Friday, November 11, 2016

A Scanner Darkly (2006) : Film Asli Yang Dibuat Animasi (Review By Chanri – JMFC 001)

Gimana tuh? Film asli tapi dibuat animasi? Maksudnya? Tolong...tolong...coba jelaskan... Alright..alright...jadi begini nih guys... A Scanner Darkly ini adalah sebuah film yang di shooting seperti biasa, objeknya adalah manusia-manusia nyata dan keadaan biasa. Namun kemudian hasil shootingan itu diedit menjadi animasi seperti kartun guys. Jadi hasilnya tuh seperti film kartun yang sangat mirip dengan aktor-aktrisnya. 

 A Scanner Darkly
Gambar : inverse.com

Kalo orang ga tau kalo ini adalah sebenarnya orang nyata yang diedit, pasti dikira film animasi beneran. Karena halus banget guys, memang kayak film kartun gitu. Tapi nilai plusnya adalah visual kartunnya yang berkesan nyata atau 3D gitu. Sangat unik bukan? Hehe... Inilah kenapa saya mau ngereviewnya dan pengen sharing kepada temen-temen. Kalo mau liat trailernya klik disini : Trailer A Scanner Darkly.

Sebenarnya ini bukanlah film pertama yang membuat gambar nyata diedit menjadi film animasi. Sebelumnya, sudah ada Waking Life pada tahun 2001. Namun Waking Life masih sangat “kasar” dan non-simetris bentuk animasi kartunnya, sementara A Scanner Darkly lebih teratur dan halus. Nah kesamaannya adalah kedua film itu dinahkodai oleh sutradara yang sama, yaitu Richard Linklater, yang populer lewat karyanya film trilogi Before Sunrise.

 Waking Life
Gambar : en.wikipedia.org

Teknik editing ini dinamakan Interpolated-Rotoscope, artinya jangan buang sampah sembarangan, haha... artinya adalah teknik ini kalo secara manualnya adalah menggambar kembali sebuah motion picture namun hanya mengambil garis edge-nya saja, yang nantinya hasilnya berupa silhoutte. Karena sekarang jaman udah canggih jadi untuk melakukan editing seperti ini sudah bisa dilakukan dengan menggunakan komputer, tepatnya dengan memakai software khusus Rotoshop, yang hanya bisa dilakukan pengembangnya, Flat Black Films. 


Well..gimana? Melihat visual yang begitu saja sepertinya sudah cukup untuk membuat kita tertarik untuk menontonnya. Namun jika belum, bolehlah kita lihat siapa aktor dan aktris yang bekerja dalam film ini? Diisi oleh nama-nama beken seperti Keanu Reeves (The Matrix), Robert Downey Jr (Iron Man), Woody Harrelson (The Hunger Games) dan Winona Ryder (Alien Ressurection). Khusus RDJ, dia sendiri sangat tertarik dengan film ini dan dia pikir ini adalah script yang paling aneh yang pernah dia baca. Dalam proses syutingnya pun RDJ suka menulis kembali script-nya dalam take-note yang ditempel disekitar lokasi syuting.

Lalu, gimana dengan plot ceritanya sendiri? Genrenya sih menurut saya sci-fi mysteri, mengingat dalam film ini ada penggunaan teknologi pakaian kamuflase dan alat scanner wilayah, semua digunakan untuk memecahkan misteri chain supply sebuah narkoba bernama Substance-D. Saat itu, Amerika berada dalam keadaan dimana 20% populasi penduduknya telah terindikasi addicted to drugs. Jadi pemerintah sangat bersusah payah dalam memerangi narkoba ini, terutama ingin mencari produsen narkoba Substance-D. Disamping itu ada perusahaan yang mendukung pemerintah dalam perang terhadap narkoba ini, namanya New Path. New Path merupakan perusahaan yang merehabilitasi pecandu substance-D. 

Mencari siapa produsennya tidaklah mudah, polisi perlu menempatkan beberapa agen yang menyamar jadi pemakai untuk dapat mengetahui siapa pemasoknnya, dengan harapan membawa ke produsennya. Reeves, yang berperan sebagai Arctor, seorang agen yang sedang menyamar, pengguna pakaian kamuflase, terpaksa harus mengkonsumsi substance-D bersama para pemakai lainnya yang menjadi temannya, Barris, Luckman, dan Freck. Ada satu lagi cewek bernama Donna, yang diplot sebagai penjual substance-D. Mereke semua menjadikan rumah Arctor sebagai tempat kongkow mereka. 

Cukup lucu lho melihat kelakuan Barris, Freck dan Luckman, kehadiran mereka membuat film ini mempunyai unsur komedi, mereka yang telah mabuk substance-D mempunyai permasalahan di otak yang mengakibatkan suka paranoid, berpikir yang ngga-ngga, yang ringan diseriusin, kalo kato budak Jambi tuh : gawe lolo...haha... Untuk efek negatif lainnya adalah substance-D menggerogoti otak sehingga kadang berhalusinasi, ada juga yang tidak bisa membedakan identitas diri sendiri, wah..lupa diri nih...

Diluar misi penyamarannya, saat di markas, Arctor terus berkonsultasi dengan seniornya, Hank, yang juga memakai pakaian kamuflase. Sesama agen tidak mengetahui identitas masing-masing lho, hmmm...menarik...membuat penonton bertanya-tanya, akankah ada twist? Hehehe... *colek ilham dan nendra*. Di markas, para agen ini memantau daerah yang ditargetkan dengan menggunakan alat scanner hologram, inilah kenapa judul filmnya A Scanner Darkly. Lewat scanner ini para agen bisa memantau aktifitas para pemakai, dan menunggu momen yang tepat untuk mendapatkan bukti.

 Wynona Ryder

Nah gimana, cukup menarik bukan premisnya? Apalagi disini Winona Ryder cantik pake banget guys, hehe... Kita mungkin menonton filmnya kurang dari 2 jam ya guys, tapi perlu kamu tau nih, proses untuk membuat kartun tersebut memakan waktu 18 bulan! Padahal syuting gambar nyatanya kurang dari sebulan. Untuk itu patut kita acungi jempol buat tim editornya nih.

Terakhir, film ini sebenarnya diadaptasi dari novel berjudul sama karya penulis Philip K. Dick. Philip merupakan novelis terkenal yang karyanya sudah sering diangkat ke dalam film dan populer, contohnya seperti Blade Runner, Total Recall dan Next. Film ini sendiri merupakan fiksi ilmiah namun berdasarkan kehidupan nyata disekitar sang penulis, sampai ia bilang bahwa kasus narkoba seperti itu bener-bener terlihat. Kalian bisa lihat di before credit title, ada nama-nama teman Philip yang menjadi korban narkoba, ada yang sakit, ada yang mati. 

 Say No Tp Drugs
Gambar : grabellaw.com

Inilah salah satu nilai positif film, sebagai wadah buat menyampaikan pesan positif. Film ini menunjukkan betapa bahayanya narkoba, dan kita semua harus memeranginya, inilah warning terhadap kita semua. Sebelumnya juga ada film yang menunjukkan bahaya narkoba, judulnya Requiem For A Dream, dibintangi oleh Jared Leto dan Jeniffer Conelly, wih keras hidup di film nih, ada yang jadi gila, ada yang diamputasi, bahkan sampai ada yang melacur jual diri. Gitulah kalo udah kena narkoba, hidup bakalan hancur sehancur-hancurnya! 

SO GUYS AND GIRLS...SAY NO TO DRUGS!
Jauhi narkoba, dekati calon mertua, uppsss....
JMFC 001 – Om Chan

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...