassic Park adalah film yang kami tonton, di bioskop Sumatra 21, Kota Jambi. Itu adalah untuk pertama kalinya saya ke bioskop dan mengenal yang namanya film bioskop. Dengan studio indoor, bangku yang nyaman, layar super besar dan suara menggelegar, ditambah pula dengan kebetulan film yang ditonton adalah film maha dahsyat saat itu, Jurassic Park, alhasil saya yang masih kecil itu pun sangat terkagum dengan apa yang telah mata saya konsumsi. Since then, saya tau rasanya pengalaman nonton film, dan itu lah yang menjadi katalis yang mengarahkan saya untuk punya hobi nonton, mulai dari Layar Emas RCTI, Bioskop Trans TV, Rental Odiva, hingga menjadi "saya saat ini". Dan saya yakin, I'm not the only 90s kid that had their life changed after watching this film. Bener kan? 😁

2. V For Vendetta (2005)

Meskipun saya suka nonton dari dulu, tapi selera tontonan saya sampai semasa kuliah itu masih saya batasi pada genre popcorn movie, seperti film-film superhero, action dan komedi, sebut saja masa itu Hancock, Green Hornets, Charlie's Angels, Rush Hour, Godzilla, White Chick, Click, even American Pie dan Scary Movie dkk. Suatu waktu, saya melihat ada cover VCD yang eye-catchy di barisan film action tempat saya biasa menyewa film, Odiva. Dengan jubah seperti Zorro, topeng badut dan dua bilah belati, I was totally thinking bahwa ini keknya film superhero baru deh, keknya keren deh, coba ah.

Setelah nonton barulah tahu kebenarannya ini film apa. Bener sih memang film superhero, but it wasn't  like my ordinary superhero jaman itu. V adalah sosok antihero dalam plot cerita yang tidak umum bagi sebuah film yang memiliki sosok superhero. Temanya cukup berat dan kompleks, tentang misteri identitas, konspirasi politik, tirani, anarkisme, fasisme dan hak asasi. Anehnya, meskipun temanya berat bagi saya yang masih lugu saat itu, tapi saya tetap bisa tenggelam dalam alur ceritanya yang intense, seperti terpesona oleh dialog V yang selalu diintonasikan dengan kharismatik itu. Terlebih lagi aksi fighting V yang super duper cool itu, epic, dan endingnya yang sangat klimaks itu, I was totally amazed. Sejak saat ini, perspektif saya tentang batasan film berubah, saya tidak lagi hanya mengkonsumsi popcorn movie tapi mulai merambah film-film misteri, yang kompleks, temanya ga umum, meskipun frekuensinya masih sekali-sekali, karena keterbatasan pilihan sumber daya kala itu, belum seperti saat ini. Thanks V.

3. Mission Impossible II (2000)

Meskipun ini sering tayang di TV, tapi saya nontonnya jaman rental VCD pasca V For Vendetta. Secara level ini masih tergolong popcorn movie dengan actionnya yang keren. Film ini yang menggugah pola pikir saya dalam melihat setiap fenomena atau kasus. Bagian yang mananya? Bagian opening kalau ga salah saat si profesor menjelaskan tentang virusnya yang kurang lebih artinya begini : 

"What is the thing that every hero need? A villain".

Dalam film itu, si profesor menciptakan virus mematikan sebagai "villain" agar antivirusnya sebagai "hero" dapat laku. Hmm...kok kayak familiar di masa Pandemi kemarin ya? 😏 Tapi film ini rilis sebelum itu, jangan-jangan....😅

Pola pikir seperti ini disebut dengan teori konspirasi. Saya yang masih lugu tiba-tiba tercerahkan. Sejak saat itu, setiap kasus selalu tak luput dari pola pikir konspirasi ini, yang bagi saya sangat membantu dalam mengambil tindakan secara bijak, untuk tidak terlalu terburu-buru mengambil kesimpulan dan menilai atau mengutarakan sesuatu. Saya selalu melihat sesuatu dari dua sisi berbeda, otak saya mensimulasikan secara fiktif segala kemungkinan skenario, yang menganggap bahwa sesuatu bisa saja ada dalangnya, yang ingin mengambil keuntungan dengan cara menciptakan masalahnya terlebih dahulu. Kalau dalam dunia perfilman sudah banyak yang menggunakan plot konspirasi sehingga terkadang predictable.

Teori ini bisa saja diterapkan dalam dunia nyata, namun akan menjadi pikiran yang sangat liar tanpa batas dan dapat menyasar ke sektor apapun. Contohnya seperti politik, incumbent dan koalisi harus membutuhkan oposisi agar mereka bisa terlihat sebagai protagonis dan baik untuk elektabilitas mereka, upsss.... seperti dalam video di channel Helmi Yahya dengan thumbnail "Koalisi dan Oposisi adalah Saudara Kembar Yang Pura-Pura Musuhan". 

Selasa, 30 Agustus 2022

Review dan penjelasan ending film : Nope (2022)


Sutradara Jordan Peele itu bener-bener spesial. Dia itu ibarat "Black Bong Joon Ho". Setiap karyanya itu sebenarnya simpel dan bisa dinikmati casual moviegoers, tapi kalo digali lebih dalam ternyata punya makna yang disisipkan. Tanpa banyak bacot lagi, lets get started.

Sinopsis :

Di sebuah daerah terpencil di Amerika, OJ dan Emerald adalah 2 kakak adik yang mengelola usaha turun temurun yaitu tempat pelatihan kuda. Kuda-kudanya dipakai untuk industri perfilman Hollywood atau periklanan. Suatu saat, OJ melihat penampakan yang tak biasa diatas langit. Penampakan ini membuat kuda-kuda di dalam lahannya pada takut bahkan kabur. Apakah sebenarnya penampakan di atas langit itu?

Review non spoiler :

Film ini sekilas bukan merupakan "film berat". Plot seperti itu adalah plot yang sangat umum dan dapat diterima oleh berbagai kalangan, sangat ringan. Scene-scene dan dialog-dialog komedinya juga mudah untuk disukai. Jadi ga usah khawatir apakah filmnya bakal bisa dimengerti atau ngga. Temanya malah pasaran banget, tentang serangan alien. Cuma ya dimodifikasi aja sedikit menjadi lebih unik. 

Sampai film ketiga ini, sutradara Peele masih tetap berada di jalur yang sama yaitu mystery-thriller. Yang mana memberikan perasaan penasaran sambil sesekali diberi ketegangan karena keselamatan para tokoh di dalamnya sedang dipertaruhkan. Letak genrenya adalah tepat di perbatasan antara thriller dengan horror, karena ini bukan hantu tapi mampu membuat penonton menahan nafas.

Pada separuh awal film mungkin akan terasa sangat biasa, tapi semuanya berbanding terbalik di paruh kedua film. Sayangnya saya ga bisa spoil lebih jauh soal plot. Let it suprise you a lot. Biar kalian lebih dapat feels-nya. Karena film ini memang mempunyai "kejutan yang sangat besar" untuk kalian. Untuk reviewnya lebih enak kalo ngebahas tentang apa saja makna-makna yang tersirat di dalam filmnya. Berikut adalah penjelasannya.

Penjelasan Film

Seperti biasa, kalau udah kepada bagian penjelasan, saya selalu kasih spoiler warning dahulu, karena yang mau dijelasin tentu adalah isi dari filmnya itu sendiri. Jadi bagian ini hanya untuk kamu yang udah nonton. Kalo kamu belum nonton sebaiknya stop, tonton dulu filmnya, baru kesini lagi. Penjelasan yang disampaikan disini adalah subjektif, sebagai bentuk dari sebuah interpretasi atas apa yang dilihat dan yang diketahui. Jika kalian merasa ada yang salah atau kalian punya persepsi sendiri, silahkan komen di kolom komentar ya.

Senin, 29 Agustus 2022

Review : Mencuri Raden Saleh (2022) - The best Indonesian film so far yang berkualitas Internasional.

Sinopsis :

Piko, adalah seorang mahasiswa yang punya "usaha sampingan" sebagai pelukis, tapi khusus hanya membuat lukisan tiruan yang akan dianggap seolah-olah itu asli dan bisa dijual mahal oleh galeri. Kali ini, dia butuh uang yang besar, jadi dia terpaksa ambil job besar pula. Yaitu menduplikat lukisan milik Istana Negara karya Raden Saleh.

Tapi job ini malah membawanya ke misi yang lebih dari sekedar "melukis".
Ini menjadi misi heist yang sulit. Dapatkah dia dan teman-temannya melakukan ini dengan sukses?

Review :

Gila! Keren parah! Saya ga ekspektasi apa-apa. Tapi dapatnya luar biasa. Ini film harus mendapat pujian setinggi langit. Harusnya ini yang "Udah 7 juta penonton ikut mencuri lukisan Raden Saleh". Tonton lah rame-rame. Jadikan ini film terlaris Indonesia. Jangan cuma larisin film-film setan. Agar film Indonesia makin berkembang. Untuk ukuran film Indonesia ini mah udah sangat jauh diatas rata-rata kualitasnya, bahkan boleh dibilang ini udah level internasional. Plot, twist, action dan komedinya bahkan ga berasa film Indonesia sama sekali. This is the best Indonesian film so far.

Alur ceritanya ga gampangan. Tapi bukan berarti rumit ya, tetap bisa dinikmatin oleh setiap orang. Cuma ada plot twist beberapa kali yang unpredictable. Cukup untuk membuat kita betah dan fokus pada filmnya. Rasanya udah lupa entah kapan terakhir kali saya bisa betah dan fokus nonton film Indonesia. Dan untungnya film ini tidak menggunakan bahasa yang kaku, mereka sangat natural dalam berdialog.

Jumat, 26 Agustus 2022

Review Gringo (2018) : Kisah orang paling sial dalam sebuah komedi mega kebetulan

Apa jadinya jika setiap orang yang sebenarnya profesionallo tapi malah bertindak amatiranno?? Ya film ini nih jadino..

Harold adalah seorang manajer di sebuah perusahaan farmasi. Sedangkan temannya yang bernama Richard menduduki jabatan diatasnya sebagai CEO. Harold ini adalah tipikal orang yang lurus-lurus aja. Sementara Richard adalah seorang fakboy, yang punya affair dengan seorang manajer cewek bernama Elaine.

Saat ini perusahaan mereka sedang dalam masa proses merger dengan perusahaan lain. Dan jika proses udah memasuki tahap final, maka tentu akan ada pemangkasan karyawan, terutama di pos-pos penting seperti manajer. Oleh karena itu, Harold adalah salah satu yang bisa menjadi korban untuk kehilangan pekerjaannya.

Nah, sebelum deadline merger, mereka bertiga melakukan perjalanan dinas ke Mexico, tempat dimana pabrik obat mereka berada. Namun tanpa sepengetahuan Harold, ternyata Richard dan Elaine selama ini melakukan bisnis gelap, yaitu menjual bahan baku obat mereka yang berbahan marijuana ke kartel di Mexico. Dan perjalanan dinas mereka kesini tepatnya bertujuan untuk ngasih tau kepada kepala pabrik obat bahwa mereka tidak lagi bisa menyuplai marijuana kepada si bos kartel dikarenakan takutnya kalau ketahuan bisa menjadi penghambat proses merger perusahaan.

Mendengar hal ini, si bos kartel marah besar. Dia melakukan segala upaya demi tetap mendapatkan suplai marijuana tersebut. Alhasil, si bos berencana untuk menculik salah satu pejabat perusahaan dan memberikan ancaman untuk tetap mendapatkan suplai. Harold. lagi-lagi harus ketiban musibah, setelah kemungkinan besar akan dipecat, sekarang malah harus kena culik mafia.

Rabu, 10 Agustus 2022

Review film Alienoid (2022) : Tenet versi Korea

 
Alienoid (2022)

Nonton ini karena percaya dengan 2 film keren karya sutradaranya yang udah saya tonton : Assassination dan The Thieves. Dan juga diisi dengan castnya cukup bagus seperti Kim Tae Ri yang udah saya kenal dahulu di film karya sutradara hebat Park Chan Wook yang berjudul The Handmaiden, terus juga ada Lee Hanee yang keren di film Extreme Job. Sedangkan nama-nama lain, saya kurang familiar, mungkin main di drakor, saya hampir ga pernah nonton drakor soalnya. Hanya Kim Woo Bin yang sekali saya tonton di film Twenty. Selebihnya ya ada lah aktor-aktor yang pernah sesekali saya lihat di film Korea lainnya. Ada satu pemeran cilik yang mencuri perhatian yaitu Choi Yoo Ri yang berperan sebagai anak angkat alien.

Sinopsis :

Plot film dibagi menjadi 2 masa, yaitu masa kedinastian dan masa kini. Pada jaman kedinastian, ceritanya adalah tentang para master sihir yang sibuk mencari pedang sakti. Sedangkan pada jaman sekarang, ceritanya adalah ternyata selama ini bangsa alien memenjarakan tahanan mereka di dalam tubuh manusia. Dan para tahanan ini kalo kabur akan ditangkap oleh alien penjaga. Bangsa alien ini memiliki benda canggih yang bisa membuat portal waktu. Benda tersebut dapat memicu sebuah bencana besar bagi umat manusia.

Review :

Saya (dan sebagian penggemar drakor dalam teater itu) sangat beruntung bisa menyempatkan diri untuk menonton film ini di bioskop. Karena saat itu bioskop Indonesia kebanyakan "dihantui" oleh film-film setan dan membuat film ini tidak mendapatkan porsi yang semestinya, sebagaimana nasib film Gatotkaca kemarin.


Film ini sangat dahsyat, keren, epic, mereka punya segalanya untuk dapat dibilang selevel dengan film-film blockbuster Hollywood. Dengan budget terbesar hingga 300 milyar rupiah, mereka mampu menghadirkan visual effects yang TOP BGT. Trus juga scene-scene actionnya gila-gilaan, speechless.

Bayangin aja gimana kalo ada film scifi tapi settingnya di jaman kedinastian? Nah begini lah kira-kira. Sebuah ide yang unik bukan? Ide ini dituang ke dalam cerita yang kompleks, timeline yang dibolak-balik. Berasa seperti nonton film Tenet-nya sang baginda Lord Nolan versi Korea. Memang butuh konsentrasi untuk dapat mencerna plot yang agak rumit ini. Sepanjang 2,5 jam durasinya otak kita ga diberi waktu untuk istirahat mikir. Maka dari itu saran saya nikmatin aja dulu, kayak slogan film Tenet :

Don't try to understand it, feel it!

Setelah nonton baru deh enak untuk dibahas. Apalagi ternyata ini baru part 1 nya, tahun depan langsung rilis part 2 nya, keknya Lee Hanee beraksi, can't wait! Sudah diduga soalnya ada aktris sekelas Lee Hanee ga mungkin dikasih cuma peran segitu doank. Dengan pembagian seperti ini cukup memberi ruang pengenalan backstory yang layak, jadi penonton dapat memisahkan benang merahnya. Plotnya ga terkesan buru-buru ingin selesai.

Sekalipun film ini kompleks, namun tetap diselingi dengan beberapa scene komedi komikal, yang membuatnya jadi ringan dan para penonton pun tertawa. So, film ini dapat diterima oleh setiap kalangan.


Selasa, 05 Juli 2022

Review Wristcutter - A Love Story (2006) : Versi bagusan dari film Akhirat - A Love Story

Sinopsis :

Bersetting di sebuah alam gaib antara dunia nyata dan akhirat, di alam ini hiduplah para jiwa-jiwa yang dulunya waktu mereka hidup, mereka ini mati bunuh diri. Jadi mereka-mereka yang mati bunuh diri itu seperti ga diterima di surga maupun neraka, jadilah mereka terlantar di alam ini. Tapi alam gaib ini penampakannya hampir mirim sama dunia nyata. Ada kota, ada desa, ada gedung, ada orang yang kerja, seperti polisi, karyawan, pedagang, bahkan ada satu keluarga utuh yang ternyata mereka semua mati bunuh diri. Jadi ya mereka seperti hidup lagi, cuma bedanya hidup di alam gaib.

Dan tampilan orang-orang tuh ga ada yang cerita, ga ada yang cerita, ga ada senyuman ataupun tertawa, kebanyakan mereka emotionless alias datar-datar aja ekspresinya. Trus kota/desanya pun gersang, sampah berserakan, suram deh pokoknya. Sebagai penggambaran kondisi psikis para manusia-manusia putus asa ini. Tapi, meskipun mereka ga ada ekspresi, tapi pada nyatanya mereka ini bukan sedih ataupun mengeluh, mereka menjalani kehidupan di alam ini dengan apa adanya, santai dan tanpa beban. Termasuk tokoh utamanya, Zia, yang di alam ini menjadi karyawan sebuah toko Pizza.

 

Semua berjalan normal seperti biasa, sampai suatu saat tiba-tiba Zia mendapati kabar bahwa pacarnya waktu di dunia nyata dulu, juga mati bunuh diri. Pacarnya ini namanya Desiree. Jadi, Zia pun bertekad untuk mencari Desiree di alam ini juga. Nah apakah Zia berhasil berjodoh lagi dengan sang pacar di alam berbeda ini?

Selasa, 31 Mei 2022

Update Daftar Member JMFC Yang Aktif (Per 01 Juni 2022)

 

Nama    :    Aam
Pekerjaan    :    Karyawan Swasta
Genre yang disukai    :    Action, Drama, Comedy, Scifi, Horror, Mystery, Thriller, Animasi, Fantasy 
Film favorit    :   WandaVision, What if, Loki, Halo, Moon Knight, The Falcon, Superman and
Lois, Arrow, semua film Marvel kelar😁, Harry Potter, Split, Death on The Nile, Taken, Mission Impossible.
 

Nama    :    Abdul Jabbar Mahmuda
Pekerjaan    :    POPT
Genre yang disukai    :    Action, Comedy
Film favorit    :    The Avengers.

Nama    :    Achmad Luthfy Pratama
Pekerjaan    :    Mahasiswa
Genre yang disukai    :    Action, Drama, Comedy, Romance, Scifi, Horror, Mystery, Animasi, Fantasy
Film favorit    :    Film : The Green Miles, The Terminal, Coco, The Shawsank Redemption dan The Classic. Series : The Mandalorian, WandaVision, Hospital Playlist dan Game of Thrones.

 

Nama    :    Ahmad Auvar
Pekerjaan    :    Karyawan Swasta
Genre yang disukai    :    Action, Drama, Comedy, Romance, Scifi, Horror, Mystery, Thriller, Animasi, Fantasy
Film favorit    :   All genre.

 

Nama    :    Andi Nurul Zhafirah
Pekerjaan    :    Mahasiswa
Genre yang disukai    :    Action, Drama, Comedy, Romance, Scifi, Horror, Mystery, Thriller, Animasi, Fantasy
Film favorit    :    Film dan series Marvel, Pride and Prejudice, Hospital Playlist, Reply 1988, Beauty and The Beast, The End of F*cking The World, Before Sunrise Trilogy, Harry Potter, Doctor Sleep, Stranger Things, Fantastic Beast, Friendzone, You, Bridgerton, The Death on Nile.

 

Nama    :    Andi Saputra
Pekerjaan    :    Belum Bekerja
Genre yang disukai    :    Action, Scifi, Horror, Mystery, Thriller
Film favorit    :    Film : Avengers: Endgame (2019) | Serial: Game of Thrones (2011).

 

Nama    :    Ary Abdurrahman
Pekerjaan    :    Karyawan Swasta
Genre yang disukai    :    Action, Drama, Scifi, Thriller
Film favorit    :    Avatar, The Godfather, Spider-Man, OldBoy.

Jumat, 27 Mei 2022

Review Trilogy : I - Will - Survive (2021)

Kali ini ada film Indonesia yang berani melawan arus selera film Indonesia yang telah penuh dengan horor-hororan dan drama-dramaan. Dan dia hadir sekaligus 3 film yang di pecah ke dalam trilogy tapi bukan merupakan sekuel-sekualan, melainkan memiliki timeline plot yang hampir serentak. Trilogy ini memiliki judul I - Will Survive (2021). Mengusung genre thriller mystery, mampukah Anggy Umbara memberikan "perlawanan" yang terhadap selera penonton Indonesia?

I

Sinopsis :
Menceritakan tentang seorang suami muda, yang mana ia baru aja kehilangan istrinya, yang jadi korban pembunuhan. Tentu ga bisa dibayangkan gimana perasaannya waktu itu. Apakah harus mengikhlaskan kepergian sang istri dan membiarkan polisi melakukan tugasnya sendiri? Atau bertindak sendiri menjadi vigilante yang berambisi untuk membalaskan dendam kepada si pembunuh? Pilihan yang sulit, mengingat dirinya hanyalah mas-mas biasa, bukan seseorang yang memiliki kemampuan dan sumber daya untuk menjadi "Batman"nya Indonesia. Terlebih lagi, dia mempunyai pandangan tegas tentang "membunuh" manusia, dia sangat membenci hal tersebut, sampai-sampai dia rela hubungannya dengan ayahnya ga harmonis, dikarenakan ayahnya adalah seorang tentara yang tentu dalam bertugas harus membunuh orang jika diperintahkan atau terpaksa.

Sebelum sampai pada durasi 60 menit, plotnya masih terasa datar. Tapi setelah itu mulai naik tensinya, dan plot twistnya juga lumayan. Abaikan sedikit tentang unsur teknis seperti sinematografi, penggunaan bahasa dan akting, maka setidaknya film ini dirasakan dapat memberikan alur cerita yang bagus. Entah kenapa film Indonesia banyak yang terpaku pada penggunaan Bahasa Indonesia yang baku, padahal dalam film harusnya mengikuti bahasa sehari-hari. Dialog antar teman yang harusnya santai dengan slang-languange, malah terkesan kaku, ga natural.

Untuk segi teknis, camera movementnya terlalu banyak, overuse, kurang mendukung unsur mystery yang sebaiknya tenang dan stagnan. Kemudian urusan lighting, sepertinya ga berani main gelap, bahkan untuk scene yang krusial pun "salah" banget, contohnya saat dia jadi sniper, masa iya sniper mengambil spot yang terang di bawah cahaya lampu atau di lalu lalang kendaraan. Biasanya kan sniper menggunakan area gelap untuk posisi bersembunyi. Entahlah, atau mungkin memang disengaja seperti itu agar dapat mewakilkan "keamatiran" seorang warga sipil yang sok-sok-an jadi vigilante. Bisa jadi aja seperti itu, karena di adegan-adegan berikutnya si tokoh utama ini memang terlihat sangat polos dan rapuh dalam menjalankan ke-vigilante-annya.

Rabu, 09 Maret 2022

Review non spoiler film Appwar (2018) : Perjuangan merintis start up melawan cinta sendiri.

 
Appwar (2018) merupakan film thailand yang sebenarnya punya ide unik, yang sekilas mirip dengan serial Korea yang populer berjudul Start Up (2020), tapi Appwar justru lebih dahulu hadir (2018), jadi siapa yang niru nih? Hehe... Menceritakan dua anak muda, seperti para Gen-Z saat ini, yang ngikutin trend untuk mencoba merintis start up, dengan cita-cita tinggi dan harapan manis, yang disebut dengan kata "sukses. Satunya adalah pria dan satunya wanita. Mereka pada awalnya bukan teman, apalagi pasangan. Mereka hanya dipertemukan tak sengaja oleh sebuah momen ngobrol basa-basi di tempat makan. Yang ternyata obrolan tersebut nyambung karena mereka memiliki kesukaan yang sama. Eits..jangan kira ini bakal kayak film-film drama pada umumnya ya, yang kalo udah kenalan trus pedekate dan akhirnya jadian. Justru kenapa dibilang unik, ya karena anehnya, hanya satu kali itulah pertemuan mereka yang terjadi, tanpa adanya pertukaran kontak untuk komunikasi. Hari-hari selanjutnya mereka ga pernah jumpa lagi.

Tapi tiba-tiba, mereka bertemu kembali, tapi disuasana yang berbeda cenderung panas, mereka bertemu bukan sebagai teman ngobrol, melainkan sebagai rival! Yak, mereka berjumpa di sebuah kompetisi start up tahunan, dan mereka berdua adalah pesertanya. Kebetulannya, aplikasi yang mereka buat itu "mirip", fungsinya sama, cuma tampilannya aja yang beda. Loh, kok bisa? Gimana ceritanya? Trus, apa reaksi mereka setelah sekian lama tak jumpa malah harus saling sikut untuk memperebutkan hadiah dana proposal start up. Siapa yang akhirnya menang? Inilah yang jadi plot utama.

 
Jika kita membicarakan start up, memang start up saat ini lagi digandrungi oleh generasi "kekinian", banyak anak muda yang "berfantasi" bisa menjadi CEO sebuah start up yang sukses di usia muda. Ya, itu semua dari hasil apapun yang mereka serap dari lingkungan dan sosial media, dimana banyak diceritakan kisah-kisah sukses para CEO start up yang masih muda-muda, dengan kerjaan yang terlihat lebih keren karena bekerja dengan gadget canggih seperti laptop, duduk santai dan fleksibel, bisa dimana dan kapan aja, bisa di cafe sambil nongki-nongki, ya idaman para anak muda sekarang lah, kerja santai gaji banyak (mimpi loe). Jadi, banyak yang termotivasi gitu, kalo ditanya mau kerja apa, maka akan banyak yang ngomong kalo maunya kerja yang berhubungan dengan start up. Sampe mereka buta kalo faktanya menurut film ini, ada lebih dari 90% start up berakhir gagal, termasuklah dana yang dikeluarkan untuk investasinya. Jadi ya meraih kesuksesan di start up itu sama seperti sukses dibidang lain, tetap membutuhkan perjuangan keras, yang mungkin kita ga diliatin gimana mereka kerja kerasnya, kita cuma diliatin bagian dimana mereka duduk-duduk santuy depan laptopnya aja.

Senin, 21 Februari 2022

5 Film Romance Yang Unik, Ajaib, Ga Pasaran, dan Aneh : Magical Romance (Part 1)

Halo, jumpa lagi nih di blog kami, setelah sebulan ngilang, maklum, sebagai orang kantoran awal tahun banyak kerjaan bikin laporan akhir tahun dan ini itu. Nah tanpa banyak basa-basi lagi, berhubung ini masih dalam bulan Februari yang kata orang adalah bulan "cinta", maka kami mau share dimari film-film romance yang sangat beda, ga kayak film-film romance pada umumnya, yaitu yang di dalamnya ada unsur magic gitu. So, apa aja mereka? Berikut sinopsis singkatnya :

1. One Day (2016)

Film Thailand ini udah kami review disini : Review non spoiler dan bedah film One Day (2016) : Dicintai cuma satu hari, cukup?. Mengisahkan seorang pria cupu, yang tiba-tiba ketiban "rejeki" punya kesempatan untuk jadi pacar cewek cantik idamannya. Jadi tuh cowok ini make a wish gitu di depan "lonceng ajaib", dan keinginannya untuk bisa jadi pacar cewek tersebut terwujud, tapi hanya satu hari aja. Si cewek kecelakaan dan mengakibatkan amnesia, tapi ya hanya satu hari aja. Jadi dia manfaatin satu hari tersebut untuk ngaku sebagai pacarnya. Apakah dia berhasil? Gimana respon tu cewek? Trus setelah satu hari, gimana kelanjutan hubungan mereka? Film ini highly recomended, karena kualitas screenplay yang mereka punya dan romansanya yang bikin baper banget.

2. Ruby Sparks (2012)

Gimana kalo kamu bisa nyiptain pacar yang sesuai keinginan kamu? Literally..bener-bener sesuai apa yang kamu request, baik fisik maupun sifat, mau dia rambut panjang ato pendek, mau dia mandiri ato manja. Nah, film ini lah gambarannya. Jadi ada seorang penulis novel yang punya mesin ketik ajaib, dan dia sedang dalam menulis sebuah novel romance yang baru, tapi dia kaget karena apa aja yang dia ketik, bisa jadi nyata. Saat dia ngetik tentang sosok seorang pacar di dalam novelnya kemudian muncul deh di hadapannya seorang cewek cantik yang persis dengan apa yang dia ketik. Nah, kurang enak apalagi coba kalo bisa sesuai keinginan ini. But wait, ga semudah itu Ferguso, kalo ga ada konflik ya ga jadi sebuah film donk. Nah kok bisa yang udah sesuai keinginan pun ada konflik? Cari tau sendiri ya. Film ini juga highly recomended, karena baik untuk refleksi setiap pasangan, tentang toleransi dan keseimbangan, bahwa kesempurnaan hubungan tidak dapat dicapai dengan cara instan.

Senin, 27 Desember 2021

Review non spoiler dan bedah film One Day (2016) : Dicintai cuma satu hari, cukup?

Setelah menonton film Spiderman - No Way Home, terutama pada bagian endingnya, mengingatkan saya pada satu film yang rasanya hampir mirip-mirip kejadiannya, yaitu One Day (2016). Karena memang fondasi ceritanya sama, yaitu tentang menghilangkan ingatan. Dari kemarin-kemarin sebenarnya pengen review ini, tapi tertunda melulu. Dan karena udah di remind oleh ending Spiderman - No Way Home, barulah tergerak untuk menulis reviewnya sekarang. Saya akan membagi reviewnya ke dalam dua bagian, tentu bagian non spoiler untuk kamu yang belum nonton, dan bagian spoiler untuk kamu yang udah nonton. Mungkin akan banyak di bagian spoiler, karena film ini lebih menarik untuk di breakdown.
 

Review Non Spoiler

Sinopsis :
Denchai adalah seorang karyawan yang penampilannya cupu. Dia suka dengan teman kantornya yang bernama Nui, tapi hanya berani sebatas menjadi secret admirer. Dalam sebuah kesempatan liburan yang digelar perusahaan, mereka berwisata ke Hokkaido, Jepang. Disana, Denchai mendapatkan sebuah situasi yang cukup aneh tapi menguntungkan baginya. Nui mengalami kecelakaan dan mengakibatkan ingatannya hilang sesaat, lebih tepatnya hanya selama satu hari aja. Denchai memanfaatkan ke-amnesia-an Nui ini untuk mengaku sebagai pacarnya. Lantas, bagaimanakah respon Nui? Trus setelah lewat satu hari, apa yang akan terjadi pada hubungan mereka berdua?

Nah sinopsis yang cukup unik bukan? Saran saya, ga usah liat trailernya deh, biar aja blank tanpa tau apa-apa, biar feels bapernya lebih dapet, karena kita dibuat untuk ngikutin kisah mereka berdua itu kayak slogan Pertamina "Mulai dari nol ya pak". Nah baca review pun jangan jauh-jauh, cukup batas bagian non spoiler ini aja.

Meskipun sekilas akan terkesan seperti film-film drama romance Indonesia yang kebanyakan isinya kita cuma liatin aktor-aktornya pada jalan-jalan ke luar negri, tapi setidaknya film ini menyisipkan unsur "aneh" di dalamnya, sesuai tag line filmnya yaitu : "Dicintai cuma sehari, cukup?".

Keunikan tersebut bukanlah satu-satunya faktor kenapa film ini sangat direkomendasikan. Seluruh aspeknya, mulai dari skenario dan penempatan kata-katanya, screenplaynya, aktingnya, backsoundnya, dan set propertinya, itu tuh pas banget. Beberapa diantaranya bahkan dengan cerdas disusun sebagai callback dan counter narative untuk scene lainnya. Romancenya juga dapet banget, membuat film ini bagi saya saya layak sebagai one of the best romance movie ever. Ga perlu kata-kata gombal, ga perlu kalimat-kalimat kiasan, ga perlu adegan-adegan baper ala drakor, tapi mampu bikin klepek-klepek tanpa harus berlebih-lebihan.

Kamis, 16 Desember 2021

Hal-hal yang perlu kamu tau SETELAH nonton Spiderman - No Way Home (2021)

Hey...artikel ini hanya untuk kamu yang udah nonton ya. Karena ini isinya spoiler semua. Kalo kamu belum nonton, segeralah, karena filmnya amazing! Sampe menimbulkan kehebohan disemua lini masa dan waktu. Haha... Karena apa? Karena you know who.. And now..Tanpa banyak bacot, inilah beberapa hal yang mungkin perlu kamu tau setelah nonton film tersebut, saya tidak menomorkan secara urut ya, ini hanya random thoughts aja, dan dipilih yang cukup major aja, yang minor-minor disisihkan dulu :

1.  Ned kemungkinan besar adalah benar keturunan penyihir.

Saat Ned bertamu ke Sanctum, dia bilang kalo keluarganya itu keturunan yang punya "kemampuan". Kemudian saat scene dirumah Ned, ada sebuah shot dinding rumah Ned yang menunjukkan pajangan benda-benda kuno seperti belati dan sejenisnya, yang kemudian lanjut ke shot mesin jahit yang mana terdapat kain hijau dibawahnya, semacam jubah penyihir kah? Mungkin itu punya neneknya. Jadi kalo memang benar, wajar kalo Ned secara ga sengaja bisa buka portal, karena dia bukan orang sembarangan. Satu hal yang pasti, sebuah shot dalam film ga mungkin dibuat kalo tanpa maksud apa-apa. Jadi ini pasti ada petunjuk terhadap sesuatu.

2. MJ akan jadi karakter penting di kemudian hari.

Saat di interogasi oleh Damage Control, petugasnya bilang kalo MJ adalah wanita cerdas yang punya masa depan cerah, yang harusnya bisa punya peran yang lebih berbobot daripada terlibat kebodohan macam ini. Raut muka MJ pun langsung berubah, seperti perasaan kaget "kok mereka bisa tau". Ini mengindikasikan kalo mereka tau identitas dan kemampuan MJ yang sebenarnya, yang mungkin bukan orang biasa. Akan jadi siapakah MJ? Yang jelas nama MJ disini meskipun bukan Mary Jane, tapi Michelle Jones Watson, tetap sama "marga" Watsonnya.

3. Damage Control itu siapa?

Ini bukan barang baru, udah dijawab di artikel sebelum ini disini. Singkatnya, itu tukang bersih-bersih semua kehancuran yang diakibatkan oleh superhero. Poin pentingnya adalah di komik, perusahaan ini dimiliki oleh Stark dan Wilson Fisk, nama Wilson Fisk tentu cukup familiar, dia adalah Kingpin, musuh Spiderman, bahkan di serial tv pun Kingpin sudah muncul sebagai villain serial Daredevil.

Review non spoiler film Moonrise Kingdom (2012) : Cerita "Pramuka" mencari jejak dengan romansa aneh dan visual yang estetik.

Ceritanya, di sebuah camp kepramukaan anak sekolah, ada satu murid yang hilang (dibaca : kabur) dari camp. Anak tersebut bernama Sam. Ketua pembina dan murid-murid lainnya ga tau Sam kemana. Tentu hal ini membuat panik dan membuat mereka langsung melakukan pencarian, termasuk melaporkan kepada polisi setempat.

Namun sebenarnya, tak ada yang perlu dikhawatirkan, karena Sam sebenarnya adalah anak yang cukup mahir dalam bidang kepramukaan dan mampu untuk bertahan hidup di alam bebas dengan pengetahuan dan peralatan yang dia punya. Dia kabur ini pun juga telah direncanakannya terlebih dahulu. Dia itu sedang dalam misi "kencan" dengan sahabat pena-nya, Suzy. Mereka diam-diam udah lama surat-suratan, sampelah pada akhirnya mereka merencanakan untuk "camping" berdua di hutan.

Ketika Suzy melaksanakan aksinya kabur dari rumah untuk camping tersebut, tentu keluarganya juga panik. Hal ini mengakibatkan makin banyak pihak yang ikut dalam proses pencarian. Akankah Sam dan Suzy berhasil ditemukan oleh mereka?

Kamis, 09 Desember 2021

Review non spoiler film romcom Love Hard (2021) : Gara-gara aplikasi kencan online, bisa berabe guys.


Adalah Natalie, seorang wanita yang profesinya sebagai kolumnis sebuah majalah. Dia menulis artikel yang khusus bertemakan tentang cinta, terutama tentang pencarian cinta. Termasuk pengalaman pribadinya sendiri, yang selalu gagal dalam urusan percintaan. Dia suka mencari pasangan lewat aplikasi kencan online atau matchmaker semacam Tinder gitu. Dalam beberapa kesempatan blind dating yang dia lakukan, sering berujung tidak sesuai ekspektasinya. Dia sering tertipu oleh pria-pria yang memalsukan identitasnya dalam aplikasi tersebut atau yang ternyata dia merasa ga cocok dengan pria tersebut.

Nah pada kesempatan kali ini, dari aplikasi tersebut sepertinya dia berhasil menemukan orang yang sesuai dengan kriterianya. Cowok tersebut ganteng, hobinya juga sama dengan dia, dan ternyata kalo ngobrol di telpon tuh nyambung banget, seru, Natalie terlihat bahagia. Suatu waktu, si cowok iseng bilang : "Seandainya aja kamu bisa hadir disini saat Natal". Wah, sebuah kebetulan banget, nama dia Natalie, dan si cowok pengen dia hadir di saat Natal, maka Natalie pun menganggap ini pertanda dari Tuhan bahwa ini adalah jodohnya.
 
Kesempatan ini ga disia-siakan oleh Natalie, dia pun rela untuk pergi ke rumah si cowok meskipun beda propinsi, tapi secara diam-diam. Dia ingin memberikan kejutan kepada si cowok. Tapi nyatanya, sesampainya disana, Natalie lah yang terkejut, setelah melihat aslinya cowok tersebut ga seperti di aplikasi. Cowok ini bernama Josh, dia terlihat cupu dan ga ganteng. Josh sengaja memalsukan foto profilnya dengan memakai foto temennya sendiri yang bernama Tag.

Rabu, 08 Desember 2021

Review non spoiler film The Medium (2021) : Datar di awal, dahsyat di ending.

Di sebuah wilayah di Thailand sana, terdapat masyarakat rural yang dalam hidup mereka masih sangat percaya dengan dunia mistis. Mereka menyembah dewa dan melakukan ritual-ritual penyembahan. Perdukunan juga adalah hal yang lumrah, banyak warga yang datang untuk "berobat" ketika ada sakit yang ga bisa diobati secara medis. Bahkan ada satu jenis dukun khusus yang dipercaya bahwa dirinya sebagai tempat bersemayam roh baik, Dewa Ba Yan. Inilah kenapa judul film ini The Medium, ceritanya akan mengisahkan tentang gimana manusia sebagai medium tempat bersemayam roh.

Dewa Ba Yan ini dipuja dan dipercaya sebagai pelindung desa. Dia akan pindah tubuh dalam tiap generasi, secara turun temurun dari keluarga si dukun yang jadi mediumnya. Saat ini, Dewa Ba Yan bersemayam di diri Nim, seorang ibu-ibu yang memang menjadi dukun medium Ba Yan sebagai warisan dari keluarganya.
 
Pada suatu ketika, ponakan si Nim yang cantik bernama Mink, mulai menunjukkan gejala dan tingkah laku aneh yang ga biasa, seperti marah-marah emosian, lalu ada juga dia diam dengan tatapan kosong. Dugaan mereka adalah Mink sedang dirasuki roh, dan yakin bahwa roh tersebut adalah Dewa Ba Yan yang ingin berpindah medium ke diri Mink. Mereka pikir ini adalah saatnya bagi mereka untuk mewariskan "kedukunan" khusus tersebut kepada Mink.
 

Review non spoiler film Playing God (2021) : The real mission impossible.

Dari judulnya saya kira ini film fantasy, eh ternyata beneran (eh ngga), hehe..
 
 
Berkisah tentang 2 orang kakak-beradik yang pekerjaannya memang adalah penipu, atau disebut dengan istilah "Con Artist". Mereka menipu orang untuk dapatin duit. Caranya bisa macam-macam, bisa nyopet barang orang terus dijual, atau beneran mencuri uang tunai. Nah cara yang terakhir inilah yang akan mereka lakukan dalam plot di film ini. Mereka berencana akan mencuri uang milik seorang bapak-bapak kaya yang "unbank", sebutan untuk orang-orang yang ga punya rekening bank alias masih nyimpen duit di bawah bantal (dibaca : rumah). Wew, duit banyak kok nyimpen dirumah toh..
 
Nah misi mereka adalah memperdayai bapak-bapak tersebut dahulu, baru ambil duit dirumahnya. Misi ini tidak gampang, melainkan sangat sulit bahkan bisa dibilang impossible, karena apa? Misinya adalah membuat bapak-bapak tersebut percaya kalo mereka adalah malaikat dan Tuhan! Literally! Gila ga tuh? Bener-bener berfantasi mereka.

Kamis, 25 November 2021

Review non spoiler film horor Shutter (2004) - Ada hantu dalam foto!

Sinopsis :
Sepasang kekasih yang sedang mengendarai mobil malam hari di jalanan sepi, tiba-tiba ada seseorang yang melintas di tengah jalan hingga mereka ga sengaja menabrak orang tersebut. Namun sayang, mereka lari dari tanggung jawab dan memilih kabur, menjadikan ini sebuah kasus tabrak lari.
 
Sejak kejadian ini, hidup mereka ga tenang. Mereka diikuti rasa bersalah, hingga akhirnya terbawa mimpi. Dalam tidurnya, mereka bermimpi didatangi oleh korban tabrak lari tersebut, dalam rupa wujud hantu wanita. Hal ini mulai membuat mereka panik.

Si pria bekerja sebagai fotografer, dan sekarang beberapa hasil jepretan dia terdapat bayang-bayang aneh berwarna putih di fotonya, seperti bayangan hantu yang melintas. Sebenarnya mereka sempat mikir kalo orang yang mereka tabrak itu mati dan jadi hantu gentayangan dan mendatangi dunia mereka, tapi mereka mencoba menepis rasa takut mereka, dengan menganggap kalo itu hanya kerusakan kamera semata. Tapi semuanya berubah ketika sang hantu mulai betul-betul menampakkan wujud ke hadapan mereka. Mereka sepakat bahwa itu hantu korban tabrak lari yang mencoba balas dendam.

Selasa, 23 November 2021

Review film serial Hellbound - Season 1 (2021) : Lupakan Squid Game, ada Hellbound yang layak untuk diberi atensi.

Sinopsis :

Pada suatu ketika, terjadi fenomena aneh dimana ada monster seperti Hulk, tapi versi seremnya, hitam gitu. Mereka datang secara sporadis, mengejar dan membunuh satu orang tertentu yang mereka incar. Kekuatan tubuh mereka juga sama seperti Hulk, cuma bedanya tubuh mereka elastis, bisa berubah bentuk, misalnya tangannya menjadi tali atau benda tajam.

Dibalik kejadian ini, ada satu perkumpulan yang bernama The New Truth, yang mungkin bisa dibilang sebagai sekte, tapi ga pake ritual ini itu. Mereka juga ga ngajarin agama baru karena ga ada teori beribadah di dalamnya. The New Truth cuma percaya bahwa monster tersebut adalah malaikat Tuhan yang datang beneran untuk memberikan hukuman kepada orang-orang yang berdosa. Jadi The New Truth ini cuma nyebarin ajaran "tambahan", bahwa manusia tidak boleh berbuat dosa, kalo anda pendosa maka anda bakal didatangin malaikat tadi.

Perkumpulan tersebut berkembang pesat dan memperoleh banyak member setelah kejadian monster datang itu viral. Banyak orang yang mulai percaya dan ikut bergabung mengikuti fatwa ketua The New Truth bernama Ketua Jung. Jung merupakan sosok anak muda biasa, kalem, pokoknya ga aneh-aneh lah. Ia hanya berperan sebagai keynote speaker "syiar" ajaran The New Truth ini.

Selain The New Truth, ada juga perkumpulan lain yang berperan sentral, yaitu Arrowhead. Mereka ini adalah versi radikalnya The New Truth, mereka diisi orang-orang yang juga percaya dengan ajaran The New Truth, cuma bedanya mereka sangat fanatik, sehingga jika ada orang lain yang menghalangi syiar The New Truth, maka mereka berani mengambil tindakan main hakim sendiri. Mereka melakukan segala cara, mulai dari vandalisme, meneror, bahkan termasuk pake kekerasan untuk menanggulanginya. Hal ini diperparah dengan sosok "youtuber" yang selalu melakukan streaming siaran langsung tentang kasus-kasus para pendosa. Dengan gayanya yang unik, nyentrik, dan provokatif yang meledak-ledak ala streamer, ajaran The New Truth dapat dengan mudah diikuti oleh kalangan anak muda, yang menjadi sasaran empuk sebagai calon anggota Arrowhead, karena mereka masih labil dan hasrat ingin melakukan sesuatu yang berarti lagi tinggi-tingginya.

The New Truth menyampaikan bahwa Tuhan sedang memberikan "peringatan", dan hal ini didukung dengan bukti video yang ada. Sebelum di "eksekusi" oleh para monster tadi, para pendosa akan terlebih dahulu di datangi oleh malaikat, yang akan ngasih tau kapan waktu eksekusi mereka. Waktunya variatif, ada yang ukuran hari, detik, atau tahunan. Jika waktunya tiba, maka monster akan datang dan mencabut nyawa mereka. Hmm..gimana perasaanmu kalo kamu yang didatangi oleh malaikat itu? Tentu stres bukan.

The New Truth mendapatkan kesempatan besar saat mereka tau akan ada satu pendosa yang akan dieksekusi. Mereka ingin eksekusi kali ini disiarkan secara luas dengan mengiming-imingi si pendosa dengan harga kontrak yang sangat besar. Finansial bukan masalah buat The New Truth, karena mereka punya member orang-orang kaya yang rela bayar mahal untuk dapat menyaksikan secara langsung dan membuktikan ajaran The New Truth ini. Mereka menyebut program ini sebagai "demonstrasi" kehendak Tuhan.

Kamis, 18 November 2021

Review non spoiler film Tropic Thunder (2008) : Salah satu film komedi terbaik dengan satirisme tingkat tinggi terhadap Hollywood itu sendiri

Diisi cast yang megah seperti Robert Downey Jr., Ben Stiller, Jack Black, Tom Cruise dan Matthew McCoughnagey, film ini adalah film komedi yang sangat layak untuk diganjar Piala Oscar. Karena apa yang disajikan dalam film ini adalah level teratas pada masing-masing bidangnya hingga menghasilkan film komedi dengan kualitas humor tertinggi. Dimulai dari screenplay unik yang dibuat oleh Ben Stiller sendiri bersama dan Justin Theroux (penulis Iron Man 2), yang mana full referensi pop culture seperti film dan dunia bisnis film itu sendiri, trend piala Oscar, serta banyaknya line sarkastik dan smart jokes menjadikannya salah satu film komedi satir terbaik yang pernah ada, plotnya juga punya klimaks yang keren.
 
 
Disutradarai oleh Ben Stiller sendiri, yang saya anggap mampu membuat para aktor menampilkan mimik komedi tanpa harus terlihat melawak. Selain itu juga dia berhasil membuat film ini tidak melenceng dari target utamanya untuk menyindir "rumah" mereka sendiri, yaitu Hollywood. Ada banyak sekali sindiran tentang bagaimana lika-liku konflik antara produser, sutradara, produksi, aktor dan agennya sendiri, namun disampaikan dengan cara yang "kelewat batas". Masing-masing punya tuntutan sendiri dan saling ego memaksakan untuk terwujud sesuai keinginan. Kesemuanya berperan menjadikan film ini sebagai salah satu film komedi terbaik yang pernah ada, maka dari itu layak diganjar Piala Oscar.

Tapi ironisnya, sesuai yang mereka sindir di dalam film ini, pihak Academy Awards sangat jarang memberikan apresiasi terhadap film dengan genre komedi. Mereka selalu saja memberikan penghargaan kepada film drama. Sampai kita bertanya-tanya, apakah kualitas sebuah film hanya ada di film drama? Apakah dibidang perfilman, yang punya skill itu hanya orang-orang yang buat film drama? Apakah akting yang berkualitas hanya ada pada peran drama seperti tokoh biografi, LGBT dan disabilitas? Apakah akting yang sulit itu hanya akting drama, ngomong seriusan, banyak-banyak dan panjang-panjang, trus nangis-nangis, desperate, marah-marah, stres, dan melamun? Ga juga kan. Akting komedi itu juga sulit lho, ga semua aktor bisa menyampaikan humor, ga semua aktor bisa melucu, trus ga semua sutradara bisa men-direct sebuah film komedi, dan ga semua penulis bisa menuangkan script yang kocak. Untuk mendapatkan plot komedi yang bagus juga perlu mikir kali, meras otak juga. Jika ada cancel culture, trend Oscar yang sangat mendiskriminasi genre selain drama inilah yang mau saya cancel. Oscar harus bisa men-diversity-kan genre film juga, bukan hanya diversity in gender dan ras doank. Harusnya ada perwakilan masing-masing genre film dalam setiap nominasi, terutama Best Picture. Masa iya dari 8-10 nominasi, semuanya drama.
 
 
Kembali ke filmnya, sinopsisnya adalah dalam sebuah proses syuting film perang yang bersetting hutan belantara, para aktor yang berperan tidak mampu memberikan akting terbaik mereka, sehingga membuat kerugian di pihak sutradara dan produser. Untuk itu, sutradara diberikan sebuah ide, yaitu menempatkan para aktor ini ke hutan beneran! Dengan tujuan agar mereka bisa meresapi suasana perang dan memberikan akting yang maksimal. Caranya adalah sutradara tersebut membohongi para aktor dengan bilang bahwa hutan tersebut adalah lokasi syuting. Pura-puranya para kru dan set produksi ditempatkan di lokasi tersembunyi, dan mereka harus tetap akting sesuai skenario karena tetap direkam dengan (pura-puranya lagi) hidden cam dimana-mana. Namun tanpa diduga, ternyata di dalam hutan tersebut terdapat markas mafia narkoba. Alhasil, kondisinya jadi "perang beneran". Ada tembak-tembakan dan ledak-ledakkan. Tapi lucunya, para aktor ini ga tau kalo itu adalah beneran, mereka tetap ngira kalo itu adalah bagian dari proses syuting. Akan ada pergolakan batin dan situasi yang serba canggung bagi mereka untuk tetap percaya melanjutkan syuting atau tidak. Lantas, gimana nasib mereka di dalam "perang" tersebut"? Inilah yang menarik, hasil dari ide yang unik.

Jumat, 29 Oktober 2021

Review non spoiler dan Penjelasan Ending Film : Censor (2021)

Review dan Penjelasan Ending Film : Censor (2021)
 
 
Review (Non Spoiler)
 
Censor (2021), sekilas akan seperti film horor biasa, malah mungkin ga begitu menakutkan. Karena memang fokus film ini bukan untuk memberikan kengerian bagi penontonnya, melainkan menghadirkan cerita dari perspektif tokoh yang selama ini rasanya belum pernah diangkat menjadi protagonis dalam sebuah film, padahal dia sendiri berperan penting dalam setiap film, dialah "Tukang Sensor". Saya ga tau sebutannya apa untuk seseorang yang pekerjaannya berada di lembaga sensor film dan bertugas nontonin film-film yang akan beredar dan memutuskan mana aja yang disensor dan ratingnya apa. Dalam film ini sih disebut sebagai "Censors". Bisa ga kalian bayangkan gimana rasanya jadi tukang sensor? Kalian harus melihat semua adegan yang ga semestinya diliat, termasuk adegan yang terlalu sadis, hari demi hari, jam demi jam, yang kalian konsumsi itu melulu. Sanggup? Ini adalah pekerjaan berat, harus kuat iman, kuat mental dan juga fisik. Karena kalo ga kuat, ya pasti bisa terpengaruh kejiwaannya, dan tubuh juga dapat mual dan muntah-muntah. Untungnya, dalam film ini, sang protagonis adalah wanita yang sangat "kuat", dialah Enid.

Bersetting di tahun jadul, mungkin sekitar 1980an, dimasa film-film masih dikemas dalam format kaset VHS, adalah Enid yang profesinya sebagai seorang censors. Dia adalah wanita "kuat", melihat adegan-adegan yang sangat sadis aja ga bergeming. Apa yang membuat dia kuat adalah prinsip tentang pekerjaannya, bahwa dia ingin melindungi masyarakat dari pengaruh buruk film. Jadi dia harus bekerja sebaik mungkin untuk mensensor adegan yang kira-kira tidak layak di konsumsi publik.
 

Perlu diketahui bahwa di era tersebut, memang sempat terjadi pergolakan di dunia perfilman, terutama di Inggris Raya. Orang-orang berhipotesis bahwa terdapat hubungan antara film yang mengandung unsur kekerasan terhadap meningkatnya angka kriminalitas di Inggris Raya. Saat itu memang beredar film-film yang disebut dengan istilah "video-nasty", sebutan untuk film-film horor yang terlalu sadis, frontal, vulgar dan sarat eksploitasi. Terlepas dari benar atau tidaknya hipotesis tersebut, tetap aja pada akhirnya membuat pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Video Recordings Act 1984 yang isinya merupakan upaya sensor, pengklasifikasian, pengetatan dan persetujuan terhadap distribusi film komersil yang beredar. Dengan tujuan untuk menurunkan angka kriminalitas dan mengurangi pengaruh buruk film terhadap orang yang menontonnya. Memang ada beberapa film yang mengandung kekerasan dan secara kebetulan atau tidak, memberikan pengaruh terhadap seseorang. Contohnya seperti film Scream yang berpengaruh terhadap kasus terbunuhnya seorang ibu oleh anaknya sendiri pada tahun 1998, trus film Saw yang menginspirasi lebih dari satu kasus kejahatan. Dan tak lupa yang paling fenomenal adalah penembakan di bioskop saat pemutaran film The Dark Knight oleh seseorang yang mengaku sebagai "Joker".

Kembali ke filmnya, suatu ketika, terjadi kasus kriminalitas yang mana pelakunya melakukan pembunuhan persis seperti adegan dalam sebuah film. Jadi beredarlah citra di masyarakat bahwa film dapat "menginspirasi" orang untuk berbuat jahat. Apesnya buat Enid, film tersebut diketahui oleh pers bahwa yang nyensor adalah dirinya. Berita ini menjadi beban pikiran buatnya dan bertanya-tanya, apakah sensor yang dia lakukan masih belum "sadis"? Padahal dia merasa sudah melakukan sensor yang semestinya. Apakah benar film dapat mempengaruhi perbuatan seseorang? Ini baru sekedar cerita pembangun, bukan masalah utama dalam film ini. Masih ada film lain yang akan memberikan dampak luar biasa terhadap diri Enid.
 

Film ini bukan tipikal film horor pada umumnya yang mengandalkan jump-scare atau sosok yang menyeramkan, tapi lebih tepat sebagai horor psikologi yang menerpa sang tokoh utama. Enid disini meskipun terlihat kuat, tapi dia punya kelemahan jika berhadapan dengan sesuatu yang membangkitkan trauma masa lalunya, yaitu dia pernah kehilangan adik kandungnya, Nina, yang sampai bertahun-tahun tidak ditemukan dan dinyatakan meninggal. Enid menjadi terlalu obsesif, terus mencari tau petunjuk tentang keberadaan Nina, bersikeras menepis kenyataan, dia merasa Nina masih ada. Dia ga bisa nerima kenyataan ini, karena dia sendiri ga bisa mengingat kejadian persisnya gimana, padahal sebelum hilang, Nina sedang pergi bersamanya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...