Jumat, 12 Februari 2016

Tarot (2015) Sebuah Review Film Horor Dari Indra Gunawan (JMFC 007)

Dengan sibuknya pekerjaan kantor dan berbagai banyak pikiran yang berkecamuk maklum di kejar waktu hehehehe.... Ya cukup sekian basa basi singkatnya, oh ya karena saya hobby menikmati film horor baik saya bingung mau ngereview film apa tapi demi PR yang di berikan saya akan mulai mencoba belajar untuk me - review film yang saya ingin review adalah film horor indonesia.

Bukannya tidak suka genre film yang lain tapi karena hobby saya adalah menikmati film yang berbau horor, kenapa saya pilih genre ini bukan hal hanya dikemas untuk menakuti penontonnya saja,tapi di film horor juga ada alur jalan ceritanya baik itu dari segi percintaan,keluarga, ataupun hal hal lainnya.

Gambar : imdb.com

Baiklah dalam me-review film kali ini saya ini mencoba mengulas film horor indonesia yang berjudul "TAROT". Kenapa saya pilih judul ini, pemainnya ada Shandy Aulia & Boy William, yang sebelumnya juga main bareng di film rumah gurita (horror juga nih). Karena cukup puas dengan trailernya, apalagi pake cerita anak kembar.

Sebenarnya dengan judul “Tarot”, film ini bukan melulu soal kartu tarot. Ada kisah lain yang berusaha ditampilkan dengan tema pengunaan tarot sebagai media pendukung dalam film. Cerita diawali dengan dua sejoli, Jules (baca: Juls) & Tristan, yang akan segera menikah. Jules diberi amanat untuk kembali ke rumah almarhum orang tua Jules di Jakarta. Rumahnya besarrrr sekali dan ternyata Jules mempunyai saudara kembar bernama Sofie yang meninggal secara tidak wajar. Pada sebuah kesempatan, Jules dan Tristan sempat diramal oleh seorang pembaca tarot bahwa akan ada orang dari masa lalu yang mengganggu kebahagiaan mereka, bahkan mengancam nyawa satu di antara mereka.


Kemudian cerita berlanjut saat mereka tiba di rumah peninggalan Jules yang besaaaarrrr sekali. Banyak kejadian aneh yang perlahan mengunggap misteri di balik ramalan tarot yang ada. Saya cukup puas menonton film ini. Ada jalan cerita yang ditawarkan dalam film ini. Terlebih lagi, suasana horrornya berasa banget. Berikut beberapa point yang menurut saya patut diacungi jempol dalam film ini.

1. Jalan Cerita
Sebagai penonton, saya paling suka dengan film yang menawarkan cerita secara utuh. Dimulai dari sebuah opening, permasalahan, klimaks, lalu penyelesaian. Dan saya menemukan semua itu dalam film ini! Cerita dimulai dengan setting masa kini yang disisipi kejadian-kejadian masa lalu mengenai antara Jules & Sophie.

2. Kejutan
Ada satu bagian film yang saya kira adalah ending namun ternyataa….. filmnya masih ada ¼ jalan lagi. WOW!
Gambar : imdb.com

3. Kesan Horror yang full
Jujur, meskipun tahu yang jadi sosok mengerikan di film ini adalah Shandy Aulia, saya tetep harus tutup mata pas ada tanda-tanda sosok mengerikan akan muncul. Kemampuan sutradara menciptakan kesan horror berhasil sekali. Salah satu scene yang agak mengerikan adalah ketika disorot bagaimana Sophie meninggal. Hiiiiiiiiiiiiiiiii…. Serem abis.

4. Pemilihan setting tempat
Seperti yang disebutkan sebelumnya, rumah yang dijadikan setting utama besaaarr sekali. Interior rumah juga bagus sekali. Bahkan di dalam rumah ada kolam renangnya!

5. Humor yang disisipkan
Film ini menyeramkan namun mendekati akhir ada humor dalam porsi besar yang disisipkan.
Terutama yang berhubungan dengan kaki melayang & pengorengan. Hahaha.

Selain itu?
Ada beberapa hal yang sebenarnya lucu bisa ditingkatkan agar film ini menjadi lebih sempurna.

1. Deskripsi Tarot
Deskripsi kemampuan tarot di film ini berlebihan. Masa tarot bisa meramal sampai kapan seseorang meninggal. Terlebih lagi sampe cara memusnahkan hantu..... Tarot itu setahu saya ilmu tafsir yang artinya bisa baik, bisa juga buruk. Namun sayangnya di film ini, Tarot digambarkan sebagai ilmu ramalan PASTI banget gitu.. hahaha. Jadinya agak amazed dan lucu juga dalam waktu bersamaan.

2. Humor Salah Tempat
Ada satu scene dimana Jules dan Tistan balik ke taman hiburan untuk mencari sang ahli ramal tarot. Sayangnya mereka nggak nemuin tukang ramal di situ dan pas nanya sama satpam dijawab. "Oh sudah pindah jadi tarot online" --- aduh ngakak. Belum lagi pas mereka berdua coba buka websitenya, eh under maintenance. Hahaha.... lebih ngakak lagi. Tapi beneran loh di akhir film, website itu bekerja dan Tristan konsultasi sama ahli tarot via telpon yang didapat nomornya dari website. Perihal tarot online ini menghibur tapi jadi agak aneh soalnya dimunculkan ketika film lagi suasana tegang!

3. Adegan Kematian Sophia yang terlampau “mengenaskan”
Berlumuran darah… dan sepertinya pemilihan stuntwoman kurang cocok untuk memberikan gambaran badan Shandy Aulia. Stuntwoman/Stuntmannya sedikit terlalu “montok” dari belakang.

4. Cerita Yang Kurang Smooth
Menurut saya jalan cerita masih kurang smooth dan cenderung sinetron. Bagaimana si jelek dibully dan si cantik yang baik hati. Mungkin akan lebih baik kalau misalnya si jelek diberi sisi yang lebih manusiawi (ketika dia masih hidup). Cerita antara Tristan, Sophia, dan Jules juga agak aneh. Kalau dipikir-pikir sebenarnya Tristan jahat juga sih… tukang PHP!

Intinya?
Film ini berhasil bikin teganggggggg dan deg-deg’an. Menghibur dengan suasana mencekam yang dihadirkan. Jalan cerita yang diberikan juga cukup “jelas” sehinga penonton bisa sedikit puas. Endingnya pun berhasil membuat senyam senyum sendiri. Apa kabar tuh biola yang tiba-tiba bunyi sendiri…. Eh tapi kata tarot maha sakti Jules dan Tristan akan hidup bahagia selamanya kok. Jadi kita tenang aja… #EHHHHH

Nilai yang beri di film ini masih masuk kategori 7 dari segi visualnya dan kemasannya yang bikin penonton berasa cemas dan keringatan sambil nutup mata dikit hehehe....
bingung mau nulis apa lagi,sedikit uraian dan ulasan yang saya buat dari fim ini

#igunndutzJMFC007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar