Tahukah anda bahwa jumlah manusia yang hidup diatas bumi saat ini telah mencapai angka 7,5 milyar jiwa??? Silahkan cek updatenya di world population meter ini. Sekedar pembanding yang paling gampang adalah lihat grafik pada gambar di bawah. Pada tahun 1900, kurang lebih satu abad lalu, jumlah penduduk hanyalah +/- 2 milyar jiwa saja. Yang kemudian meningkat sangat drastis pada tahun 2000an ini menjadi 6 milyar jiwa. Dan jika garis tanjakan itu diikuti, maka diprediksi akan terjadi ledakan penduduk dalam abad ini juga. Mungkin sebagian dari kita akan menjawab : “So, what’s the matter? Hidup masih baik-baik ini kok, kalaupun terjadi ledakan penduduk di masa depan itu mungkin kita udah pada mati, jadi ga ngaruh apa-apa di kita. So why should I f*cking care?”. Hell yeah...kalian memang mungkin udah mati, tapi warisan kematian yang kalian tinggalkan untuk anak, cucu dan cicit kalian adalah sebuah kiamat kecil, bumi yang sekarat, tertindih oleh padatnya penduduk, alam yang tergerus untuk kebutuhan hidup manusia. So, jika kalian sayang anak kalian, you should really f*cking care, right?.
Gambar : treehugger.com
Kita sendiri dapat membayangkan secara simpel apa saja akibat yang terjadi karena overpopulasi ini. Sebut saja misalnya lama-lama hutan akan habis, karena lahannya di pakai untuk membangun gedung atau perumahan baru, kayu-kayunya juga habis dipakai untuk terus memenuhi pesanan perabot rumah tangga, bukit semen akan tergerus habis untuk memenuhi permintaan konstruksi bangunan, bumi makin bolong akibat bijih besi di perut bumi terus ditambang, kendaraan tambah banyak sementara jalan aspal ga nambah-nambah, macet dan polusi udara akibat banyaknya kendaraan tentu makin parah, ozon di atmosfer makin tipis, hingga bumi makin panas, es di kutub mencair akan menjadi banjir sangat besar. Belum lagi banyaknya pengangguran dibandingkan lowongan kerja yang tersedia. Manusia hidup membutuhkan biaya, ini akan menjadi katalis yang paling kuat terhadap meningkatnya angka kemiskinan dan kemudian diikuti dengan tingkat kriminalitas karena keterpaksaan untuk memenuhi biaya kebutuhan. Sumber daya alam ini terbatas, yang konsumsi banyak, maka bisa jadi mungkin suatu saat akan terjadi perebutan sumber daya untuk dapat bertahan hidup. Final result? Jawab sendiri aja dalam hatimu.
Overpopulasi memang suatu masalah yang sangat concern disinggung oleh banyak pihak diseluruh belahan dunia sejak jaman milenial ini. Termasuklah para praktisi di bidang perfilman. Mereka yang merasa perlu untuk menyampaikan pendapat tentang overpopulasi ini berani untuk membuat karya yang isinya terdapat latar belakang alasan, ide, doktrin, dan akibat dari masalah overpopulasi ini. Ada yang masuk akal, tapi juga ada yang radikal. Doktrin yang dikumandangkan juga tak sembarangan karena disadur dari teori ilmiah dan ilmu pengetahuan. Gambaran bumi yang dystopia pasca mini apocalypse akibat dari overpopulasi juga menjadi imajinasi yang sangat berasa nyata di depan mata. Nah, dari itu semua, saya memilih dan membahas singkat 10 film yang menurut saya menyinggung atau menggambarkan tentang overpopulasi. But maaf nih, artikelnya tidak bisa saya buat spoiler free, karena sudah tentu mengandung spoiler, major spoiler malah, hehe...ya iya lah karena udah ketahuan bahwa ini film berlatar atau bersetting tentang masalah overpopulasi. Check this out :
Gambar : sonypictures.com
Film yang diangkat dari novel ini merupakan film ketiga dalam urutannya setelah sebelumnya ada The DaVinci Code dan Angels And Demon. Film ini dibintangi oleh aktor ternama Tom Hanks dan Felicity Jones. Ron Howard, yang menukangi installment ini dari film pertama, tetap membawa ciri khas film, yaitu teka-teki misteri yang dibumbui dengan crime-thriller-action plus banyak unsur pariwisatanya, hehe... Ya iyalah karena di tiap filmnya sang aktor banyak pergi ke tempat-tempat yang merupakan objek wisata sejarah yang menjadi clue atau hint dari teka-teki misteri yang coba dipecahkan, sehingga penonton berasa selalu diajak jalan-jalan wisata ke berbagai belahan Eropa. Film ketiga ini cukup bagus meskipun tak sebagus predesessornya. Tom yang berperan sebagai Robert Langdon, seorang ahli sejarah dan simbol, dilibatkan oleh WHO untuk dapat membantu mereka mengungkap sebuah rahasia besar dari seorang ilmuwan bernama Bertrand Zobrist. Rahasia itu adalah sebuah zat penemuan, yang dianggap dapat mengancam keselamatan penduduk dunia.
Apa yang menarik dari film ini? Dari opening scenenya saja sudah menyatakan bahwa ini tentang overpopulasi. Zobrist adalah ilmuwan yang sangat concern tentang masalah overpopulasi. Saya juga sangat setuju dengan presentasinya yang menyatakan manusia saat ini jumlahnya sudah sangat over dan mereka bereproduksi sangat cepat dan banyak. Zobrist menggambarkannya seperti bakteri dalam gelas kaca, yang dengan cepat membelah sel tunggal menjadi ganda, hingga gelas tersebut tidak lagi muat untuk menampungnya. Gelas itu adalah bumi kita, dan kita adalah bakterinya. Ilmuwan yang diperankan oleh Ben Foster ini berhasil menciptakan zat khusus yang dia anggap sebagai solusi untuk masalah overpopulasi ini. WHO mengira zat itu adalah senjata biologis pemusnah masal sehingga upaya melepaskan zat tersebut harus mereka cegah. Mengetahui hal ini, Zobrist telah dengan sangat cerdas membuat rencana pelepasan zat yang melibatkan banyak pihak dan tentu dengan teka-teki misteri yang menjadi ciri khas film. Sayangnya, endingnya berbeda dengan versi novelnya, terutama tentang kemampuan zatnya. Di film, zat ini memang untuk membunuh dan tak sempat dilepaskan, sedangkan di buku zat itu berhasil dilepaskan dan kemampuannya "hanya” untuk menghambat proses fertilisasi pada organ reproduksi manusia. Bertujuan untuk mengecilkan persentase pembuahan dan tentu berujung untuk menurunkan pertumbuhan penduduk. Ini sekaligus menjawab pertanyaan kita ya bro Nendra.
