Minggu, 25 September 2016

Review The Magnificent Seven Classic (1960) By Muhammad Ilham (JMFC 041)

Sebagai pembukaan saya ingin mengucapkan Alhamdulillah, karena masih diberikan kesehatan buat menulis artikel sederhana ini, and ga lupa Happy Birthday buat Jambi Movie Freakers Community yang ke dua, semoga JMFC selalu tetap ada buat puluhan tahun mendatang, dan kita-kita masih berbuih membicarakan film, selagi film tetap ada JMFC diharapkan akan selalu tetap ada, serta blog ini akan terus maju dengan pesat dan makin banyak pembacanya, dan bukan tidak mungkin blog ini suatu saat akan jadi salah satu kiblat review dan referensi film baik secara lokal maupun nasional Amiiiiiiiiiiiin.

Birthday
Gambar : pinterest.com

Sebenarnya beberapa waktu yang lalu Agent JMFC 001 a.k.a Om Chan telah menulis Preview mengenai film The Magnificent Seven versi terbaru yang keluar di Tahun 2016, namun alangkah baiknya kalo kita compare atau membandingkan atau paling ga melihat dululah Sang Predesesornya yaitu The Magnificent Seven yang keluar di Tahun 1960. Kalo kata orang itu Jas Merah : Jangan Suka Melupakan Sejarah, baiklah dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirahim Here We Go guys…….

TM7
Gambar : locationshub.com

Mungkin teman-teman akan bertanya, kok film ini? bukannya mereview film-film yang lebih baru dan fresh? alasannya adalah sebagai berikut:

Senin, 19 September 2016

Top 10 War Movies (Modern Warfare) Review By Muhammad Ilham (JMFC 041)

Perang merupakan aksi fisik dan non fisik antara dua atau lebih kelompok manusia untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Film bertema perang selalu menarik untuk disimak, banyak nilai moral, sosial, politik bahkan sentimentil yang dapat kita ambil dari sebuah film perang, perang juga yang mengubah wajah dari dunia yang kita tempati sekarang, berseteru adalah sifat dasar manusia, hal ini sudah terjadi sejak zaman dahulu kala ketika anak sang Nabi Adam A.S yang berseteru dan saling membunuh hingga zaman sekarang. Namun yang paling utama, kita dapat belajar sejarah dari film perang dan yang pasti ada adegan tembak-tembakan penuh aksi dalam film-film perang.
Selanjutnya list ini akan saya batasi kepada era Modern Warfare artinya yang gak akan ada pedang-pedangan, trubuchet atau baju zirah disini (mungkin akan saya bahas lain kali), saya akan berfokus dari era perang dunia II ampe yang sekarang. Dan saya akan menghindari film-film seperti The Imitation Game, Pianist atau Schindler List  karena film-film ini lebih fokus kepada Drama yang bertemakan perang (dan mungkin akan saya bahas lain kali).
Here we go guys…….. 

<MinorSpoilerAlert>

10. Pearl Harbor (2000)
Cast : Ben Affleck, Josh Harnett, Kate Beckinsale dan Cuba Gooding. Jr.
Director: Michael Bay
IMDb :6 / 10
Rotten Tomatoes: 23 %

 Pearl Harbour
Gambar : rogerebert.com

Sinopsis :
Rafe (Ben Affleck) dan Danny (Josh Harnett) merupakan sahabat semenjak kecil dan bercita-cita ingin menjadi pilot tempur di US. Airforce, cita-cita mereka pun terkabul, setelah dewasa Rafe dan Danny lolos menjadi Fighter Pilot di US. Airforce. Rafe bertemu dengan Evelyn (Kate Beckinsale) dan jatuh cinta, tak lama Rafe di transfer untuk menjadi bala bantuan di Angkatan Udara Inggris sedangkan Danny dan Evelyn dipindahkan ke Pearl Harbor di Hawai. Semua menjadi kacau setelah Rafe dikabarkan meninggal sewaktu bertugas, Evelyn yang sedih mencari tempat bertumpu dan memilih Danny. Romansa terjadi antara Danny dan Evelyn menjadi canggung ketika Rafe pulang dalam keadaan hidup, dalam hiruk pikuk hubungan cinta segitiga ini, terjadilah salah satu serangan udara terbesar yang dikenal dengan nama Pearl Harbor.


Why :
Salah satu film yang paling dibenci, dihujat baik oleh kritikus, masyarakat, dan sejarahwan Amerika, loh kok masuk ke Top 10? Hehehe...ini lebih kepada Guilty Pleasure nya saya aja, jadi penilaian yang objektif saya absenkan pada nomor 10 ini. Kenapa kok ini film begitu dibenci? Pertama banyak bilang kalo ini adalah Titanic yang dibumbui ledakan, cuma menyorot kisah romance dari ketiga starring nya aja (bukan Pearl Harbor nya). Kedua fakta sejarah yang tidak akurat dan sebagian besar hanya karangan ala Hollywood (ini yang membuat banyak kalangan geram), misal: Penugasan Rafe ke Squadron Britain yang pada saat itu justru Pilot tempur US aktif dilarang untuk Join ke Squadron lain, event Doolittle Raid yang dilaksanakan diakhir film, terjadi jauh sesudah event Pearl Harbor dan bukan aksi balas dendam atas Pearl Harbor Raid dan masih banyak lagi. Ketiga Pearl Harbor adalah poros penting dalam sejarah Amerika dalam Perang Dunia II (Pearl Harbor adalah salah satu penyebab kenapa Amerika membom Nagasaki dan Hiroshima pada 15 Agustus 1945 yang mengakhiri Perang Pasifik dan Perang Dunia II, dimana Jerman sudah menyerah pada Mei 1945 dan mengakhiri teater Eropa) namun digambarkan hanya seperti film main-main oleh Bay dan Bruckhemeier, dan masih banyak lagi. In my opinion…..yah yang namanya Amerika akan selalu menjadi Amerika, mereka tentu ga terima aksi kepahlawanan para pelaut dan pilot mereka di Pearl Harbor digambarkan ga superior dan menggugah rasa empati masyarakat dunia, ga akurat, dan ga istimewa.

Sebenarnya film ini sungguh menghibur (bagi saya) romance yang ringan, soundtrack yang goooood, dan buatan Bay (full action and explosion, solid SFX), hidangan tepat kalo kita nyari hiburan, fakta membuktikan rating di IMDb aja 6.1/10 (terlepas pada section user review dari film ini, 5 halaman pertama memuat hinaan mengenai film Pearl Harbor) artinya masih dalam taraf  Watchable, gimana dengan pendapatan? Dengan Bujet $132,2 Juta, Pearl Harbor di minggu pertama berhasil meraup $59 Juta, dan berakhir diangka $450 Juta dan meraih peringkat film romance terlaris ke 3 dibawah Titanic dan Ghost. Nah loh,artinya banyak yang suka donk? Penilaian ada ditangan anda.

9. U-571 (2000)
Cast : Matthew Mconaughey, Bill Paxton, Harvey Keitel and Jon Bon Jovi
Director : Jonathan Mostow
IMDB: 6.1/10
Rotten Tomatoes : 68%

 U571
Gambar : en.wikipedia.org

Sinopsis :
Ketika sebuah kapal Selam Jerman U-571 yang  membawa mesin enskripsi kode dan sandi tercanggih milik jerman yang disebut Enigma sedang rusak dan terombang ambing di Lautan, sekelompok tentara sekutu yang dipimpin oleh Letnan Andrew Tyler (Matthew Mconaughey) ditugaskan untuk menyamar menjadi tentara Jerman yang berpura-pura ingin membantu U-571 yang rusak dengan tujuan untuk mengambil Enigma. Rencana menjadi berantakan ketika kapal selam milik mereka hancur ditembak tentara Jerman dan terpaksa mereka membajak U-571 yang rusak dan melarikan diri dari perairan yang penuh dengan kapal perang Jerman.

Why :
Lagi lagi film yang dihujat masyarakat yang disebabkan oleh sejarah yang tidak akurat dan tidak otentik, yang menghujat kali ini adalah pihak Inggris, karena menurut sejarah, yang berhasil merebut Enigma dari sebuah Kapal selam U-Boat pertama kali adalah British Navy alias Angkatan Laut Inggris, namun di film U-571 Amerika lah yang jadi pahlawan. Kali ini sifat patriot Amerika lah yang jadi Bumerang bagi mereka sendiri, ego yang tinggi membenamkan karya mereka sendiri. Selain itu berbagai hal kecil dan detail dari film yang cukup mengganggu bagi kalangan Purist, misalnya penembakan dalam kapal selam yang justru tidak mencederai kapal sama sekali dan masih banyak lagi, namun yang bertengkar toh Inggris dan Paman Sam, mereka berdua ga jauh berbeda, dua negara besar dengan Ego sebesar dunia, ya sudahlah. Overall menurut saya U-571 adalah film perang yang apik, efek yang solid, cast yang lumayan ada Matt Mconaughey dan Harvey Keitel, alur cerita pun cukup thrilling, hiburan yang tepat di malam minggu.

Kamis, 15 September 2016

Cloud Atlas (2012) : Juara Tanpa Mahkota, The Most Complete Movie Ever

Langsung aja to the point, kenapa film ini saya bilang “Juara Tanpa Mahkota”? Karena tak satu pun masuk dalam nominasi Piala Oscar, atau yang biasa disebut dengan istilah Oscar Snubs. Padahal, di festival-festival film mereka banyak mendapatkan nominasi dan juara. Penilaian saya pribadi, media dan pengamat film lainnya juga mengatakan film ini sangat-sangat layak masuk nominasi Piala Oscar atau bahkan layak memenangkan salah satunya. 

 Cloud Atlas
Gambar : yesmovies.to

Lihat saja totalitas para cast-nya yang tampil dalam berbagai jelmaan dan versi, tetap memberikan akting yang terbaik. Termasuk juga sinematografinya yang imajinatif tapi sangat rapi. Belum lagi skenario yang dibuat juga harusnya layak masuk nominasi Best Adapted Screenplay, banyak yang bisa dijadikan “Quotes”, hehe.... 

Ah...pokoknya semua unsur film ini semestinya layak deh, costume design, production design, make-up and hairstyling, sampe skill sutradara yang level dewa yang bisa men-direct semua cast dan element di dalamnya sehingga filmnya dapat diterjemahkan dengan baik. Mereka adalah The Watchowksi Brothers, yang nyutradarain The Matrix dan V For Vendetta. But memang setiap pergelaran Oscar sangatlah ketat, pada tahun itu film ini bersaing dengan Argo, Silver Linings Playbook, Life Of Pi, Les Miserable dan Django Unchained.

Btw, film ini juga sangat komplit, kalian mau Action? Ada. Kalian mau Sci-Fi? Ada juga. Drama, Romance, Fantasy, Comedy, Thriller, Mistery, Twist, Vintage dan Futuristic juga ada. Film ini rakus yah, haha... Rakus dan ambisius ya beda tipis lah, hehe... Ya film ini sangat berambisi untuk show off, menjadikannya film independent dengan budget terbesar sepanjang masa yaitu 100 juta dollar AS. Wajar sih ya sampe segitu duitnya, lihat siapa saja cast yang dipakai, orang-orang Hollywood yang ajib bener : Tom Hanks (Saving Private Ryan), Hugo Weaving (V For Vendetta), Halle Berry (The Call), Jim Broadbent (Harry Potter), Ben Wishaw (In The Heart Of The Sea), David Gyasi (Requiem For A Dream), Jim Sturgess (Upside Down), Doona Bae (Jupiter Ascending), James D’Arcy (Serial Agent Carter), Keith David (Interstellar), Hugh Grant (Notting Hill), dan Susan Sarandon (Twilight). 

Belum lagi untuk membiayai production design-nya, pasti mehong cyin.... Kenapa? Karena film ini ber-setting-kan sebanyak 6 waktu dan tempat yang berbeda! Semua inilah yang menjadi keunikan dan daya tarik film ini.

Selasa, 13 September 2016

Preview Film Miss Peregrine’s Home For Peculiar Children : Mirip X-Men, Tapi Tidak Dilatih Untuk Melawan Magneto

Haha...aneh ya judul saya...tapi emang gitu guys...ini film isinya manusia-manusia yang punya kekuatan super seperti di film X-Men, tapi ya itu tadi, mereka bukan dilatih untuk melawan Magneto, hehe... Mereka kebanyakan hanyalah anak-anak, yang lucu-lucu, tapi sekaligus menyeramkan kalo udah ngeluarin kemampuan khusus mereka. Sebutan mereka adalah Peculiar Children.

Miss Peregrine

Anak-anak seperti mereka sudah barang tentu tidak bisa sembarangan bertempat tinggal, untuk itulah ada sebuah rumah khusus tempat menampung mereka, nama rumah itu adalah Miss Peregrine’s House For Peculiar Children. Nah itulah yang menjadi judul film ini. Sesuai namanya itu, rumah tersebut adalah milik seorang wanita bernama Peregrine. Peregrine, yang diperankan oleh Eva Green, yang garang dalam film 300 – Rise of an Empire, dia ini juga punya kemampuan khusus, yaitu mengubah diri menjadi burung Falcon. Wow...unik ya.  Lalu apa yang menjadi kisahnya? Baca preview berikut ini ya guys, spesial buat Om Boy yang me-request.

Film aneh-aneh begini, pasti sutradaranya juga aneh. Kalo kamu pemerhati film yang dark-gothic fantasy, tentu sudah bisa menebak ini karya siapa. Sudah menjadi ciri khasnya lah, kalo ngga Tim Burton ya Guillermo Del Toro, hehe...  Yap, kali ini Tim Burton yang punya gawe, liat aja nih film-film yang dibikinnya, hampir semua bernuansa dark-gothic fantasy gitu kan, sebut saja : Alice In Wonderland, Dark Shadow, Frankenweenie, The Nightmare Before Christmas, Jack and The Giant Peach, bahkan film kartun pun dibuat gitu, ngeri anak-anak nontonnya, haduh... Ga kebayang deh kalo Tim Burton nge-direct film Disney, ngbayangin princess Elsa dan Anna jadi anak metal, hahahaha....

Disney Tim Burton
Gambar : moviepilot.com

Film Miss Peregrine’s House For Peculiar Children, atau kita singkat saja MPHFPC, kepanjangan soalnya, njelimet, hehe..mengisahkan tentang seorang anak remaja bernama Jacob, yang diperankan oleh young talent, Asa Butterfield. Semasa kecil, Jacob suka didongengin oleh kakeknya mengenai keberadaan manusia-manusia Peculiar ini, tapi Jacob ga ngeh kalo dongeng itu nyata, dan kakeknya merupakan salah satunya. Sampai saat ia dewasa, ia mulai menyadari bahwa itu semua mungkin. Saat ia mencoba menyampaikannya pada keluarganya, pada ga percaya guys, dia dibawa deh ke psikiater, dianggap gila kali ya mengada-ngada tentang dongeng.

Review Film Upside Down (2012) : Ketika Cinta Terhalang Gravitasi (Review By Nendra Pratama - JMFC 069)

Gravitasi adalah gaya tarik yang akan selalu mengarahkan benda ke pusat penghasil gayanya, jika gravitasi bumi, maka benda akan cendrung mengarah ke pusat bumi, hal ini menjelaskan bahwa kenapa kita tidak terjatuh walaupun bumi berbentuk bulat, namun apa yang akan terjadi ketika di suatu tempat di antah berantah ada sebuah planet kembar yang berdampingan dan saling mengorbit? Yang mana setiap planet memiliki gaya gravitasinya masing – masing dan apapun yang berasal dari planet yang lain akan menjadi anti gravity bagi planet lainnya. Misalnya, jika kita mengambil batu dari dunia atas dan kita bawa ke dunia bawah, maka batu tersebut akan melayang dan terbang kembali ke dunia atas, begitupun sebaliknya, hal ini juga berlaku bagi manusia yang tinggal dikedua planet itu, untuk lebih jelasnya akan saya jabarkan seperti ini :

 Upside Down
Gambar : yesmovies.to

Planet pertama disebut dunia atas, ya yang namanya diatas tentu saja semua fasilitas dan kekuasaan berada disini, pengatur kedamaian, penjaga keamanan, polisi patroli antar planet, pengusaha dan penemu serta segala hal yang biasanya dimiliki oleh negara dunia pertama kalo di bumi.

Planet kedua disebut dunia bawah, oke, dunia bawah adalah tempat segala hal yang bias dieksploitasi, kalau dalam fim ini adalah minyak, oke, gak dibumi gak disana minyak tu lah, haha... Minyak di dunia bawah di eksploitasi oleh dunia atas dengan harga murah lalu dikirim ke dunia bawah dalam bentuk listrik yang tentunya lebih mahal, terdengar familiar? Hehe...

Dengan situasi diatas, sekarang bayangkan jika kamu seorang wanita dari dunia atas bertemu dengan seorang pria dari dunia bawah dan terlibat cinta pada pandangan pertama, uhhhh...sebuah premis yang menjanjikan bukan?

Minggu, 04 September 2016

Suka Film Koboi? Wajib Tonton Film The Magnificent Seven

Okeh..preview-in apa kita kali ini? Diantara semua film yang akan rilis di bulan September ini, sepertinya pilihan saya mengerucut diantara 2 judul film : The Magnificent Seven dan Miss Perregrine’s House For Peculiar Children. Karena kembaran saya main di film itu, jadi akhirnya saya putuskan aja deh untuk nge-preview-in The Magnificent Seven. “Emangnya siapa kembaran om Chan disana? Chris Pratt pasti ya...” Haks..haks...kalian baik banget, om Chan kan jadi tersanjung...om kan baru mau nyebut Vincent D’Onofrio. *sama-sama buncit*. Puas kalian! Puasssss...!!!!!

 TM7
Gambar : rogerebert.com

Ya, bagi sebagian kamu yang memang terlahir sebagai movie freaks, yang saat lahir nangisnya “Yee-pee-ki-a-yee”, tentu pernah dengar judul film yang satu ini. Tapi bagi sebagian lagi anak muda kayak saya, yang masih dibawah 20an, *hueeegghh*, pasti ga tau ini kalo judul film ini adalah remake-nya film remake. Nah loh, apa maksudnya itu?

Selasa, 23 Agustus 2016

Masih Berani Tidur Mati Lampu? Review Film Horor : Lights Out (2016)

Haha...iya...masih berani ga tidur mati lampu setelah nonton film Lights Out? Pasti sebagian dari kamu masih ada yang kebawa suasana hasil oleh-oleh nonton film tersebut. Pas mau tidur ga berani untuk tidur dalam keadaan lampu mati, atau pas sendirian di rumah, rumahnya terang benderang, haha...ga ada lampu yang mati. Ya habisnya gimana ngga gitu, film Lights Out bener-bener berhasil membuat takut para penonton lewat suguhan horror thriller-nya.
 Lights Out
Gambar : comingsoon.net

Jujur saja pada awalnya hampir semua orang meng-under estimate film ini, termasuk saya, dikira ini film palingan cuma horor biasa tanpa kesan, tapi apa yang diprediksi itu buyar setelah duduk dengan keadaan mencekam selama +/- 80 menit penyajiannya. Durasi yang jauh lebih pendek ketimbang film horor yang baru saja tenar, The Conjuring 2. Justru menurut saya, to be honest, film ini lebih horor ketimbang The Conjuring 2. Kenapa? Karena full thriller yang menakutkan, sementara seniornya itu dalam +/- 2 jam durasinya banyak bertele-tele cerita dan drama kemewekannya, hehe... Apalagi setelah keluar meme si Valak, malah kesannya tuh hantu keliatan lucu, haduh...salah Valak apa... Film Lights Out ini padahal juga menyertai nama sang sutradara The Conjuring 2, namun ia hanya sebagai produser saja. Disini ia berani menyerahkan penyutradaraan kepada David F. Sandberg, siapa dia?

Jumat, 19 Agustus 2016

Bermain Teka – Teki Dengan Memories Of Murders (Review Film Korea By Nendra Pratama)

Tahun 2003 mungkin adalah tahun kebangkitan sebuah genre yang mengarah pada arah dark dan sedikit twist yang bercampur dengan komedi satir yang dikemas dengan apik. Setelah melihat Oldboy beberapa waktu yang lalu, yang mana telah mengantarkan saya bertemu dengan teman – teman yang asik di blog ini :bighug: saya kembali dipertemukan dengan sebuah film yang bergenre hampir sama namun dengan kadar yang sedikit berbeda, jika Oldboy bermain dalam ranah mindblowing yang kuat dengan aroma pembalasan dendam maka Memories of Murder (MoM) ini menyajikan sebuah thriller yang mengajak kita berpikir dan mencoba menebak apa yang terjadi dan endingnya sangat – sangat motherfather, hahaha.... 

 MoM

Film arahan Bong Joon-Ho ini dibuka dengan seorang anak yang sedang menangkap belalang di areal pesawahan yang indah, lalu datanglah seorang detektif yang menumpang traktor, ini beneran, jadi ceritanya film ini adalah tentang pemecahan kasus pembunuhan berantai yang terjadi pada tahun 1986 di provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. Pembunuhan itu sendiri mempunyai beberapa kesamaan yaitu, wanita muda, memakai baju merah dan dibunuh pada saat hujan.

Rabu, 10 Agustus 2016

Dokumentasi Gala Nobar JMFC Film Suicide Squad



Masih fresh nih...hari minggu lalu, 7 Agustus 2016, JMFC menggelar Gala Nobar film Suicide Squad. Bertempat di bioskop Cinemaxx Lippo Plaza Jambi. Acaranya seru banget, rame peserta nobar plus ada cosplay juga lho. Para cosplayers menjadi perhatian pengunjung bioskop, ada yang minta foto bareng juga, hehe... Mau tau gimana serunya? Klik link berikut ini ya : Video Liputan Gala Nobar JMFC Suicide Squad.
Terima kasih kepada panitia nobar, para presenter, Cinemaxx Lippo Plaza Jambi, Maxx Coffee Lippo Plaza Jambi, para member dan peserta nobar yang telah ikut meramaikan acara Gala Nobar JMFC. See you on the next nobar ya.

Dokumentasi Baksos JMFC 2016


Selamat sore temen-temen...maaf nih late post ya disini, baru bisa sekarang masukin artikel liputan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Jambi Movie Freakers Community (JMFC) Tahun 2016. Kegiatan kami gelar tanggal 18 Juni 2016 saat bulan Ramadhan, bertempat di Panti Asuhan Abul Hasan, Mayang, Kota Jambi. Baksos ini berupa kunjungan ke panti asuhan, nonton bareng, buka puasa bersama dan pemberian santunan. Alhamdulillah acara berjalan lancar. Terima kasih kepada para donatur, panitia, temen-temen member dan non member serta pihak panti asuhan yang telah membantu atas terselenggaranya acara ini. Semoga apa yang telah disumbangkan menjadi berkah dan dilipatgandakan oleh Allah SWT, amin. Untuk lebih lengkapnya, video liputan kegiatannya bisa dilihat di link berikut ini : Video Liputan Baksos JMFC 2016
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...