Monday, September 19, 2016

Top 10 War Movies (Modern Warfare) Review By Muhammad Ilham (JMFC 041)

Perang merupakan aksi fisik dan non fisik antara dua atau lebih kelompok manusia untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Film bertema perang selalu menarik untuk disimak, banyak nilai moral, sosial, politik bahkan sentimentil yang dapat kita ambil dari sebuah film perang, perang juga yang mengubah wajah dari dunia yang kita tempati sekarang, berseteru adalah sifat dasar manusia, hal ini sudah terjadi sejak zaman dahulu kala ketika anak sang Nabi Adam A.S yang berseteru dan saling membunuh hingga zaman sekarang. Namun yang paling utama, kita dapat belajar sejarah dari film perang dan yang pasti ada adegan tembak-tembakan penuh aksi dalam film-film perang.
Selanjutnya list ini akan saya batasi kepada era Modern Warfare artinya yang gak akan ada pedang-pedangan, trubuchet atau baju zirah disini (mungkin akan saya bahas lain kali), saya akan berfokus dari era perang dunia II ampe yang sekarang. Dan saya akan menghindari film-film seperti The Imitation Game, Pianist atau Schindler List  karena film-film ini lebih fokus kepada Drama yang bertemakan perang (dan mungkin akan saya bahas lain kali).
Here we go guys…….. 

<MinorSpoilerAlert>

10. Pearl Harbor (2000)
Cast : Ben Affleck, Josh Harnett, Kate Beckinsale dan Cuba Gooding. Jr.
Director: Michael Bay
IMDb :6 / 10
Rotten Tomatoes: 23 %

 Pearl Harbour
Gambar : rogerebert.com

Sinopsis :
Rafe (Ben Affleck) dan Danny (Josh Harnett) merupakan sahabat semenjak kecil dan bercita-cita ingin menjadi pilot tempur di US. Airforce, cita-cita mereka pun terkabul, setelah dewasa Rafe dan Danny lolos menjadi Fighter Pilot di US. Airforce. Rafe bertemu dengan Evelyn (Kate Beckinsale) dan jatuh cinta, tak lama Rafe di transfer untuk menjadi bala bantuan di Angkatan Udara Inggris sedangkan Danny dan Evelyn dipindahkan ke Pearl Harbor di Hawai. Semua menjadi kacau setelah Rafe dikabarkan meninggal sewaktu bertugas, Evelyn yang sedih mencari tempat bertumpu dan memilih Danny. Romansa terjadi antara Danny dan Evelyn menjadi canggung ketika Rafe pulang dalam keadaan hidup, dalam hiruk pikuk hubungan cinta segitiga ini, terjadilah salah satu serangan udara terbesar yang dikenal dengan nama Pearl Harbor.


Why :
Salah satu film yang paling dibenci, dihujat baik oleh kritikus, masyarakat, dan sejarahwan Amerika, loh kok masuk ke Top 10? Hehehe...ini lebih kepada Guilty Pleasure nya saya aja, jadi penilaian yang objektif saya absenkan pada nomor 10 ini. Kenapa kok ini film begitu dibenci? Pertama banyak bilang kalo ini adalah Titanic yang dibumbui ledakan, cuma menyorot kisah romance dari ketiga starring nya aja (bukan Pearl Harbor nya). Kedua fakta sejarah yang tidak akurat dan sebagian besar hanya karangan ala Hollywood (ini yang membuat banyak kalangan geram), misal: Penugasan Rafe ke Squadron Britain yang pada saat itu justru Pilot tempur US aktif dilarang untuk Join ke Squadron lain, event Doolittle Raid yang dilaksanakan diakhir film, terjadi jauh sesudah event Pearl Harbor dan bukan aksi balas dendam atas Pearl Harbor Raid dan masih banyak lagi. Ketiga Pearl Harbor adalah poros penting dalam sejarah Amerika dalam Perang Dunia II (Pearl Harbor adalah salah satu penyebab kenapa Amerika membom Nagasaki dan Hiroshima pada 15 Agustus 1945 yang mengakhiri Perang Pasifik dan Perang Dunia II, dimana Jerman sudah menyerah pada Mei 1945 dan mengakhiri teater Eropa) namun digambarkan hanya seperti film main-main oleh Bay dan Bruckhemeier, dan masih banyak lagi. In my opinion…..yah yang namanya Amerika akan selalu menjadi Amerika, mereka tentu ga terima aksi kepahlawanan para pelaut dan pilot mereka di Pearl Harbor digambarkan ga superior dan menggugah rasa empati masyarakat dunia, ga akurat, dan ga istimewa.

Sebenarnya film ini sungguh menghibur (bagi saya) romance yang ringan, soundtrack yang goooood, dan buatan Bay (full action and explosion, solid SFX), hidangan tepat kalo kita nyari hiburan, fakta membuktikan rating di IMDb aja 6.1/10 (terlepas pada section user review dari film ini, 5 halaman pertama memuat hinaan mengenai film Pearl Harbor) artinya masih dalam taraf  Watchable, gimana dengan pendapatan? Dengan Bujet $132,2 Juta, Pearl Harbor di minggu pertama berhasil meraup $59 Juta, dan berakhir diangka $450 Juta dan meraih peringkat film romance terlaris ke 3 dibawah Titanic dan Ghost. Nah loh,artinya banyak yang suka donk? Penilaian ada ditangan anda.

9. U-571 (2000)
Cast : Matthew Mconaughey, Bill Paxton, Harvey Keitel and Jon Bon Jovi
Director : Jonathan Mostow
IMDB: 6.1/10
Rotten Tomatoes : 68%

 U571
Gambar : en.wikipedia.org

Sinopsis :
Ketika sebuah kapal Selam Jerman U-571 yang  membawa mesin enskripsi kode dan sandi tercanggih milik jerman yang disebut Enigma sedang rusak dan terombang ambing di Lautan, sekelompok tentara sekutu yang dipimpin oleh Letnan Andrew Tyler (Matthew Mconaughey) ditugaskan untuk menyamar menjadi tentara Jerman yang berpura-pura ingin membantu U-571 yang rusak dengan tujuan untuk mengambil Enigma. Rencana menjadi berantakan ketika kapal selam milik mereka hancur ditembak tentara Jerman dan terpaksa mereka membajak U-571 yang rusak dan melarikan diri dari perairan yang penuh dengan kapal perang Jerman.

Why :
Lagi lagi film yang dihujat masyarakat yang disebabkan oleh sejarah yang tidak akurat dan tidak otentik, yang menghujat kali ini adalah pihak Inggris, karena menurut sejarah, yang berhasil merebut Enigma dari sebuah Kapal selam U-Boat pertama kali adalah British Navy alias Angkatan Laut Inggris, namun di film U-571 Amerika lah yang jadi pahlawan. Kali ini sifat patriot Amerika lah yang jadi Bumerang bagi mereka sendiri, ego yang tinggi membenamkan karya mereka sendiri. Selain itu berbagai hal kecil dan detail dari film yang cukup mengganggu bagi kalangan Purist, misalnya penembakan dalam kapal selam yang justru tidak mencederai kapal sama sekali dan masih banyak lagi, namun yang bertengkar toh Inggris dan Paman Sam, mereka berdua ga jauh berbeda, dua negara besar dengan Ego sebesar dunia, ya sudahlah. Overall menurut saya U-571 adalah film perang yang apik, efek yang solid, cast yang lumayan ada Matt Mconaughey dan Harvey Keitel, alur cerita pun cukup thrilling, hiburan yang tepat di malam minggu.


8. Behind Enemy Lines (2001)
Cast : Owen Wilson, Gene Hackman
Director : John Moore
IMDb: 6.4/10
Rotten Tomatoes : 37%

 Behind Enemy Lines
Gambar : flixster.com
Sinopsis :
Sebuah pesawat tempur ditugaskan untuk melaksanakan Recon Mission (Misi Pengintaian) pada hari Natal dengan jalur yang sudah ditentukan. Namun sang Navigator Chris Burnett (Owen Wilson) membujuk pilot untuk keluar dari jalur yang telah ditentukan. Alhasil mereka menemukan tempat persembunyian dan persenjataan musuh yang berakhir dengan ditembaknya pesawat serta menewaskan pilot. Sang navigator yang terperangkap dalam daerah musuh sendirian dan tak bersenjata melarikan diri. Pengejaran tanpa henti pun dimulai. Disisi lain Admiral Leslie Reighart (Gene Hackman) bertarung dalam ikatan politik serta kebijakan untuk mencari cara bagaimana agar sang Navigator bisa diselamatkan dari daerah musuh.

Why :
Salah satu film perang yang sifatnya pop corn action namun juga berdasarkan dari true events yang terjadi pada perang bosnia. Walaupun tidak sepenuhnya akurat namun apa yang digambarkan pada film ini cukup mendekati dengan peristiwa nyata yang terjadi. Kita akan disuguhkan dengan ketegangan demi ketegangan dari permainan kucing dan tikus antara Tentara musuh yang kejam dan Chris, mulai dari lautan mayat sampai ranjau, perjalanan yang ditempuh burnet untuk sampai ke titik penjemputan sembari menghindari kejaran musuh cukup memberikan kita sensasi menahan nafas bagi kita yang menonton.  

7. Apocalypse Now (1979)
Cast : Marlon Brando, Martin Sheen, Robert Duvall
Director: Francis Ford Coppola
IMDb: 8.5/10
Rotten Tomatoes : 97%

 Apocalypse Now

Sinopsis :
Ber-setting pada masa perang Vietnam, kisahnya adalah mengenai Captain Willard (Michael Sheen) adalah seorang veteran di kesatuan U.S. Army. Willard yang sedang tidak berada dalam misi justru tidak merasakan kebahagiaan layaknya tentara yang sedang berada di rumah dan jauh bagi peperangan. Bagi Willard justru medan perang yang kejam dan brutal sudah terasa seperti rumah baginya. Karena itulah saat secara tiba-tiba dia mendapat panggilan untuk kembali terjun ke medan perang, Willard tidak menolaknya. Misinya saat itu adalah untuk melacak keberadaan Kolonel Kurtz (Marlon Brando) lalu membunuhnya. Awalnya Kolonel Kurtz adalah salah seorang prajurit yang punya masa depan cerah karena kecerdasan dan visinya yang luar biasa. Karirnya bisa dibilang sempurna. Tapi nampaknya peperangan telah membuatnya gila dan sekarang Kurtz justru memimpin pasukan bentukannya sendiri yang bermarkas di Kamboja. Dalam misinya tersebut, Willard harus melewati berbagai kondisi peperangan yang memang terlihat bagaikan neraka dunia, penuh dengan ledakan, kegilaan, mayat dan tentunya hal-hal memilukan lainnya.

Why :
Film ini dibuat berdasarkan Novel berjudul “Heart of Darkness” karangan Joseph Conrad. Pertama kali nonton ini film saya ga ngerti apa maksudnya, namun lama kelamaan setelah difikir-fikir baru saya “agak” mengerti, film ini bercerita tentang kegilaan, dan kegelapan yang ada disetiap hati manusia, perjalanan Willard dalam mencari Kurtz memperlihatkan apa yang dapat dilakukan oleh perang kepada manusia, banyak orang gila yang ditemuinya selama pencariannya akan Kurtz di Vietnam. Misal Letnan Kilgore (Robert Duvall), namanya aja Kilgore, terdiri dari kata Kill (bunuh) ama Gore (darah, brutal), Kilgore adalah seorang yang mempunyai kebiasaan memutar simfoni gubahan Wagner Ride of the Valkyrie dengan kencang kala melaksanakan bombardir tanpa ampun di suatu desa yang bahkan terdiri dari wanita dan anak-anak, ga berhenti sampai disitu Kilgore menyuruh anak buahnya untuk melakukan surfing di tengah ledakan, ada pula sang Photojurnalis (Dennis Hopper) seorang jurnalis Hiperaktif asal Amerika yang memuja Kurtz, dimatanya Kurtz tak pernah salah, dan yang pasti adalah Kurtz sendiri (Marlon Brando), dimana penampilannya paling singkat namun bayarannya paling mahal, pendeskripsian karakter Kurtz sepanjang film sebagai jenius militer yang brilian namun jahat, membuat kita penasaran dan bergidik sehingga pada adegan final ketika kita melihat Kurtz bertemu Willard sendiri membuat kita pada akhirnya terjelaskan mengenai seperti apa Kurtz itu sebenarnya. Kalo kalian mencari film ledak-ledakan membabi-buta semata, maka Apocalypse Now bukan jawabannya, karena film ini lebih kepada penetrasi kepada para karakter dan memberikan makna bahwa selalu ada “kegilaan dan kegelapan” pada tiap hati manusia. 
  
6. Enemy at The Gates (2000)
Cast : Jude Law, Joseph Fiennes, Rachel Weisz, and Ed Harris
Director : Jean-Jacques Annaud
IMDb: 7.6/10
Rotten Tomatoes : 54 %

 Enemy At The Gates
Gambar : tophdimgs.com

Sinopsis :
Mengisahkan seorang sniper Rusia bernama Vassili Zaitsev (Jude Law) yang berada di tengah perang antara Nazi Jerman dengan Uni Soviet pada saat perang dunia ke II. Perperangan terjadi sampai kota Stalingrad yang merupakan kota simbolis bagi Soviet jika jatuh ke tangan Nazi maka Uni Soviet terancam runtuh.
Dalam keadaan kritis dan tentara Rusia mengalami demoralisasi itulah, seorang pahlawan sangat dibutuhkan. Kehadiran seorang prajurit muda Soviet bernama Vassili Zaitsev menarik perhatian seorang perwira propaganda yang ambisius, Commisar Danilov (Joseph Fiennes) karena Vassili ternyata punya kemampuan menembak jitu dari jarak jauh. Korban pun banyak berjatuhan di pihak nazi. Hal ini dimanfaatkan oleh Danilov untuk menjalankan propaganda melalui aksi Vassili agar semangat perang pihak tentara Rusia meningkat. 
Tak mau menderita kerugian lebih jauh, pihak Jerman akhirnya mengirim seorang penembak jitunya yang paling tangguh, Mayor Konig (Ed Harris) untuk memburu Vassili. Pertarungan 2 sniper terbaik pun dimulai. Bagaimana hasil pertarungan Mayor Konig dan Vassili?

Why :
Dalam sebuah squadron, pleton atau pasukan, sosok siapa sih yang menurut kalian paling keren dan sering menarik perhatian? Yeah, The Sniper alias seorang penembak jitu, sosok Sniper selalu digambarkan sebagai sosok yang ga banyak bicara, cool, cerdas, persistent dan memiliki determinasi yang tinggi. Pekerjaan ini membutuhkan skill yang tinggi, akurasi, kesabaran, dan yang pasti kecerdasan. Nah bagaimana apabila kedua Sniper sama hebat diadu untuk bertarung di reruntuhan Kota Stallingrad? Film ini berfokus pada 2 Sniper yaitu Vassili dan Konig, pertarungan yang terjadi tidak  se massiv peperangan lain, namun pertarungan one on one antar Sniper yang terjadi di menit-menit akhir film tidak kalah seru dan mampu memberikan ketegangan dan intensitas yang tinggi, adu cerdas, skill, layaknya tikus dan kucing, Konig dan Vassilli seperti dapat membaca fikiran satu sama lain, namun pada akhirnya yang lebih cerdas lah yang akan memenangkan pertarungan.
 
5. The Hurt Locker (2010)
Cast : Jeremy Renner, Anthony Mackie, Brian Geraghty
Director : Kathryn Bigelow
IMDb : 7.7/10
Rotten Tomatoes : 98%

 The Hurt Locker
Gambar : hdimagelib.com

Sinopsis:
Bersetting pada perang Iraq, dimana bom merupakan ancaman yang terbilang “biasa” di jalanan kota Iraq, sebuah Tim Penjinak Bom yang terdiri dari Sersan JT Sanborn (Mackie) dan Sersan Eldridge (Geraghty) mendapatkan seorang pimpinan Baru Sersan James (Renner). Kehadiran James memberikan kecanggungan pada Tim penjinak bom ini, hal ini dikarenakan tindak tanduk James dalam aksinya menjinakkan bom sungguh liar, ceroboh, berani mati namun juga jenius. Tidak hanya itu aksi-aksi James berujung pada keterlibatan timnya kepada pertarungan yang mematikan dengan para militan setempat.

Why :
The Hurt Locker adalah Kuda Hitam di tahun 2008, banyak yang tak menyangka kalo THL mampu menyabet Best Picture pada Academy Awards, namun film nya sendiri memang bagus. Disutradarai dengan ciamik oleh Kathryn Bigelow film ini sungguh emosional, thriling dan intense. THL sendiri menyorot tentang para pahlawan yang jarang diperhatikan oleh masyarakat umum yaitu para penjinak bom.  Para penjinak bom selalu menari nari dengan kematian, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun dalam melakukan tugasnya. Disini kita dapat membayangkan dan melihat bagaimana bahayanya jalanan Baghdad kala itu, bom diletakkan dipinggir jalan bahkan ditengah jalan tanpa tahu akan menyasar siapa, belum lagi Sniper yang mengintai, militan yang tak akan segan segan menyergap, dan menculik para tentara (yang pada akhirnya biasanya untuk dipenggal dan di video kan). Akting Renner yang powerful menghadiahkannya nominasi oscar pada category Best Actor in Leading Role serta menempatkannya dalam jajaran aktor elite dan papan atas seperti sekarang. Substansi THL sendiri tidak mengacu pada perang skala besar atau penuh ledakan, walaupun cukup banyak aksi Firefight dalam film ini. Film ini lebih tertuju pada hubungan emosi dan psikologi dalam Bomb Squad yang dipimpin James, kombinasi karakter antara James yang merupakan adrenaline junkie serta renegade, Sandborn yang selalu logis dan berhati-hati serta Eldridge yang mulai mengalami depresi akan perang sangat menarik untuk ditonton.

4. Full Metal Jacket (1987)
Cast : Matthew Modine, R. Lee Ermey, Vincent D’onofrio
Director : Stanley Kubrick
IMDb : 8.3/10
Rotten Tomatoes : 93%

 Full Metak Jacket
Gambar : en.wikipedia.org

Sinopsis :
Film ini terbagi atas dua segmen, segmen pertama berfokus pada pelatihan para anak muda yang ingin jadi marinir di camp pelatihan. Pelatihan ini dilakukan oleh Sersan Hartman (R.Lee Ermey) yang keras, brutal dan kasar. Segmen kedua berfokus pada  pertarungan yang ganas dan berdarah di Vietnam, dengan Prajurit Joker (Mathew Modine) sebagai focal point dari kedua segmen.
Pada segmen yang pertama kita disuguhkan latihan Militer para marinir baru, yang dididik dengan latihan fisik dan moral yang super keras, dan Sersan Hartman sebagai pelatih merupakan mimpi buruk bagi para rekrutmen baru, kekejamannya secara fisik maupun mental menjadikan para rekrutmen tertekan dan depresi. Pada segmen kedua kita disuguhkan dengan kekejaman perang yang dilihat dari perspektif Prajurit. J. T. Joker Davis selaku koresponden dari tabloid militer yang meliput peperangan.

Why:
Apakah kalian mengenal sosok Stanley “The Abstract” Kubrick? Kalau kalian tidak tahu, Kubrick adalah sutradara yang dikenal melalui 2001: Space Odyssey (1968), The Clockwork Orange (1971) dan The Shining, karya nya yang selalu rumit, aneh dan tak masuk akal selalu dipuji oleh berbagai pihak, baik masyarakat awam, pecinta film dan kritikus. Karya nya yang selalu disebut revolusioner dan tak lazim menjadikan karya-karya Kubrick selalu menjadi hal yang ikonik di era nya bahkan sampai saat sekarang. Nah Full Metal Jacket adalah salah satunya, FMJ adalah salah satu film perang favorit saya, selain tak sulit dimengerti (tak seperti karya Kubrick yang lain), FMJ mampu memberikan pesan moral dan impact yang tepat kepada penontonnya. FMJ memberikan pesan bahwa Perang mampu merubah sosok manusia menjadi tidak manusiawi melalui dua segmen utama film. Secara pribadi saya lebih sukan segmen pertama yakni segmen pelatihan Militer, kenapa? karena ada Sersan Hartman (R. Lee Ermey) yang begitu kejam, bengis, sedikit lucu, menakutkan namun juga ikonik. 7 menit diawal film dimana Sersan Hartman membriefing calon marinir pertama kali adalah momen yang paling mengesankan dari penampilan dari Ermey, dan kabarnya kebanyakan dialog dari Ermey adalah improvisasi nya sendiri, berikut salah satu potongan dialog dari Sersan Hartman:
#1
Gunnery Sergeant Hartman: I am Gunnery Sergeant Hartman, your senior drill instructor. From now on you will speak only when spoken to, and the first and last words out of your filthy sewers will be "Sir". Do you maggots understand that? (aku adalah Sersan Penembak Hartmann, Perwira pelatih seniormu, mulai sekarang kalian hanya bicara ketika disuruh, dan kata pertama dan terakhir yang keluar dari mulut kotormu adalah “Pak”, apa kalian Belatung mengerti?

Recruits: [In unison in a normal speaking tone] Sir, yes Sir. (berbicara normal)(Pak Siap Pak)

Gunnery Sergeant Hartman: Bullshit I can't hear you. Sound off like you got a pair! (omong kosong, aku tak bisa mendengar kalian, teriak lah seperti lelaki)

Recruits: [In unison, much louder] SIR, YES SIR! (lebih keras) Pak Siap Pak
Gunnery Sergeant Hartman: “If you ladies leave my island, if you survive recruit training, you will be a weapon. You will be a minister of death praying for war. But until that day you are pukes. You are the lowest form of life on Earth. You are not even human fucking beings. You are nothing but unorganized grabastic pieces of amphibian shit! Because I am hard, you will not like me. But the more you hate me, the more you will learn. I am hard but I am fair. There is no racial bigotry here. I do not look down on niggers, kikes, wops or greasers. Here you are all equally worthless. And my orders are to weed out all non-hackers who do not pack the gear to serve in my beloved Corps. Do you maggots understand that?” (Jika kalian para banci meninggalkan pulau ku, jika kalian berhasil mengikuti latihan, maka kalian jadi Pendeta Kematian yang Memohon untuk Perang, tapi sampai itu terjadi kalian cuma muntahan, kalian adalah bentuk paling hina dimuka bumi ini, kalian bahkan bukan manusia, kalian tidak lebih dari kotoran ampibi tak berbentuk! Karena aku keras, semakin kalian membenciku semakin kalian belajar, aku keras tapi aku adil,aku tak memandang ras disini, aku tidak memandang rendah negro, Yahudi, Imigran gelap atau greaser, disini kalian sama tak berharganya, dan tugas ku adalah menyingkirkan semua orang yang tak mampu untuk mengabdi pada negara, apa kalian para belatung mengerti?)

#2
Gunnery Sergeant Hartman: “How tall are you, private?” (berapa tinggimu prajurit)

Private Cowboy: Sir, five-foot-nine, sir. (5 Kaki 6 Inci pak)

Gunnery Sergeant Hartman: Five-foot-nine, I didn't know they stacked shit that high!” (5 Kaki 6 Inchi?saya tak tau kalo ada yang menumpuk kotoran setinggi itu)

Dialog yang merupakan campuran antara hinaan, black comedy, satir dan caci maki membuat kita ketawa, takjub, bahkan tercengang. Penetrasi moral yang dilakukan Hartman betul-betul membekas pada beberapa rekrutmen terutama Leonard Lawrence a.k.a Gomer Pyle, depresi dan tekanan moral mengakibatkan perubahan perilaku kepada Leonard yang berbuah insiden di barak latihan. Segmen kedua lebih mengedepankan suasana perang di jalanan vietnam, yang memfokuskan penetrasi moral yang dialami para rekrutmen setelah lulus dari pelatihan. Kedua segmen diramu dengan ciamik oleh Kubrick sehingga penonton mampu merasakan tekanan demi tekanan yang dialami oleh para prajurit, dan merubah seseorang menjadi tidak manusiawi.

3. Black Hawk Down (2001)
Cast : Josh Hartnett, Eric Bana, Ewan Mcgregor, and Orlando Bloom
Director: Ridley Scott
IMDb: 7.7/10
Rotten Tomatoes : 76%

 Black Hawk Down
Gambar : pinterest.com

Sinopsis:
Hampir 100 orang tentara elite U.S  diterjunkan di Somalia, ditugaskan untuk menangkap 2 Letnan dari Komandan Perang Pemberontak pada tahun 1993. Penyebaran prajurit dilakukan via udara dan darat, Misi menjadi kacau ketika Helicopter Black Hawk jatuh ditembak oleh Militan Somalia ditengah kota Mogadishu. Film ini berfokus pada aksi para Ranger yang dipimpin Sersan Eversmann dalam menyelamatkan anggota Rangers yang merupakan awak Helikopter Black Hawk yang ditembak Jatuh. Aksi penyelematan menjadi lebih sulit ketika Mogadishu dipenuhi ribuan militan berani mati bersenjata lengkap dan siap membunuh para tentara Amerika.  

Why:
Jika kalian menginginkan film perang aksi tanpa henti maka Black Hawk Down adalah jawabannya, pertempuran era modern digambarkan dengan sangat baik disini, mulai dari aksi, peralatan, dan akting. Visual dan Camerawork yang memukau, tone dari film yang agak keabu-abuan dan hampir monochromatic membuat warna merah darah dan orange api terlihat Stand Out pada film. Dipenuhi oleh All Star Cast yang kebanyakan dari mereka hanya memiliki peran kecil, misal Orlando Bloom cuma dapat jatah jatuh dari Helikopter, Tom Hardy hanya berperan sebagai tentara yang pinter-pinter bodoh, Ewan Mcgregor juga dapet peran kecil dan favorit Saya Sersan Hoot yang gila perang dan cool diperankan oleh Eric Bana, dan masih banyak yang lain. banyaknya Nama besar membuat film ini semakin kaya dan berisi. Kalo autentisitas BHD ga perlu diragukan, Ridley Scott tetap berpegang pada fakta-fakta yang memang benar-benar terjadi di Mogadishu, bagi anda penggemar film perang saya yakin anda pasti sudah menonton BHD, bagi yang belum?saya rekomendasikan film ini untuk segera anda tonton.

2. Platoon
Cast : Willem Dafoe, Tom Berenger, Charlie Sheen.
Director : Oliver Stone
IMDb:7.6/10
Rotten Tomatoes:88%

 Platoon
Gambar : pinterest.com

Sinopsis:
Seorang anak muda yang naif Chris Taylor (Charlie Sheen) mendaftarkan diri untuk menjadi tentara dalam Peperangan Amerika melawan Vietnam, Chris ditempatkan dalam peleton dimana terdapat dua Sersan yang berbeda watak, yaitu Elias (Willem Dafoe) yang berprinsip untuk bertahan dalam perang tak perlu bersifat kejam dan brutal, dan yang satu lagi adalah Barness (Tom Berenger) yang merupakan Vice Versa dari Elias, seorang yang tempramen, sadis, brutal, dan bengis. Semakin lama Chris menyadari bahwa dirinya menghadapi dua pertempuran, yaitu pertempuran dengan musuh dan pertempuran antar personel dalam Peleton nya.

Why:
Salah satu karya terbaik Oliver Stone. Platoon adalah bagian pertama dari trilogi Vietnam yaitu Platoon (1986), Born on Fourth July (1989) dan Heaven and Earth (1993), namun Platoon adalah yang terkuat diantara ketiganya. Platoon adalah salah satu Film perang yang anti perang, disini diperlihatkan kalau pada dasarnya agresi yang dilakukan Amerika pada Vietnam merupakan kesalahan besar.Dilema yang dialami seorang pemuda sederhana yang menjadi serdadu dengan mindset untuk berjuang demi negara melakukan hal yang benar langsung dimentahkan di prolog film. Chris diperlihatkan pada lingkungan Hutan yang ganas, sebelum melawan musuh, sang tokoh utama harus bertarung dengan kejamnya lingkungan vietnam, malaria, kurangnya pendidikan dari para tentara, sifat sesama tentara yang apatis serta tujuan dari perang yang  bias, menimbulkan pecahnya moral para tentara. Ditempatkan dalam peleton yang berisikan dua Sersan yang beda Watak, yang satu sadis dan yang satu penyayang dan menghormati hidup. Elias dan Barnes,yang dimainkan dengan luar biasa oleh Dafoe dan Berenger, kedua karakter inilah yang benar-benar mengendalikan arah film ini, walau keduanya menghadapi musuh yang sama yaitu Vietcong namun sesungguhnya keduanya bertarung memperebutkan jiwa dari Peleton ini, semakin lama konflik keduanya semakin melebar. Yang mengakibatkan tindakan dan aksi yang tak etis. Jangan menonton film ini mengharapkan aksi dan ledakan, namun bukan berarti aksi yang ada di film ini tidak dieksekusi dengan baik. Supporting Cast nya pun sangat kaya dan beragam (Whitaker, Keith David, Johny Depp dll) menambah dimensi dari para karakter dalam Platoon.

1. Saving Private Ryan (2000)
Cast : Tom Hanks, Matt Damon, Vin Diesel, Tom Sizemore, Edward Burns,
Director : Steven Spielberg
IMDb : 8.6/10
Rotten Tomatoes : 92%

 Saving Private Ryan
Gambar : imdb.com

Sinopsis :
Bersetting pada perang dunia ke-II, mengisahkan Keluarga Ryan yang kehilangan 3 dari 4 orang putranya dalam jangka waktu satu minggu di medan perang dan menyisakan satu orang putra yaitu Prajurit James Ryan (Matt Damon) yang tidak diketahui dimana keberadaannya. Kepala Staff Angkatan Darat U.S Jenderal George C. Marshall meminta agar sang Prajurit (Ryan) ditemukan dan dikembalikan pada keluarganya. Dan tugas ini dibebankan kepada Kapten Miller (Tom Hanks) dan squad yang terdiri dari Kopral. Upham (Jeremy Davis), yang lembek dan penakut namun pintar berbahasa jerman, tangan kanan Miller Sersan. Horvath (Tom Sizemore), Prajurit Mellish (Adam Goldberg), Medic Wade (Giovanni Ribisi), Reiben yang sinis dan pemarah (Edward Burns), pemuda dari  Brooklyn keturunan Italian-American Caparzo (Vin Diesel), and Sniper yang Cool dan religious Jackson (Barry Pepper). Pencarian dimulai dan seiring dengan gugurnya personel dalam squad, mereka mempertanyakan pantaskah menyelamatkan nyawa seseorang dengan mengorbankan nyawa beberapa orang?

Why:
Gila, gila, gila, itulah 3 kata pertama yang terbesit dari fikiran saya setelah saya nonton film SPR,  berbicara tentang film perang yang paling realistis dan powerful, SPR lah filmnya. Aksi ga usah dipertanyakan, plot simple yang mendalam tanpa harus di dramatisasi, autentisitas pun solid. 25 menit pertama adalah yang paling memorable dalam film ini, peristiwa pendaratan Sekutu di Pantai Omaha pada Juni 1944 digambarkan begitu realistis, Spielberg mampu mencapai apa yang tak mampu dilakukan oleh sineas lain dalam mendeskripsikan penjagalan dalam skala massive di Omaha. Darah bercipratan, bagian tubuh manusia berhamburan, namun seni dan kesan estetikanya tidak hilang. Camerawork yang begitu luar biasa membuat seolah-olah penonton berada di medan perang. Namun bukan berarti sequence yang lain lemah, semakin lama intensitas dari SPR tidak berkurang, dan ditutup dengan cantik pada battle terakhir. Kekelaman dan unsur psikologi tak ditinggalkan disini walau tak se ‘dark’ Apocalypse Now, tone yang keabu-abuan dan hampir hitam-putih memberikan kesan autentisitas dalam film ini. Cast dalam film tidak hanya All Star, tapi juga kuat dan memainkan porsinya dengan tepat, sosok Miller yang selalu menjunjung tinggi tugas dimainkan dengan sempurna oleh Hanks. SPR adalah paket lengkap dalam mendefinisikan film perang dan memberikan level yang berbeda dari film-film perang yang ada sebelumnya. Kesimpulannya : This is one of the Greatest war movie i ever see.

Honorable Mention : Fury (2015), The Thin Red Line (1998), We Were Soldier (2002), Windtalkers (2002), Hamburger Hill (1987), Lone Survivor (2013), Green Zone (2010)
Oke guys itu aja Top 10 list dari saya, Top 10 menurut saya bukan berarti Top 10 menurut anda sekalian ya kan? It’s all relative, tapi siapa tahu film-film diatas bisa menjadi referensi kalian, jangan sungkan untuk mengkritik dan menghargai, see you in another Top 10, sekian dan terima kasih. Keep Calm n Keep Watching.
JMFC 041 – Muhammad Ilham

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...