JMFC menggelar acara nobar movie bersama, Friday Movie Night (FREN), member maupun non member di 2 tempat Cafe selama bulan Februari, Jambi Milk dan Public Eight. Liat narsisnya kami disini, hehe...
Jumat, 04 Maret 2016
Sabtu, 27 Februari 2016
Review Film Extreme Sports : Point Break (2015) By Minto JMFC 017
Hai…guys numpang review sedikit ya.. film berjudul Point Break (2015). Cerita film ini hampir sama dengan film pendahulunya pada tahun 90an yang dibintangi aktor Keanu Reeves. Bedanya yang 90an Jhonny harus menangkap sekelompok perampok yang diyakini adalah peselancar, sedangkan yang 2015 menceritakan tentang seorang agen FBI muda Johnny Utah (Lukas Bracey) yang menyamar dalam tugas mencari informasi dengan tim atlet olahraga ekstrim yang luar biasa.
Gambar : thepicta.com
Namun team tersebut terlihat mencurigai karena diduga mendalangi serangkaian kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya, atau yang sulit dilakukan manusia biasa salah satunya adalah perampokan perusahaan canggih dengan cara yang tergolong extreme. Tim atlet elit licik yang mencari sensasi, yang dipimpin oleh seorang karismatik Bodhi (Edgar Ramirez) yang sangat fanatic akan alam. Di dalam penyamarannya, Johnny harus menghadapi kehidupan penuh bahaya, serta dia berusaha untuk membuktikan bahwa para atlet tersebut adalah perancang atau arsitek yang membingungkan (di balik kejahatan-kejahatan yang menghancurkan pasar keuangan dunia).
Jelas kalah keren ya guys hehehe…si Johnny ala Keanu Reeves terasa cool sedangkan Johnny ala Luke Bracey terlihat lebih selenge'an bertato dan seorang atlet ekstreme profesional….
Disini ulasannya………….
Macbeth (2015) : Salah Satu Karya Masterpiece William Shakespeare (Review By Noval Ahmad JMFC 003)
Bismillah..
Dimalam yang dingin… ditemani secangkir Capuccino… dan dikerjar target.. hehe…. Langsung saja….
Siapa yang tak kenal sastrawan terbesar Inggris William Shakespeare (26 April 1564 dibaptis – 23 April 1616), ia telah menulis sekitar 38 sandiwara tragedi (Romeo and Juliet, Macbeth, dll), komedi, sejarah, 154 sonata, 2 puisi naratif, dan puisi-puisi lainnya. Beliau menulis antara tahun 1585 sampai 1613, dan karyanya telah diterjemahkan kesemua bahasa dan dipentaskan di banyak panggung sandiwara lebih dari penulis lainnya….. Hebat kan saya bisa tau semuaaaaaa…thanks to internet… hehe...
But….. kali ini Saya tidak akan membahas mengenai biografi William Shakespeare tetapi Saya akan me-review film yang di angkat dari salah satu sastra terbaik beliau yaitu Macbeth, yang merupakan sandiwara tragedi yang ditulis pada tahun 1606.
Film Macbeth tahun 2015 ini disutradari oleh Justin Kurzel, film ini didistribusikan oleh Studio Canal (UK) dan The Weinstein Company (USA), dibintangi oleh Michael Fassbender, Marion Cotillard, Paddy Considine, Sean Harris dan kawan kawan….. mudah-mudahan tulisan namanya gak ada yang salah ya… hahaii..
Warning : Spoiler Alert ya.
Oke.. mulai serius ni ya…. Film ini dimulai saat terjadinya perang saudara di Skotlandia antara Raja berkuasa Duncan I dengan MacDonwald Sang Penghianat “The Traitor MacDonwald” yang disebut "Perang Ellon".
Minggu, 21 Februari 2016
Penjelasan Kategori Dalam Academy Awards (Piala Oscar)
Academy Awards
atau yang biasa kita kenal dengan nama Piala Oscar adalah ajang
penghargaan tertinggi dalam dunia perfilman dunia. Ajang ini dibentuk
oleh organisasi kumpulan para pekerja film seperti para sutradara, para
aktor dan sebagainya yang tergabung dalam Academy Of Motion Pictures Arts and Sciences
(AMPAS). Ajang yang telah digelar sejak tahun 1929 ini digelar setahun
sekali dalam rangka memberikan apresiasi dan prestasi kepada para
pekerja di bidang perfilman yang diperlombakan dalam satu tahun periode
peredaran film.
Nah
dalam setiap pergelarannya, AMPAS membedakan penghargaan ke dalam
beberapa kategori berdasarkan bidangnya masing-masing, seperti Best Director, Best Actor
dan seterusnya. Para juri penilai di setiap kategorinya adalah
mereka-mereka yang berprofesi sama. Sutradara memberikan penilaian untuk
kategori Best Director, begitupula aktor dll-nya. Sama seperti FIFA Best Player atau Ballon D'Or dalam dunia sepakbola dimana pemain sepakbola terbaik dipilih oleh para pelatih dan kapten tim sepakbola.
Pada
tanggal 28 Februari nanti, AMPAS akan menggelar kembali Academy
Awardsnya, kali ini yang ke-88. Mencakup film-film yang tayang diawal
tahun 2015 sampai awal 2016 ini. Seperti biasa, banyak pendapat dan
perdebatan terjadi siapa saja pemenang di masing-masing kategori.
Lalu,
bagaimana sih sebenarnya penjelasan mengenai pengertian dari
kategori-kategori tersebut? Kadang kan kita menemukan beberapa kategori
yang hampir mirip seperti Best Picture dan Best Cinematography, atau
Best Sound Editing dengan Best Sound Mixing. Nah untuk mengetahui itu
semua, akan saya coba jelaskan berikut ini.
Perbedaan Marvel Cinematic Universe Dengan DC Comics Extended Universe
Perbedaan Marvel Cinematic Universe Dengan DC Comics Extended Universe
Yeah...yeah...kali ini saya, seorang
penggemar Marvel akan menulis artikel yang juga mengenai produk dari perusahaan rival
saingannya Marvel, siapa lagi kalo bukan DC Comics. Berat? Ga juga. Ikhlas? So
pasti. Kita sebagai penggemar
hanya menikmati sajian mereka. Semakin mereka berkompetisi, semakin kita
untung. Mereka akan berlomba membuat sajian yang lebih menarik dimata
penggemar, dan kita tinggal duduk santai menunggu produk keren mereka keluar, heaven
is here baby, hehe... Tinggal dikembalikan saja kepada masing-masing individu
mereka lebih suka yang mana, sah-sah saja, karena selera orang beda-beda
men... Let’s roll...
Produk apakah dari DC Comics yang akan
dibahas?
Sabtu, 20 Februari 2016
Rivalitas, Kehormatan dan Sportivitas. Review Film Rush (2013) By Muhammad Ilham (JMFC 041)
Gambar : en.wikipedia.org
God, I Miss this Blog, lama ga ketemu ya guys, banyak hal yang menyebabkan saya ga bisa nulis di Blog kita tercinta ini, salah satunya adalah kemalasan, yah males adalah salah satu kelemahan terbesar saya, tau ga guys berapa lama waktu yang saya perlukan buat nyelesain artikel ini? 4 bulan. Yes guys, 4 bulan mulai dari JMFC Anniv pertama eh ga selesai, taun baru eh juga ga selesai, mungkin udah 5 kali rombak ini review, intinya kali ini harus selesai dan harus di posting. Mungkin kedepannya saya akan mereview film dengan pembahasan yang lebih singkat dan straight to the point aja tanpa harus menghilangkan inti dan kualitas dari review itu sendiri, sehingga perbendaharaan pustaka review JMFC lebih cepat bertambah dan tentunya pengetahuan kita semua juga bertambah, tentu saya open suggesting dan kritik dari teman-teman semua.
Gentlemen …..Start Your Engine vroooooommmmmmmmmmmmm,
Kamis, 18 Februari 2016
Review Film Animasi : Minions (2015) Oleh Boy JMFC 030
Setelah sekian lama tertunda niat
untuk membuat review film, akhirnya kesampaian juga. Berhubung deadline yang
diberi untuk menyerahkan review udah semakin dekat maka dengan sangat
terpaksa senang hati review ini dikerjakan juga hehehe.
Untuk review perdana ini saya
ingin mengulik film Minions. Kenapa Minions?
Karena sejak dahulu saya sangat suka dekali dengan film animasi dan film ini sedikit banyaknya ada kaitan dengan indonesia. Sang sutadara Pierre Coffin yang berkebangsaan perancis ternyata adalah anak dari NH Dini yang merupakan salah satu sastrawan indonesia.
Karena sejak dahulu saya sangat suka dekali dengan film animasi dan film ini sedikit banyaknya ada kaitan dengan indonesia. Sang sutadara Pierre Coffin yang berkebangsaan perancis ternyata adalah anak dari NH Dini yang merupakan salah satu sastrawan indonesia.
Gambar : alchetron.com
Ok. Cukup basa basinya lets get
to the review..
Diceritakan bahwa sejak
permulaaan zaman, Minions sudah ada dibumi ini. Minions digambarkan sebagai
mahluk mungil berwarna kuning berbentuk kapsul dan memiliki satu atau 2 mata. Adalah
sifat alaminya Minions yaitu untuk mengikuti mahluk yang jahat dan keji.
Dimulai sejak jaman prasejarah Minions selalu mencari mahluk yang keji untuk
dijadikan pimpinan. Sebut saja T-Rex, Genghis khan, Dracula, Pharaoh bahkan
sampai dengan Napoleon.
Sebenarnya untuk
menemukan Bos atau majikan yang keji bukanlah persoalan yang sulit bagi Minions.
Yang menjadi permasalahan mereka adalah bagaimana mempertahankan majikan mereka
tetap hidup. Whaaat?? Yup bener. Minions punya kecendrungan yang ceroboh
sehingga seringkali majikan mereka malah mati gara-gara tingkah konyol mereka.
Misalnya ketika dracula berulang tahun, Minions malah membangunkan dracula
ditengah hari bolong dan mengucapkan ulang tahun yang membuat sang dracula
gosong terbakar sinar matahari. Ya iyalah secara dracula gak tahan sama sinar
matahari hehe..
Senin, 15 Februari 2016
The Revenant : Film Paling Sensasional Untuk Menyabet Piala Oscar (Review By Andika Pratama JMFC - 005)
Salam JMFC
Rintangan atau cobaan berat adalah ketika kita menghadapi suatu pilihan antara hidup atau mati. Tidak semua manusia bisa bertahan atau bisa melawan itu, kalau tidak mempunyai jiwa yang kuat dan keinginan yang kuat juga untuk bisa bangkit dari kematian. Perumpamaan ini dapat dilihat dalam sebuah film The Revenant yang di Sutradarai oleh Alejandro G Inarritu dan dibintangi oleh actor yang sudah ternama Leonardo DiCaprio (Hugh Glass), Tom Hardy (John Fitzgerald), Domhnall Gleeson (Andrew Henry), Will Poulter (Bridger) dan Forrest Goodluck (Hawk).
Sekedar pembuka Film ini berdasarkan kisah nyata yang kemudian ditulis ke sebuah novel Michael Punke yang berjudul sama dan kemudian diangkat ke Film oleh Alejandro yang sebelumnya telah kita kenal dengan Film Birdman (2014). Apalagi di film tersebut mampu meraih oscar untuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik serta penghargaan lainnya. Maka dari itu dengan nama besarnya yang sudah kita ketahui, film The Revenant ini cukup membuat kita penasaran dan berharap lebih greget sebelum menontonnya.
Gambar : pinterest.com
Film ini bersetting sekitar tahun 1823 dimana tentang sekelompok pemburu kulit hewan yang tiba – tiba diserang oleh suku Indian atau suku Arikara yang biasa disebut Ree. Mereka menyerang kelompok tersebut yang pada akhirnya meninggalkan beberapa kelompok diantaranya Kapten Andrew Henry, Glass, Fitzgerald, Bridger, dan Hawk anak Glass keturunan Indian yang telah ditinggalkan mati oleh ibunya (Istri Glass) ketika perkampunganya diluluh lantakan oleh bangsa yang menamakan dirinya Barbar.
Dalam pelarian dari Suku Ree, kelompok tersebut harus mengarungi “tenangnya” arus sungai dan pedalaman hutan tersebut. Hingga pelarian mereka terhambat ketika Glass diserang secara brutal oleh beruang betina sehingga membuat tubuh Glass tercabik – cabik dengan luka yang sangat parah. Ini membuat beban kelompok dari Andrew sedikit mengalami kesulitan karena harus membawa Glass untuk kembali pulang.
Jumat, 12 Februari 2016
Review dan Preview Final Chapter Divergent Movie Series : Allegiant
Yap, awal Maret nanti kita akan
memasuki babak pertama dari final chapter movie series : Divergent, yang akan
dibagi kedalam 2 bagian. Babak pertama ini berjudul Allegiant, sekuel dari
Insurgent Maret 2015 lalu. Lalu bagaimanakah kisahnya di babak pertama ini?
Mari kita buka lembarannya dalam artikel berikut ini.
Gambar : imdb.com
Divergent, judul film yang muncul
di tahun 2014 lalu cukup menarik perhatian para pemerhati film di dunia. Wajar
saja, karena film ini muncul ke permukaan menyambung tongkat estafet yang telah
dimulai oleh The Hunger Games dan The Mortal Instruments, film ini bergenre
sama yaitu action drama remaja. Trend yang membuktikan kalo film remaja tak
melulu film ringan yang hanya canda tawa dan cinta-cintaan belaka, kayak FTV,
hehe...tapi juga dihiasi dengan perjuangan dan kerasnya kehidupan dalam
kehidupan politik dan bermasyarakat. Hal tersebut saat ini terkenal dengan
genre bernama Distopia.
Distopia adalah keadaan dimana
imajinasi tentang masyarakat fiktif di masa depan atau masa lalu, yang berada
di bawah pemerintah yang otoriter, dalam keadaan negara yang rusak akibat
perbuatan manusia itu sendiri. Distopia merupakan antonim alias lawan kata dari
Utopia, itu lho band yang nyanyiin lagu berjudul “Hujan”, hehe... Utopia
berarti dimana keadaan imajinasi tentang masyarakat yang hidup baik dari semua
hal positif yang ada, kayak mimpi atau angan-angan deh guys.
Nah, The Hunger
Games dan Divergent merupakan film yang memasukkan genre Distopia ini kedalam
action-romancenya, sehingga sajiannya menjadi lengkap, dapat ditonton oleh
setiap orang dengan selera masing-masing, mau action ada, mau drama ada, mau
konspirasi politik juga ada.
Oke back to the movie guys,
Divergent movie series ini berasal dari 3 buku novel karangan Veronica Roth,
penulis muda dari Amerika sana yang hasil karyanya ini menjadi salah satu Best
Selling. Diadaptasi kedalam film series yang terdiri dari 4 film. Yang pertama
berjudul Divergent, kedua adalah Insurgent tahun lalu , selanjutnya Allegiant
sebagai part 1 dari final chapter pada Maret ini dan terakhir Ascendant sebagai
part 2-nya tahun 2017 nanti.
Tarot (2015) Sebuah Review Film Horor Dari Indra Gunawan (JMFC 007)
Dengan sibuknya pekerjaan kantor dan berbagai banyak pikiran yang berkecamuk maklum di kejar waktu hehehehe.... Ya cukup sekian basa basi singkatnya, oh ya karena saya hobby menikmati film horor baik saya bingung mau ngereview film apa tapi demi PR yang di berikan saya akan mulai mencoba belajar untuk me - review film yang saya ingin review adalah film horor indonesia.
Bukannya tidak suka genre film yang lain tapi karena hobby saya adalah menikmati film yang berbau horor, kenapa saya pilih genre ini bukan hal hanya dikemas untuk menakuti penontonnya saja,tapi di film horor juga ada alur jalan ceritanya baik itu dari segi percintaan,keluarga, ataupun hal hal lainnya.
Gambar : imdb.com
Baiklah dalam me-review film kali ini saya ini mencoba mengulas film horor indonesia yang berjudul "TAROT". Kenapa saya pilih judul ini, pemainnya ada Shandy Aulia & Boy William, yang sebelumnya juga main bareng di film rumah gurita (horror juga nih). Karena cukup puas dengan trailernya, apalagi pake cerita anak kembar.
Sebenarnya dengan judul “Tarot”, film ini bukan melulu soal kartu tarot. Ada kisah lain yang berusaha ditampilkan dengan tema pengunaan tarot sebagai media pendukung dalam film. Cerita diawali dengan dua sejoli, Jules (baca: Juls) & Tristan, yang akan segera menikah. Jules diberi amanat untuk kembali ke rumah almarhum orang tua Jules di Jakarta. Rumahnya besarrrr sekali dan ternyata Jules mempunyai saudara kembar bernama Sofie yang meninggal secara tidak wajar. Pada sebuah kesempatan, Jules dan Tristan sempat diramal oleh seorang pembaca tarot bahwa akan ada orang dari masa lalu yang mengganggu kebahagiaan mereka, bahkan mengancam nyawa satu di antara mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)












