Tuesday, June 14, 2016

Top 10 Post Apocalyptic Movies (10 Film Terbaik Yang Berlatar Setelah Kiamat) Review By Muhammad Ilham (JMFC 041)

Hei guys, long time no see, do you miss me? Hehe...udah lama ga ngereview film di blog kita tercinta ini, setelah sekian lama vakum akhirnya bisa aktif lagi (dan berharap untuk ga vakum lagi). Lagi bulan puasa ini ada baiknya saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan dan mohon maaf lahir bathin ama teman-teman semua.

Setelah beberapa kali memberikan review yang sederhana tentang film-film yang saya suka (tulisan saya belum apa-apa kalo dibanding temen-temen yang laen), akhirnya saya berpikir, gimana caranya agar bisa memberikan review dengan singkat, langsung ke intinya namun tanpa harus mengurangi esensi dan kekayaan cerita dari film tersebut. So akhirnya terbesit ide, kenapa ga buat review Top 10 aja? What a great idea, so here we are in the first Top 10 movie review ala Muhammad Ilham.

Top 10 review kita kali ini saya akan memilih 10 film terbaik yang bersetting pada Post Apocalyptic atau setelah kiamat. Disini terminologi kiamat diberikan untuk menyebutkan suatu kejadian besar yang membuat dunia ini berakhir atau paling ga “hampir berakhir” karena toh masih ada para Penyintas atau disebut juga Survivor yang bertahan di bumi. Post Apocalyptic selalu menarik untuk disimak karena banyak aspek yang dapat dibahas dan diceritakan mulai dari bertahan hidup, Cannibalistic, timbulnya raja-raja kecil yang memperebutkan kekuasaan, keputus-asaan, dan terutama harapan. Dan harap diingat bahwa list top 10 yang saya buat sifatnya subjektif berdasarkan penilaian pribadi dari saya dan film-film yang saya tonton, so kritik dan saran yang membangun diharapkan dari teman-teman sekalian.

Oke guys here we go…….

<Minor Spoiler Inside> and admin comments added by Chanri JMFC-001

10. 28 Days Later
Cast : Cillian Murphy, Naomie Harris
Director : Danny Boyle
IMDb : 7.6/10
Rotten Tomatoes : 87 %


Sinopsis : Film ini menggambarkan suasana Inggris yang porak-poranda akibat serangan zombie. Manusia berubah menjadi zombie akibat virus yang ditularkan melalui darah. Jim (Cillian Murphy), yang merupakan seorang kurir yang terbangun di rumah sakit setelah koma beberapa hari, menemukan keadaan sepi tanpa ada penghuni lainnya, menyadari bahwa ia adalah salah satu survivor dari pandemik nasional ini. Ia bersama Selena (diperankan oleh Naomie Harris) yang menyelamatkannya dari kejaran sekelompok zombie kemudian “berpetualang” menjelajahi kota London untuk mencari bantuan bersama survivor-survivor lainnya.


Opini saya : Salah satu keunggulan dari film ini adalah bagaimana sang sutradara dapat menggambarkan suasana kota London dengan begitu mengagumkannya serta menampilkan suasana kota yang benar-benar sepi, hancur, dan berada dalam situasi genting. Dengan mengutamakan sentakan-sentakan yang mengagetkan dan mencekam  walaupun belum terlalu mencekam, film ini mampu menghadirkan ketegangan bagi yang menonton, film ini cukup berhasil dalam memainkan fluktuasi pace-nya, sehingga tetap enjoyable (bagi yang tidak anti dengan film-film seperti ini, tentu saja). Akting para cast juga cenderung biasa saja, namun Cillian Murphy sebagai leading role terbilang lebih menonjol daripada dua tokoh supporting lainnya. 

Trivia : Ewan McGregor adalah aktor pilihan pertama untuk memerankan Jim. Karena satu dan lain hal Ewan menolak lalu peran ditawarkan pada Ryan Gosling, namun adanya konflik jadwal syuting maka Ryan pun tidak dapat memerankan Jim.

Trivia : Untuk Adegan kota mati London, polisi menutup jalan pada jam 4 pagi lalu langsung  memulai syuting. 1 jam setelahnya polisi membuka jalan kembali dan seperti yang diperkirakan banyak pemakai jalan yang marah pada kru terutama supir taxi dan Clubber yang akan pulang ke rumah, sehingga kru memakai wanita-wanita super cantik untuk meminta pengguna jalan menunggu atau mencari rute lain.

Admin comment : Sorry ya bro “dibajak” artikelnya, haha...mau komen soalnya, tapi malas komen dibawah, karena pengen komenin per masing-masing movienya, hehe... Wah...ini sama kayak I Am Legend dong yang menutup jalan kota untuk syutingnya, New York yang super duper padat merayap itu bisa mereka kosongin kan hebat!

Memorable Scene : Kota mati London

9. I am Legend (2007)
Starring : Will Smith
Director : Francis Lawrence
IMDb : 7.2 /10
Rotten Tomatoes : 70 %
Gambar : en.wikipedia.org

Sinopsis : Dunia berakhir sebagai akibat dari penciptaan obat kanker yang justru menjadi sumber dari timbulnya suatu virus yang dapat merubah manusia menjadi zombie yang ganas dan brutal, namun para zombi ini mempunyai satu kelemahan yaitu sinar matahari, sehingga para Zombi ini hanya dapat keluar di malam hari. Seorang Virologist bernama Robert Neville yang kebal terhadap virus tersebut bertahan hidup sendirian di Kota New York bersama seekor anjing yang bernama Samantha. Sembari bertahan hidup Robert terus mencoba mencari penyembuh bagi para zombie agar dapat kembali seperti semula dan mencari Penyintas lain yang mungkin masih hidup di bumi.

Opini saya : I Am Legend adalah popcorn movie dalam artian ini adalah film yang menghibur dan ga menitikberatkan pada plot atau pengembangan karakter, namun saya ga menampik kalo fim ini menarik dan menghibur, akting Will Smith pun ga terlalu jelek sebagai Robert yang bertarung dengan zombie dan kewarasannya sendiri. Dan film ini punya alternate ending (kebetulan saya punya kedua endingnya) dan saya lebih suka ending aslinya.

Trivia : Putri Kandung Will Smith, Willow Smith memerankan putri Neville di I am Legend

Memorable Scene : Ketika Neville melihat sebuah patung yang sering diajaknya berbicara entah bagaimana bisa berpindah tempat, terlepas dari fakta bahwa dia sendirian di Kota New York, nah lo siapa yang mindahin tu patung?

Admin comments : Great movie btw, very different zombies and story, saya juga lebih suka ending aslinya, biar lebih berasa kenapa dikasih judul “I Am Legend”. Dan memorable scene saya nih (spoiler alert) pas Will Smith bunuh anjingnya, sedih banget tau, hiks..

8. Reign Of Fire (2002)
Starring : Christian Bale, Matthew Mc Conaughey, Gerard Buttler, Izabella Scorupco
Director : Rob Bowman
IMDb: 6.2/10
Rotten Tomatoes : 40 %

Gambar : imdb.com

Sinopsis : Bersetting di London, akibat penggalian tambang yang terlalu dalam yang dilakukan manusia, pada akhirnya manusia membangkitkan sesuatu dari dalam dasar Bumi, seekor naga, ras naga bangkit dan menguasai Bumi, membakar dan menjadikan banyak kota menjadi abu. Namun perbuatan naga tersebut tidak serta merta mempunahkan manusia, ada beberapa kelompok yang selamat, salah satunya kelompok yang dipimpin oleh Quinn (Christian Bale) dan sahabatnya, Creedy (Gerard Butler) yang berada di luar kota London dan bernaung disebuah kastil tua serta bercocok tanam untuk bertahan hidup. Lalu datanglah serombongan orang Amerika dengan senjata canggih berupa tank dan helikopter yang dipimpin oleh Denton Van Zan (Matthew McConaughey), kedatangan mereka bermaksud untuk memburu seekor naga pejantan yang merupakan satu-satunya naga pejantan di dunia, sehingga apabila si pejantan terbunuh maka logikanya ribuan ras naga lain yang merupakan betina akan mati dengan sendirinya. Kedatangan Van Zan mengusik ketenangan kelompok Quinn dan akhirnya perburuan Van Zan berakhir buruk dan mengakibatkan kastil Quinn Cs diserang oleh si pejantan, selanjutnya Quinn dan Van Zan akan memburu si pejantan menuju sarang naga di pusat kota London yang terbakar.

Opini saya : Reign termasuk dalam golongan popcorn movie juga sih, namun ini adalah salah satu film favorit saya, dimana Bale dan Buttler masih belum terlalu populer seperti sekarang, begitu pula Mc Conaughey, kesan kumuh begitu terasa, adanya anak-anak dalam kastil menambah efek simpati pada penonton, Buttler tidak mendapatkan porsi yang begitu besar disini, namun duet Bale dan Mc Conaughey sungguh saya suka, Quinn sebagai seorang penuh pertimbangan, traumatis, berhati-hati dan agak pengecut dipertemukan dengan Van Zan yang lusuh, brutal, keras dan liar, ending yang lumayan, akting Syang menarik dan plot yang ga terlalu banyak mikir, film ini cocok buat anda-anda yang nunggu buka puasa.

Trivia : Jack Gleason memainkan cameo sebagai penonton pentas drama Star Wars yang diadakan Creedy dan Quinn untuk anak-anak.

Memorable Scene : Kemunculan sang naga jantan di jantung kota London.

7. Children Of Men
Cast : Clive Owen, Julianne Moore, Chiwetel Ejiofor, Michael Caine, Claire Hope Ashitey
Director : Alfonso Cuaron 
IMDb: 7.9/10
Rotten Tomatoes : 92%

Gambar : en.wikipedia.org

Sinopsis: Di tahun 2027 manusia diambang kepunahan dikarenakan dalam kurun waktu 18 tahun tidak ada manusia yang dilahirkan atau dengan kata lain seluruh umat manusia mengalami infertilitas alias kemandulan. Theo (Clive Owen) seorang pekerja di London ditawari sejumlah uang oleh mantan pacarnya yang radikal (Julianne Moore) untuk mengantar dan mengawal seorang wanita bernama Kee (Claire-Hope Ashitey) yang ternyata lagi hamil menuju tempat aman yang disebut Penelitian Manusia, dan tentunya perjalanan ini tidak segampang yang dibayangkan, Theo dan Kee menjadi incaran dari pemerintah dan kelompok Revolusioner.

Opini saya : Tidak seperti dua film diatas, Children of  Men merupakan film festival tentu titik berat ada pada plot dan karakter. Terdapat beberapa keunikan dalam film ini diantaranya latar belakang cerita yang simple namun realistis, film ini keras, brutal, gunfight pun terlihat nyata, sinematografinya luar biasa, angle camera sebagian dibuat seperti dipegang tangan sebagian lagi tidak, pada satu momen dimana ada percikan darah yang menciprat ke kamera (harusnya itu dibersihkan) namun justru dibiarkan saja dalam waktu yang lama menambah kesan real dan violent pada film ini. Dan protagonist-nya Theo dalam film ini ga pernah sekalipun menggunakan senjata untuk melawan para pengejarnya terlepas dari fakta bahwa disepanjang film senjata dan pistol ada dimana-mana. Film yang punya kualitas namun juga gampang untuk diikuti. 

Trivia : Karakter Michael Caine terinspirasi dari sosok John Lennon
Trivia : P.D James sang pengarang buku Children of Men menjadi cameo memerankan sosok Wanita tua di Cafetaria bersama Theo
Trivia : Demonstran di Bexhill meneriakkan frasa “Allahuakbar”.

Memorable Scene : Genjatan senjata “ajaib”, kalian bakal tau kalo udah nonton nih film.

6.  The Road (2009)
Cast : Viggo Mortensen, Kodi Smitt-Mcphee, Charlize Theron, Guy Pearce dan Robert Duvall
Director : John HillCoat
IMDb: 7.3/10
Rotten Tomatoes : 75%
Gambar : en.wikipedia.org

Sinopsis : Seorang ayah dan seorang anak berjalan menuju lautan melewati cuaca yang keras, dunia yang hampir hancur dimana spesies banyak yang punah, dan manusia melakukan apapun untuk bertahan hidup, mulai dari menjarah, mencuri bahkan melakukan praktek kanibalisme. Bermodalkan pakaian lusuh, sepucuk pistol berisi satu peluru, kereta dorong dan satu sama lain, tujuan ayah dan anak ini hanya satu : bertahan hidup.

Opini saya : Sudah agak lama sebenarnya saya menonton film ini, namun kesan yang diberikan oleh film ini sungguh terasa, dan masih teringat sampai sekarang walaupun samar, film ini begitu dark, gritty, dan poignant. Film ini mengajak kita untuk mempenetrasi emosi dari dua karakter utama yaitu sang ayah dan anak. Sang ayah yang harus melakukan apapun demi menempatkan anaknya dalam kondisi aman di dunia yang keras dan keji, bahkan sang ayah harus siap membunuh anaknya sendiri apabila diperlukan. Permainan kucing dan anjing antara ayah dan anak dengan bahaya disekitar mereka, membuat saya keep engage sepanjang film, seolah kedua karakter ini ga pernah bisa lepas dari bahaya dan intensitas yang terjadi dalam The Road terjadi terus-menerus dan memberikan sedikit tempat bagi kita buat menarik nafas. Hal inilah yang merupakan benang merah dari The Road, minim action namun lebih menitikberatkan pada karakter-karakternya.    

Trivia : Nama Karakter dalam film ini hanya The Man (Viggo Mortensen) dan The Boy (Kodi Smit-Mcphee) tidak diberikan nama peran, untuk menyesuaikan dengan novel.
Trivia : Untuk mendalami karakter, Viggo kerap memakai baju lusuh yang dipakai pada film dan tidak makan agar kelaparan, bahkan Viggo dan Kodi memakan jangkrik bersama-sama untuk memperkuat proses “bonding”.
Trivia : Penyebab kiamat tidak pernah diungkapkan dalam film, begitu juga dalam novel.

Memorable Scene: <Spoiler alert> Sang ayah dan anak terperangkap dalam sebuah mansion yang mengurung manusia lain untuk dijadikan makanan, dan ketika para penghuni yang ternyata kanibal dan memiliki senjata kembali ke mansion, sang ayah dan anak bersembunyi, sang ayah menodongkan pistol bersiap untuk membunuh anaknya sendiri apabila mereka tertangkap, dan akhirnya (watch it by yourself guys heheh..) 

5. Book of Eli
Cast : Denzel Washington, Mila Kunis, Ray Stevenson, and Gary Oldman
Director : The Hughes Brothers
IMDb: 6.9/10
Rotten Tomatoes : 48%

Gambar : imdb.com

Sinopsis : Seeorang pengembara bernama Eli (Denzel Washington) melintasi Amerika yang gersang dan hancur akibat bencana nuklir, menuju pantai barat amerika. Tidak hanya kemampuan bertahan yang luar biasa, Eli mampu menunjukkan skill yang tinggi dalam hand to hand combat. Lalu perjalanan Eli terhenti di sebuah kota bobrok yang dipimpin oleh Carnegie (Gary Oldman). Carnegie memiliki sebuah ambisi untuk mendapatkan sebuah buku yang diklaim mampu membuatnya berkuasa dan menyelamatkan umat manusia. Eli yang bertujuan untuk membarter barang di kota Carnegie diusik oleh para bandit di kota Carnegie, sang bos terkesan dengan kemampuan Eli dan mengajaknya untuk bergabung, Eli menolak, upaya Carnegie tak berhenti sampai disitu, dia menyuruh Solara (Mila Kunis) untuk membujuk Eli agar bergabung, tawaran itu tetap ditolak. Eli pergi dan tak lama disusul oleh Solara serta akhirnya meninggalkan informasi bahwa buku yang diinginkan Carnegie ada pada Eli. Eli bersama Solara pun diburu oleh Carnegie cs, dan showdown diantara kedua belah pihak tidak bisa terelakkan.

Opini saya : Denzel Washington merupakan salah satu aktor favorit saya, perawakannya yang tenang tapi bad ass membuat denzel menjadi orang yang pas untuk memerankan Eli, chemistry hubungan mentor dan murid yang terjadi antara Eli dan Solara juga terbangun dengan baik, koreografi pertarungan pun ciamik dan tidak berlebihan, aktor kawakan dan seringkali menjadi villain Gary Oldman yang memerankan Carnegie sebagai seorang penguasa dari kota yang bobrok dirasa cocok dan pas memainkan perannya walau agak terasa belum maksimal.  Unsur kanibalisme, survival juga kental terasa disini, setting America yang dibuat seperti wasteland dibuat dengan baik dan tak lupa twist plot menjelang diakhir film. Apabila anda mencari film aksi keren dengan pertarungan yang baik, maka Book of Eli bisa jadi pilihan anda.

Trivia : Denzel melakukan aksi stunt-nya sendiri dalam pertarungan hand to hand combat.
Trivia : Setiap kali berinteraksi dengan masyarakat yang ada, mereka selalu memeriksa tangan Eli, hal ini untuk memastikan Eli tidak gemetar, karena tubuh yang gemetar adalah salah satu gejala penyakit Kuru yaitu penyakit yang timbul karena mengkonsumsi otak manusia (kanibalisme).
Trivia : <Spoiler Alert> Diakhir film buku yang dibawa Eli disusun berdekatan dengan Tanakh, Taurat, and of course Al Qur’an.

Memorable Scene : Semua adegan hand to hand combat saya suka disini, terutama di 10 menit pertama.

Admin comment : Saya cuma nonton film ini ga sengaja, di tv lokal atau tv berbayar saya lupa, yang jelas tengah malam jelang nonton bola. Intense banget filmnya. Dan endingnya bener-bener ga nyangka. I like Mila Kunis yang disini, hoho...*love-love*. Memorable scene-nya pas dia didalam rumah dikepung ama musuhnya.

4. World War Z
Cast : Brad Pitt, Mireille Enos, Daniella Kertesz, James Badge Dale, David Morse
Director : Marc Foster
IMDb : 7.0/10
Rotten Tomatoes : 68%
Gambar : en.wikipedia.org

Sinopsis : Dunia dilanda oleh wabah yang diperkirakan adalah penyakit rabies, Gerry Lane (Brad Pitt) seorang mantan karyawan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan keluarganya sedang terjebak kemacetan ketika terdengar laporan dari radio bahwa terjadi wabah ini menjalar di seluruh dunia. Korban yang terinfeksi menjadi brutal, menyerang dan menggigit manusia sekitarnya dengan membabi buta. Gerry dan Keluarganya berhasil kabur dan berlindung di kompleks apartemen sambil menunggu diselamatkan oleh helikopter yang dikirimkan mantan kolega Gerry di PBB, Thierry. Keluarganya berhasil diangkut ke kapal milik Angkatan Laut Amerika Serikat di lepas pantai New York City. Di sana, tim analis dan personel militer sedang mempelajari penyebaran wabah tersebut di seluruh dunia. Seorang ahli virus, Dr. Fassbach, berpendapat bahwa wabah tersebut disebabkan oleh virus yang asal usulnya harus ditemukan agar vaksinnya bisa dikembangkan, agar keluarganya tetap boleh tinggal dalam kapal tersebut, Gerry harus menyetujui untuk berkeliling dunia dalam menyelidiki wabah ini.

Opini saya : Uyeah…..World War Z, banyak orang yang membenci film ini terutama kritikus dan Zombie Fans dan penonton yang sok cerdas, kenapa? Pertama film ini “katanya” ga setia ama bukunya yang berisi cerita zombie yang mengerikan dan gore, kedua zombie yang melenceng dari pakem aslinya, selama ini zombie tuh lambat, cepat kalo lagi berkerumun and terpancing aja, hobi makan otak manusia dan lain-lain lah. “Let me say this, screw you all!! this is awesome movie”. Walaupun ini agak sedikit melenceng dari tema yaitu film Post Apocalyptic, tapi lebih ke film bertemakan Armageddon dimana kiamat sedang terjadi bukan sudah terjadi, namun 60% dari film menceritakan after Armageddon, artinya sesudah kiamat. 

Ga setia ama bukunya? So what? Ini adalah murni entertainment, Hollywood agak sedikit menghilangkan kesan sadis, brutal dan berdarah agar ini film lebih “family friendly”. Ga sesuai ama pakem zombie? Emangnya yang namanya zombie ada hak cipta? Mau terbang kek, mau nyelam kek, mau tengkurep kek selama itu keren dan mengerikan kenapa enggak. So Suck it up dan nikmati aja dengan apa adanya. Menurut saya ini salah satu film zombie yang terbaik dibanding dengan yang pernah ada sebelumnya, malah saya suka zombie baru ini, mereka bengis, ganas, cepat, dan efektif. Tempo pada awal yang slow, lalu berlanjut pada adegan apartemen, tempo mulai semakin cepat dan cepat sepanjang film namun melambat kembali diakhir film, tapi fine aja buat saya, mereka menyelesaikan film ini dengan skala yang lebih kecil dan mengena. Apa lagi yang anda tunggu, outdoor large scale scene : check, brutal and fast pace zombie : check, all around the world adventure : check, Brad Pitt: check. Watch it guys.

Trivia : Film pertama Brad Pitt bertemakan zombie.
Trivia : Max Brooks pengarang buku World War Z menyatakan ke publik bahwa film ini memiliki sedikit sekali kesamaan dengan buku karangannya.

Memorable Scene : Serangan zombie di Jerussalem.

Admin comment : Wohooo...ada apa nih bro? Sepertinya ada dendam kesumat dengan orang yang mengkritiknya? Hoho... Ini film bagus, tapi buat para penggemar zombie harus ubah dulu mindsetnya,  bahwa ini film lebih mengarah ke science-fiction ketimbang horror. Jika udah mindset seperti itu, pasti akan nikmat terasa filmnya, hehe... Saya suka film ini, cukup realistic. Dan memorable scene saya scene papan tulis yang ditulis “Tell my family, I love them”.

4. Twelve Monkeys (1995)
Cast : Bruce Willis, Brad Pitt
Director : Terry Gilliam
IMDb: 8.1/10
Rotten Tomatoes: 88 %
Gambar : en.wikipedia.org

Sinopsis : Dalam film ini dikisahkan bahwa di masa depan manusia yang berjumlah 1%, tidak hidup di atas permukaan bumi lagi. Manusia hidup di bawah tanah, karena di permukaan bumi sudah dikuasai oleh virus mematikan yang memusnahkan 5 millyar penduduk bumi. Yang menguasai permukaan bumi hanyalah binatang. Nah, untuk mengembalikan kehidupan manusia ke permukaan, maka dikirimlah James Cole (Bruce Willis) seorang narapidana ke masa lalu tepatnya tahun 1996 untuk mencari informasi awal dan pelaku penyebaran (dan menghentikannya) virus yang mematikan tersebut. Namun bukannya menuju tahun 1996 malah James nyasar ke Tahun 1990. Disana James mengatakan bahwa pada tahun 1996 akan ada organisasi bernama Twelve Monkeys yang akan menyebarkan virus mematikan, namun James justru dianggap gila dan akhirnya dimasukkan kedalam sebuah rumah sakit jiwa. Disanalah ia bertemu dengan seorang psikiater bernama Kathryn Railly (Madeleine Stowe) dan seorang pasien lain bernama Jeffrey (Brad Pitt) yang akan berperan besar dalam pencariannya.

Opini saya : Film yang mengkombinasikan time travel, space continuum dan post apocalyptic. Paket komplit bagi anda para penggila film perjalanan antar waktu dan time paradox. Twelve Monkeys adalah tipe film berpikir, jadi kalo anda penyuka genre film hiburan semata, maka kalian gak akan terlalu menyukai Twelve. Performa Bruce sangat baik disini, bergelut dalam pertarungan hati apakah dirinya memang benar berasal dari masa depan atau dirinya adalah seorang delusional. Brad pitt yang memerankan Jeffries berada dalam satu performa terbaiknya. Twelve sungguh kelam ditambah dengan aspek gangguan mental membuatnya semakin “dark”. Pemberian rasa tentang Time Paradox dan False Memories dimana seseorang keliru dalam mengidentifikasi ingatan dirinya sendiri, menggiring kita akan selalu bertanya-tanya mengenai kebenaran akan organisasi Twelve Monkeys dan asal usul James. Namun keragu-raguan ini lah yang membuat ,menonton Twelve menjadi menyenangkan, dimana kita mesti menebak atau menunggu jawabannya.

Trivia : Kebanyakan Aktor rela mengurangi bayaran yang biasa mereka terima agar bisa bekerja sama dengan Terry Giliam.
Trivia : Johnny Depp dipertimbangkan untuk memerankan sosok Jeffries.
Memorable Scene : Tentu saja endingnya.

2. SnowPiercer
Cast : Chirs Evans, Tilda Swinton, Jamie Bell, Ed Harris, John Hurt, Song Kang Ho.
Director: Joon-ho Bong
IMDB : 7.0/10
Rotten Tomatoes: 95%
Gambar : en.wikipedia.org

Sinopsis : Ga begitu banyak yang akan saya ceritakan mengenai film ini karena saya sudah mereview film ini secara mendetail pada beberapa waktu yang lalu pada blog kita tercinta ini, jadi singkatnya film ini berfokus pada sekelompok manusia yang bertahan hidup akibat timbulnya zaman es baru dikarenakan eksperimen yang dilakukan manusia sendiri, mereka bertahan di dalam sebuah kereta api yang disebut Snowpiercer, kereta ini terus menerus melaju tanpa henti mengelilingi dunia. Namun dalam kereta api ini manusia digolongkan kedalam kelas-kelas ekonomi yang di buat oleh Wilford (Ed Harris) sang pembuat Snowpiercer, pada gerbong depan adalah para orang kaya, borjuis, dengan pola hidup yang berlebih dan berfoya-foya, sedangkan pada bagian belakang adalah golongan yang disebut dengan sampah masyarakat yang hidup dengan kondisi yang jorok, brutal dan menyedihkan, mereka diharuskan mentaati norma dan aturan yang dibuat Wilford walaupun aturan itu terkadang tak manusiawi. Muak dengan diskriminasi yang mereka terima, dipimpin oleh Curtis Everett (Chris Evans) para penghuni gerbong belakang, memberontak, mengamuk dan merangsek dengan memiliki satu tujuan  mencapai ke gerbong depan dan mengambil alih Snowpiercer.

Opini saya : Snowpiercer adalah film post apocalyptic dengan tema dan plot yang terbilang unik dan lain daripada yang lain, dimana konflik bukan berfokus pada kondisi untuk bertahan hidup setelah kiamat terjadi karena mereka sudah berhasil untuk bertahan hidup, namun film ini bercerita mengenai apa yang harus dilakukan setelah berhasil bertahan hidup. Secara alamiah ketika sebuah dunia hancur maka manusia akan kehilangan norma dan aturan, sudah dipastikan akan muncul sosok yang akan bangkit dan maju untuk menjadi pemimpin dan mengisi norma dan aturan sesuai dengan apa yang ada dalam fikirannya. Disinilah timbulnya sosok Wilford, aturan dan norma yang dibuatnya mungkin ideal bagi dirinya dan kelompoknya, namun bagaimana dengan kelompok lain? Disinilah sosok oposisi akan muncul yang direpresentasikan oleh Curtis dan grupnya untuk menentang si penguasa. Dibalut dengan aksi yang jempolan, unsur social satire yang kentara, akting yang memukau, tone yang mencekam maka Snowpiercer sudah pantas berada di posisi kedua Top 10 Post Apocalyptic Movies.

Memorable Scene : Pergantian tahun dalam Snowpiercer (kalian akan tertawa dan terperangah kalo ngeliat adegan ini)
Memorable scene : Penerobosan pertama Curtis dan kawan-kawan.

Admin comment : Best movie 2013! Saya nontonnya kebetulan pas lagi di Jakarta, mampir ke salah  satu bioskop disana, dan saat memilih, cukup melihat satu nama saja di posternya, “Tilda Swinton”, udah yakin nih film pasti ga sembarangan, ya disamping itu juga saat itu keknya ga ada pilihan lain yang lebih bagus, hehe... Nah selain penampilan Tilda yang “always” outstanding, film ini juga menampilkan kualitas seorang Chris Evans, yang berhasil keluar dari sosok “cute guy idol” dan berakting sesuatu yang jauh beda dari biasanya, perasaan yang berasa seperti kita biasa melihat Leonardo DiCaprio di film-film lain sebelum The Revenant dan akhirnya berubah total di The Revenant. Memorable scene saya sih pas anak kecil bernama “Chan” berlari bawa obor, beuhhh...itu level euforianya seperti nonton tim bola kesayangan cetak gol kemenangan di menit injury time, haha....

1. Mad Max Fury Road (2014)
Cast : Tom Hardy, Charlize Theron, Nicholas Hoult, Rosie, Huntington-Whiteley, Zoe Kravitz, Riley Keough
Director : George Miller
IMDb : 8.1/10
Rotten Tomatoes : 97%
Gambar : imdb.com

Sinopsis : Seorang petualang penyendiri yang gak banyak berbicara bernama Max (Tom Hardy) dalam perjalanannya ditangkap oleh sekelompok War Boys para petarung jalanan bersenjatakan Mobil yang dipimpin oleh Immortan Joe (Hugh Keays-Byrne). Immortan Joe merupakan seorang pemimpin dari sebuah komunitas masyarakat, dimana Joe memimpin dengan tangan besi dan memerintahkan masyarakat ditempat itu agar menyembahnya selayaknya seorang Dewa. Furiosa (Charlize Theron) salah satu Letnan dari Immortan Joe berencana untuk mengkhianati Joe dengan membajak sebuah Rig (truk besar bersenjata) dan membawa kabur para selir Joe yang tidak tahan dengan perlakuan Joe. Joe mengamuk dan memimpin para anak buahnya untuk memburu Furiosa, Max pun terpaksa terlibat dalam pengejaran ketika anak buah Joe membawa Max secara paksa sebagai kantung darah, bagaimana nasib Max dan Furiosa, akankah mereka lolos dari cengkraman Joe?

Opini saya : Gila, gila, gila, inilah kata yang tepat untuk menggambarkan Mad Max Fury Road. Mad Max Fury Road merupakan paket komplit sebuah film post apocalyptic, plot yang cepat, ketegangan dan aksi sepanjang film tanpa henti. Sound dan visual FX? Ga diragukan lagi, dengan cast campuran antara pemain besar dan muka baru, mengukuhkan film ini sebagai salah satu film paling top di tahun 2014, dan menduduki peringkat pertama dari list yang saya buat ini. Dengan dialog yang minim tapi lebih menonjolkan aksi namun tidak melupakan plot yang ada, music yang gak kalah gokil (yang direpresentasikan oleh seorang gitaris Abomination yang memainkan gitarnya di sepanjang film), sinematik yang luar biasa, membuat saya keep engage sepanjang film. Pengembangan karakter-karakter dalam film juga cukup menggambarkan kehidupan yang sangat keras. Kontaminasi radiasi nuklir, tanah gersang, kurangnya pangan dan persediaan air membuat semua orang kembali menjalani kehidupan yang bar-bar. Tapi justru karakter Max di film kali ini terlihat tidak begitu sentral. Entah mengapa saya sendiri merasa kalau kisah dari Furiosa justru lebih dominan dibandingkan Max. Kemungkinan pembuat film ingin melanjutkan Mad Max terbaru ini dengan beberapa sekuel lanjutan. Karena masih banyak pertanyaan seputar jati diri ‘New’ Max yang masih belum terungkap. Berbeda dari trilogi Mad Max versi Mel Gibson dimana Max digambarkan lebih “dark” serta plot yang disuguhkan pun berbeda, kalau kalian sudah menonton trilogi Mad Max versi lawas maka Fury Road seolah-olah menggabungkan ketiga filmnya menjadi satu, sehingga ada baiknya bagi kalian untuk menonton trilogi Max-nya Mel Gibson baru ke Fury Road. Jadi bagi kalian yang belum nonton ini film buruan lah nonton, karena kalian gak akan menahan nafas selama 2 jam kedepan.

Trivia : Ketika mereka akan bertarung habis-habisan para War Boys menyemprotkan seperti  cat semprot berwarna perak ke arah bibir dan gigi mereka, seolah-olah itu merupakan ritual bagi para pengikut Joe yang akan membuat mereka menuju Gerbang Valhalla yang berkilau dan berwarna Chrome, namun actor pemeran Joe (Hugh Keays-Byrne) menyatakan bahwa praktek yang dianggap ritual bagi War boys, sebenarnya adalah penyemprotan sejenis Narkoba yang membuat para War Boys “tinggi” lalu merasakan Euphoria dan bersedia mati demi Joe. 
Trivia : Sean Hape artis dan musisi asal Australia yang memerankan gitaris Abomination yang mampu menembakkan api menyatakan bahwa gitar yang dipakai pada Mad Max Fury Road seberat 132 pound dan memang benar-benar mampu menembakkan api

Memorable Scene : Ketika mobil-mobil memasuki badai pasir raksasa dan menerbangkan sebagian dari mobil tersebut.

Admin comment : No comment, this movie is Super Fantastic! Haha...

Source :
www.IMDb.com
www.Rottentomatoes.com
https://en.wikipedia.org/
www.Impawards.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...