Monday, October 10, 2016

10 Film Paling Rumit Ala Chanri : Udah Nyoba? (Review By Chanri – JMFC 001)

Yakin udah nyoba? Hehe... Kalo udah, yang mana aja? Ayo cek listnya disini ya. Sekalian deh buat kamu-kamu yang belum nyoba, tonton deh, siapa tau bisa membantu kamu “merilekskan” otak, haha... (Rileks la nian...).

Hey-hooo...hadir lagi nih mengisi artikel di blog tercinta kita ini. Kali ini, saya akan memberikan sesuatu yang beda dari biasanya. Biasanya ngisi artikel ngupas abis satu film, tapi kali ini akan mencoba memberikan 10 film yang akan direview sangat singkat kedalam satu tema yaitu film yang memiliki cerita dan penyajian yang sangat rumit dan sulit untuk dimengerti oleh penontonnya. Bahkan butuh lebih dari satu kali menontonnya.
 Inception
Gambar : imdb.com

Sebagian besar film dibuat untuk tujuan entertainment alias hiburan bagi penonton. Penonton akan merasa terhibur jika tau ceritanya gimana, serunya dimana, lucunya dimana, dan sebagainya. Tapi sebaliknya ada segelintir kecil film yang sengaja dibuat tidak mudah untuk dicerna penonton, bikin bingung dan bikin pusing. Ga tau deh alasan dibuat film itu apa, entah karna kualitas atau bernilai seni tinggi, entah nak show off skill bikin film, entah untuk menyampaikan sesuatu, entah untuk menciptakan ciri khas diri, entahlah... 

Tapi percaya atau tidak, film-film seperti itu tetap mempunyai penggemar lho, sebut saja member JMFC, salah satunya saya, salah duanya Nendra, salah tiganya Ary, salah empatnya Ilham, hehe... Bahkan untuk ukuran dunia, beberapa film juga sampai menjadi Cult Movies, yaitu film yang dipuja-puja dan diomongin orang dari masa ke masa, karena kontroversinya, kelebihannya, kekurangannya atau keunikannya.

Terkadang tatkala rasa bosan akan film-film yang mainstream menghampiri, maka tubuh ini butuh “nutrisi” dari film-film yang anti-mainstream, “refreshing” yang ngga fresh, hehe...karena habis nonton pusing, apalagi kalo sampe tak dapat pencerahan, bisa ga tidur 7 hari 7 malam, hehe... But, itulah sensasi yang beda yang ga kita dapatin dari nonton film-film biasa. Itu “hiburan” bagi orang-orang “gila” kayak kami, haha...

Film-film seperti ini ada yang bisa dinikmati dan sangat membekas, namun ada juga yang rasanya tak nikmat untuk diikuti, gone with the wind gitu aja. Ada yang menggunakan tema Crime Mysteri, Schizofrenia, Time Travel, Lucid Dream, Insomnia, Vision, Cyberspace, dll deh. 

Oke, apa saja list-nya ala saya, cekidot gan, saya ranking deh sesuai tingkat kesulitannya menurut kapasitas otak saya mencernanya, haha... Ini review singkat saja, spoiler free kok, kalo review panjangnya nanti deh saya buat satu-satu (kalo sempat). Ini juga murni dari pendapat saya, jadi bisa saja subjektif, karena beda orang punya opini masing-masing, selera relatif, anggap aja referensi, hehe.. 

1. Primer (2004)
Oke coba kamu liat gambar dibawah ini :

 Rumus Rumit
Gambar : koreabizwire.com

Nah begitulah kira-kira menggambarkan gimana rumitnya film yang satu ini. Kalo menonton film ini, saya sarankan kamu mengajak serta 2 orang profesor untuk menemanimu, disebalah kanan kamu duduk profesor dibidang quantum physic mechanical engineering, seorang lagi duduk disebelah kiri kamu profesor dibidang financial stock market fluctuation, karena skenario yang diucapkan oleh para aktornya disini adalah bahasa ilmiah yang setinggi langit.

Jika ada seseorang yang menyatakan bisa ngerti film ini dengan cuma sekali nonton, bilang sama dia “banteng-duduk” (translate aja sendiri ke english). Nonsense banget kalo dia bisa ngerti, unless dia adalah Shane Carruth. Shane adalah semuanya dalam film ini, dia lah yang punya ide, dia yang produserin, dia juga yang nyutradarain, dia pula yang meranin, hadeh...kenapa ga nama dia aja yang jadi judulnya sekalian, haha...  Shane adalah seorang filmmaker independen asal Amerika. Memang bukanlah sutradara yang terkenal dan mempunyai jam terbang tinggi, tapi satu karyanya ditahun 2004 berjudul Primer ini berhasil menjuarai Sundance Film Festival.

Film ini mengisahkan 2 orang pemuda, yang berpenampilan rapi dengan kemeja berdasi, seperti eksekutif muda, komat-kamit ga karuan tentang suatu project ilmiah. Ternyata apa yang mereka kerjakan membuahkan hasil sebuah mesin time travel, yang mereka gunakan untuk mencari keuntungan dari bermain saham. Fiuhh...ga ada kata-kata lain lagi selain film ini memang njelimet banget, terus terang saya pun tak mengerti apa maksud dan tak bisa menikmati jalan cerita film ini, masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Untuk itulah film ini pantas saya sematkan sebagai number 1-nya, mengingat film ini sangat sederhana, beruntung film ini hanya berdurasi kurang lebih 1 jam saja, kayak lagu Audy, hehe...jadi cepet selesai pusingnya.


2. 2001 : A Space Odissey (1968)
Melongo sepanjang film ini. Iya, bagi saya film ini tak lebih dari sekedar lamunan tentang perjalanan astronot di luar angkasa. Well...bukan karena filmnya yang ga berbobot, tapi melainkan otak saya yang belum sampe untuk mengerti apa maksud dari Stanley Kubrick, sang sutradara. Kalo di bioskop, bisa-bisa saya keluar duluan sebelum film selesai, bosenin banget filmnya. Bayangin aja durasi super panjang 2,5 jam kita hanya disuguhkan visual space travelling yang super lambat, dengan minim audio dan minim dialog. 

 2001 A Space Oddisey

Menurut saya, film ini tak lebih hanya sebagai produk “show off”-nya si Stanley, bahwa dia gape bikin visual yang sangat oke. Untuk yang ini memang saya akui guys, untuk ukuran tahun 1960an, visual yang ditampilkan sangat luar biasa. Ya kata orang-orang yang paham film ini ada yang bilang ini film tentang time travel lewat batu monolith menyimbolkan perjalanan evolusi manusia dari jaman purba ke jaman super modern. But, honestly, i don’t get it. Nah, bagi kamu-kamu yang mau coba? Silahkan deh tonton, jangan lupa bawa bantal, siapa tau ketiduran karena bosen, hehe... Saking ga tau ini film apa, maka pantas disematkan sebagai runner-up.

3. Memento (2000)
Siapin aspirin kalo mau nonton, dijamin 99% kamu akan mengalami yang namanya pucing kepala belbie, haha... Alur maju mundur alias non linear narative yang dipake sutradara Christopher Nolan dalam film ini sungguh buat kita bingung. Uniknya, tanpa disadari, disini kita yang nonton dibuat seperti menjadi “tokoh utama” dalam film ini, Leonard Shelby (Guy Pearce), seorang penderita penyakit amnesia yang aneh, yaitu tak bisa menyimpan ingatan. Karena alur cerita yang bolak-balik, maka kita harus pandai-pandai mengingat setiap urutan scenenya, kalo ngga, ya kita bakal lupa deh. So, did you remember the storyline? Hehe...

Leonard sendiri dalam film ini adalah seorang mantan konsultan, yang berada dalam situasi dimana dia menyelidiki kasus kematian istrinya. Karena penyakitnya tadi, ia harus membuat note disetiap hal yang dianggapnya penting, kadang juga difotoin, bahkan dicatatnya ke tubuhnya dalam bentuk tattoo supaya ga hilang dan membantunya mengingat. Sayang, beberapa orang memanfaatkan “kecacatannya” ini untuk alasan tertentu. Gimana ceritanya? Tonton saja. Bagi saya film ini bisa dinikmati setelah setengah akhir durasi saja.

4. Enemy (2013)
Ini film yang paling ambigu yang pernah saya tonton. Setelah selesai nonton, kita akan dibuat menerka-nerka yang mana jalan cerita yang benarnya, dan every storyline yang terpikirkan are possible. Tepatnya ini adalah never ending story, seperti bro Nendra pernah berucap “Ular makan ekornya”, unsolvable, setiap storyline bisa saling mematahkan. But overall karya sutradara Dennis Villenueve ini gokil dah, cuma sesederhana gini tapi bisa memutar otak sedemikian rupa. Setiap detail dialog atau properti secuil apapun, memiliki peran yang penting, ga ada yang menyangka jika foto dalam bingkai pajangan yang cuma ga sampe 1 detik muncul di scene dapat menciptakan sebuah kesimpulan baru.

 Enemy
Gambar : en.wikipedia.org

Kalo ceritanya sendiri bagi saya cukup nyaman dinikmati, ibarat thriller tapi dengan tempo sangat lambat dan ga pake ancaman nyawa segala. Seorang pria bernama Adam Bell (Jack Gyllenhaal), seorang guru sejarah, tiba-tiba mendapati dirinya “punya” kembaran seorang aktor setelah dia nonton film kembarannya, dan ia menyelidiki siapa kembarannya ini sebenarnya. Cerita makin rumit ketika mengetahui mereka punya wanita pasangan masing-masing, duh wanita emang rumit guys, haha... Tapi lebih rumit lagi dengan kehadiran “laba-laba”, yang jika kalian sependapat dengan saya, maka laba-laba itu hanyalah sebuah simbol dari sesuatu yang dia takuti.

5. The Matrix Trilogy (1999-2003)
Siapa yang ga tau dengan film fenomenal satu ini? Pasti semua dah pada tau kan. Apalagi dengan gerakan bullet-time yang very memorable itu, film ini memang pantas sukses mega blockbuster dengan raihan diatas 1 Milliar Dollar AS. Saya yakin sebagian besar orang (termasuk saya) yang menontonnya hanya menikmati suguhan action yang luar biasa oleh Neo dkk. Bagaimana Keanu Reeves berlaga melawan Hugo Weaving dalam final battle yang incredible sangat apik tenan, atau aksi tembak-tembakan perang melawan robot ubur-ubur itu, hehe... Hanya sedikit orang yang mengerti apa sih sebenernya yang dipermasalahkan dalam film ini. 

Kisah tentang kehidupan bumi post-apocalyptic yang dikendalikan oleh robot dan mesin, membuat manusia terkucilkan. Mereka bisa hidup “layak” hanya di dalam “Matrix”, dunia maya nan semu yang disediakan mesin untuk memanipulasi pikiran manusia. Hingga hadirlah seorang yang diramalkan dapat mengakhiri semua ini, dia itu lah Neo “The One”. Perjuangan Neo dkk yang mengobarkan api revolusi ini lah yang menjadi pokok permasalahan. Credit to bro Ilham atas sedikit pencerahannya tentang film ini. Film ini tak seperti film berat diatas, meskipun kita sulit untuk mencerna jalan ceritanya yang keluar-masuk dunia maya, setidaknya kita dapat menikmati actionnya yang sungguh fantastis karya dari The Watchowkski Brothers.

6. Mr. Nobody (2009)
Film ini sudah pernah saya buat artikel review panjangnya, klik disini ya guys untuk bacanya : Mr. Nobody(2009) : Wonderful (Review By Chanri – JMFC 001). Nah singkatnya, film ini rumit karena menggunakan non linear narative seperti Memento diatas. Bedanya adalah sang tokoh utama dapat hadir di waktu dan tempat yang berbeda bersamaan! Kok bisa sih? Nah untuk mengetahuinya, mending ditonton dari awal sampe habis, karena memang nikmat kok melihat betapa artistiknya karya sineas Belgia ini. 

Nemo Nobody adalah tokoh utama disini. Diceritakan sejak dia kecil, keluarganya mengalami broken home, memaksanya harus memilih ikut Ayah atau Ibu, kemudian ia beranjak remaja, dewasa, hingga tua, berbagai jalan kehidupan telah ia tempuh, varian wanita yang singgah kepadanya membuat film ini complicated. Setiap event yang ada dapat kita petik hikmahnya.

7. The Imaginarium Of Doctor Parnassus (2009)
Film ini menjadi film terakhir yang dibintangi oleh pujaan banyak orang, Heath “Joker” Ledger. Ya, saat film ini sedang dalam proses pembuatan, Ledger yang disini memerankan Tony, meninggal. Review panjang film ini juga sudah saya tulis dalam artikel berikut ini : Fantasy Abstrak dan Teatrikal Dari Film The Imaginarium Of DoctorParnassus. Singkatnya adalah memang film ini penuh dengan unsur abstrak dan disajikan secara teatrikal oleh beberapa cast yang bergantian memerankan Tony.

Kalo udah denger kata abstrak, udah pasti “ga jelas” kan, hehe... Ya begitu pula dengan film ini, ga jelas apa sebenarnya yang tersirat. Alkisah ada seorang kakek tua bernama Doctor Parnassus, pemimpin grup teater jalanan di Inggris sana. Personel teater jalanan ini ada 3 orang, putrinya Lily, Percy si kurcaci dan si cute Anton (Chanri Garfield). Selama perjalanan kelilingnya, Parnasuss terus diganggu oleh setan berwujud manusia bernama Mr. Nick. Mereka melakukan sebuah janji taruhan yang melibatkan putri kesayangannya, good vs evil. Konflik asmara tak terelakkan ketika Tony masuk sebagai personel teater. Ceritanya rumit karena script yang digunakan tidak straight to the point, ditambah lagi dengan visual yang disuguhkan dalam cermin ajaib di panggung teater itu ala-ala Alice In The Wonderland gitu, cuma lebih abstrak aja. Kayaknya hanya orang-orang teater dan penyair aja nih yang paham.

8. The Fountain (2006)
Non linear narative selalu menjadi pakem bagi film-film yang ingin terlihat rumit. Setelah Memento dan Mr. Nobody tadi, ini ada The Fountain. Mempunyai 3 timeline yang berbeda tahun, tapi disajikan bergantian. Hugh Jackman disini sebagai seorang dokter, mencoba akting mendalam selain menjadi sangar dalam diri Wolverine. Di tahun 2000an ini, Ia mempunyai istri yang sedang mengidap penyakit kanker, dan ia berjuang untuk menemukan obatnya. Dalam pesakitannya, istrinya menulis sebuah novel berlatar waktu jaman dahulu kala saat kuda masih makan batu, tentang kerajaan Spanyol dan Piramida suku Maya yang berhubungan dengan kepercayaan Pohon Kehidupan.

 The Fountain
Gambar : imdb.com

Selain itu ada pula tayangan masa depan dimana ia menjadi seorang pertapa yang terbang keatas angkasa dalam sebuah gelembung besar menuju Xibalba di lingkaran bintang Nebula. Nah, dah bingung kan?
Bagi kamu yang ingin pencerahan jiwa, film ini sangat saya rekomendasikan lho, kamu akan terhenyuh. Kasih sayang yang begitu kuat dapat menjadi sesuatu yang baik, tapi dapat pula menjadi bumerang. Sabar aja mengikuti alur ceritanya, disini saya paling suka bagian perjalanan ke Xibalba.

9. Jacob’s Ladder (1990)
Masih menggunakan pakem non linear narative, film ini mempunyai pesan religi yang cukup baik. Kisahnya sih tentang pensiunan tentara Amerika pasca perang di Vietnam. Ia hidup normal sebagai pekerja sebuah perusahaan kurir dan mempunyai seorang istri cantik. Semua kacau ketika ia mulai melihat penampakan setan dan iblis dimana-mana. Makin menarik ketika mengetahui rekan-rekannya semasa berperang di Vietnam juga mengalami hal yang sama, bahkan sampai ada yang mati dibunuh. Makin aneh lagi ketika menyadari dirinya pulang kembali dengan mantan istrinya dan anak-anaknya. Hadeh...Ada apa sebenarnya kaitannya?

Cukup mengerutkan jidat dalam mengikuti jalan ceritanya, seperti cerita-cerita misteri detektifan begitu, hanya saja sajian visualnya lebih gore, terutama scene di dalam rumah sakit. Tapi ketika udah sampai diakhir film, barulah pesan yang ingin disampaikan kita dapati. Saya cukup kaget saat mengetahui film ini terinspirasi oleh real event di perang Vietnam, sebuah rahasia besar negara kalo begitu mah, apa bener? Tonton guys.

10. Shutter Island (2010)
Salah satu penampilan terbaik dari seorang Leonardo DiCaprio. Disini, dia berperan sebagai Edward, seorang pensiunan US Marshall yang menyelidiki kasus pencucian otak di sebuah rumah sakit jiwa yang berlokasi di pulau terpencil. Menurutnya, RS Jiwa itu telah melakukan tindak pidana pencucian otak. Dengan dibantu seorang partner, Chuck, penyelidikan ini berlangsung intense dan greget. Tak gampang mencari benang merahnya, apalagi sesekali kita ditampilkan flashback memory dari Edward. Kemudian muncul bukti baru tentang orang ketiga bernama Andrew Laeddis yang makin memprovokasi Edward sekaligus kita sebagai penonton.

 Shutter Island

Meskipun sulit dicerna, tapi film ini cukup baik untuk dinikmati, terutama bagi kamu yang suka film detektifan gitu. Very recomended movie, apalagi dengan ending twist yang dia punya, rugi kalo kalian belum menontonnya. Masih ada nama besar Ben Kingsley dan para Oscar nominees : Max von Sydow, Mark Ruffalo, Michelle Williams, Jackie Earle Haley dan Patricia Clarkson. Nama beken sutradara jangan lupa, Martin Scorcese.
Oeh..ga sadar udah 10 yah...sebenarnya masih ada beberapa film lagi yang bersaing untuk masuk Top 10 Film Paling Rumit ala saya, tapi karena namanya Top 10 ya hanya 10 dong ya, hehe... Ini deh bonus beberapa film yang peringkatnya berada dibawah 10 tadi (10 Honourable Mention) :
Predestination (2014)
The Machinist (2004)
Vanilla Sky (2001)
Tinker Tailor Soldier Spy (2011)

Oke guys...Mudah-mudahan review dan pendapat (yang subjektif) ini dapat menjadi referensi atau info tontonan bagi temen-temen sekalian. Mohon maaf jika ada salah, komen atau saran juga necessary. See you on next review ya.
JMFC 001 – Om Chan


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...