Sabtu, 27 Februari 2016

Review Film Extreme Sports : Point Break (2015) By Minto JMFC 017

Hai…guys numpang review sedikit ya.. film berjudul Point Break (2015). Cerita film ini hampir sama dengan film pendahulunya pada tahun 90an yang dibintangi aktor Keanu Reeves. Bedanya yang 90an Jhonny harus menangkap sekelompok perampok yang diyakini adalah peselancar, sedangkan yang 2015 menceritakan tentang seorang agen FBI muda Johnny Utah (Lukas Bracey) yang menyamar dalam tugas mencari informasi dengan tim atlet olahraga ekstrim yang luar biasa.

Gambar : thepicta.com

Namun team tersebut terlihat mencurigai karena diduga mendalangi serangkaian kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya, atau yang sulit dilakukan manusia biasa salah satunya adalah perampokan perusahaan canggih dengan cara yang tergolong extreme. Tim atlet elit licik yang mencari sensasi, yang dipimpin oleh seorang karismatik Bodhi (Edgar Ramirez) yang sangat fanatic akan alam. Di dalam penyamarannya, Johnny harus menghadapi kehidupan penuh bahaya, serta dia berusaha untuk membuktikan bahwa para atlet tersebut adalah perancang atau arsitek yang membingungkan (di balik kejahatan-kejahatan yang menghancurkan pasar keuangan dunia).

Jelas kalah keren ya guys hehehe…si Johnny ala Keanu Reeves terasa cool sedangkan Johnny ala Luke Bracey terlihat lebih selenge'an bertato dan seorang atlet ekstreme profesional….

Disini ulasannya………….

Macbeth (2015) : Salah Satu Karya Masterpiece William Shakespeare (Review By Noval Ahmad JMFC 003)

Bismillah..

Dimalam yang dingin… ditemani secangkir Capuccino… dan dikerjar target.. hehe…. Langsung saja….

Siapa yang tak kenal sastrawan terbesar Inggris William Shakespeare (26 April 1564 dibaptis – 23 April 1616), ia telah menulis sekitar 38 sandiwara tragedi (Romeo and Juliet, Macbeth, dll), komedi, sejarah, 154 sonata, 2 puisi naratif, dan puisi-puisi lainnya. Beliau menulis antara tahun 1585 sampai 1613, dan karyanya telah diterjemahkan kesemua bahasa dan dipentaskan di banyak panggung sandiwara lebih dari penulis lainnya….. Hebat kan saya bisa tau semuaaaaaa…thanks to internet… hehe...

But….. kali ini Saya tidak akan membahas mengenai biografi William Shakespeare tetapi Saya akan me-review film yang di angkat dari salah satu sastra terbaik beliau yaitu Macbeth, yang merupakan sandiwara tragedi yang ditulis pada tahun 1606.

Film Macbeth tahun 2015 ini disutradari oleh Justin Kurzel, film ini didistribusikan oleh Studio Canal (UK) dan The Weinstein Company (USA), dibintangi oleh Michael Fassbender, Marion Cotillard, Paddy Considine, Sean Harris dan kawan kawan….. mudah-mudahan tulisan namanya gak ada yang salah ya… hahaii.. 

Gambar : imdb.com

Warning : Spoiler Alert ya.

Oke.. mulai serius ni ya…. Film ini dimulai saat terjadinya perang saudara di Skotlandia antara Raja berkuasa Duncan I dengan MacDonwald Sang Penghianat “The Traitor MacDonwald” yang disebut "Perang Ellon".

Minggu, 21 Februari 2016

Penjelasan Kategori Dalam Academy Awards (Piala Oscar)



Academy Awards atau yang biasa kita kenal dengan nama Piala Oscar adalah ajang penghargaan tertinggi dalam dunia perfilman dunia. Ajang ini dibentuk oleh organisasi kumpulan para pekerja film seperti para sutradara, para aktor dan sebagainya yang tergabung dalam Academy Of Motion Pictures Arts and Sciences (AMPAS). Ajang yang telah digelar sejak tahun 1929 ini digelar setahun sekali dalam rangka memberikan apresiasi dan prestasi kepada para pekerja di bidang perfilman yang diperlombakan dalam satu tahun periode peredaran film. 

Nah dalam setiap pergelarannya, AMPAS membedakan penghargaan ke dalam beberapa kategori berdasarkan bidangnya masing-masing, seperti Best Director, Best Actor dan seterusnya. Para juri penilai di setiap kategorinya adalah mereka-mereka yang berprofesi sama. Sutradara memberikan penilaian untuk kategori Best Director, begitupula aktor dll-nya. Sama seperti FIFA Best Player atau Ballon D'Or dalam dunia sepakbola dimana pemain sepakbola terbaik dipilih oleh para pelatih dan kapten tim sepakbola.

Pada tanggal 28 Februari nanti, AMPAS akan menggelar kembali Academy Awardsnya, kali ini yang ke-88. Mencakup film-film yang tayang diawal tahun 2015 sampai awal 2016 ini. Seperti biasa, banyak pendapat dan perdebatan terjadi siapa saja pemenang di masing-masing kategori. 

Lalu, bagaimana sih sebenarnya penjelasan mengenai pengertian dari kategori-kategori tersebut? Kadang kan kita menemukan beberapa kategori yang hampir mirip seperti Best Picture dan Best Cinematography, atau Best Sound Editing dengan Best Sound Mixing. Nah untuk mengetahui itu semua, akan saya coba jelaskan berikut ini.

Perbedaan Marvel Cinematic Universe Dengan DC Comics Extended Universe


Perbedaan Marvel Cinematic Universe Dengan DC Comics Extended Universe

Yeah...yeah...kali ini saya, seorang penggemar Marvel akan menulis artikel yang juga mengenai produk dari perusahaan rival saingannya Marvel, siapa lagi kalo bukan DC Comics. Berat? Ga juga. Ikhlas? So pasti. Kita sebagai penggemar hanya menikmati sajian mereka. Semakin mereka berkompetisi, semakin kita untung. Mereka akan berlomba membuat sajian yang lebih menarik dimata penggemar, dan kita tinggal duduk santai menunggu produk keren mereka keluar, heaven is here baby, hehe... Tinggal dikembalikan saja kepada masing-masing individu mereka lebih suka yang mana, sah-sah saja, karena selera orang beda-beda men...  Let’s roll...

Produk apakah dari DC Comics yang akan dibahas?

Sabtu, 20 Februari 2016

Rivalitas, Kehormatan dan Sportivitas. Review Film Rush (2013) By Muhammad Ilham (JMFC 041)



Gambar : en.wikipedia.org

God, I Miss this Blog, lama ga ketemu ya guys, banyak hal yang menyebabkan saya ga bisa nulis di Blog kita tercinta ini, salah satunya adalah kemalasan, yah males adalah salah satu kelemahan terbesar saya, tau ga guys berapa lama waktu yang saya perlukan buat nyelesain artikel ini? 4 bulan. Yes guys, 4 bulan mulai dari JMFC Anniv pertama eh ga selesai, taun baru eh juga ga selesai, mungkin udah 5 kali rombak ini review, intinya kali ini harus selesai dan harus di posting. Mungkin kedepannya saya akan mereview film dengan pembahasan yang lebih singkat dan straight to the point aja tanpa harus menghilangkan inti dan kualitas dari review itu sendiri, sehingga perbendaharaan pustaka review JMFC lebih cepat bertambah dan tentunya pengetahuan kita semua juga bertambah, tentu saya open suggesting dan kritik dari teman-teman semua.

Gentlemen …..Start Your Engine vroooooommmmmmmmmmmmm,

Kamis, 18 Februari 2016

Review Film Animasi : Minions (2015) Oleh Boy JMFC 030

Setelah sekian lama tertunda niat untuk membuat review film, akhirnya kesampaian juga. Berhubung deadline yang diberi untuk menyerahkan review udah semakin dekat maka dengan sangat terpaksa senang hati review ini dikerjakan juga hehehe.

Untuk review perdana ini saya ingin mengulik film Minions. Kenapa Minions?
Karena sejak dahulu saya sangat suka dekali dengan film animasi dan film ini sedikit banyaknya ada kaitan dengan indonesia. Sang sutadara Pierre Coffin yang berkebangsaan perancis ternyata adalah anak dari NH Dini yang merupakan salah satu sastrawan indonesia.

Gambar : alchetron.com

Ok. Cukup basa basinya lets get to the review..

Diceritakan bahwa sejak permulaaan zaman, Minions sudah ada dibumi ini. Minions digambarkan sebagai mahluk mungil berwarna kuning berbentuk kapsul dan memiliki satu atau 2 mata. Adalah sifat alaminya Minions yaitu untuk mengikuti mahluk yang jahat dan keji. Dimulai sejak jaman prasejarah Minions selalu mencari mahluk yang keji untuk dijadikan pimpinan. Sebut saja T-Rex, Genghis khan, Dracula, Pharaoh bahkan sampai dengan Napoleon.

Sebenarnya untuk menemukan Bos atau majikan yang keji bukanlah persoalan yang sulit bagi Minions. Yang menjadi permasalahan mereka adalah bagaimana mempertahankan majikan mereka tetap hidup. Whaaat?? Yup bener. Minions punya kecendrungan yang ceroboh sehingga seringkali majikan mereka malah mati gara-gara tingkah konyol mereka. Misalnya ketika dracula berulang tahun, Minions malah membangunkan dracula ditengah hari bolong dan mengucapkan ulang tahun yang membuat sang dracula gosong terbakar sinar matahari. Ya iyalah secara dracula gak tahan sama sinar matahari hehe..

Senin, 15 Februari 2016

The Revenant : Film Paling Sensasional Untuk Menyabet Piala Oscar (Review By Andika Pratama JMFC - 005)

Salam JMFC

Rintangan atau cobaan berat adalah ketika kita menghadapi suatu pilihan antara hidup atau mati. Tidak semua manusia bisa bertahan atau bisa melawan itu, kalau tidak mempunyai jiwa yang kuat dan keinginan yang kuat juga untuk bisa bangkit dari kematian. Perumpamaan ini dapat dilihat dalam sebuah film The Revenant yang di Sutradarai oleh Alejandro G Inarritu dan dibintangi oleh actor yang sudah ternama Leonardo DiCaprio (Hugh Glass), Tom Hardy (John Fitzgerald), Domhnall Gleeson (Andrew Henry), Will Poulter (Bridger) dan Forrest Goodluck (Hawk).

Sekedar pembuka Film ini berdasarkan kisah nyata yang kemudian ditulis ke sebuah novel Michael Punke yang berjudul sama dan kemudian diangkat ke Film oleh Alejandro yang sebelumnya telah kita kenal dengan Film Birdman (2014). Apalagi di film tersebut mampu meraih oscar untuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik serta penghargaan lainnya. Maka dari itu dengan nama besarnya yang sudah kita ketahui, film The Revenant ini cukup membuat kita penasaran dan berharap lebih greget sebelum menontonnya.

Gambar : pinterest.com

Film ini bersetting sekitar tahun 1823 dimana tentang sekelompok pemburu kulit hewan yang tiba – tiba diserang oleh suku Indian atau suku Arikara yang biasa disebut Ree. Mereka menyerang kelompok tersebut yang pada akhirnya meninggalkan beberapa kelompok diantaranya Kapten Andrew Henry, Glass, Fitzgerald, Bridger, dan Hawk anak Glass keturunan Indian yang telah ditinggalkan mati oleh ibunya (Istri Glass) ketika perkampunganya diluluh lantakan oleh bangsa yang menamakan dirinya Barbar.

Dalam pelarian dari Suku Ree, kelompok tersebut harus mengarungi “tenangnya” arus sungai dan pedalaman hutan tersebut. Hingga pelarian mereka terhambat ketika Glass diserang secara brutal oleh beruang betina sehingga membuat tubuh Glass tercabik – cabik dengan luka yang sangat parah. Ini membuat beban kelompok dari Andrew sedikit mengalami kesulitan karena harus membawa Glass untuk kembali pulang.

Jumat, 12 Februari 2016

Review dan Preview Final Chapter Divergent Movie Series : Allegiant

Yap, awal Maret nanti kita akan memasuki babak pertama dari final chapter movie series : Divergent, yang akan dibagi kedalam 2 bagian. Babak pertama ini berjudul Allegiant, sekuel dari Insurgent Maret 2015 lalu. Lalu bagaimanakah kisahnya di babak pertama ini? Mari kita buka lembarannya dalam artikel berikut ini.

Gambar : imdb.com

Divergent, judul film yang muncul di tahun 2014 lalu cukup menarik perhatian para pemerhati film di dunia. Wajar saja, karena film ini muncul ke permukaan menyambung tongkat estafet yang telah dimulai oleh The Hunger Games dan The Mortal Instruments, film ini bergenre sama yaitu action drama remaja. Trend yang membuktikan kalo film remaja tak melulu film ringan yang hanya canda tawa dan cinta-cintaan belaka, kayak FTV, hehe...tapi juga dihiasi dengan perjuangan dan kerasnya kehidupan dalam kehidupan politik dan bermasyarakat. Hal tersebut saat ini terkenal dengan genre bernama Distopia.

Distopia adalah keadaan dimana imajinasi tentang masyarakat fiktif di masa depan atau masa lalu, yang berada di bawah pemerintah yang otoriter, dalam keadaan negara yang rusak akibat perbuatan manusia itu sendiri. Distopia merupakan antonim alias lawan kata dari Utopia, itu lho band yang nyanyiin lagu berjudul “Hujan”, hehe... Utopia berarti dimana keadaan imajinasi tentang masyarakat yang hidup baik dari semua hal positif yang ada, kayak mimpi atau angan-angan deh guys. 

Nah, The Hunger Games dan Divergent merupakan film yang memasukkan genre Distopia ini kedalam action-romancenya, sehingga sajiannya menjadi lengkap, dapat ditonton oleh setiap orang dengan selera masing-masing, mau action ada, mau drama ada, mau konspirasi politik juga ada.

Oke back to the movie guys, Divergent movie series ini berasal dari 3 buku novel karangan Veronica Roth, penulis muda dari Amerika sana yang hasil karyanya ini menjadi salah satu Best Selling. Diadaptasi kedalam film series yang terdiri dari 4 film. Yang pertama berjudul Divergent, kedua adalah Insurgent tahun lalu , selanjutnya Allegiant sebagai part 1 dari final chapter pada Maret ini dan terakhir Ascendant sebagai part 2-nya tahun 2017 nanti.

Tarot (2015) Sebuah Review Film Horor Dari Indra Gunawan (JMFC 007)

Dengan sibuknya pekerjaan kantor dan berbagai banyak pikiran yang berkecamuk maklum di kejar waktu hehehehe.... Ya cukup sekian basa basi singkatnya, oh ya karena saya hobby menikmati film horor baik saya bingung mau ngereview film apa tapi demi PR yang di berikan saya akan mulai mencoba belajar untuk me - review film yang saya ingin review adalah film horor indonesia.

Bukannya tidak suka genre film yang lain tapi karena hobby saya adalah menikmati film yang berbau horor, kenapa saya pilih genre ini bukan hal hanya dikemas untuk menakuti penontonnya saja,tapi di film horor juga ada alur jalan ceritanya baik itu dari segi percintaan,keluarga, ataupun hal hal lainnya.

Gambar : imdb.com

Baiklah dalam me-review film kali ini saya ini mencoba mengulas film horor indonesia yang berjudul "TAROT". Kenapa saya pilih judul ini, pemainnya ada Shandy Aulia & Boy William, yang sebelumnya juga main bareng di film rumah gurita (horror juga nih). Karena cukup puas dengan trailernya, apalagi pake cerita anak kembar.

Sebenarnya dengan judul “Tarot”, film ini bukan melulu soal kartu tarot. Ada kisah lain yang berusaha ditampilkan dengan tema pengunaan tarot sebagai media pendukung dalam film. Cerita diawali dengan dua sejoli, Jules (baca: Juls) & Tristan, yang akan segera menikah. Jules diberi amanat untuk kembali ke rumah almarhum orang tua Jules di Jakarta. Rumahnya besarrrr sekali dan ternyata Jules mempunyai saudara kembar bernama Sofie yang meninggal secara tidak wajar. Pada sebuah kesempatan, Jules dan Tristan sempat diramal oleh seorang pembaca tarot bahwa akan ada orang dari masa lalu yang mengganggu kebahagiaan mereka, bahkan mengancam nyawa satu di antara mereka.

Jumat, 05 Februari 2016

Leap Year (2010) : 29 Februari Di Tahun Kabisat Wanita Boleh Melamar Pria

Sadarkah anda bahwa tahun ini adalah Tahun Kabisat (Leap Year)? Tahun Kabisat adalah tahun dimana jumlah hari dalam tahun tersebut berjumlah 366 hari, tidak seperti tahun biasanya yang berjumlah 365 hari. Dan kelebihan 1 hari tersebut berada pada bulan Februari, yaitu tanggal 29 Februari. Tahun Kabisat ini berlaku setiap 4 tahun sekali, dimana tahun tersebut harus habis dibagi 4. Duuuhhh...kasian banget ya yang ultah tanggal 29 Februari, ultahnya 4 tahun sekali, hehe...awet muda donk...

Lalu apa istimewanya Tahun Kabisat ini?

Nah, sebelum kita membahas istimewanya, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu sejarahnya kenapa bisa ada Tahun Kabisat ini, ya anggap aja pelajaran sejarah umum tambah wawasan, hehe...

Jadi ceritanya nih guys, pada jaman dahulu kala, pada masa kerajaan Romawi, ada seorang Astronom bernama Sosiogenes yang bekerja pada pemimpin Romawi, Julio Caesar. Sosiogenes ini berteori bahwa bumi mengelilingi matahari membutuhkan jumlah hari dalam setahun itu tepatnya adalah 365,25 hari. Weleh...kok pake koma-komaan yak, ribet euy... Iya emang ribet, oleh karea itulah disederhanakan aja menjadi 365 hari. Tapi nih guys, angka di belakang koma tadi ga bisa dianggap remeh, karena jika dijumlahkan dalam 4 tahun aja udah 1 hari. Alhasil diciptakanlah Tahun Kabisat ini sebagai solusinya. 1 hari yang berlebih ini ditarok pada tahun ke-4 dan berlaku kelipatan, weleh..udah kayak promosi belanja aja yak...

Gambar : pinterest.com

Lalu kenapa mesti bulan Februari yang ditambah? Nah ceritanya lagi nih guys, pada jaman dulu itu, Februari merupakan bulan yang terletak paling akhir, sama halnya bulan Desember pada masa ini. Jadi karena itulah gampang untuk "diutak-atik". Itu cerita singkatnya, kalo dipanjangin ribet guys, bakal melibatkan penerus tahta Julius Caesar bernama August Caesar. Belum lagi selanjutnya Septemberus Caesar, Oktoberus Caesar, dst, hahaha....

Okeh, sejarahnya selesai, dijamin kalian dapat nilai 10 pas ujian ntar, hahaha... Lalu, apa istimewanya Tahun Kabisat ini? Setelah saya berselancar di dunia maya mencari, sayang sekali tidak saya temukan. Justru yang ditemukan malah kebanyakan keburukannya, huuu...sereeemmm...

Diantaranya adalah di Yunani, orang-orang disana menganggap bahwa menikah di Tahun Kabisat dapat berujung perceraian, sementara di Rusia mereka percaya Tahun Kabisat membawa pertumbuhan tanaman pertanian kearah yang salah, begitu pula di Skotlandia, bedanya mereka adalah ternak, sedangkan di Italia ada pepatah Tahun Kabisat Adalah Tahun Naas, haduhhhh.....menyedihkan...

Rabu, 03 Februari 2016

Film Horor : Clown (2014) Review By Andika Pratama (JMFC 005)

Salam JMFC

Badut….. Pasti yang terbayangkan oleh kita adalah sosok lucu, imut dan menggemaskan khususnya untuk anak – anak. Tapi khusus di film Clown remake dari film era 80an yang disutradarai oleh Jon Watts yang release tahun 2014, sosok tersebut menjadi sangat menegangkan dan menyeramkan.

Kisah ini dimulai pada perayaan hari ulang tahun ke – 10 Jack (Christian Distefano), yang mana salah satu acara akan di hibur oleh badut. Tapi ternyata badut batal hadir hingga akhirnya Meg (Laura Allen) Ibunya Jack menghubungi Ayahnya Kent (Eli Roth) yang bekerja sebagai agen real estate untuk mencari penggantinya. Hingga akhirnya dia menemukan kostum badut dirumah salah satu tempat dimana dia bekerja. Pesta anaknya pun berjalan dengan lancar dan penuh keceriaan.

Gambar : imdb.com

Tapi keceriaan pun sirna begitu kostum badut yang dipakai tidak mau dilepas dengan berbagai upaya hingga membuatnya merasakan sakit dengan penuh luka dikarenakan membuka dengan paksa. Lama kelamaan Kent perlahan menjadi sosok badut setan yang brutal dan rasa lapar tak terkendali hingga anak manusia pun menjadi sasaran utama. Didalam keadaan seperti ini untungnya Meg masih percaya bahwa Kent masih bisa kembali dengan normal, apalagi ada seseorang yang bisa “katanya” melepaskan kostum tersebut yang ternyata dengan cara memenggal leher untuk dapat melepaskan kutukan roh jahat dari kostum badut tersebut. Atau bisa lepas dengan sendirinya jika Kent mampu memakan 5 anak manusia.