Senin, 27 Desember 2021

Review non spoiler dan bedah film One Day (2016) : Dicintai cuma satu hari, cukup?

Setelah menonton film Spiderman - No Way Home, terutama pada bagian endingnya, mengingatkan saya pada satu film yang rasanya hampir mirip-mirip kejadiannya, yaitu One Day (2016). Karena memang fondasi ceritanya sama, yaitu tentang menghilangkan ingatan. Dari kemarin-kemarin sebenarnya pengen review ini, tapi tertunda melulu. Dan karena udah di remind oleh ending Spiderman - No Way Home, barulah tergerak untuk menulis reviewnya sekarang. Saya akan membagi reviewnya ke dalam dua bagian, tentu bagian non spoiler untuk kamu yang belum nonton, dan bagian spoiler untuk kamu yang udah nonton. Mungkin akan banyak di bagian spoiler, karena film ini lebih menarik untuk di breakdown.
 

Review Non Spoiler

Sinopsis :
Denchai adalah seorang karyawan yang penampilannya cupu. Dia suka dengan teman kantornya yang bernama Nui, tapi hanya berani sebatas menjadi secret admirer. Dalam sebuah kesempatan liburan yang digelar perusahaan, mereka berwisata ke Hokkaido, Jepang. Disana, Denchai mendapatkan sebuah situasi yang cukup aneh tapi menguntungkan baginya. Nui mengalami kecelakaan dan mengakibatkan ingatannya hilang sesaat, lebih tepatnya hanya selama satu hari aja. Denchai memanfaatkan ke-amnesia-an Nui ini untuk mengaku sebagai pacarnya. Lantas, bagaimanakah respon Nui? Trus setelah lewat satu hari, apa yang akan terjadi pada hubungan mereka berdua?

Nah sinopsis yang cukup unik bukan? Saran saya, ga usah liat trailernya deh, biar aja blank tanpa tau apa-apa, biar feels bapernya lebih dapet, karena kita dibuat untuk ngikutin kisah mereka berdua itu kayak slogan Pertamina "Mulai dari nol ya pak". Nah baca review pun jangan jauh-jauh, cukup batas bagian non spoiler ini aja.

Meskipun sekilas akan terkesan seperti film-film drama romance Indonesia yang kebanyakan isinya kita cuma liatin aktor-aktornya pada jalan-jalan ke luar negri, tapi setidaknya film ini menyisipkan unsur "aneh" di dalamnya, sesuai tag line filmnya yaitu : "Dicintai cuma sehari, cukup?".

Keunikan tersebut bukanlah satu-satunya faktor kenapa film ini sangat direkomendasikan. Seluruh aspeknya, mulai dari skenario dan penempatan kata-katanya, screenplaynya, aktingnya, backsoundnya, dan set propertinya, itu tuh pas banget. Beberapa diantaranya bahkan dengan cerdas disusun sebagai callback dan counter narative untuk scene lainnya. Romancenya juga dapet banget, membuat film ini bagi saya saya layak sebagai one of the best romance movie ever. Ga perlu kata-kata gombal, ga perlu kalimat-kalimat kiasan, ga perlu adegan-adegan baper ala drakor, tapi mampu bikin klepek-klepek tanpa harus berlebih-lebihan.

Kamis, 16 Desember 2021

Hal-hal yang perlu kamu tau SETELAH nonton Spiderman - No Way Home (2021)

Hey...artikel ini hanya untuk kamu yang udah nonton ya. Karena ini isinya spoiler semua. Kalo kamu belum nonton, segeralah, karena filmnya amazing! Sampe menimbulkan kehebohan disemua lini masa dan waktu. Haha... Karena apa? Karena you know who.. And now..Tanpa banyak bacot, inilah beberapa hal yang mungkin perlu kamu tau setelah nonton film tersebut, saya tidak menomorkan secara urut ya, ini hanya random thoughts aja, dan dipilih yang cukup major aja, yang minor-minor disisihkan dulu :

1.  Ned kemungkinan besar adalah benar keturunan penyihir.

Saat Ned bertamu ke Sanctum, dia bilang kalo keluarganya itu keturunan yang punya "kemampuan". Kemudian saat scene dirumah Ned, ada sebuah shot dinding rumah Ned yang menunjukkan pajangan benda-benda kuno seperti belati dan sejenisnya, yang kemudian lanjut ke shot mesin jahit yang mana terdapat kain hijau dibawahnya, semacam jubah penyihir kah? Mungkin itu punya neneknya. Jadi kalo memang benar, wajar kalo Ned secara ga sengaja bisa buka portal, karena dia bukan orang sembarangan. Satu hal yang pasti, sebuah shot dalam film ga mungkin dibuat kalo tanpa maksud apa-apa. Jadi ini pasti ada petunjuk terhadap sesuatu.

2. MJ akan jadi karakter penting di kemudian hari.

Saat di interogasi oleh Damage Control, petugasnya bilang kalo MJ adalah wanita cerdas yang punya masa depan cerah, yang harusnya bisa punya peran yang lebih berbobot daripada terlibat kebodohan macam ini. Raut muka MJ pun langsung berubah, seperti perasaan kaget "kok mereka bisa tau". Ini mengindikasikan kalo mereka tau identitas dan kemampuan MJ yang sebenarnya, yang mungkin bukan orang biasa. Akan jadi siapakah MJ? Yang jelas nama MJ disini meskipun bukan Mary Jane, tapi Michelle Jones Watson, tetap sama "marga" Watsonnya.

3. Damage Control itu siapa?

Ini bukan barang baru, udah dijawab di artikel sebelum ini disini. Singkatnya, itu tukang bersih-bersih semua kehancuran yang diakibatkan oleh superhero. Poin pentingnya adalah di komik, perusahaan ini dimiliki oleh Stark dan Wilson Fisk, nama Wilson Fisk tentu cukup familiar, dia adalah Kingpin, musuh Spiderman, bahkan di serial tv pun Kingpin sudah muncul sebagai villain serial Daredevil.

Review non spoiler film Moonrise Kingdom (2012) : Cerita "Pramuka" mencari jejak dengan romansa aneh dan visual yang estetik.

Ceritanya, di sebuah camp kepramukaan anak sekolah, ada satu murid yang hilang (dibaca : kabur) dari camp. Anak tersebut bernama Sam. Ketua pembina dan murid-murid lainnya ga tau Sam kemana. Tentu hal ini membuat panik dan membuat mereka langsung melakukan pencarian, termasuk melaporkan kepada polisi setempat.

Namun sebenarnya, tak ada yang perlu dikhawatirkan, karena Sam sebenarnya adalah anak yang cukup mahir dalam bidang kepramukaan dan mampu untuk bertahan hidup di alam bebas dengan pengetahuan dan peralatan yang dia punya. Dia kabur ini pun juga telah direncanakannya terlebih dahulu. Dia itu sedang dalam misi "kencan" dengan sahabat pena-nya, Suzy. Mereka diam-diam udah lama surat-suratan, sampelah pada akhirnya mereka merencanakan untuk "camping" berdua di hutan.

Ketika Suzy melaksanakan aksinya kabur dari rumah untuk camping tersebut, tentu keluarganya juga panik. Hal ini mengakibatkan makin banyak pihak yang ikut dalam proses pencarian. Akankah Sam dan Suzy berhasil ditemukan oleh mereka?

Kamis, 09 Desember 2021

Review non spoiler film romcom Love Hard (2021) : Gara-gara aplikasi kencan online, bisa berabe guys.


Adalah Natalie, seorang wanita yang profesinya sebagai kolumnis sebuah majalah. Dia menulis artikel yang khusus bertemakan tentang cinta, terutama tentang pencarian cinta. Termasuk pengalaman pribadinya sendiri, yang selalu gagal dalam urusan percintaan. Dia suka mencari pasangan lewat aplikasi kencan online atau matchmaker semacam Tinder gitu. Dalam beberapa kesempatan blind dating yang dia lakukan, sering berujung tidak sesuai ekspektasinya. Dia sering tertipu oleh pria-pria yang memalsukan identitasnya dalam aplikasi tersebut atau yang ternyata dia merasa ga cocok dengan pria tersebut.

Nah pada kesempatan kali ini, dari aplikasi tersebut sepertinya dia berhasil menemukan orang yang sesuai dengan kriterianya. Cowok tersebut ganteng, hobinya juga sama dengan dia, dan ternyata kalo ngobrol di telpon tuh nyambung banget, seru, Natalie terlihat bahagia. Suatu waktu, si cowok iseng bilang : "Seandainya aja kamu bisa hadir disini saat Natal". Wah, sebuah kebetulan banget, nama dia Natalie, dan si cowok pengen dia hadir di saat Natal, maka Natalie pun menganggap ini pertanda dari Tuhan bahwa ini adalah jodohnya.
 
Kesempatan ini ga disia-siakan oleh Natalie, dia pun rela untuk pergi ke rumah si cowok meskipun beda propinsi, tapi secara diam-diam. Dia ingin memberikan kejutan kepada si cowok. Tapi nyatanya, sesampainya disana, Natalie lah yang terkejut, setelah melihat aslinya cowok tersebut ga seperti di aplikasi. Cowok ini bernama Josh, dia terlihat cupu dan ga ganteng. Josh sengaja memalsukan foto profilnya dengan memakai foto temennya sendiri yang bernama Tag.

Rabu, 08 Desember 2021

Review non spoiler film The Medium (2021) : Datar di awal, dahsyat di ending.

Di sebuah wilayah di Thailand sana, terdapat masyarakat rural yang dalam hidup mereka masih sangat percaya dengan dunia mistis. Mereka menyembah dewa dan melakukan ritual-ritual penyembahan. Perdukunan juga adalah hal yang lumrah, banyak warga yang datang untuk "berobat" ketika ada sakit yang ga bisa diobati secara medis. Bahkan ada satu jenis dukun khusus yang dipercaya bahwa dirinya sebagai tempat bersemayam roh baik, Dewa Ba Yan. Inilah kenapa judul film ini The Medium, ceritanya akan mengisahkan tentang gimana manusia sebagai medium tempat bersemayam roh.

Dewa Ba Yan ini dipuja dan dipercaya sebagai pelindung desa. Dia akan pindah tubuh dalam tiap generasi, secara turun temurun dari keluarga si dukun yang jadi mediumnya. Saat ini, Dewa Ba Yan bersemayam di diri Nim, seorang ibu-ibu yang memang menjadi dukun medium Ba Yan sebagai warisan dari keluarganya.
 
Pada suatu ketika, ponakan si Nim yang cantik bernama Mink, mulai menunjukkan gejala dan tingkah laku aneh yang ga biasa, seperti marah-marah emosian, lalu ada juga dia diam dengan tatapan kosong. Dugaan mereka adalah Mink sedang dirasuki roh, dan yakin bahwa roh tersebut adalah Dewa Ba Yan yang ingin berpindah medium ke diri Mink. Mereka pikir ini adalah saatnya bagi mereka untuk mewariskan "kedukunan" khusus tersebut kepada Mink.
 

Review non spoiler film Playing God (2021) : The real mission impossible.

Dari judulnya saya kira ini film fantasy, eh ternyata beneran (eh ngga), hehe..
 
 
Berkisah tentang 2 orang kakak-beradik yang pekerjaannya memang adalah penipu, atau disebut dengan istilah "Con Artist". Mereka menipu orang untuk dapatin duit. Caranya bisa macam-macam, bisa nyopet barang orang terus dijual, atau beneran mencuri uang tunai. Nah cara yang terakhir inilah yang akan mereka lakukan dalam plot di film ini. Mereka berencana akan mencuri uang milik seorang bapak-bapak kaya yang "unbank", sebutan untuk orang-orang yang ga punya rekening bank alias masih nyimpen duit di bawah bantal (dibaca : rumah). Wew, duit banyak kok nyimpen dirumah toh..
 
Nah misi mereka adalah memperdayai bapak-bapak tersebut dahulu, baru ambil duit dirumahnya. Misi ini tidak gampang, melainkan sangat sulit bahkan bisa dibilang impossible, karena apa? Misinya adalah membuat bapak-bapak tersebut percaya kalo mereka adalah malaikat dan Tuhan! Literally! Gila ga tuh? Bener-bener berfantasi mereka.

Kamis, 25 November 2021

Review non spoiler film horor Shutter (2004) - Ada hantu dalam foto!

Sinopsis :
Sepasang kekasih yang sedang mengendarai mobil malam hari di jalanan sepi, tiba-tiba ada seseorang yang melintas di tengah jalan hingga mereka ga sengaja menabrak orang tersebut. Namun sayang, mereka lari dari tanggung jawab dan memilih kabur, menjadikan ini sebuah kasus tabrak lari.
 
Sejak kejadian ini, hidup mereka ga tenang. Mereka diikuti rasa bersalah, hingga akhirnya terbawa mimpi. Dalam tidurnya, mereka bermimpi didatangi oleh korban tabrak lari tersebut, dalam rupa wujud hantu wanita. Hal ini mulai membuat mereka panik.

Si pria bekerja sebagai fotografer, dan sekarang beberapa hasil jepretan dia terdapat bayang-bayang aneh berwarna putih di fotonya, seperti bayangan hantu yang melintas. Sebenarnya mereka sempat mikir kalo orang yang mereka tabrak itu mati dan jadi hantu gentayangan dan mendatangi dunia mereka, tapi mereka mencoba menepis rasa takut mereka, dengan menganggap kalo itu hanya kerusakan kamera semata. Tapi semuanya berubah ketika sang hantu mulai betul-betul menampakkan wujud ke hadapan mereka. Mereka sepakat bahwa itu hantu korban tabrak lari yang mencoba balas dendam.

Selasa, 23 November 2021

Review film serial Hellbound - Season 1 (2021) : Lupakan Squid Game, ada Hellbound yang layak untuk diberi atensi.

Sinopsis :

Pada suatu ketika, terjadi fenomena aneh dimana ada monster seperti Hulk, tapi versi seremnya, hitam gitu. Mereka datang secara sporadis, mengejar dan membunuh satu orang tertentu yang mereka incar. Kekuatan tubuh mereka juga sama seperti Hulk, cuma bedanya tubuh mereka elastis, bisa berubah bentuk, misalnya tangannya menjadi tali atau benda tajam.

Dibalik kejadian ini, ada satu perkumpulan yang bernama The New Truth, yang mungkin bisa dibilang sebagai sekte, tapi ga pake ritual ini itu. Mereka juga ga ngajarin agama baru karena ga ada teori beribadah di dalamnya. The New Truth cuma percaya bahwa monster tersebut adalah malaikat Tuhan yang datang beneran untuk memberikan hukuman kepada orang-orang yang berdosa. Jadi The New Truth ini cuma nyebarin ajaran "tambahan", bahwa manusia tidak boleh berbuat dosa, kalo anda pendosa maka anda bakal didatangin malaikat tadi.

Perkumpulan tersebut berkembang pesat dan memperoleh banyak member setelah kejadian monster datang itu viral. Banyak orang yang mulai percaya dan ikut bergabung mengikuti fatwa ketua The New Truth bernama Ketua Jung. Jung merupakan sosok anak muda biasa, kalem, pokoknya ga aneh-aneh lah. Ia hanya berperan sebagai keynote speaker "syiar" ajaran The New Truth ini.

Selain The New Truth, ada juga perkumpulan lain yang berperan sentral, yaitu Arrowhead. Mereka ini adalah versi radikalnya The New Truth, mereka diisi orang-orang yang juga percaya dengan ajaran The New Truth, cuma bedanya mereka sangat fanatik, sehingga jika ada orang lain yang menghalangi syiar The New Truth, maka mereka berani mengambil tindakan main hakim sendiri. Mereka melakukan segala cara, mulai dari vandalisme, meneror, bahkan termasuk pake kekerasan untuk menanggulanginya. Hal ini diperparah dengan sosok "youtuber" yang selalu melakukan streaming siaran langsung tentang kasus-kasus para pendosa. Dengan gayanya yang unik, nyentrik, dan provokatif yang meledak-ledak ala streamer, ajaran The New Truth dapat dengan mudah diikuti oleh kalangan anak muda, yang menjadi sasaran empuk sebagai calon anggota Arrowhead, karena mereka masih labil dan hasrat ingin melakukan sesuatu yang berarti lagi tinggi-tingginya.

The New Truth menyampaikan bahwa Tuhan sedang memberikan "peringatan", dan hal ini didukung dengan bukti video yang ada. Sebelum di "eksekusi" oleh para monster tadi, para pendosa akan terlebih dahulu di datangi oleh malaikat, yang akan ngasih tau kapan waktu eksekusi mereka. Waktunya variatif, ada yang ukuran hari, detik, atau tahunan. Jika waktunya tiba, maka monster akan datang dan mencabut nyawa mereka. Hmm..gimana perasaanmu kalo kamu yang didatangi oleh malaikat itu? Tentu stres bukan.

The New Truth mendapatkan kesempatan besar saat mereka tau akan ada satu pendosa yang akan dieksekusi. Mereka ingin eksekusi kali ini disiarkan secara luas dengan mengiming-imingi si pendosa dengan harga kontrak yang sangat besar. Finansial bukan masalah buat The New Truth, karena mereka punya member orang-orang kaya yang rela bayar mahal untuk dapat menyaksikan secara langsung dan membuktikan ajaran The New Truth ini. Mereka menyebut program ini sebagai "demonstrasi" kehendak Tuhan.

Kamis, 18 November 2021

Review non spoiler film Tropic Thunder (2008) : Salah satu film komedi terbaik dengan satirisme tingkat tinggi terhadap Hollywood itu sendiri

Diisi cast yang megah seperti Robert Downey Jr., Ben Stiller, Jack Black, Tom Cruise dan Matthew McCoughnagey, film ini adalah film komedi yang sangat layak untuk diganjar Piala Oscar. Karena apa yang disajikan dalam film ini adalah level teratas pada masing-masing bidangnya hingga menghasilkan film komedi dengan kualitas humor tertinggi. Dimulai dari screenplay unik yang dibuat oleh Ben Stiller sendiri bersama dan Justin Theroux (penulis Iron Man 2), yang mana full referensi pop culture seperti film dan dunia bisnis film itu sendiri, trend piala Oscar, serta banyaknya line sarkastik dan smart jokes menjadikannya salah satu film komedi satir terbaik yang pernah ada, plotnya juga punya klimaks yang keren.
 
 
Disutradarai oleh Ben Stiller sendiri, yang saya anggap mampu membuat para aktor menampilkan mimik komedi tanpa harus terlihat melawak. Selain itu juga dia berhasil membuat film ini tidak melenceng dari target utamanya untuk menyindir "rumah" mereka sendiri, yaitu Hollywood. Ada banyak sekali sindiran tentang bagaimana lika-liku konflik antara produser, sutradara, produksi, aktor dan agennya sendiri, namun disampaikan dengan cara yang "kelewat batas". Masing-masing punya tuntutan sendiri dan saling ego memaksakan untuk terwujud sesuai keinginan. Kesemuanya berperan menjadikan film ini sebagai salah satu film komedi terbaik yang pernah ada, maka dari itu layak diganjar Piala Oscar.

Tapi ironisnya, sesuai yang mereka sindir di dalam film ini, pihak Academy Awards sangat jarang memberikan apresiasi terhadap film dengan genre komedi. Mereka selalu saja memberikan penghargaan kepada film drama. Sampai kita bertanya-tanya, apakah kualitas sebuah film hanya ada di film drama? Apakah dibidang perfilman, yang punya skill itu hanya orang-orang yang buat film drama? Apakah akting yang berkualitas hanya ada pada peran drama seperti tokoh biografi, LGBT dan disabilitas? Apakah akting yang sulit itu hanya akting drama, ngomong seriusan, banyak-banyak dan panjang-panjang, trus nangis-nangis, desperate, marah-marah, stres, dan melamun? Ga juga kan. Akting komedi itu juga sulit lho, ga semua aktor bisa menyampaikan humor, ga semua aktor bisa melucu, trus ga semua sutradara bisa men-direct sebuah film komedi, dan ga semua penulis bisa menuangkan script yang kocak. Untuk mendapatkan plot komedi yang bagus juga perlu mikir kali, meras otak juga. Jika ada cancel culture, trend Oscar yang sangat mendiskriminasi genre selain drama inilah yang mau saya cancel. Oscar harus bisa men-diversity-kan genre film juga, bukan hanya diversity in gender dan ras doank. Harusnya ada perwakilan masing-masing genre film dalam setiap nominasi, terutama Best Picture. Masa iya dari 8-10 nominasi, semuanya drama.
 
 
Kembali ke filmnya, sinopsisnya adalah dalam sebuah proses syuting film perang yang bersetting hutan belantara, para aktor yang berperan tidak mampu memberikan akting terbaik mereka, sehingga membuat kerugian di pihak sutradara dan produser. Untuk itu, sutradara diberikan sebuah ide, yaitu menempatkan para aktor ini ke hutan beneran! Dengan tujuan agar mereka bisa meresapi suasana perang dan memberikan akting yang maksimal. Caranya adalah sutradara tersebut membohongi para aktor dengan bilang bahwa hutan tersebut adalah lokasi syuting. Pura-puranya para kru dan set produksi ditempatkan di lokasi tersembunyi, dan mereka harus tetap akting sesuai skenario karena tetap direkam dengan (pura-puranya lagi) hidden cam dimana-mana. Namun tanpa diduga, ternyata di dalam hutan tersebut terdapat markas mafia narkoba. Alhasil, kondisinya jadi "perang beneran". Ada tembak-tembakan dan ledak-ledakkan. Tapi lucunya, para aktor ini ga tau kalo itu adalah beneran, mereka tetap ngira kalo itu adalah bagian dari proses syuting. Akan ada pergolakan batin dan situasi yang serba canggung bagi mereka untuk tetap percaya melanjutkan syuting atau tidak. Lantas, gimana nasib mereka di dalam "perang" tersebut"? Inilah yang menarik, hasil dari ide yang unik.

Jumat, 29 Oktober 2021

Review non spoiler dan Penjelasan Ending Film : Censor (2021)

Review dan Penjelasan Ending Film : Censor (2021)
 
 
Review (Non Spoiler)
 
Censor (2021), sekilas akan seperti film horor biasa, malah mungkin ga begitu menakutkan. Karena memang fokus film ini bukan untuk memberikan kengerian bagi penontonnya, melainkan menghadirkan cerita dari perspektif tokoh yang selama ini rasanya belum pernah diangkat menjadi protagonis dalam sebuah film, padahal dia sendiri berperan penting dalam setiap film, dialah "Tukang Sensor". Saya ga tau sebutannya apa untuk seseorang yang pekerjaannya berada di lembaga sensor film dan bertugas nontonin film-film yang akan beredar dan memutuskan mana aja yang disensor dan ratingnya apa. Dalam film ini sih disebut sebagai "Censors". Bisa ga kalian bayangkan gimana rasanya jadi tukang sensor? Kalian harus melihat semua adegan yang ga semestinya diliat, termasuk adegan yang terlalu sadis, hari demi hari, jam demi jam, yang kalian konsumsi itu melulu. Sanggup? Ini adalah pekerjaan berat, harus kuat iman, kuat mental dan juga fisik. Karena kalo ga kuat, ya pasti bisa terpengaruh kejiwaannya, dan tubuh juga dapat mual dan muntah-muntah. Untungnya, dalam film ini, sang protagonis adalah wanita yang sangat "kuat", dialah Enid.

Bersetting di tahun jadul, mungkin sekitar 1980an, dimasa film-film masih dikemas dalam format kaset VHS, adalah Enid yang profesinya sebagai seorang censors. Dia adalah wanita "kuat", melihat adegan-adegan yang sangat sadis aja ga bergeming. Apa yang membuat dia kuat adalah prinsip tentang pekerjaannya, bahwa dia ingin melindungi masyarakat dari pengaruh buruk film. Jadi dia harus bekerja sebaik mungkin untuk mensensor adegan yang kira-kira tidak layak di konsumsi publik.
 

Perlu diketahui bahwa di era tersebut, memang sempat terjadi pergolakan di dunia perfilman, terutama di Inggris Raya. Orang-orang berhipotesis bahwa terdapat hubungan antara film yang mengandung unsur kekerasan terhadap meningkatnya angka kriminalitas di Inggris Raya. Saat itu memang beredar film-film yang disebut dengan istilah "video-nasty", sebutan untuk film-film horor yang terlalu sadis, frontal, vulgar dan sarat eksploitasi. Terlepas dari benar atau tidaknya hipotesis tersebut, tetap aja pada akhirnya membuat pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Video Recordings Act 1984 yang isinya merupakan upaya sensor, pengklasifikasian, pengetatan dan persetujuan terhadap distribusi film komersil yang beredar. Dengan tujuan untuk menurunkan angka kriminalitas dan mengurangi pengaruh buruk film terhadap orang yang menontonnya. Memang ada beberapa film yang mengandung kekerasan dan secara kebetulan atau tidak, memberikan pengaruh terhadap seseorang. Contohnya seperti film Scream yang berpengaruh terhadap kasus terbunuhnya seorang ibu oleh anaknya sendiri pada tahun 1998, trus film Saw yang menginspirasi lebih dari satu kasus kejahatan. Dan tak lupa yang paling fenomenal adalah penembakan di bioskop saat pemutaran film The Dark Knight oleh seseorang yang mengaku sebagai "Joker".

Kembali ke filmnya, suatu ketika, terjadi kasus kriminalitas yang mana pelakunya melakukan pembunuhan persis seperti adegan dalam sebuah film. Jadi beredarlah citra di masyarakat bahwa film dapat "menginspirasi" orang untuk berbuat jahat. Apesnya buat Enid, film tersebut diketahui oleh pers bahwa yang nyensor adalah dirinya. Berita ini menjadi beban pikiran buatnya dan bertanya-tanya, apakah sensor yang dia lakukan masih belum "sadis"? Padahal dia merasa sudah melakukan sensor yang semestinya. Apakah benar film dapat mempengaruhi perbuatan seseorang? Ini baru sekedar cerita pembangun, bukan masalah utama dalam film ini. Masih ada film lain yang akan memberikan dampak luar biasa terhadap diri Enid.
 

Film ini bukan tipikal film horor pada umumnya yang mengandalkan jump-scare atau sosok yang menyeramkan, tapi lebih tepat sebagai horor psikologi yang menerpa sang tokoh utama. Enid disini meskipun terlihat kuat, tapi dia punya kelemahan jika berhadapan dengan sesuatu yang membangkitkan trauma masa lalunya, yaitu dia pernah kehilangan adik kandungnya, Nina, yang sampai bertahun-tahun tidak ditemukan dan dinyatakan meninggal. Enid menjadi terlalu obsesif, terus mencari tau petunjuk tentang keberadaan Nina, bersikeras menepis kenyataan, dia merasa Nina masih ada. Dia ga bisa nerima kenyataan ini, karena dia sendiri ga bisa mengingat kejadian persisnya gimana, padahal sebelum hilang, Nina sedang pergi bersamanya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...