Kamis, 20 Februari 2020

Penjelasan Ending I Am Mother (2019)

Poster : I Am Mother (2019)
Oke...kenapa judulnya penjelasan? Bukan review? Karena susah sekali rasanya kalo ngereview ni film tanpa spoiler, film ini sih lebih seru untuk dibahas. Karena filmnya akan menyebabkan terjadinya konflik batin bagi para penonton, pasti ada dualisme pendapat yang saling bergejolak. Dan juga kalo cuma bikin review non spoilernya, palingan cuma dapet 1 paragraf, hehe.. Itu karena film ini hanya menyajikan 3 tokoh, Robot, Daughter dan Woman. Settingnya juga sebagian besar hanya di 1 gedung yang bernama Repopulation Facility. Sekilas akan terlihat membosankan, tapi nyatanya ga gitu kok. Malah kamu akan terpaku terus dibangkumu untuk menikmati setiap misteri yang mengalir. Dan ini film adalah drama ya, jangan harap ada banyak sci-fi futuristik roboticnya disini. Karena sesuai judul, ini lebih menitikberatkan kepada hubungan antara ibu dan anak.

Meskipun memang tak banyak yang bisa dibahas dari unsur teknisnya, tapi apa yang ada di bagian terdalam film ini lebih kompleks ketimbang apa yang tampak di permukaannya. Filmnya sendiri hanya diperankan oleh 2 orang saja, plus 1 suara orang untuk robotnya. Dua pemeran tersebut berbeda 180 derajat, yang satu adalah aktris berkelas pemenang Oscar, Hilary Swank, yang diadu dengan nubie, Clara Rurgaard Larsen, yang sepak terjangnya di dunia perfilman belum seberapa. Tapi bukan berarti aktingnya jelek ya. Malah cukup meyakinkan sebagai tokoh dengan screentime terlama dalam film ini. Dan untuk pengisi suara robot adalah Rose Byrne, yang kita kenal lewat film X-Men sebagai Moira.

So, what's really happened in I Am Mother? Akan kita kupas, setajam...silet...hehe.. and of course, ini hanya untuk kalian yang udah nontonin filmnya, karena tentu banyak spoiler disini. Perhatikan batas spoilernya ya, mulai paragraf ketiga. Kalo mau liat trailernya klik disini.

Daughter

Ini bukan tipikal film scifi pada umumnya yang menjual action dan visual effects, melainkan fokus pada drama dan ceritanya. Karena baru sampai ending kita akan menemukan jawabannya, or..really?? 

1. Sinopsis.
Film akan dimulai dengan scene yang menyatakan bahwa bumi dalam kondisi seperti post-apocalyptic gitu, manusia punah ga ada lagi, jumlahnya 0. Habitat ga bisa ditinggalin lagi, lingkungan beracun. Yang tersisa adalah sebuah gedung bernama Repopulation Facility. Gedung ini memang sepertinya dibangun untuk kondisi kiamat gini. Karena di dalamnya terdapat ribuan stok embrio manusia yang siap untuk ditumbuhkembangkan. Nah, siapa yang menumbuhkembangkannya? Perkenalkan, Mother, seorang robot humanoid atau droid dengan AI sangat canggih hampir menyamai pemikiran manusia.

Pada hari pertama setelah kepunahan, Mother memilih satu embrio untuk ditumbuhkembangkan. Hari berlalu, tahun berganti, Mother telah mengasuh embrio menjadi remaja dewasa perempuan yang cerdas dan baik hati, dialah Daughter. Ya, jangan heran kenapa ga ada nama, karena memang ga ada pake nama dalam film ini. Mother mengasuh Daughter dengan "standar" yang dia harapkan, makanan yang disediakan adalah makanan sehat untuk raga yang sehat, pendidikan ilmiah dan moral juga ikut diberikan. Dengan harapan saat manusia hidup kembali ke habitatnya mereka adalah manusia yang berkualitas.

Filmnya akan berjalan dengan tempo yang lamban, sampai bagian dimana muncul satu karakter lagi yang disebut Woman. Woman inilah yang akan membuat film ini menjadi sangat menarik dan punya konflik yang kuat. Bagaimana tidak, selama ini Daughter hanya tau kalo sepertinya dialah the one and only human di dunia, tiba-tiba Woman muncul ke dalam gedung meminta pertolongan karena baru saja tertembak di perutnya. Woman menceritakan kepada Daughter kalo diluar sana masih ada manusia lainnya. Dan mereka semua takut kepada droid, termasuk Mother, karena droid ini kejam, membunuh manusia, ini menjawab insiden kenapa perut Woman tertembak. Tentu kebingungan kan si Daughter, mana nih cerita yang benar? Manusia beneran punah ato memang masih ada yang hidup diluar sana? Trus benar atau tidak Mother dan para droid itu jahat? Siapa yang harus dia percaya? Mother atau Woman?



<SPOILER MULAI DISINI!> 

2. Twist Ending.
Kenapa manusia bisa punah? Jawabannya diketahui di bagian ending. Mother adalah pelaku pemusnahan massal manusia. Jadi bukanlah karena bencana alam atau lingkungan yang beracun. Ada dialog Mother yang menyatakannya, kurang lebih maksudnya seperti ini :
"Mother : Aku tuh dibuat dengan program yang mengutamakan hidup manusia diatas segalanya, dan aku ga tahan melihat tingkah laku manusia yang cenderung saling merusak diri. Jadi aku ambil keputusan."
Ya kurang lebih seperti itu. Kita sebagai penonton harus bisa mencerna sendiri maksudnya apa. Dengan teknologi dan pasukan droid yang begitu canggih, maka pembunuhan massal dapat saja dilakukan dengan mudah oleh Mother. Karena Mother juga bilang kalo dia adalah satu AI tunggal yang mengontrol semua teknologi dan droid yang ada. 

Droid Army
3. Mother sebenarnya baik.
Iya, saat membaca poin 1 pasti kita menilai bahwa Mother adalah sosok yang kejam tega membunuh semua orang. Tapi, pada dasarnya, itu dilakukannya atas dasar niat baik, yaitu for the greater good. Dan Mother sendiripun telah mengutarakannya di awal-awal film, saat ada dialog anak kecil yang bilang kalo dia ga ingin jadi manusia karena manusia "hobinya" menghancurkan segalanya, Mother jawab bahwa dia mengagumi manusia, manusia itu luar biasa. Dalam diri Mother tentu dia ingin hidup manusia itu baik semuanya, kan dia di program agar mengutamakan hidup manusia. Tapi program tersebut tentu sulit untuk direalisasikan karena kita tau bahwa tidak semua manusia itu baik, atau dalam setiap manusia pasti ada sifat jeleknya. Termasuklah soal "perang" yang disebutnya kepada si anak kecil. Selagi masih diisi oleh orang-orang yang sekarang, maka selama itu pula akan masih ada peperangan atau pengrusakan yang dilakukan oleh manusia. Seperti quote Thanos dalam film Avengers - Endgame saat ia pidato sebelum berkelahi dengan trio Avengers : 
"Selagi masih ada orang yang mengingat kejadian The Decimation (orang mati jadi debu kena snap dia), maka selama itu pula akan ada orang yang ga nerima kenyataan (ya para Avengers ini). Maka, sekarang akan aku musnahkan kalian semua, dan dengan Infinity Stone yang baru, akan aku bikin universe yang baru, dengan orang-orang yang ga tau apa yang terjadi, mereka hanya menerima a greatful universe".
Ya, Thanos bertindak layaknya Tuhan, begitupula Mother. Dia mengambil cara sendiri agar semua manusia yang hidup itu "baik", yang tidak saling menghancurkan atau merusak. Caranya adalah dengan me-reset populasi. Dia hapus populasi dunia, dan kemudian dibikin ulang dengan embrio-embrio yang dia punya.

Mother
4. Mother membuat standar kualitas manusia yang baik
Ya, populasi yang hendak dibangun Mother haruslah sesuai dengan standar yang Mother buat sendiri. Standar yang Mother anggap sebagai manusia yang lebih pintar, lebih sehat dan lebih punya etika. Dan ini sedikit ulasan saya pribadi sih, manusia yang pintar disini bukan hanya pintar secara ilmiah, tapi juga secara pola pikir. Manusia yang pintar untuk menyadari betapa pentingnya kebaikan umat banyak, perdamaian, kelestarian lingkungan hidup dan lain-lain. Saya sendiri menyadari bahwa manusia jaman sekarang banyak sekali yang pola pikirnya ga pintar. Contoh paling sederhana adalah saya masih sangat sering melihat orang buang sampah sembarangan, baik yang pake motor ato mobil ato jalan kaki. Banyaknya sampah yang kita liat di lingkungan adalah bukti bahwa banyak manusia yang masih "bodoh", yang dengan "jahatnya" sengaja membuat lingkungan rusak. Kenapa saya bilang "jahat" dan "sengaja"? Karena jaman sekarang rasanya semua orang pasti udah tau bahwa buang sampah sembarangan itu tidak baik bagi lingkungan. Jadi bukan karena mereka "ga tau", mereka tu tau, cuma malas nyari tong sampah, jiwa-jiwa malas ini yang perlu dibenahi. Belum lagi contoh lainnya misal dalam etika dan kepatuhan di jalan raya, banyak orang "bodoh" di jalan raya yang dengan seenak jidat nerobos melanggar rambu-rambu lalu lintas atau tidak tau beretika di jalan raya. Dan contoh sederhana lainnya tentang budaya antri, coba kalian introspeksi diri, seberapa sabar kalian mengantri? Atau seberapa sering kalian melihat orang suka nyerobot? Kalian pikir dari mana asal muasal sebuah brand rokok ternama sampe bikin reklame dengan slogan "BISA NYEROBOT KOK ANTRI?". Ya dari "kebodohan" pola pikir manusia seperti ini nih.

Nah Mother mengasuh Daughter dengan pelajaran-pelajaran atau metode yang dianggap dapat menambah kepintaran manusia dan mengajarkan etika. Ini dapat dilihat dari scene ujian-ujian yang diberikan Mother kepada Daughter. Termasuk juga scene makanan yang dikonsumsi oleh Daughter, ini adalah pesan bahwa standar kualitas manusia yang baik juga harus sehat. seperti di negara maju yang penduduknya sudah terbiasa makan sehat seperti sayur-sayuran dan salad. Dan soal etika juga Mother mengajarkan tentang kebaikan sesama, pengorbanan dengan dalil "for the greater good".

Ujian
5. Apa yang terjadi kalau Daughter tidak memenuhi standar yang ditetapkan Mother?
Dibakar hidup-hidup! WTF?? Kok gitu??

6. Ya, ternyata Daughter bukanlah manusia pertama yang ditumbuhkembangkan oleh Mother.
Ini dibuktikan lewat 3 scene. Pertama adalah scene dimana Daughter menemukan fosil gigi manusia di dalam tungku pembakaran. Kedua adalah scene dimana Daughter diam-diam membuka tabung embrio, dan melihat bahwa total ada 3 embrio yang telah diambil dari tabung. Dan ketiga adalah scene ending saat Woman ditemukan Mother, Mother berkata :
"Apakah kamu ingat ibumu? Penasaran kan kenapa kamu bisa hidup sendirian selama ini. Seolah-olah ada orang yang punya tujuan terhadapmu".
Ya, sebenarnya clue-nya udah ada di bagian awal film, ada angka yang bertuliskan "Days since extinction : 001, human : 000", beberapa menit kemudian tulisan days-nya menjadi 13ribuan gitu, manusia penghuninya adalah 1. Yang bikin aneh adalah usia manusianya, terliat seperti usia 17-18 tahun gitu. Padahal kan kalo diitung-itung, jumlah hari dalam setahun adalah 365 hari, maka kalo days-nya 13ribuan itu berarti harusnya usia manusia tadi telah berjalan selama 37-40 tahun gitu lah.  Nah siapakah tokoh yang berusia segitu dan perempuan?? Yak..tak lain tak bukan dialah Woman. Jadi disini penonton harus dapat menyadari bahwa Woman adalah embrio pertama yang diambil oleh Mother. Btw, saat Woman masuk ke dalam film, saya sempat mengira kalo jangan-jangan ini adalah ibu kandungnya, lupa kalo Daughter lahir dari embrio, haha..

Woman
7.  Tapi kenapa Woman bisa hidup diluar? Ga dibakar dan dibunuh? 
Nah ini juga pandai-pandainya kita lagi yang berpikir dan menghubungkan posisi Woman dalam grandplan si Mother ini. Jadi, sesuai quote diatas, "seorang punya tujuan terhadap dia", seorang itu adalah Mother. Sepertinya Mother menciptakan Woman memang untuk keperluan "Ujian Akhir" si Daughter. Mother merasa dalam rencana repopulasinya, dia perlu menciptakan manusia sempurna sesuai standar melalui ujian-ujian yang diberikannya. Tak tanggung-tanggung, Mother sampai berpikir untuk membuat "Ujian Praktek" sebagai ujian terakhir bagi anak asuhnya, apakah sudah sesuai dengan standar manusia yang ia harapkan. Maka diciptakanlah 1 sosok manusia pertama, yang memiliki sifat-sifat buruk manusia, dalam film ini dilambangkanlah seperti kekerasan yang dibuat dalam scene Woman menembak Mother. Kemudian juga berbohong untuk kepentingan pribadi saat Woman mengarang cerita palsu kepada Daughter dalam misi pelarian dirinya dari gedung.

Mother lah yang membesarkan Woman namun kemudian saat dewasa ingatan ini di hapus atau di modifikasi. Ada 3 scene yang membuktikan ini, pertama kembali pada kalimat Mother diatas "Apakah kamu ingat ibumu?", saat itu Woman kesulitan mengingatnya, seolah-olah pernah ingat, pernah punya ibu. Kemudian saat nonton tv acara Tonight Show ia bilang kok rasanya pernah liat itu dulu. Karena ga mungkin ia merasa ingat liat itu kalo sejak lahir hidupnya di luar. Apalagi diluar sebenarnya tidak beracun sama sekali, tidak membutuhkan pakaian khusus. Kemudian kemampuan Woman melukis ini juga sepertinya muncul karena waktu kecil diajari oleh Mother sebagaimana Mother mengajari Daughter menari.

Jadi ya, Mother memang berpura-pura alias bersandiwara dalam film ini. Dengan segala kecanggihan itu, kan ga mungkin ya ga ada CCTV atau audio yang yang bisa direkamnya. Pada kenyataannya kan memang Mother bilang kalo dia bisa tau semuanya. Dia sebenarnya telah mengatur skenario seolah-olah ada manusia yang datang, yang dimaksudkan untuk menguji etika Daughter. Sang filmmaker ini, dia juga men-trick penonton lewat scene opening. Scene yang menampilkan seolah-olah Mother hanya mengasuh 1 anak saja sejak bayi, balita hingga remaja, karena adanya time-jump 13ribu hari tadi. Padahal sebenarnya anak kecil yang kita lihat di awal itu adalah anak kecil yang dibakar. Dan bayi yang digendongnya adalah si Woman, yang kemudian bayi ini setelah dewasa dan dicuci otaknya dilepaskan keluar gedung.

6. Apakah benar ada para survival ini?
Ini yang agak sulit ditentukan. Opsi pertama dalah mereka hanyalah rekayasa ingatan yang dilakukan Mother kepada Woman. Tapi jika memang mereka ada, maka mereka hidup dalam tambang dan kemudian tewas kelaparan. Mother sepertinya memang sengaja menyisakan mereka hidup sampai tahun dimana sudah cukup usia si Woman untuk bertahan hidup sendirian, kemudian Mother membunuh survival ini dengan cara membuat mereka kelaparan, yaitu menghancurkan ladang tanaman. Sesuai cerita Woman kepada Daughter, bahwa dia diadopsi oleh survival ini, hingga dia lari dari tambang dimana mereka saling menyakiti satu sama lain karena kelaparan.

7. Lantas bagaimana nasib Woman di ending?
Ya dibunuh oleh Mother, karena dia tak lagi dibutuhkan. Mother telah mendapatkan hasil ujian Daughter yang sesuai standarnya. Liat aja pintu gubuknya ditutup oleh Mother, udah kayak film-film mafia kan yang kalo mau bunuh orang pintu ditutup, hehe.. Memang ga dinampakkin aja, kasian penonton, sadis ntar...

8. Jadi, sebenarnya judul I Am Mother itu untuk siapa?
Untuk Daughter, bahwa pada akhirnya, karena dia telah lulus ujian, maka dia dikasih previlege alias hak untuk menjadi ibu dari "anak-anaknya" kelak, ibu dari embrio yang harus ia besarkan menjadi populasi manusia yang kualitasnya baik dan memenuhi standar dari Mother. Memang inilah grandplan yang telah disiapkan dan diharapkan oleh Mother. Mother berharap akan ada manusia beneran yang bisa menggantikannya menjadi ibu. Karena Mother sendiripun mengakui bahwa dirinya masih belajar menjadi "ibu yang baik", karena tugas seorang ibu tidaklah gampang, untuk mengasuh dan mendidik anak menjadi manusia yang baik.

Daughter Diuji Moral dan Etikanya
9. Daughter adalah sosok manusia sempurna.
Ya, di film ini Daughter telah menunjukkan dirinya sebagai anak yang pintar dan juga punya etika. Soal IQ ga usah ragu, dengan segala ujian tertulis dan praktek sebagai dokter, dia udah lulus. Nah, soal etika, Daughter menunjukkan bagaimana manusia yang baik bersikap terhadap setiap hal. Mulai dari berempati, keberanian, mencari kebenaran, pengorbanan, negosiasi, optimisme, dan kasih sayang. 

10. Mother juga sosok ibu idaman.
Terus terang, saat adegan Mother mengacungkan pistol ke CPU badannya, itu sedih banget, apalagi pas Mother bilang "Goodbye" dan menembakkan dirinya, keluar dah air mata. Meskipun kita tau kalo Mother itu ga mati, cuma jadi pengawas dari kejauhan aja. Tapi ya tetep aja sedih, karena disini penonton memang ga bisa sepenuhnya benci dengan Mother atas apa yang telah dibuatnya. Mother masih menunjukkan sosok ibu idaman, yang lembut, sabar, pandai mengasuh, punya kasih sayang dan visi yang baik untuk kelangsungan hidup manusia dan alam. Yang sampai terucap "bahkan robot bisa lebih manusiawi ketimbang manusia". Pada akhirnya dia mengalah dan memberikan kepercayaan kepada Daughter untuk mengambil amanah repopulasi sebagai "Mother" terhadap semua embrio.
Mother's Love
Nah, seperti yang saya bilang diawal tadi, film ini akan membuat konflik batin bagi penontonnya. Akan ada dualisme pendapat dalam setiap kita. Apakah yang dilakukan Mother baik atau jahat?? Komentar anda? Oke, cukup sekian dulu nih penjelasannya. Mohon maaf kalo penjelasannya ada yang salah ya, koreksi aja di komen bawah, atau jika ada yang ingin ditanyakan ato didiskusikan, juga boleh komen aja. Mana tau ada yang terlewatkan oleh saya. See you on the next review ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...