Tuesday, April 12, 2016

Fantasy Abstrak Dan Teatrikal Dari Film The Imaginarium Of Doctor Parnassus (Review By Chanri – JMFC 001)

Nah dari judulnya aja dah aneh kan? Dah bikin pusing. Bener, filmnya memang totally weird, aneh total. Ibarat kalo para pelukis abstrak tematik berkumpul mengeluarkan karyanya dan kemudian dijadikan film, nah begini deh jadinya. Muka penonton-pun jadi abstrak dibuatnya, pusing, hahaha... Ini film apaan sih sebenarnya? Well...sebenarnya ini film simple, tentang nilai religius dan moralitas dalam kehidupan manusia akan setiap pilihan keputusan yang diambil, antara pilihan jalan yang benar dengan bisikan setan. Hanya saja, karena digarap oleh sutradara aneh, makanya sajian filmnya-pun juga dibuat aneh dan sangat tidak biasa. 

Gambar : en.wikipedia.org

Sutradaranya adalah Terry Gilliam, yang memang dikenal tematik dalam membuat film, salah satunya yang terkenal adalah 12 Monkeys. Kali ini, yang saya bahas adalah filmnya yang bergenre fantasy wild, sesuai judulnya diatas, film ini berkisah seputar imajinasi dari Doctor Parnassus. Apa yang aneh-aneh dalam film ini? Well...karena ini imajinasi, ya jadi visualisasinya-pun sangat bebas, apa aja pemandangannya, bentuk-bentuk barangnya, muka-muka makhluknya, sampai ke pernak-pernik dari setiap imajinasi masing-masing orang yang masuk ke dalam imajinasi sang Doctor. Maka dari itulah kata abstrak sangat cocok untuk menyebutkan film yang satu ini.

Kalo kamu pernah nonton Alice In The Wonderland, nah kira-kira film tersebut sangat mirip visualisasinya seperti itu, hanya saja lebih wild dan lebih absurd, hehe. Saya akan sebutkan satu contoh saja, seperti imajinasi seorang ibu-ibu sosialita yang masuk ke dalam pikiran Doctor tersebut ditampilkanlah benda-benda seperti sepatu heels, parfum dan perhiasan yang mengelilinginya melayang-layang, hehe...

Kisah Doctor Parnassus ini dulunya adalah seorang biarawan, namun sejak ia melakukan kesalahan dengan mempercayai ucapan setan, hidupnya berubah, fiuhh..don’t ever deal with demon. But, setan dalam film ini bukanlah seperti tampilan setan yang menyeramkan pada umumnya. Karena ini tematik, setan disini ditampilkan lewat sosok Mr. Nick, yang diperankan oleh Tom Waits (musisi-aktor) yang selalu pakai setelan jas rapi. Sedangkan penampilan Doctor Parnassus agak kucel, seperti gelandangan, diperankan oleh Christopher Plummer (A Beautiful Mind, The Girl With Dragon Tatoo).


Doctor mengelola sebuah teater keliling di kota London, tujuannya adalah agar audience yang menonton teater mereka mau naik ke atas panggung dan mencoba masuk ke dalam “Cermin Imajinasi”, sebuah cermin ajaib yang kalo kita masuk kedalam sana, kita akan menemukan pemandangan imajinasi versi kita masing-masing, beda-beda tentunya. Namun, masuk kedalam sana bukanlah sekedar masuk, melainkan sebagai pion yang dipertaruhkan keputusannya. Pilihan jalan yang dipilih oleh audience akan menentukan nasib pemenang taruhan antara Nick dan Doctor. Inilah yang sangat unik dari film ini, seperti dua sisi yang berseberangan antara pilihan yang baik dan buruk.

Selain keunikan tentang visual imajinasi tadi, ada satu hal yang menjadi nilai jual film ini. Adalah film terakhir dari seorang aktor hebat, Heath Ledger, yang selalu kita kenang lewat peran amazing-nya sebagai Joker di film The Dark Knight. Ledger tewas saat proses shooting-nya baru sepertiga jalan. Tak pelak, ini menjadi pukulan telak buat Terry Gilliam, aktor yang menjadi "kuju"-nya film ini malah tewas. Sempat terpikir olehnya untuk menghentikan penggarapan film, tapi justru timbul ide brilian untuk tetap melanjutkan film dengan cara mengubah penampilan Tony, karakter yang diperankan Ledger, kedalam berbagai versi muka setiap kali Tony masuk ke dalam cermin ajaib, hehe... Muka-muka siapa saja yang mendedikasikan aktingnya buat almarhum Ledger? Tak lain tak bukan adalah aktor-aktor terkenal lainnya, sahabat-sahabat Ledger dari dunia perfilman, mereka adalah Jhonny Depp (Pirates Of The Carribean), Jude Law (Sherlock Holmes) dan Collin Farrel (Total Recall).
Gambar : kudago.com

Hasilnya? Tak diragukan lagi tentunya, liat nama-nama barusan aja saya yakin kalian pada percaya, hehe... Selain mereka, film ini juga memperkerjakan aktor bertubuh pendek, Verne Troyer (Mirror Mirror), lalu si cute Andrew Garfield (The Amazing Spiderman), yang berakting sangat beda sebagai Anton, english boy, mate... Anton adalah rekan teaternya si Valentina, anak Doctor Parnassus yang dimainkan oleh Lily Cole. Raut wajah Lily Cole disini pas banget yak untuk film fantasy ginian, apalagi kalo film karakter cewek-cewek anime, wuih...dia banget deh...

Dalam menikmati suguhan mereka, santai aja nontonnya, jangan merasa ini film berat, biarkan diri kita terbuai oleh indahnya fantasy dari imajinasi yang muncul. Kalo dipikir berat, kita ga sempurna dalam menyerap keindahan tadi, hehe...

Soal plot cerita, memang kita diharapkan bisa mengakselerasi kemampuan kita menganalisis karakter masing-masing dan ceritanya bagaimana, tak dijelaskan secara gamblang disini, apalagi dengan script-nya yang menggunakan kata-kata bias bersajak, udah hampir setengah puisi aja nih. Tapi kalo soal ending-nya, perfect banget dah, twist dan klimaks. Overall, dengan tambahan bumbu kontemporer, film ini sangat layak kamu tonton untuk memainkan imajinasi kamu sekaligus untuk mengenang almarhum Heath Ledger.
Salam JMFC, and keep watching movies...
JMFC 001 – Om Chan

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...