Tampilkan postingan dengan label The Hunger Games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Hunger Games. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Desember 2015

The Hunger Games Movies : Drama politik minim action yang dibalut pakai cinta-cintaan

Review The Hunger Games Movies


Warning : Bacanya sampai habis ya, ini pendapat subjektif dari sudut pandang saya, setiap orang bebas berpendapat, so jangan mesti sama dengan pendapat kalian ya, ntar kaget jantungan pula habis baca ini, hehe. Dan yang saya review adalah movienya, bukan novelnya, karena saya ga suka baca novel, so jangan dibanding-bandingin terlalu dalam, ntar susah nariknya, hoho.

Warning : This may contain spoiler, so be alert for yourself and your own safety watching.

Pasca menonton tuntas semua installment dari film action drama teenagers yang satu ini tadi malam, The Hunger Games – Mockingjay Part II, kesimpulan yang saya punya semakin kuat dan sah, mengecewakan! Mengapa mengecewakan? Ya karena "iklan" trailer dan posternya menampilkan hal-hal macho, action, tapi sejak film pertamanya naik tayang, tidak banyak adegan action yang ditampilkan, melainkan malah penekanan kepada sisi dramanya, baik drama percintaan yang mewek-mewek maupun drama politik basa-basi.

Kamis, 26 November 2015

Review : The Hunger Games Installment By Habibi (JMFC 036)

Review : The Hunger Games Installment By Habibi (JMFC 036)





Mengadaptasi novel best seller ke layar lebar memang menjanjikan keuntungan bagi pengindustri film di dunia, pasalnya novel-novel best seller sudah memiliki fan yang tidak sedikit. Siapa yang tidak tergiur meraih keuntungan? Membagi satu buku menjadi dua bagian dalam film sepertinya sudah disahkan secara melihat dari keuntungan komersil, tanpa harus memikirkan dampak apa yang dihasilkan dari cara seperti itu. 

Mungkin bagi sebagian orang itu tidak perlu dipermasalahkan, tapi bagi sebagian orang lagi itu sangat mengganggu karena mengurangi esensi orisinil dari bukunya, dan saya salah satunya yang merasa kecewa dengan cara perpanjangan yang tidak berarti. But, apa yang harus saya perbuat? Selain pasrah dan tetap menyaksikan kebijakan otoriter dari bisnis perfilman, selain elus dada dan berharap semoga tidak begitu dikecewakan. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...