Benci dengan apa yang disajikan diending, tapi suka dengan film tipikal beginian. Tipikal yang membangun misteri untuk penonton ikuti, bertanya-tanya, mengasah praduga dan mengambil kesimpulan, menyimpan rahasia sepanjang film tapi di ending memutarbalikkan hal-hal semua tadi 180 derajat! Twist ending. Ya, saya selalu suka dengan tipikal film seperti ini. Bertemu dengan karya M. Night Shyamalan adalah sebuah anugrah. Shyamalan adalah seorang filmmakers yang mempunyai trademark suka membuat film yang mempunyai twist ending, seperti The Sixth Sense dan Unbreakable. Lalu, bencinya kenapa? Karena twist yang satu ini membuat kita dipermainkan mentah-mentah, kena troll, Shyamalan ngetawain kita di belakang layar sepanjang 1 jam 48 menit durasi filmnya.
Gambar : imdb.com
Ceritanya, ada sebuah desa, ya sesuai judulnya The Village, yang populasinya sangat sedikit, paling sekitar 100 orang, hidup damai rukun. Tapi tidak aman sentosa, karena ada mitos yang berkembang bahwa desa itu dikelilingi oleh hutan terlarang. Hutan yang tak bole dilewati oleh siapapun, siapa yang lewat akan diserang oleh monster seperti landak setinggi manusia gitu. Jadi dari tahun ke tahun mereka seperti terisolasi dari dunia luar, mereka hanya berinteraksi dalam radius desa itu saja, ga ada yang berani ke kota. Kalo ada yang mau ke kota, harus minta ijin dulu sama tuo tengganai desa apakah diijinkan ato tidak.
Hal ini lah yang memulai misteri, ada seorang pemuda bernama Lucius Hunt (Joaquin Phoenix) yang berencana untuk pergi ke kota dengan tujuan mencari obat-obatan. Lucius pun meminta ijin kepada para pendiri desa, namun tak disetujui. Nekat, Lucius mencoba untuk diam-diam maju melewati batas desa dan masuk ke hutan, baru beberapa langkah saja ia malah mengurungkan niatnya, berbalik badan dan kembali ke desa. Entah apa yang membuatnya mundur, apakah yang dilihatnya dihutan itu beneran monster?? Perbuatan Lucius ini nantinya akan punya konsekuensi. Apa itu? Tentu ga asik kalo diceritain, asiknya kalo ditonton sendiri.
