Selasa, 31 Mei 2022

Update Daftar Member JMFC Yang Aktif (Per 01 Juni 2022)

 

Nama    :    Aam
Pekerjaan    :    Karyawan Swasta
Genre yang disukai    :    Action, Drama, Comedy, Scifi, Horror, Mystery, Thriller, Animasi, Fantasy 
Film favorit    :   WandaVision, What if, Loki, Halo, Moon Knight, The Falcon, Superman and
Lois, Arrow, semua film Marvel kelar😁, Harry Potter, Split, Death on The Nile, Taken, Mission Impossible.
 

Nama    :    Abdul Jabbar Mahmuda
Pekerjaan    :    POPT
Genre yang disukai    :    Action, Comedy
Film favorit    :    The Avengers.

Nama    :    Achmad Luthfy Pratama
Pekerjaan    :    Mahasiswa
Genre yang disukai    :    Action, Drama, Comedy, Romance, Scifi, Horror, Mystery, Animasi, Fantasy
Film favorit    :    Film : The Green Miles, The Terminal, Coco, The Shawsank Redemption dan The Classic. Series : The Mandalorian, WandaVision, Hospital Playlist dan Game of Thrones.

 

Nama    :    Ahmad Auvar
Pekerjaan    :    Karyawan Swasta
Genre yang disukai    :    Action, Drama, Comedy, Romance, Scifi, Horror, Mystery, Thriller, Animasi, Fantasy
Film favorit    :   All genre.

 

Nama    :    Andi Nurul Zhafirah
Pekerjaan    :    Mahasiswa
Genre yang disukai    :    Action, Drama, Comedy, Romance, Scifi, Horror, Mystery, Thriller, Animasi, Fantasy
Film favorit    :    Film dan series Marvel, Pride and Prejudice, Hospital Playlist, Reply 1988, Beauty and The Beast, The End of F*cking The World, Before Sunrise Trilogy, Harry Potter, Doctor Sleep, Stranger Things, Fantastic Beast, Friendzone, You, Bridgerton, The Death on Nile.

 

Nama    :    Andi Saputra
Pekerjaan    :    Belum Bekerja
Genre yang disukai    :    Action, Scifi, Horror, Mystery, Thriller
Film favorit    :    Film : Avengers: Endgame (2019) | Serial: Game of Thrones (2011).

 

Nama    :    Ary Abdurrahman
Pekerjaan    :    Karyawan Swasta
Genre yang disukai    :    Action, Drama, Scifi, Thriller
Film favorit    :    Avatar, The Godfather, Spider-Man, OldBoy.

Jumat, 27 Mei 2022

Review Trilogy : I - Will - Survive (2021)

Kali ini ada film Indonesia yang berani melawan arus selera film Indonesia yang telah penuh dengan horor-hororan dan drama-dramaan. Dan dia hadir sekaligus 3 film yang di pecah ke dalam trilogy tapi bukan merupakan sekuel-sekualan, melainkan memiliki timeline plot yang hampir serentak. Trilogy ini memiliki judul I - Will Survive (2021). Mengusung genre thriller mystery, mampukah Anggy Umbara memberikan "perlawanan" yang terhadap selera penonton Indonesia?

I

Sinopsis :
Menceritakan tentang seorang suami muda, yang mana ia baru aja kehilangan istrinya, yang jadi korban pembunuhan. Tentu ga bisa dibayangkan gimana perasaannya waktu itu. Apakah harus mengikhlaskan kepergian sang istri dan membiarkan polisi melakukan tugasnya sendiri? Atau bertindak sendiri menjadi vigilante yang berambisi untuk membalaskan dendam kepada si pembunuh? Pilihan yang sulit, mengingat dirinya hanyalah mas-mas biasa, bukan seseorang yang memiliki kemampuan dan sumber daya untuk menjadi "Batman"nya Indonesia. Terlebih lagi, dia mempunyai pandangan tegas tentang "membunuh" manusia, dia sangat membenci hal tersebut, sampai-sampai dia rela hubungannya dengan ayahnya ga harmonis, dikarenakan ayahnya adalah seorang tentara yang tentu dalam bertugas harus membunuh orang jika diperintahkan atau terpaksa.

Sebelum sampai pada durasi 60 menit, plotnya masih terasa datar. Tapi setelah itu mulai naik tensinya, dan plot twistnya juga lumayan. Abaikan sedikit tentang unsur teknis seperti sinematografi, penggunaan bahasa dan akting, maka setidaknya film ini dirasakan dapat memberikan alur cerita yang bagus. Entah kenapa film Indonesia banyak yang terpaku pada penggunaan Bahasa Indonesia yang baku, padahal dalam film harusnya mengikuti bahasa sehari-hari. Dialog antar teman yang harusnya santai dengan slang-languange, malah terkesan kaku, ga natural.

Untuk segi teknis, camera movementnya terlalu banyak, overuse, kurang mendukung unsur mystery yang sebaiknya tenang dan stagnan. Kemudian urusan lighting, sepertinya ga berani main gelap, bahkan untuk scene yang krusial pun "salah" banget, contohnya saat dia jadi sniper, masa iya sniper mengambil spot yang terang di bawah cahaya lampu atau di lalu lalang kendaraan. Biasanya kan sniper menggunakan area gelap untuk posisi bersembunyi. Entahlah, atau mungkin memang disengaja seperti itu agar dapat mewakilkan "keamatiran" seorang warga sipil yang sok-sok-an jadi vigilante. Bisa jadi aja seperti itu, karena di adegan-adegan berikutnya si tokoh utama ini memang terlihat sangat polos dan rapuh dalam menjalankan ke-vigilante-annya.

Rabu, 09 Maret 2022

Review non spoiler film Appwar (2018) : Perjuangan merintis start up melawan cinta sendiri.

 
Appwar (2018) merupakan film thailand yang sebenarnya punya ide unik, yang sekilas mirip dengan serial Korea yang populer berjudul Start Up (2020), tapi Appwar justru lebih dahulu hadir (2018), jadi siapa yang niru nih? Hehe... Menceritakan dua anak muda, seperti para Gen-Z saat ini, yang ngikutin trend untuk mencoba merintis start up, dengan cita-cita tinggi dan harapan manis, yang disebut dengan kata "sukses. Satunya adalah pria dan satunya wanita. Mereka pada awalnya bukan teman, apalagi pasangan. Mereka hanya dipertemukan tak sengaja oleh sebuah momen ngobrol basa-basi di tempat makan. Yang ternyata obrolan tersebut nyambung karena mereka memiliki kesukaan yang sama. Eits..jangan kira ini bakal kayak film-film drama pada umumnya ya, yang kalo udah kenalan trus pedekate dan akhirnya jadian. Justru kenapa dibilang unik, ya karena anehnya, hanya satu kali itulah pertemuan mereka yang terjadi, tanpa adanya pertukaran kontak untuk komunikasi. Hari-hari selanjutnya mereka ga pernah jumpa lagi.

Tapi tiba-tiba, mereka bertemu kembali, tapi disuasana yang berbeda cenderung panas, mereka bertemu bukan sebagai teman ngobrol, melainkan sebagai rival! Yak, mereka berjumpa di sebuah kompetisi start up tahunan, dan mereka berdua adalah pesertanya. Kebetulannya, aplikasi yang mereka buat itu "mirip", fungsinya sama, cuma tampilannya aja yang beda. Loh, kok bisa? Gimana ceritanya? Trus, apa reaksi mereka setelah sekian lama tak jumpa malah harus saling sikut untuk memperebutkan hadiah dana proposal start up. Siapa yang akhirnya menang? Inilah yang jadi plot utama.

 
Jika kita membicarakan start up, memang start up saat ini lagi digandrungi oleh generasi "kekinian", banyak anak muda yang "berfantasi" bisa menjadi CEO sebuah start up yang sukses di usia muda. Ya, itu semua dari hasil apapun yang mereka serap dari lingkungan dan sosial media, dimana banyak diceritakan kisah-kisah sukses para CEO start up yang masih muda-muda, dengan kerjaan yang terlihat lebih keren karena bekerja dengan gadget canggih seperti laptop, duduk santai dan fleksibel, bisa dimana dan kapan aja, bisa di cafe sambil nongki-nongki, ya idaman para anak muda sekarang lah, kerja santai gaji banyak (mimpi loe). Jadi, banyak yang termotivasi gitu, kalo ditanya mau kerja apa, maka akan banyak yang ngomong kalo maunya kerja yang berhubungan dengan start up. Sampe mereka buta kalo faktanya menurut film ini, ada lebih dari 90% start up berakhir gagal, termasuklah dana yang dikeluarkan untuk investasinya. Jadi ya meraih kesuksesan di start up itu sama seperti sukses dibidang lain, tetap membutuhkan perjuangan keras, yang mungkin kita ga diliatin gimana mereka kerja kerasnya, kita cuma diliatin bagian dimana mereka duduk-duduk santuy depan laptopnya aja.

Senin, 21 Februari 2022

5 Film Romance Yang Unik, Ajaib, Ga Pasaran, dan Aneh : Magical Romance (Part 1)

Halo, jumpa lagi nih di blog kami, setelah sebulan ngilang, maklum, sebagai orang kantoran awal tahun banyak kerjaan bikin laporan akhir tahun dan ini itu. Nah tanpa banyak basa-basi lagi, berhubung ini masih dalam bulan Februari yang kata orang adalah bulan "cinta", maka kami mau share dimari film-film romance yang sangat beda, ga kayak film-film romance pada umumnya, yaitu yang di dalamnya ada unsur magic gitu. So, apa aja mereka? Berikut sinopsis singkatnya :

1. One Day (2016)

Film Thailand ini udah kami review disini : Review non spoiler dan bedah film One Day (2016) : Dicintai cuma satu hari, cukup?. Mengisahkan seorang pria cupu, yang tiba-tiba ketiban "rejeki" punya kesempatan untuk jadi pacar cewek cantik idamannya. Jadi tuh cowok ini make a wish gitu di depan "lonceng ajaib", dan keinginannya untuk bisa jadi pacar cewek tersebut terwujud, tapi hanya satu hari aja. Si cewek kecelakaan dan mengakibatkan amnesia, tapi ya hanya satu hari aja. Jadi dia manfaatin satu hari tersebut untuk ngaku sebagai pacarnya. Apakah dia berhasil? Gimana respon tu cewek? Trus setelah satu hari, gimana kelanjutan hubungan mereka? Film ini highly recomended, karena kualitas screenplay yang mereka punya dan romansanya yang bikin baper banget.

2. Ruby Sparks (2012)

Gimana kalo kamu bisa nyiptain pacar yang sesuai keinginan kamu? Literally..bener-bener sesuai apa yang kamu request, baik fisik maupun sifat, mau dia rambut panjang ato pendek, mau dia mandiri ato manja. Nah, film ini lah gambarannya. Jadi ada seorang penulis novel yang punya mesin ketik ajaib, dan dia sedang dalam menulis sebuah novel romance yang baru, tapi dia kaget karena apa aja yang dia ketik, bisa jadi nyata. Saat dia ngetik tentang sosok seorang pacar di dalam novelnya kemudian muncul deh di hadapannya seorang cewek cantik yang persis dengan apa yang dia ketik. Nah, kurang enak apalagi coba kalo bisa sesuai keinginan ini. But wait, ga semudah itu Ferguso, kalo ga ada konflik ya ga jadi sebuah film donk. Nah kok bisa yang udah sesuai keinginan pun ada konflik? Cari tau sendiri ya. Film ini juga highly recomended, karena baik untuk refleksi setiap pasangan, tentang toleransi dan keseimbangan, bahwa kesempurnaan hubungan tidak dapat dicapai dengan cara instan.

Senin, 27 Desember 2021

Review non spoiler dan bedah film One Day (2016) : Dicintai cuma satu hari, cukup?

Setelah menonton film Spiderman - No Way Home, terutama pada bagian endingnya, mengingatkan saya pada satu film yang rasanya hampir mirip-mirip kejadiannya, yaitu One Day (2016). Karena memang fondasi ceritanya sama, yaitu tentang menghilangkan ingatan. Dari kemarin-kemarin sebenarnya pengen review ini, tapi tertunda melulu. Dan karena udah di remind oleh ending Spiderman - No Way Home, barulah tergerak untuk menulis reviewnya sekarang. Saya akan membagi reviewnya ke dalam dua bagian, tentu bagian non spoiler untuk kamu yang belum nonton, dan bagian spoiler untuk kamu yang udah nonton. Mungkin akan banyak di bagian spoiler, karena film ini lebih menarik untuk di breakdown.
 

Review Non Spoiler

Sinopsis :
Denchai adalah seorang karyawan yang penampilannya cupu. Dia suka dengan teman kantornya yang bernama Nui, tapi hanya berani sebatas menjadi secret admirer. Dalam sebuah kesempatan liburan yang digelar perusahaan, mereka berwisata ke Hokkaido, Jepang. Disana, Denchai mendapatkan sebuah situasi yang cukup aneh tapi menguntungkan baginya. Nui mengalami kecelakaan dan mengakibatkan ingatannya hilang sesaat, lebih tepatnya hanya selama satu hari aja. Denchai memanfaatkan ke-amnesia-an Nui ini untuk mengaku sebagai pacarnya. Lantas, bagaimanakah respon Nui? Trus setelah lewat satu hari, apa yang akan terjadi pada hubungan mereka berdua?

Nah sinopsis yang cukup unik bukan? Saran saya, ga usah liat trailernya deh, biar aja blank tanpa tau apa-apa, biar feels bapernya lebih dapet, karena kita dibuat untuk ngikutin kisah mereka berdua itu kayak slogan Pertamina "Mulai dari nol ya pak". Nah baca review pun jangan jauh-jauh, cukup batas bagian non spoiler ini aja.

Meskipun sekilas akan terkesan seperti film-film drama romance Indonesia yang kebanyakan isinya kita cuma liatin aktor-aktornya pada jalan-jalan ke luar negri, tapi setidaknya film ini menyisipkan unsur "aneh" di dalamnya, sesuai tag line filmnya yaitu : "Dicintai cuma sehari, cukup?".

Keunikan tersebut bukanlah satu-satunya faktor kenapa film ini sangat direkomendasikan. Seluruh aspeknya, mulai dari skenario dan penempatan kata-katanya, screenplaynya, aktingnya, backsoundnya, dan set propertinya, itu tuh pas banget. Beberapa diantaranya bahkan dengan cerdas disusun sebagai callback dan counter narative untuk scene lainnya. Romancenya juga dapet banget, membuat film ini bagi saya saya layak sebagai one of the best romance movie ever. Ga perlu kata-kata gombal, ga perlu kalimat-kalimat kiasan, ga perlu adegan-adegan baper ala drakor, tapi mampu bikin klepek-klepek tanpa harus berlebih-lebihan.

Kamis, 16 Desember 2021

Hal-hal yang perlu kamu tau SETELAH nonton Spiderman - No Way Home (2021)

Hey...artikel ini hanya untuk kamu yang udah nonton ya. Karena ini isinya spoiler semua. Kalo kamu belum nonton, segeralah, karena filmnya amazing! Sampe menimbulkan kehebohan disemua lini masa dan waktu. Haha... Karena apa? Karena you know who.. And now..Tanpa banyak bacot, inilah beberapa hal yang mungkin perlu kamu tau setelah nonton film tersebut, saya tidak menomorkan secara urut ya, ini hanya random thoughts aja, dan dipilih yang cukup major aja, yang minor-minor disisihkan dulu :

1.  Ned kemungkinan besar adalah benar keturunan penyihir.

Saat Ned bertamu ke Sanctum, dia bilang kalo keluarganya itu keturunan yang punya "kemampuan". Kemudian saat scene dirumah Ned, ada sebuah shot dinding rumah Ned yang menunjukkan pajangan benda-benda kuno seperti belati dan sejenisnya, yang kemudian lanjut ke shot mesin jahit yang mana terdapat kain hijau dibawahnya, semacam jubah penyihir kah? Mungkin itu punya neneknya. Jadi kalo memang benar, wajar kalo Ned secara ga sengaja bisa buka portal, karena dia bukan orang sembarangan. Satu hal yang pasti, sebuah shot dalam film ga mungkin dibuat kalo tanpa maksud apa-apa. Jadi ini pasti ada petunjuk terhadap sesuatu.

2. MJ akan jadi karakter penting di kemudian hari.

Saat di interogasi oleh Damage Control, petugasnya bilang kalo MJ adalah wanita cerdas yang punya masa depan cerah, yang harusnya bisa punya peran yang lebih berbobot daripada terlibat kebodohan macam ini. Raut muka MJ pun langsung berubah, seperti perasaan kaget "kok mereka bisa tau". Ini mengindikasikan kalo mereka tau identitas dan kemampuan MJ yang sebenarnya, yang mungkin bukan orang biasa. Akan jadi siapakah MJ? Yang jelas nama MJ disini meskipun bukan Mary Jane, tapi Michelle Jones Watson, tetap sama "marga" Watsonnya.

3. Damage Control itu siapa?

Ini bukan barang baru, udah dijawab di artikel sebelum ini disini. Singkatnya, itu tukang bersih-bersih semua kehancuran yang diakibatkan oleh superhero. Poin pentingnya adalah di komik, perusahaan ini dimiliki oleh Stark dan Wilson Fisk, nama Wilson Fisk tentu cukup familiar, dia adalah Kingpin, musuh Spiderman, bahkan di serial tv pun Kingpin sudah muncul sebagai villain serial Daredevil.

Review non spoiler film Moonrise Kingdom (2012) : Cerita "Pramuka" mencari jejak dengan romansa aneh dan visual yang estetik.

Ceritanya, di sebuah camp kepramukaan anak sekolah, ada satu murid yang hilang (dibaca : kabur) dari camp. Anak tersebut bernama Sam. Ketua pembina dan murid-murid lainnya ga tau Sam kemana. Tentu hal ini membuat panik dan membuat mereka langsung melakukan pencarian, termasuk melaporkan kepada polisi setempat.

Namun sebenarnya, tak ada yang perlu dikhawatirkan, karena Sam sebenarnya adalah anak yang cukup mahir dalam bidang kepramukaan dan mampu untuk bertahan hidup di alam bebas dengan pengetahuan dan peralatan yang dia punya. Dia kabur ini pun juga telah direncanakannya terlebih dahulu. Dia itu sedang dalam misi "kencan" dengan sahabat pena-nya, Suzy. Mereka diam-diam udah lama surat-suratan, sampelah pada akhirnya mereka merencanakan untuk "camping" berdua di hutan.

Ketika Suzy melaksanakan aksinya kabur dari rumah untuk camping tersebut, tentu keluarganya juga panik. Hal ini mengakibatkan makin banyak pihak yang ikut dalam proses pencarian. Akankah Sam dan Suzy berhasil ditemukan oleh mereka?

Kamis, 09 Desember 2021

Review non spoiler film romcom Love Hard (2021) : Gara-gara aplikasi kencan online, bisa berabe guys.


Adalah Natalie, seorang wanita yang profesinya sebagai kolumnis sebuah majalah. Dia menulis artikel yang khusus bertemakan tentang cinta, terutama tentang pencarian cinta. Termasuk pengalaman pribadinya sendiri, yang selalu gagal dalam urusan percintaan. Dia suka mencari pasangan lewat aplikasi kencan online atau matchmaker semacam Tinder gitu. Dalam beberapa kesempatan blind dating yang dia lakukan, sering berujung tidak sesuai ekspektasinya. Dia sering tertipu oleh pria-pria yang memalsukan identitasnya dalam aplikasi tersebut atau yang ternyata dia merasa ga cocok dengan pria tersebut.

Nah pada kesempatan kali ini, dari aplikasi tersebut sepertinya dia berhasil menemukan orang yang sesuai dengan kriterianya. Cowok tersebut ganteng, hobinya juga sama dengan dia, dan ternyata kalo ngobrol di telpon tuh nyambung banget, seru, Natalie terlihat bahagia. Suatu waktu, si cowok iseng bilang : "Seandainya aja kamu bisa hadir disini saat Natal". Wah, sebuah kebetulan banget, nama dia Natalie, dan si cowok pengen dia hadir di saat Natal, maka Natalie pun menganggap ini pertanda dari Tuhan bahwa ini adalah jodohnya.
 
Kesempatan ini ga disia-siakan oleh Natalie, dia pun rela untuk pergi ke rumah si cowok meskipun beda propinsi, tapi secara diam-diam. Dia ingin memberikan kejutan kepada si cowok. Tapi nyatanya, sesampainya disana, Natalie lah yang terkejut, setelah melihat aslinya cowok tersebut ga seperti di aplikasi. Cowok ini bernama Josh, dia terlihat cupu dan ga ganteng. Josh sengaja memalsukan foto profilnya dengan memakai foto temennya sendiri yang bernama Tag.

Rabu, 08 Desember 2021

Review non spoiler film The Medium (2021) : Datar di awal, dahsyat di ending.

Di sebuah wilayah di Thailand sana, terdapat masyarakat rural yang dalam hidup mereka masih sangat percaya dengan dunia mistis. Mereka menyembah dewa dan melakukan ritual-ritual penyembahan. Perdukunan juga adalah hal yang lumrah, banyak warga yang datang untuk "berobat" ketika ada sakit yang ga bisa diobati secara medis. Bahkan ada satu jenis dukun khusus yang dipercaya bahwa dirinya sebagai tempat bersemayam roh baik, Dewa Ba Yan. Inilah kenapa judul film ini The Medium, ceritanya akan mengisahkan tentang gimana manusia sebagai medium tempat bersemayam roh.

Dewa Ba Yan ini dipuja dan dipercaya sebagai pelindung desa. Dia akan pindah tubuh dalam tiap generasi, secara turun temurun dari keluarga si dukun yang jadi mediumnya. Saat ini, Dewa Ba Yan bersemayam di diri Nim, seorang ibu-ibu yang memang menjadi dukun medium Ba Yan sebagai warisan dari keluarganya.
 
Pada suatu ketika, ponakan si Nim yang cantik bernama Mink, mulai menunjukkan gejala dan tingkah laku aneh yang ga biasa, seperti marah-marah emosian, lalu ada juga dia diam dengan tatapan kosong. Dugaan mereka adalah Mink sedang dirasuki roh, dan yakin bahwa roh tersebut adalah Dewa Ba Yan yang ingin berpindah medium ke diri Mink. Mereka pikir ini adalah saatnya bagi mereka untuk mewariskan "kedukunan" khusus tersebut kepada Mink.
 

Review non spoiler film Playing God (2021) : The real mission impossible.

Dari judulnya saya kira ini film fantasy, eh ternyata beneran (eh ngga), hehe..
 
 
Berkisah tentang 2 orang kakak-beradik yang pekerjaannya memang adalah penipu, atau disebut dengan istilah "Con Artist". Mereka menipu orang untuk dapatin duit. Caranya bisa macam-macam, bisa nyopet barang orang terus dijual, atau beneran mencuri uang tunai. Nah cara yang terakhir inilah yang akan mereka lakukan dalam plot di film ini. Mereka berencana akan mencuri uang milik seorang bapak-bapak kaya yang "unbank", sebutan untuk orang-orang yang ga punya rekening bank alias masih nyimpen duit di bawah bantal (dibaca : rumah). Wew, duit banyak kok nyimpen dirumah toh..
 
Nah misi mereka adalah memperdayai bapak-bapak tersebut dahulu, baru ambil duit dirumahnya. Misi ini tidak gampang, melainkan sangat sulit bahkan bisa dibilang impossible, karena apa? Misinya adalah membuat bapak-bapak tersebut percaya kalo mereka adalah malaikat dan Tuhan! Literally! Gila ga tuh? Bener-bener berfantasi mereka.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...