Senin, 14 Mei 2018

Hal-Hal Dan Pertanyaan Setelah Nonton Avengers – Infinity War


Hello guys... It’s good to be back... Gila ngilang lama ni blog udah 3 bulan ga nulis-nulis.. Maap yak, karena memang lagi sibuk ada kerjaan laen, hehe... Kepada para pembaca setia blog ini seperti Ahmad Supriyadi, Rizky Ramadhani, Aldi Gunawan, My Neverland, dan lain-lain yang ga bisa saya sebut semuanya...makasih udah menunggu, saya cuma bisa mohon maaf jarang update.

Gambar : express.co.uk

Nah sekarang ga mau banyak basa-basi lagi, langsung aja bacot yang ditunggu-tunggu, ini dia Hal-Hal Dan Pertanyaan Setelah Nonton Avengers – Infinity War. Ya, seperti biasa, ingat, artikel ini hanya untuk kamu-kamu yang udah nonton, karena banyak spoiler besar yang dicurahkan. Kalo belum nonton tetap nekat baca ini, resiko tanggung sendiri ya. But wait..sepertinya kalo ngomongin cuma hal-hal tersebut belum maksimal serunya. Jadi dalam artikel ini saya tambah  pertanyaan-pertanyaan, teori dan jawaban yang mengitari pikiran para penonton sampe ga bisa tidur dibuatnya. Mulai dari pertanyaan normal hingga pertanyaan absurd. So, cekidot gan...

Gambar : quirkybyte.com

Planet Vormir Lokasi Soul Stone
Dalam film, ternyata Soul Stone adanya di Planet bernama Vormir. Yah, patah semua deh fan theories yang bilang Soul Stone ada di Wakanda lah, ada di Heimdall lah, dll. Tapi setidaknya masih bisa di cocoklogikan dengan huruf H-nya sebagai Hydra karena lobang batu dijaga oleh Red Skull (Pemimpin Hydra), atau bisa juga Her sebagai referensi ke Gamora, karena hanya Gamora yang tau dan untuk mendapatkan batu itu harus mengorbankan dia. Nah planet Vormir sendiri memang exist di komik yang masih berada dalam galaksinya Kree-Empire, Kree itu udah tau la kan siapa? Kalo lupa, itu lho villain di film Guardians Of The Galaxy Vol. I. Di komik, planet ini dihuni oleh sebangsa aloen-dragon bernama Vorms. Tapi di film dragonnya pada kemana ya?

Kamis, 01 Maret 2018

Penjelasan Umum Tentang Cara Perhitungan Nominasi dan Pemenang Piala Oscar (Academy Awards)

Pergelaran Piala Oscar 2018 telah didepan mata. Sudahkah kamu melihat para nominasinya? Jika belum, klik link berikut ini untuk full list nominasinya. Adakah film jagoan kamu masuk? Well...jika ga masuk, mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa sih bisa ga masuk? Gimana sih caranya film-film masuk nominasi? Siapa yang pilihin? Dan gimana cara nentuin pemenangnya? Nah kamu berada di artikel yang tepat, karena kali ini kita akan bahas tentang Piala Oscar. Untuk versi videonya, kalian bisa tonton di channel Youtube kami ini : Video Penjelasan Piala Oscar.


Gambar : supicket.com

Sejarah Piala Oscar (or lebih tepatnya, Academy Awards)
Yang paling pertama yang perlu kamu tau adalah bahwa sebutan Piala Oscar itu hanyalah sebutan untuk piala yang diberikan kepada para pemenang awards. Awards apa? Jawabannya Academy Awards. Apa itu Academy Awards? Academy Awards adalah ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Academy. Lah siapa pula itu Academy? Nah Academy adalah sebutan simpel untuk “Academy of Motion Picture Arts and Sciences”, yang disingkat jadi AMPAS, duh...ga enak kedengarannya ya, hehe...maka simpelnya mereka sebut aja deh “Academy”.

Academy adalah sebuah himpunan atau organisasi profesi, yang anggotanya merupakan para pekerja bidang perfilman. Ya kalo di Indonesia semacam HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), ato APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), nah gitu-gitu deh, himpunan pekerja yang sebidang dan seprofesi. Academy dibentuk pada tahun 1927, isi anggotanya ya para aktor, para sutradara, produser dan teknisi perfilman lainnya. Mereka kemudian menggelar sebuah ajang penghargaan di tahun 1929 yang diberi nama The Academy Awards. Tentu ajang ini diberikan untuk memberikan apresiasi dan penghormatan kepada insan perfilman yang berprestasi dibidangnya. 

Senin, 19 Februari 2018

Review Black Panther (2018) : Wajah Baru Superhero Dari Luar Maupun Dalam

Ya, film Black Panther memang pantas untuk menjadi hits pekan ini. Apa yang coba ditampilkan disini adalah wajah baru seorang superhero, baik dari luar maupun dalam. Melihat dari luar, jika selama ini superhero kulit putih mendominasi, maka saat ini telah hadir superhero kulit hitam yang dapat diperhitungkan lewat penampilan Chadwick Boseman sebagai T’Challa. Tak tanggung-tanggung, dia hadir sebagai superhero paling kaya dan paling canggih dalam Marvel Cinematic Universe. Stark bole iri nih, kekayaanya yang milyaran dollar dibuat sangat kecil oleh triliunan dollar kekayaan T’Challa sebagai Raja Wakanda yang nilainya berasal dari logam terkuat bumi, Vibranium. Dan bisa juga sangat minder karena dia tak bisa lagi merasa paling pintar di bumi setelah mengetahui teknologi canggih Wakanda hasil otak T’Challa sebagai ahli fisika dibantu dengan adiknya Shuri yang lebih cerdas darinya. 

Gambar : twitter.com

Melihat ke dalam dirinya, Black Panther juga kuat raga dan kuat hati. Dalam darahnya mengalir cairan ajaib bernama Heart Shape Herb, tumbuhan pusaka yang ditanam di Wakanda, hanya bole diminum oleh Raja Wakanda, yang memberikan kekuatan super dalam bertarung, kuat dan gesit layaknya Panther. Hatinya pun juga kuat, dalam film ini, T’Challa berani keluar dari tradisi untuk memperjuangkan apa yang menurutnya baik. Jika superhero lain selalu menjunjung tinggi nilai-nilai patriotisme, maka lain halnya dengan Black Panther-nya T’Challa ini, dia lebih menunjukkan sisi moralitas bahwa benar itu belum tentu baik.

Fiuh...saking terseponanya dengan sosok T’Challa sampe lupa memberikan sinopsisnya, sebelum itu silahkan liat trailernya disini. Film ke...emm...ke-18 dalam Marvel Cinematic Universe ini adalah film yang memberikan kita profil dan origin dari Black Panther. Sebelumnya kita sudah pernah melihat aksinya dalam film Captain America – Civil War tahun 2016, hanya saja dalam fillm itu belum banyak diketahui profil dari superhero rendah hati ini. Diawal film kita diceritakan sejarah terciptanya negara Wakanda, dimulai dari jatuhnya meteor Vibranium ke bumi, yang kemudian dimanfaatkan oleh 5 suku di Afrika sana yang akhirnya sepakat untuk membentuk negara Wakanda. Wakanda dipimpin oleh seorang raja yang dengan bantuan dari Bast, dewa Panther, dan Heart Shape Herb, menjadi seorang yang super dengan julukan Black Panther, pemimpin dan pelindung Wakanda. 

Senin, 12 Februari 2018

Review Ittefaq (2017) : Film Bollywood Rasa Hollywood, Beda dan Bener-Bener Watdefaq!

Jarang-jarang sih saya nonton film India, karena kurang suka film musikal, India kan terkenal dengan Bollywoodnya yang khas dengan joget-joget dan nyanyi-nyanyi, hehe.. Tapi pengecualian yang satu ini, dapet review dan rekomendasi dari temen saya Ilham dan Mualimin, film Ittefaq ini tidak pake joget, tidak pake nyanyi, dan tak kalah pentingnya durasinya juga pendek, 1 jam 48 menit. You know la kan film India biasanya berdurasi diatas 2 jam. Apa yang mereka rekomendasikan? Ya karena mereka tau saya suka film-film mystery dengan twist ending, maka ini adalah mangsa empuk yang harus saya lahap. Dan sesuai ekspektasi, setelah saya tonton, film ini memang film bintang lima.

Gambar : ibtimes.co.in

Ittefaq menceritakan proses investigasi pada kasus-kasus pembunuhan yang berputar dibadan seorang penulis terkenal, Vikram Sethi. “Wait? Kasus-kasus? Berarti lebih dari satu?”, iya lebih dari satu, tepatnya ada 3 kasus tewasnya seseorang akibat dari nama Vikram Sethi ini. Yang pertama adalah kematian istrinya sendiri, Katherine, yang ditemukan tewas di kamar mandi hotel tempat mereka berdua menginap pada periode peluncuran novel yang ditulis sang suami. Saat itu, Vikram menghubungi polisi setempat untuk mengabari kabar duka ini. Tapi, bukannya perlindungan hukum yang Vikram dapat, ia malah ditakut-takuti oleh opsir bahwa dalam kasus tewasnya salah satu dari pasangan suami-istri, biasanya pelakunya adalah salah satu dari mereka sendiri. Mengetahui hal ini, Vikram kabur melarikan diri dan tiba di sebuah apartemen yang membawanya terlibat pada kasus pembunuhan kedua.

Kali ini, polisi menemukan Vikram sedang berada tepat didepan mayat seorang pria yang ternyata adalah suami dari Maya, wanita yang apartemennya ia datangi tadi. Vikram ditangkap, dan mulailah proses investigasi ini menjadi misteri yang sulit diungkap namun menarik buat kita sebagai penonton. Karena, dalam setiap kasus, tentu mana ada “maling” yang mau ngaku, termasuk kasus ini. Vikram dituduh telah membunuh istrinya sendiri, sementara ia membantah telah membunuh suami Maya, justru ia bersaksi bahwa Maya-lah yang membunuh suaminya. Jadi sang opsir yang berwenang atas kasus ini, Dev, pusing tujuh keliling, dibuat bolak-balik oleh pengakuan para tersangka yang serba kebetulan ini, ya kebetulan ada kasus suami bunuh istri yang kemudian berjumpa dengan istri yang bunuh suami. Ittefaq, dalam bahasa Urdu berarti “Kebetulan”. Ya, seperti sinopsis tadi, semua terjadi secara kebetulan. Itu baru 2 kasus, mana kasus ketiga?

Minggu, 11 Februari 2018

Review The Village (2004) : Awas tertipu!

Benci dengan apa yang disajikan diending, tapi suka dengan film tipikal beginian. Tipikal yang membangun misteri untuk penonton ikuti, bertanya-tanya, mengasah praduga dan mengambil kesimpulan, menyimpan rahasia sepanjang film tapi di ending memutarbalikkan hal-hal semua tadi 180 derajat! Twist ending. Ya, saya selalu suka dengan tipikal film seperti ini. Bertemu dengan karya M. Night Shyamalan adalah sebuah anugrah. Shyamalan adalah seorang filmmakers yang mempunyai trademark suka membuat film yang mempunyai twist ending, seperti The Sixth Sense dan Unbreakable. Lalu, bencinya kenapa? Karena twist yang satu ini membuat kita dipermainkan mentah-mentah, kena troll, Shyamalan ngetawain kita di belakang layar sepanjang 1 jam 48 menit durasi filmnya.

Gambar : imdb.com

Ceritanya, ada sebuah desa, ya sesuai judulnya The Village, yang populasinya sangat sedikit, paling sekitar 100 orang, hidup damai rukun. Tapi tidak aman sentosa, karena ada mitos yang berkembang bahwa desa itu dikelilingi oleh hutan terlarang. Hutan yang tak bole dilewati oleh siapapun, siapa yang lewat akan diserang oleh monster seperti landak setinggi manusia gitu. Jadi dari tahun ke tahun mereka seperti terisolasi dari dunia luar, mereka hanya berinteraksi dalam radius desa itu saja, ga ada yang berani ke kota. Kalo ada yang mau ke kota, harus minta ijin dulu sama tuo tengganai desa apakah diijinkan ato tidak. 

Hal ini lah yang memulai misteri, ada seorang pemuda bernama Lucius Hunt (Joaquin Phoenix) yang berencana untuk pergi ke kota dengan tujuan mencari obat-obatan. Lucius pun meminta ijin kepada para pendiri desa, namun tak disetujui. Nekat, Lucius mencoba untuk diam-diam maju melewati batas desa dan masuk ke hutan, baru beberapa langkah saja ia malah mengurungkan niatnya, berbalik badan dan kembali ke desa. Entah apa yang membuatnya mundur, apakah yang dilihatnya dihutan itu beneran monster?? Perbuatan Lucius ini nantinya akan punya konsekuensi. Apa itu? Tentu ga asik kalo diceritain, asiknya kalo ditonton sendiri.

Kamis, 18 Januari 2018

Film-Film Yang Patut Kamu Tonton Di Paruh Pertama 2018

Hai..hai..ga terasa sekarang udah berjalan minggu ketiga di bulan Januari tahun 2018. Sayangnya bagi sebagian orang masih ada yang belum tau, mau nonton film apa aja sih di 2018? Well..untuk membantu dan sekedar sharing info, nih saya akan ulas singkat film-film apa saja yang patut kita tonton di paruh pertama 2018, check the list below ya, saya urutkan berdasarkan bulan rilisnya dan film dibatasi hanya sebatas film-film box office yang diprediksi banyak peminatnya atau bagus filmnya dan yang trailernya udah keluar ya.

JANUARI

Maze Runner : The Death Cure
Ini merupakan babak final dari trilogy Maze Runner. Sebagai sebuah film terakhir, tentu ini sangat ditunggu-tunggu. Bagaimana ending dari perjuangan Thomas dkk yang melawan Wicked Company akan kita ketahui dari film ini. Sekedar merefresh ingatan, Maze Runner adalah cerita tentang sekelompok anak muda, Thomas dkk, yang dikurung dalam sebuah area khusus bernama Glade, sebagai bentuk dari eksperimen Wicked Company dalam mencari obat wabah penyakit sunflare yang menerpa bumi. So, Wicked is good or bad? Tonton minggu depan guys, kalau trailernya disini kliknya.

Gambar : screencrush.com

FEBRUARI

Black Panther
Bulan ini punya film yang lebih banyak untuk ditonton ketimbang Januari. Ada 4 film yang layak kamu tunggu. Pertama jelas Black Panther, yang merupakan film superhero Marvel Cinematic Universe (MCU), ga usah dijelasin lagi deh apa itu MCU, kelewatan banget kalo kamu ga tau, hehe. Trailer Black Panther klik disini.

Winchester
Nah selain Black Panther, ada Winchester movie, sebuah film horor supranatural terinspirasi dari kisah nyata di California. Tentang sebuah mansion yang dihuni banyak hantu yang terbunuh atas insiden Winchester Riffle. Film ini dibintangi oleh aktris senior peraih Oscar, Helen Mirren yang berperan sebagai Sarah Winchester, pemilik mansion. Untuk lebih tau seramnya mansion tersebut seperti apa, kamu bisa lihat trailernya disini.

Gambar : popsugar.com
Fifty Shades Freed
Bulan yang dikatakan bulan cinta tentu tak lengkap jika tak diisi dengan film romance. Apalagi ini adalah romance yang super hot. Ya, ini adalah lanjutan dari Fifty Shades Darker dan film terakhir dari trilogy erotic romance Fifty Shades of Grey. Masih dibintangi aktris manis idola Ridho, Dakota Johnson, film ini patut dinanti oleh para pencinta drama romantis. Tapi tidak saya rekomendasikan untuk kamu yang single, karena nanti bisa iri dibuatnya, hehe. Trailernya? Klik disini.

Rabu, 10 Januari 2018

Top 10 Movies 2017

2018 tiba, 2017 telah berlalu. 2017 menurut saya adalah tahunnya movie mania banget. Bagaimana tidak? Film-film mega blockbuster dari franchise yang berbeda-beda pada “janjian” rilis tahun 2017. Sebut saja dari Marvel ada 4 film, DC Comics 3 film, ada Transformers 5, Pirates of The Carribean 5, Alien 5, kemudian ada Star Wars VIII, Fasf Furious 8, lalu dari animasi juga ada Cars 3, Despicable Me 3, ahh...banyak lagi... 

Nah dari beberapa film yang telah saya tonton di tahun 2017, saya memilih beberapa diantaranya yang pantas untuk saya nobatkan ke dalam daftar 10 film terbaik di tahun 2017. Penilaian film terbaik ini tentu saja subjektif dari sudut pandang penilaian saya pribadi. Bisa saja kalian mempunyai list yang lain karena selera orang kan beda-beda. Pilihan film saya beragam, mulai dari action, horor, history hingga thriller, namun sayang memang tak ada drama dalam list saya, karena memang saya kurang suka drama apalagi drama sosial murni *hoaahmmm*.

Nah...Apa saja list top 10 movie saya? Check these out. Saya urutkan dari yang terendah nomor 10 hingga terbaik di nomor 1. 

Gambar : pinterest.com
10. Split
Film ini memang berada tipis di penghujung batas list, ada The Hitman Bodyguard yang juga berebut masuk list. Saya lebih memilih Split karena ide cerita dari M. Night Syahmalan ini adalah sesuatu yang unik dimana seseorang punya kelainan multiple personality. Penyakit ini tentu mengharuskan akting yang bagus dari seorang James McAvoy, membuat situasi film bervariasi. Tak hanya Avoy, Anya Taylor juga tampil memukau. Filmnya sendiri juga memiliki ending dengan twist yang tak dilupakan oleh Syahmalan.

9. Sang Pengabdi Setan
Ini layak dimasukkan dalam daftar karena mengingat ini adalah non hollywood movie, terlebih berasal dari Indonesia, yang notabene memang jarang menghadirkan film yang bisa membuat saya terkesima. Ini pun juga karena memang  sutradaranya adalah Joko Anwar, filmmaker yang memang karyanya beda dari film-film Indonesia pada umumnya. Film ini menghadirkan horor klasik yang telah lama hilang dari perfilman Indonesia. Bagaimana suasana menyeramkan tetap terjaga tanpa terlalu mengandalkan jump-scare melulu. Color grading filmnya juga pas banget untuk settingan jadul.

8. Bad Genius
Sesama produk dari Asia Tenggara, namun film asal Thailand ini unggul sedikit dari Sang Pengabdi Setan dalam list saya. Jangan bandingkan color gradingnya karena mereka berdua menampilkan pewarnaan yang sama-sama ajib. Bad Genius unggul dikarenakan tema yang mereka usung sangat simpel, Ujian Tertulis. Bagaimana tidak? Hanya bermodalkan kisah ujian tertulis para siswa sekolah, tapi bisa dibuat menegangkan ala-ala thriller. Dibalut dengan twist-twist kecil, soundtrack musik klasik, drama remaja yang rasa ke-innocent-annya masih tinggi linear dengan impian dan cita-cita mereka, film ini layak ditonton seluruh sekolah di belahan bumi manapun karena meninggalkan nilai positif untuk dunia pendidikan.

Minggu, 07 Januari 2018

Top 20 Superhero/Superhuman Movies Diluar Marvel Dan DC Comics (By Muhammad Ilham – JMFC 041)

Kalau berbicara film Superheroes di zaman sekarang, pasti yang disebut adalah Avenger, Captain America, atau yang paling baru Wonderwoman dan yang sedang tayang Thor : Ragnarok serta Justice League. Dunia superheroes entah itu di komik atau perfilman sudah dikuasai dua pemain besar, siapa lagi kalau bukan DC Comics dan Marvel Comics. Namun berbeda di Era 70’s, 80’s, sampai pada 90’s ketika perfilman superheroes dikuasai dan didominasi oleh DC dengan punggawa utamanya yaitu Batman dan Superman Franchise. Baik di layar lebar maupun pada Tv series Batman dan Superman merajai pasaran film Superhero, tapi berbanding terbalik dengan keadaan sekarang dimana Marvel hampir merajai dunia perfilman superhero entah di layar lebar maupun seri, dengan mengeluarkan satu bahkan dua film per tahunnya, walaupun DC terus mengimbangi dengan sedikit terengah-engah. Nampaknya Marvel baru menyadari potensi yang ada pada adaptasi film produk komik mereka, karena pada komik kebanyakan hanya geek dan nerd yang memang menggandrungi dunia ini, nah pada film mereka mampu menancapkan akarnya dan merambah kepada masyarakat yang malas membaca dan awam pada komik serta karakter yang mereka miliki sekaligus mencetak milyaran dollar melalui konsep film-film yang berkaitan satu sama lain. Konsep ini membentuk satu dunia tersendiri yang disebut dengan Marvel Cinematic Universe, DC yang terlambat menyadari akan hal ini mencoba mengejar dengan konsep yang sama. Konsep ini menciptakan banyak darah-darah baru penggemar tokoh Superheroes khusus pada film saja yang kecintaannya sama gilanya apabila dibandingkan dengan nerd ataupun geek pada penggemar komik. Nah pada era film Superheroes belum booming seperti sekarang, banyak film superheroes yang bukan berada pada jalur mainstream dan bukan ciptaan DC ataupun marvel, mereka mencoba mencari tempat di hati publik (kadang berhasil kadang gagal) namun bukan berarti mereka jelek, inilah tribute kepada mereka, they deserve the respect.


20. Blankman (1994)
Director: Mike Binder
Writers: Damon Wayans (screenplay), J.F. Lawton (screenplay) 
Stars: Damon Wayans, David Alan Grier, Robin Givens 

Blankman mungkin ga akan membuat anda terpesona atau berdecak kagum namun Blankman pasti akan mengocok perut anda, adalah Daryl (Wayans) pria dewasa namun berkelakuan seperti anak-anak, tapi Daryl adalah sosok yang berhati baik dan jenius. Daryl mampu membuat sampah-sampah tak berguna menjadi penemuan yang berguna (bahkan kacau). Keinginannya menjadi superhero sangat besar terutama setelah kematian neneknya. Kevin yang merupakan saudara Daryl selalu menjaga adiknya dan mengikuti fantasi sang adik untuk menjadi superhero, Kevin mengira seperti inilah cara adiknya berkabung atas kematian nenek mereka. Namun keinginan Daryl untuk jadi superhero bukan hanya jadi keinginan semata, berbekal kejeniusannya Daryl berubah menjadi “low budget superhero” yang mencoba menuntaskan permasalahan di lingkungannya. Berhasilkah Daryl? Beberapa adegan di film ini cukup konyol karena memang film ini adalah film parodi, banyak yang beranggapan Blankman adalah film superheroes dan komedi yang dangkal, tapi apa salahnya dengan film yang dangkal? Jujur Blankman membuat saya tertawa terbahak-bahak (terutama adegan di lift sewaktu Blankman akan menolong wanita melahirkan), so bagi kalian penggemar Wayans brothers Blankman patut untuk dicoba.

19. Spawn (1997)
Director: Mark A.Z. Dippé
Writers: Todd McFarlane (comic book), Alan B. McElroy (screen story) (as Alan McElroy) 
Stars: John Leguizamo, Michael Jai White, Martin Sheen 

Al Simmons (M.J. White) adalah pembunuh bayaran, ketika melaksanakan misinya dia justru dibunuh oleh majikannya sendiri Wynn (Sheen). Simmons tentu masuk neraka, namun rasa sayangnya yang kuat membuat dia melakukan perjanjian kepada iblis untuk kembali ke dunia menemui istrinya. Simmons kembali ke dunia dalam bentuk suatu mahluk yang mengerikan (namun keren) yang disebut Spawn. Simmons malu akan bentuk dirinya dan memilih untuk mengasingkan diri. Spawn marah akan dunia, di sisi lain iblis juga mengadakan perjanjian (udah kayak pengusaha aje ni iblis) dengan Wynn untuk meledakkan bom yang memicu kiamat agar neraka mampu menyerang surga. Saya ingat nonton film ini sewaktu masih SMP, betapa keren Spawn di kala itu, VFX-nya luar biasa, bersenjatakan heavy arsenal, rantai iblis dan cloak ajaib membuat Spawn terlihat semakin keren. Banyak yang mengkritik film ini, but for me, this movie was not so bad at all

Gambar : denofgeek.com
18. Mystery Men (1999)
Director: Kinka Usher
Writers: Neil Cuthbert, Bob Burden (creator: comic book series)
Stars: Ben Stiller, Janeane Garofalo, William H. Macy 

Sekelompok superhero pecundang yang tak lazim dan aneh bersatu untuk menyelamatkan kota dari ancaman supervillain. Grup aneh ini terdiri dari The Shoveler yang menggunakan sekop sebagai senjatanya, Blue Rajah yang mahir melempar sendok dan garpu, The Bowler yang menggunakan lembaran bola bowling sebagai senjatanya, Mr. Furious yang kepengennya marah mulu, The Spleen yang memiliki kekuatan kentut dan Invisible Boy yang mengklaim memiliki kekuatan menghilang tapi kalo orang ga ada yang ngeliatin. Entah kenapa sekilas Mystery Men seperti parodi komedi superheroes (memang iya sih) namun sebenarnya Mystery Men di adaptasi dari komik berjudul sama keluaran Dark Horse Comics (franchise yang cukup terkenal selain Marvel dan DC). Sepanjang film memang kita akan diajak tertawa terbahak-bahak oleh team superhero paling tidak effisien dan tidak kompeten ini. Mulai dari perseteruan satu sama lain, sampai kepada mencari sosok legenda Sphinx untuk mengasah kekuatan mereka. Yah gimana kita ga ketawa kalo superhero yang harus melawan supervillain hanya memiliki kentut sebagai senjatanya, but trust me, it works.

17. Flash Gordon (1980)
Director: Mike Hodges
Writers: Lorenzo Semple Jr. (screenplay), Michael Allin (adaptation) 
Stars: Sam J. Jones, Melody Anderson, Max von Sydow 

Banyak yang tidak terlalu menyukai film Flash Gordon baik penggemar komiknya atau penonton yang awam dengan tokoh ini, efeknya yang terbilang jelek, akting Sam Jones yang payah (kebanyakan dialognya juga di dubbing justru memperburuk keadaan). Bercerita tentang pahwalan Football Amerika yang bertualang ke luar angkasa menuju Planet Mongo bersama pacarnya ternyata Planet Mongo dikuasai oleh Kaisar Ming yang Kejam dan Ming berusaha untuk mengambil pacar flash, membunuh flash serta mengancam kehidupan di Bumi, maka Flash Gordon harus berusaha menghentikan niat jahat Ming. I know its little bit chessy, script yang buruk, akting yang jelek, dialognya pun sedikit memalukan, berbicara SFX?, SFX nya bisa disebut konyol, tapi entah kenapa bagi saya film ini menghibur, bisa dibilang Flash Gordon salah satu guilty pleasure bagi saya. Dan lagi theme songnya selalu terngiang-ngiang di kepala saya, Flash…..aaaa….aaaa.