Selasa, 11 Juli 2017

Hal-Hal Yang Perlu Kamu Tau SETELAH Nonton Spiderman Homecoming

First of all, saya mau ngutarain perasaan saya...*sok serius*... Saya terharu banget baca komen-komen dari para pembaca di artikel-artikel MCU saya, respon mereka sungguh positif, terima kasih, senang kalo memang membantu teman-teman sekalian dalam memahami MCU, bahkan ada yang setia menantikan part selanjutnya alias part VII, sampe ada yang bilang dia ngecek tiap bulan, huhu...kan jadi haru...hiks...hiks...*sok mewek*. But sekalian lah saya mau minta maaf karena belum sempat melanjutkan artikel part selanjutnya dikarenakan belum punya waktu luang yang banyak *sok sibuk*, karena memang untuk membuat artikel part MCU itu butuh waktu yang panjang, tenaga yang ekstra, snack yang banyak, kopi 13 gelas, tempat duduk yang empuk dan jaringan internet yang kencang, haha...

Gambar : comicbook.com

Tapi setidaknya saya buatkan artikel review buat teman-teman sekalian, ya seperti artikel berikut ini mengikuti trend artikel yang sudah-sudah yaitu apa saja hal-hal yang perlu kamu ketahui SETELAH nonton film-film MCU, kali ini giliran Spiderman Homecoming, yang masih fresh from the oven. Udah nonton belum? Kalo belum, balik kanan, cuci kaki, bobok, besok pergi nonton ke bioskop, karena artikel ini hanya untuk kamu yang udah nonton filmnya, karena tentu saya akan memuntahkan spoiler dimana-dimana. Tapi kalo kamu nekat juga mau baca, luar biasa, resiko tanggung sendiri ya, hehe...

Gambar : comingsoon.net

Karakter Michelle yang diperankan Zendaya ternyata adalah “MJ”
Di ending film, Michelle dipilih menjadi ketua tim lomba cerdas cermat yang dimana Peter Parker adalah salah satu anggotanya. Saat itu Michelle menyebutkan “Teman-teman lebih suka memanggilku dengan nama MJ”. Wahhh...apakah ini artinya pacar Peter si Mary Jane itu?? Wait a minute...kalo saya pribadi, memprediksi MJ disini bukanlah Mary Jane, tapi mungkin kata “MJ” ini memang konotasinya dibuat Sony untuk mengarahkan bahwa Michelle adalah calon pacar Peter di film selanjutnya, mencoba untuk tidak mengadaptasi mentah-mentah sosok MJ yang udah pernah muncul di film lama, agar ada bedanya gitu. Saya melihat memang antara Peter dan Liz itu ga keliatan chemistry-nya, justru lebih ada di sosok Michelle, Michelle diam-diam mengagumi Peter, suka stalking Peter, dan selalu hadir dimana Peter berada, dan tatapan matanya ke Peter juga beda, Peter aja yang ga peka, dasar cowok, cowok memang gitu, haha...

Kemungkinan existnya Black Spiderman
Karakter yang diperankan Donald Glover, Aaron Davis itu ternyata adalah The Prowler. Saat Karen menampilkan riwayat hidup si Davis ini, ada nama jukukannya, The Prowler. Siapa The Prowler? Hanya seorang karakter villain komik Marvel yang jadi superhero dimasa berikutnya, tapi bagian pentingnya adalah dia ini pamannya Miles Morales a.k.a Black Spiderman! Wow...apakah ini berarti Black Spiderman masuk dalam MCU? Kemungkinan besar : Ya! Karena di film Aaron Davis ini saat diinterogasi oleh Spiderman menerangkan bahwa dia punya keponakan di sekitar situ, which means itu mungkin Miles Morales!

Gambar : wikipedia.org

Minggu, 09 Juli 2017

Preview Film Dunkirk : 8 Hal Yang Perlu Kamu Tau Tentang Film Teranyar Christopher Nolan, Dunkirk (By Nendra Pratama - JMFC 069)

When 400.000 Men Couldn’t Get Home, Home Came For Them
Beberapa hari yang lalu saya ditantang Om Chan untuk menulis preview, sesuatu yang belum pernah saya tulis sebelumnya, ya, soalnya lebih enak nulis review daripada preview, makanya saya beranikan diri untuk nulis preview ini, ya berhubung karena ini film garapannya Om Nolan, sutradara yang saya kagumi banget. 

Mari kita jabarin satu persatu hehehe...sebelum itu klik dan liat dulu trailer #1 dan trailer#2 nya.

Gambar : comingsoon.net

1. Durasi film "hanya" 1 jam 47 menit
Film ini akan rilis pada 21 Juli mendatang dan merupakan film karya Nolan yang memiliki durasi paling singkat yaitu 1 jam 47 menit atau sekitar 107 menit. Loh? Bukannya kalo film bagus lebih lama durasinya lebih enak nontonnya? Ohhh tidak kalo untuk film – film karya Nolan yang sudah – sudah, karena untuk dapat memahami film karya Nolan dibutuhkan setidaknya dua atau tiga kali tonton agar kita dapat memahami apa yang aan disampaikan melalui film tersebut, maka ketika mendengar bahwa film ini akan memiliki durasi yang singkat itu merupakan sebuah alasan yang tepat untuk menontonnya.

Review Film Fist Fight (2017) By Muhammad Ilham (JMFC 041)

Apakah anda orang yang suka berkonfrontasi dengan seseorang? Atau anda seseorang yang cenderung menghindari pertikaian? You know, kalo kata orang-orang, seorang yang tidak pernah punya musuh dalam hidupnya adalah seorang yang tak pernah memiliki keberanian untuk mempertahankan sesuatu yang dia anggap benar, really? ada juga yang bilang buat apa kita berseteru sama seseorang yang memang dalam hidupnya selalu buat masalah, artinya kita ga lebih baek dari dia donk, use your head don’t use your fist. Nah tema inilah yang diangkat oleh film Fist Fight (2017).

Gambar : imdb.com

Andy Campbell (Charlie Day) adalah seorang guru di Rooselvelt High School, Andy adalah sosok yang bisa dibilang pengecut di lingkungan sosialnya, karena Andy lebih suka menghindari konfrontasi baik dalam pergaulannya sesama guru, bahkan dalam menghadapi para siswanya (yang rata-rata semuanya bandel). Kebandelan dan kenakalan para siswa meningkat tajam dengan terjadinya Senior’s Pranks day (hari jahilnya para senior) dimana siswa tahun akhir bebas dan berlomba-lomba untuk melakukan pranks atau practical joke atau disebut juga kejahilan fisik terhadap sesama mereka, sekolah dan terutama para guru (hmmm very bad example for our teenager in Indonesia, setelah prom yang sudah banyak diadopsi dan dilakukan oleh sekolah-sekolah di Indonesia bahkan di kota saya sendiri, bukan tidak mungkin hal-hal yang kek gini ditiru oleh anak-anak remaja kita). 

Kamis, 06 Juli 2017

Review Film 3 Alif Lam Mim : Film Indonesia Bertema Futuristik Pertama Namun Dekat Dengan Realita Hidup Kita (By Nendra Pratama - JMFC 069)

Huft setelah sekian lama absen dari mencoret – coret blog kita tercinta ini, akhirnya saya megang laptop lagi buat nulis review ini, bukan film baru memang, namun sebagai seseorang yang mengaku menyukai film saya merasa harus menyampaikan sedikit apa yang saya rasakan ketika melihat film ini, ya, film 3 (Alif Lam Mim) yang previewnya pernah ditulis oleh Agent 001 disini memang merupakan film yang unik untuk ukuran perfilman negara kita, mengapa? Karena apa yang ditampilkan dalam film ini sangat berbeda dari film dalam negeri kebanyakan yang selama ini kita tau. Jadi mari kita kupas satu persatu mengapa film ini begitu membekas buat saya. J


Gambar : imdb.com

Jajaran Pemeran Yang Memiliki Jaminan Mutu
Film yang ditulis dan disutradarai oleh Anggi Umbara dan diproduseri oleh Arie Untung ini memang memiliki nama – nama pemeran yang layak jual, coba aja liat deretan list pemeran film ini, dimulai dari Cornelius Sunny, Abimana Aryasata, Agus Kuncoro, Prisia Nasution sampai Cecep Rahman. Setiap cast mendapat peran yang pas dengan akting yang memang wajar dan sangat natural, Cornelius Sunny yang berperan sebagai Alif, seorang aparat negara berperan sesuai namanya, Alif, yang berbentuk lurus, tidak neko – neko, ikut garis komando dan sangat disiplin serta memiliki loyalitas yang tinggi, sedangkan Agus Kuncoro sebagai Mim seorang pengajar disebuah padepokan berperan sangat misterius dan mencurigakan, dan Abimana Aryasata yang mendapat jatah sebagai Lam seorang jurnalis surat kabar terkemuka berperan memang seakan dia adalah wartawan yang benar – benar ingin mengetahui suatu pristiwa dari berbagai sisi, dan khusus untuk Abimana, saya sangat suka karakter dia di film ini, saya menunggu setiap kemunculannya di layar dan menurut saya karakternya benar – benar menginspirasi, bagaimana dia memperlakukan sahabatnya, Alif dan Mim, bagaimana cara dia bekerja mencari berita, bagaimana cara dia menghadapi bos dan rekan kerjanya, tapi yang paling memukau adalah bagaimana cara dia berkomunikasi dengan istrinya, sangat susah melupakan adegan Lam dan istrinya berbincang tentang masalah pekerjaan, bahkan saya masih ingat dialog Gendis, istri Lam, saat itu, kurang lebih begini : “ Inget Lam, kamu dulu datang ke papa aku bukan untuk ngajak aku bahagia, tapi untuk ngajak aku berjuang, itu yang membuat kamu dipilih oleh papa aku Lam” ohhh so sweet banget kan? Ahhh jadi baper saya huhuhu. Disamping ketiga karakter utama diatas maih ada banyak nama – nama besar yang ikut ambil bagian dalam film ini, dan memiliki peran dan karakter yang pas, sehingga membuat jalan cerita menjadi hidup dan terjalin apik.

Senin, 05 Juni 2017

Review : Seeking a Friend for The End of The World (2012) By Muhammad Ilham - JMFC 041

JMFC 041 - Muhammad Ilham score :
Rate : 7.7/10
Level : Movie Mania

 Seeking A Friend For The End Of The World
Gambar : imdb.com

Film yang mengusung tema armageddon, apocalypse atau kiamat sudah sering menjadi suguhan yang dibawakan para sineas Hollywood, misalnya Armageddon (2000), Deep Impact (2000), World War Z (2013), The Day After Tommorow (2004) The Core (2003), atau 2012 (2012), yang sumber kiamat itu berasal dari beragam faktor, entah meteor, gelombang panas matahari, pemanasan gobal atau bahkan zombie.

Namun kebanyakan dari film tersebut menceritakan tentang perjuangan para manusia yang heroik untuk bertahan atau menghindarkan diri kepunahan yang ada di depan mata mereka dengan berbagai cara, mulai dari misi ke luar angkasa untuk menghancurkan meteor, membangun versi modern kapal Nabi Nuh A.S dan lain-lain. Tapi apa jadinya kalau kiamat yang akan terjadi tak bisa dihindarkan lagi, segala upaya telah dilakukan namun meteor itu tetap datang? Dan kiamat dapat dipastikan hanya tinggal sebulan lagi, apa yang akan kita lakukan? Apa yang anda lakukan?

Nah aspek inilah yang ditonjolkan dalam Seeking a Friend for The End of The World (2012), aspek yang lebih humanis, yang lebih emosional dari dalam manusia. Dodge (Steve Carrel) adalah seorang average joe, seorang yang biasa saja tak ada yang istimewa, begitu pihak pemerintah mengumumkan kalau Matilda (sebuah meteor) akan menghantam bumi dalam hitungan hari lagi, tanpa aba-aba dan kata-kata sang isteri meninggalkannya begitu saja, Dodge heran, apa yang salah dari dirinya, hidupnya memang tak istimewa namun apa isterinya tidak sebahagia itu bersamanya? 

Selasa, 02 Mei 2017

Review : Under The Skin (2013) : Another Challenge For The Mind F*cker Movie Lover

Hmm...hmm..hmmm...*tik..tok..tik..tok..* Kelamaan mikir, haha.. Iya guys..saya mikir, ini film gimana mau reviewnya yah, filmnya rumit banget, ga tau nih persisnya tentang apa, maksudnya apa.. Film ini rumit, rumit banget, jika di ranking ulang dalam artikel saya : 10 Film Paling Rumit, film ini bagi saya layak ditempatkan di dalam 3 besar, bersaing dengan 2001 : A Space Oddisey dan Primer.


Poster Under The Skin

Film ini jelas bukan untuk kalian penikmat film-film biasa alias casual moviegoers, tapi levelnya berada di zona Moviefreaks. Ya, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menikmati film begini mah. Jangankan untuk menikmati, untuk memilih menyempatkan waktu untuk menonton inipun juga butuh level keinginan yang kuat dari seorang moviefreaks.

Lalu, setelah bacotan diatas, dimana sih sebenernya yang rumit? Apa sih yang sulit dimengerti? Kalo alur ceritanya sih ga rumit ya, karena alurnya maju tanpa bolak-balik maju mundur kayak film rumit lainnya, Memento atau Enemy. Ceritanya dibuka dengan seorang pemuda dengan gaya pembalap, pakaian dan motornya, menyediakan mayat hidup berjenis kelamin perempuan, ke sebuah van, yang kemudian pakaiannya diambil oleh aktris utama film ini, Scarlett Johannson.

Rabu, 26 April 2017

Review Film Life (2017) : Alien Yang Luar Biasa All Brains, Muscles, and Eyes

Film Life menurut saya adalah film bergenre sci-fi thriller, tentang sebuah stasiun luar angkasa dimana para astronotnya berhadapan dengan Alien yang mengancam hidup mereka. Dibintangi oleh bintang terkenal diantaranya Jake Gyllenhaal (Enemy), Ryan Reynolds (Deadpool), Rebecca Ferguson (Mission Impossible - Rogue Nation).


 Life (2017) Poster
Gambar : impawards.com

Life movie is great, tapi memang belum bisa mengalahkan sang legend, Alien movies. Film ini ga banyak basa basi, cuma mukadimah sebentar, langsung disuguhkan makhluk yang menjadi terornya. Ga masalah sih ya, karena yang dijual adalah terornya, bukan kisah tokoh-tokohnya. Cerita sepanjang film hanya berkutat seputar survival challenge para astronot terhadap ancaman dari Alien yang ada di dalam pesawat. 

Dalam film bertemakan "Strange Creatures", sering kata "Karantina" diabaikan, bak dilema antara nurutin prosedural atau mempertaruhkan nyawa, termasuklah film ini. Mereka telah merencanakan berbagai macam jenis karantina, yang disebut sebagai Firewall 1 sampe 3. Ya lain kali ya mbok nurut lah dengan yang namanya si Tina ini ya, hehe..

 Life (2017) Lab

Thrillernya cukup intense, kagetnya ada tapi cuma sedikit. Berbicara tentang sosok aliennya...like alien movies often said "It's beautiful" at the begining, haha..awalnya sih indah, tapi setelah mengetahui apa kemampuan aliennya, apakah masih bisa menyebut itu "Beautiful"? Haha... Alien disini dinamakan Calvin, diringkas oleh ucapan Miranda (Rebecca Ferguson) :"All brains, all muscles, all eyes". Damn..para astronot harus berpikir lebih cerdas untuk mengatur strategi survival mereka menghadapi alien jenis begini, pinterlah aliennya lagi dari pada kita.huhuuu... 

Review : Beauty And The Beast (2017) : Disney Never Fail

Saya ga nyangka kalo ini musikal, dikit-dikit nyanyi..hehe..tapi nyanyian, dansa dan aransemen mereka magnificent! Menyadari bahwa cerita Beauty And The Beast ini sudah berkali-kali dibuat dan hampir semua orang tau, Disney mendiversikan filmnya menjadi musikal yang penuh dengan nyanyian, dansa dan paduan suara. Ini yang bikin beda, saya terhipnotis dengan ketukan kaki mereka saat berdansa yang seirama dengan beatnya. Saya suka bagian dimana Gaston (Luke Evans) berdansa bersama orang-orang di sebuah cafe jadul itu dan saat Lumierre bernyanyi dengan hiasan background visual effect yang variatif.

 Beauty And The Beast (2017) Poster
Gambar : imdb.com

Berbeda dengan versi Lea Seydoux (2014) yang seriusan, film ini lebih banyak unsur komedinya yang datang dari sosok sahabat Gaston bernama Le Fou (Josh Gad). Tubuhnya yang gemuk dan perawakannya yang gemulai mampu menarik tawa penonton. Sayang karakternya diindikasikan sebagai seorang gay, hal ini tentu menjadi kontroversi di kalangan dunia, karena ini film yang akan dikonsumsi oleh anak-anak. Kontroversi ini bahkan ada yang sampai pelarangan tayang dan konflik dengan distributor. Jika temen-temen mau tau lebih detail tentang kontroversi ini, ada satu artikel menarik dari CNN Indonesia di link berikut ini : "Ribut-ribut 4,5 Menit Gay di Beauty and the Beast".
 Beauty And The Beast (2014)
Gambar : amazon.com

Disney sangat menyiapkan set produksinya hingga ke pernak-perniknya, semuanya kuno banget, masih jaman kuda makan batu, haha... Tapi ketika sudah bermain diranah CGI, penampilan penghuni kastil seperti Beast dan peralatan rumah tangganya masih terlihat seperti buatan komputer. Syukurlah hal ini mampu ditutupi oleh audio terutama lagu, aransemen dan choir yang kita dengar, hypnotized banget. Untungnya nyanyiannya tidak sesering dan sepanjang Into The Woods, hehe...kalah film India, haha...

 Gaston And Lefou
Gambar : etonline.com

Btw, akan ada masa dimana anak-anak jaman sekarang mengenal Emma Watson sebagai Belle, bukan Hermione Granger, hehe.. 1 film Belle ini mampu mengimbangi ke-ikonik-an Hermione Granger dalam 7 film Harry Potter movies. Ya karena memang penampilannya sebagai Belle di film ini sangat cocok, sosok Emma Watson yang polos lugu dan innocent ini memang Disney Princess banget lah. Dengan gaun kuning yang ngembang itu dan menari-menari di lantai dansa membuat semua pria merasa ingin menjadi Beastnya, haha... Sayang Beast disini kurang garang, Beastnya terpelajar dan beretika, jadi mukanya pun terlihat tidak terlalu menyeramkan sebagaimana kata "Beast" semestinya.

Film ini sangat tepat dalam memuaskan nostalgia kita akan cerita dongeng masa kecil, yang kemarin-kemarin belum terpuaskan oleh versi animasinya maupun versi live action Perancisnya. Mengajak keluarga tercinta juga bole, hanya saja tetap perlu guidance dari parents ya perihal apa saja yang dirasa perlu dibimbing, meskipun ini cerita anak-anak. Yang jelas siapin aja telinga untuk dihipnotis oleh aransemen musikalitasnya.

JMFC 001 - Om Chan Score
Rate : 7,5/10
Level : Casual Moviegoers

Rabu, 19 April 2017

Preview Guardians Of The Galaxy 2 : Welcome To The Freaking Guardians Of The Galaxy

Eh..dah lama banget ga nulis preview. *soksibuk* To the point saja, bagi sebagian kamu mungkin belum familiar dengan film yang satu ini. Wajar sih ya karena memang ini bukan superhero Marvel yang populer, di layar lebar pun baru 1 film yang telah dibuat. But, semestinya film inilah yang sangat pantas untuk kamu tunggu-tunggu di tahun 2017 ini, seperti saya. Kenapa? Pertama, karena film pertamanya yang sukses, seru dan kocak banget. Film kedua ini pun juga dipastikan kocak abis. Kedua, karena mendapat respon 100% positif dalam screening test para kritikus film seperti yang diberitakan oleh slashfilm.com. Ketiga, karena lagu-lagu jadulnya asik-asik, setelah Awesome Mix Vol. 1, next Vol. 2 nya donk. Keempat, karena ada Baby Groot. Kelima, yang paling penting karena GOTG adalah gerbang penghubung antara The Avengers dengan Marvel Universe yang luas.

 GOTG 2 Title
Gambar : bleedingcool.net

Yak, alam GOTG yang notabene adalah di galaksi, tentu membuat film ini mempunyai alternatif yang tak terbatas, ga kayak tetangga sebelah, judulnya sih Perang Bintang, tapi ceritanya itu-itu aja ga berkembang, uppssss *ngajakperangsomeone*. Segala lokasi yang antah berantah, makhluk yang aneh-aneh, plot cerita yang variatif, teknologi yang super canggih, spaceship yang keren-keren, kekuatan yang tak terbatas, segala faktor ini juga tentu membuat kamu wajib menonton film ini.

 GOTG 2 Poster
Gambar : imdb.com

Preview ini dibuat bukan untuk kamu yang belum nonton film pertamanya, karena saya akan langsung to the point saja membahas apa yang akan ada di film kedua ini. So, bagi kamu yang belum menonton film pertamanya, termasuk golongan orang-orang yang merugilah, haha...*colekhasbiy*, segera tonton dan kesini lagi untuk membacanya. Sebelum itu liat dulu trailernya ini, klik Trailer 1 dan Trailer 2.

Alright then, apa saja yang perlu kamu ketahui tentang film GOTG 2? Simak poin-poinnya berikut ini :

GOTG 2 bersetting waktu hanya beberapa bulan setelah event di film pertamanya dan beberapa bulan sebelum event di film Captain America – Civil War.

Yak, kita mesti mengabaikan tahun kapan filmnya rilis. Meskipun GOTG 2 dirilis 3 tahun setelah filmnya yang pertama dan setahun setelah Captain America – Civil War, bukan berarti timelinenya mengikuti tahun tersebut. Setelah mereka menyelamatkan galaksi satu kali (dari Ronan “The Accuser”) dan menjadi mitra Nova Corps, kali ini mereka harus menyelamatkan galaksi untuk kedua kalinya, hanya  beberapa bulan setelah event di film pertamanya. Berarti juga, film ini sebelum Doctor Strange dan Avengers – Age Of Ultron, yang tentu bisa saja mempunyai kaitan, seperti monster seperti gurita di trailer rada mirip ama Shuma Gorath, monster yang pernah dihadapi oleh Doctor Strange di komik, dan tentu saja hubungan antar Infinity Stone.

Senin, 17 April 2017

Review Film Fast Furious 8 (2017) : Keren dan Gila-Gilaan Berbarengan Dengan Irrasional

Banyak orang berkomentar pasca keluar bioskop bilang "Wih..keren banget filmnya". Yah..ga salah sih ya..just another perspective from innocent movie viewers..haha.. Gimana denganku? Hmm..keren sih memang, tapi ga pake banget. Paling banter memang ga sampe saya kasi nilai tembus 8. Karena memang tak membekas di hati saya, just another perspective juga lho ya.. Cuma memang masih tinggi antusias saya untuk selalu menonton franchise ini, karena disaat Need For Speed dan The Transporter ga jalan lagi, maka hanya tersisa inilah film yang mengobati nutrisi keinginan menyaksikan film balapan action yang menegangkan.

 Fast Furious 8 Poster
Gambar : empireonline.com

Diakui, filmnya memang keren dari sisi aksinya, mobilnya, kebut-kebutannya, tembak-tembakannya, hancur-hancurannya, hingga ledakannya. Seperti movie series Fast Furious sebelumnya, film ini hanya menjual sisi itu semua untuk dapetin pendapatan yang besar, fokusnya lebih dititik beratkan kepada gimana membuat kesan "wah" dan membuat penonton terdecak kagum dengan mata belo. But not for me, filmnya berlalu begitu saja tak membekas, karena memang seperti saya sedang berjalan-jalan di mall untuk window shopping alias cuci mata doank. 

Banyak adegan yang tak masuk diakal, serba bisa, serba kebetulan, ada beberapa alur yang dapat menjadi plot hole, dan visualisasi yang overkill dan IMBA. Sebut saja satu-dua contohnya bagaimana sebanyak itu rombongan Rusia yang bawa senapan Riffle satupun ga ada tembakannya yang mengenai Roman yang hanya menggunakan pintu Lamborghini sebagai tameng, bahkan kalah cepat bisa digebuk! Hadeh... Atau ngapain pejabat Rusia bawa kode nuklir kemana-mana kayak bawa koper belanjaan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...