Rabu, 30 Agustus 2017

Review : Seabiscuit (2003) : Lebih Dari Sekedar Drama Pacuan Kuda (By Muhammad Ilham - JMFC 041)

Film tentang pencapaian memang menarik untuk disimak, terutama dalam bidang olahraga, it's sort of my thing you know, entah itu fiksi ataupun dari kisah nyata baik biografi maupun sebuah kelompok secara keseluruhan, beberapa favorit saya ada Rush (2013), Greatest Game Ever Played (2005), Coach Carter (2005), Remember The Titans (2000), etc. Seabiscuits sendiri sebenarnya film yang bisa dibilang lawas (hitung hitung udah satu dekade rilisnya) namun saya sendiri baru tertarik untuk menontonnya sekarang, salah satu penyebabnya adalah tema “kuda” yang memang agak asing bagi saya, namun karena genre sport adalah salah satu dari main genre saya, jadi apa salahnya kalo dicoba, okay lets talk about the movie, Skadaddle…...

Gambar : joblo.com

The Story
Dengan latar belakang era Depresi Besar, seorang anak yang ditinggalkan orang tua yang mempunyai passion menjadi jockey, seorang animal trainer yang tak dikenal, dan pengusaha sukses yang depresi akibat kematian anaknya, ketiganya dipertemukan oleh seekor kuda undersize alias mungil untuk ukuran race horse yang tidak pernah dihargai, yang sering di abused dan diremehkan serta dijadikan kuda sparing bagi kuda unggulan. Ketiga pria dan seekor kuda ini bersatu dengan ambisi untuk membuat hal yang tak mungkin menjadi mungkin, mampukah mereka melakukannya?

Rabu, 09 Agustus 2017

Review Annabele Creation : Jauh Lebih Horor Ketimbang Annabele Yang Pertama

Nama David F. Sandberg mungkin masih awam di telinga para movie mania. Tapi dalam sekejap dia dapat menjadi salah satu sutradara yang menjadi perbincangan. Karena dalam kurun waktu lebih kurang hanya 1 tahun lebih, dia telah membesut 2 film horor. Lights Out dan Annabele Creation, yang kedua film tersebut meraih respon sangat positif baik dari rating para kritikus maupun box office yang laris manis tanjung kimpul. Langkah naik dan tinggi dari David, yang kita baru kenal dia lewat short movie Lights Out yang kemudian diangkat ke layar lebar dan di produseri sutradara terkenal, James Wan, tapi tetap di sutradarai David. 

Gambar : wikipedia.org

Berkat kesuksesan Lights Out, dia langsung dipercaya menggarap sebuah film franchise film horror yang udah punya nama, Annabele. Wah, tentu ini sesuatu yang signifikan dan penting bagi karir dia. Semua itu dijawabnya dengan sensasional. Karena film Annabele Creation yang digarapnya ini menurut saya jauh lebih baik ketimbang Annabele yang pertama, ratingnya 8,2/10 deh, bahkan saya bisa bilang untuk bagian horornya lebih baik dari Conjuring 2. Kenapa? Berikut ulasannya.

Dalam film Annabele Creation ini, kita dibuat ikut bercengkram ria dengan bangku duduk kita, karena horor yang disajikan bener-bener dipandu secara apik, tanpa banyak basa basi, singkat, tepat, tapi padat, hanya bersetting di rumah jadul nan terpencil. Boneka Annabele tuuuu...cuma duduk aja dia udah terliat seram kan, apalagi pake bergerak segala, hoho... Dan ya cukup memuaskan untuk penonton dalam mengetahui origin story dari boneka "imut" satu ini. 2 film layar lebar Sandberg memang durasinya singkat-singkat aja, tapi tak membuat kita kehilangan momen ketakutan yang mengerikan. Terkadang kalo kepanjangan durasi dan drama juga dapat merusak momen seperti kejadian di The Conjuring 2.

Review Valerian And The City Of Thousand Planets (By Ary - JMFC 050) : Scifi Fantasy Yang Sangat Unik dan Futuristik

Bagaimana jadinya kalau film "Avatar", "Star Wars", "Star Trek" bertemu dan dijadikan satu?Mungkin film inilah jawabannya. Jangan ditanya tentang visualnya yang "aje gileeee", itu mungkin kata yang tepat,  sungguh memanjakan mata dengan tampilan warna-warna  grafis yang cerah, kemudian musik klasik sebagai pembuka dari David Bowie pun terdengar enak ditelinga. Adegan awal diplanet Mul, planet yang seperti pantai-pantai di Hawaii yang eksotis itu, yang katanya surganya alam semesta pun terlihat sangat menawan, ditambah dengan penghuni planetnya, "The Pearls", makhluk yang menyerupai manusia yang sangat cinta damai,  lihat cara mereka berkomunikasi satu sama lain, mungkin kita bisa mencontoh gesture mereka dalam memberikan salam,  "sangat santun". 

Gambar : imdb.com

Luc Besson memang sangat visionary deh. Sutradara yang membesut The Fifth Element dan Lucy ini menggambarkan masa depan dengan sangat futuristik, terlihat dari kota Alpha,"The city of a thousand planets". Kota ini sendiri berkonsep seperti dokter, programmer dan petani, tempat dimana alien dan manusia yang saling menerima satu sama lain, berbagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan, yang digambarkan seperti neuron saraf, board matrix, dll, menambah liarkan imajinasi tentang konsep 1000 tahun mendatang. Belum lagi teknologi hologram, robotik dan pesawat yang canggih-canggih.

Top 10 Heist Movies (Film Tentang Perampokan) Review By Muhammad Ilham (JMFC 041)

Kenapa sih film perampokan selalu menarik untuk disimak? Pertama karena tingginya intensitas film-film yang bertemakan pencurian/perampokan, penonton dibuat menahan nafas sewaktu para perampok harus diam-diam membobol brankas atau pun kejar-kejaran dengan pihak yang berwajib. Kedua, Hollywood membangun image para perampok sebagai sosok penjahat yang sexy dan intelektual, dan karena merampok bukanlah one man job maka para perampok ini seringkali berupa kru yang biasanya terdiri dari The Brain, The Muscle, The Driver, The Lockpicker/Tehnician dan Demolition Man (dalam beberapa film), mereka harus memiliki kerjasama tim yang kompak (walau kadang masing-masing kru mempunyai agenda tertentu). Ketiga, all star cast,  dengan banyaknya jumlah kru yang ada dalam film bertemakan perampok maka tentu perlu cast yang banyak pula, dan agar menarik biasanya film maker akan menggunakan cast yang sudah bernama untuk mengisi role pembantu sekalipun, sehingga pada film perampokan seringnya kita dapat melihat aktor dan aktris kelas A bersatu padu dalam sebuah tim, tentu ini faktor yang dapat memancing rasa penasaran para penggemar film. Yang terakhir adalah aksi serta plot yang menipu mata, hampir semua aksi yang ada dalam film perampokan terlihat extravagant dan apa yang kita lihat belum tentu itu adalah benar, layaknya sulap, film perampokan dapat menipu mata kita. So here we go guys……………..

Gambar : imdb.com
10. Swordfish (2001)
Director: Dominic Sena
Writer: Skip Woods
Stars: John Travolta, Hugh Jackman, Halle Berry, Don Cheadle, Sam Shepard, Vinnie Jones

Stanley (Hugh Jackman), seorang hacker kawakan yang pernah dipenjara mendapatkan tawaran untuk menjadi crew dalam sebuah aksi perampokan yang dilakukan oleh seorang intelektual nyentrik bernama Gabriel (John Travolta) yang mengaku bahwa dia adalah pimpinan organisasi rahasia bernama Black Cell yang merupakan organisasi rahasia anti teroris. Demi melaksanakan tujuan dari organisasi yang dipimpinnya, Gabriel berencana membobol uang milik pemerintah yang diklaim oleh gabriel adalah uang ilegal hasil dari sebuah perusahaan palsu buatan DEA yang diberi nama Swordfish. Demi mendapatkan hak asuh anaknya Stanley mau tak mau ikut bekerja sama dengan Gabriel untuk mendapatkan uang senilai 9.5 miliar dollar tersebut, namun Gabriel punya agenda tersendiri.  Salah satu film perampokan yang solid dan menghibur, aksinya terbilang keren, dan ending dari cerita sendiri memiliki kejutan yang menarik, karena formula film perampokan adalah ketika diakhir cerita dijelaskan kepada kita bagaimana perampokan itu sesungguhnya terjadi, apa ini tergolong twist ending? Hmmmm I don’t think so…., tapi ga bisa juga dibilang bukan, karena biasanya film-film bergenre serupa khususnya perampokan, twist yang disajikan merupakan penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi, sehingga kita yang semula bingung mendapatkan sensasi clarity, karena kita sudah tau hal tersebut akan dijelaskan diakhir cerita, berbeda dengan twist ending dimana dari awal penonton diharapkan tidak tahu sama sekali apa yang akan terjadi diakhir (kecuali udah baca-baca artikel dsb).


Gambar : imdb.com

9. Going In Style (2017)
Director: Zach Braff
Writers: Theodore Melfi (screenplay), Edward Cannon 
Stars: Michael Caine, Morgan Freeman, Alan Arkin, Richie Moriarty, Josh Pais, Christopher Lloyd

Salah satu faktor yang membuat list ini begitu lama diselesaikan adalah karena riset menonton langsung yang mesti saya lakukan dalam pembuatan list ini, menonton dan menonton kembali film-film yang telah ditonton untuk memastikan kalau sebuah film memang tepat (in my personal opinion) dimasukkan dalam list ini. Dan Going in Style (2017) menjadi film terakhir yang saya tonton dalam pembuatan list ini, film yang pada dasarnya sifatnya fun ini cukup menghibur dan menyenangkan untuk ditonton, bercerita mengenai tiga pensiunan yang sedari muda merupakan pekerja keras namun di hari tua mereka terancam untuk kehilangan pensiun yang merupakan hak mereka di masa tua nya. Geram dengan keadaan yang ada, ketiga kakek ini menyewa seorang penjahat untuk menjadi mentor mereka untuk mengajari cara dan sistem merampok bank yang baik dan benar. Digawangi oleh aktor-aktor favorit saya, Alan Arkin, Morgan Freeman dan Michael Caine, ketiganya walau udah sepuh tapi tak pernah menghilangkan karisma masing-masing, joke yang lumayan kocak menambah suasana fun dalam film ini, walau tak sampai tertawa terbahak-bahak paling tidak tetap membuat kita tersenyum. Kehadiran Christopher “Doc” Lloyyd menambah warna dalam film ini.

Rabu, 26 Juli 2017

Review Dunkirk (2017) : Amazing Thrilling For A Thriumph From Nolan

#InNolanWeTrust

Ya, slogan yang begitu catchy ini memang wajar untuk dipopulerkan. Sebagai salah satu die hard fans-nya Nolan, saya memang percaya apapun karya Christopher Nolan pastilah bagus. Begitu pula dengan film teranyarnya Dunkirk, saya tetap menaruh rating diatas 9/10 untuk semua film Nolan. Padahal awalnya, selalu bertanya-tanya, gimanakah bakal dikemas oleh sang maestro tentang film ini, film yang jelas-jelas diangkat dari kisah nyata, tentang sejarah yang tidak bisa diubah-ubah atau dimodifikasi. Akankah monoton? Akankah membosankan? Akankah Nolan mampu menyuguhkan sesuatu yang “WAH” sebagaimana film-film terdahulunya? Karena kita tau selama ini Nolan bermain dalam ranah fiksi yang bisa sekehendaknya memanipulasi cerita dan imajinasi. Semua ini terjawab saat filmnya rilis pekan lalu dan...langsung ditonton dong.

Gambar : express.co.uk

Sekedar mengingat kembali, Dunkirk adalah sebuah sejarah perang dunia ke-II tentang evakuasi 300rbuan tentara sekutu (Inggris, Perancis, Belgia, Belanda) di pantai Dunkirk, yang mana mereka disana sudah dikepung oleh musuh yaitu tentara Jerman. Mereka dievakuasi dengan menggunakan bantuan dari kapal-kapal nelayan dan warga. Evakuasi ini tidaklah mudah karena pesawat dan kapal selam tentara Jerman terus memborbardir Dunkirk dan sekitarnya.

<Spoiler Alert>

Review saya ini mengandung spoiler, karena susah juga nulis review film ini tanpa spoiler. Lagian ini kan kisah nyata, jadi untuk urusan cerita dan ending seperti apa tentu sudah bisa kalian tau sendiri kan. Disini yang dibahas bukan ceritanya, melainkan bagaimana film ini divisualisasikan oleh sang sutradara idola, Christopher Nolan. Sekalipun ini kisah nyata, ternyata Nolan tetap pada ciri khasnya yang suka membuat penonton sedikit mikir dan bingung, hehe.. Dengan menggunakan non-linear narative, film ini dipecahnya menjadi 3 plot : The Mole (One Week), The Sea (One Day)dan The Air (One Hour), yang membuat kita harus pandai-pandai mengingat masing-masing scene merupakan bagian dari plot sequence yang mana. 

Selasa, 11 Juli 2017

Penjelasan Film Alien : Covenant Dan Kronologi Hubungannya Dengan Film Prometheus (Review By Muhammad Ilham - JMFC 041)

Sekelompok kru kapal koloni bernama Covenant menjelajahi luar angkasa dan memiliki satu tujuan yaitu Origae-6 planet yang telah lama diamati dan diharapkan menjadi tempat koloni baru manusia, namun dipertengahan jalan mereka menemukan sebuah Planet asing yang amat mirip dengan bumi tanpa mengetahui bahwa sesuatu yang amat mengerikan menunggu mereka disana.

Ga banyak yang akan saya ceritakan mengenai sinopsis film ini karena memang artikel ini ditujukan bagi orang-orang yang telah menonton filmnya dan masih garuk-garuk kepala mencoba menelaah hal-hal yang ga dimengerti dalam film ini. And now saya akan mencoba menganalisa hal-hal ini yang walaupun belum tentu benar, dari artikel-artikel yang saya baca digabung dengan hipotesa saya sendiri.

Gambar : imdb.com

<Warning Spoiler Alert, bagian selanjutnya dari artikel ini mengandung bocoran cerita (spoiler)>

Dalam film ini terlihat bung Ridley Scott berusaha keras untuk memenuhi selera audience agar Alien Covenant mampu memberikan jawaban dari film Prometheus dan menonjolkan sisi Alien serta Xenomorph (Apa itu Xenomorph? Baca disini donk bro) lebih kuat lagi dalam satu bungkus, hasilnya? Hampir seperti nasi bungkus hehehehe. Banyak yang mencela dan memaki film ini, tidak realistis, kru ilmuwan super bodoh dan tak masuk diakal, repetitive, sadly its true.., what? Ya dapat kita bayangkan ilmuwan mana sih yang meresikokan seluruh koloni dengan tujuan planet yang sudah puluhan tahun diamati eh malah mampir ke planet yang memancarkan sinyal asing tak jelas tanpa tau disitu ada apaan?atau para ilmuwan yang menjelajahi planet tanpa pakaian pelindung ataupun masker? (Ada android kan disitu? Kenapa ga android aja), atau ilmuwan yang diajak ke lantai bawah gelap gulita oleh android jahat “mas ikut adek kebawah yok, adek mau nunjukkin sesuatu” anehnya Kang mas mau azza, terus kata sang android jahat “ada telur alien disitu mas, mas liatin deh bagus kok” eh kang mas mau lagi, yaelah kang disuruh nungging kali tu ilmuwan tetap aja mungkin nurut wae hehehehe. Tapi sutra lah, dibalik itu semua masih ada sedikit titik terang dalam Alien Covenant, visualnya mampu diacungi jempol, penampakan Aliennya pun sangat detail dan rapi. Namun yang paling saya sukai di film ini adalah bagaimana cara dari senor Scott memasukkan kandungan Filosofis, budaya dan kepercayaan serta agama lalu mengkoneksikan antara Saga Alien dan Prometheus secara bersamaan sehingga Alien Covenant dapat menjawab beberapa pertanyaan dalam film Prometheus dan membuat kita tetap intrigue menunggu seri selanjutnya. Apa aja yang dijawab disitu?

Hal-Hal Yang Perlu Kamu Tau SETELAH Nonton Spiderman Homecoming

First of all, saya mau ngutarain perasaan saya...*sok serius*... Saya terharu banget baca komen-komen dari para pembaca di artikel-artikel MCU saya, respon mereka sungguh positif, terima kasih, senang kalo memang membantu teman-teman sekalian dalam memahami MCU, bahkan ada yang setia menantikan part selanjutnya alias part VII, sampe ada yang bilang dia ngecek tiap bulan, huhu...kan jadi haru...hiks...hiks...*sok mewek*. But sekalian lah saya mau minta maaf karena belum sempat melanjutkan artikel part selanjutnya dikarenakan belum punya waktu luang yang banyak *sok sibuk*, karena memang untuk membuat artikel part MCU itu butuh waktu yang panjang, tenaga yang ekstra, snack yang banyak, kopi 13 gelas, tempat duduk yang empuk dan jaringan internet yang kencang, haha...

Gambar : comicbook.com

Tapi setidaknya saya buatkan artikel review buat teman-teman sekalian, ya seperti artikel berikut ini mengikuti trend artikel yang sudah-sudah yaitu apa saja hal-hal yang perlu kamu ketahui SETELAH nonton film-film MCU, kali ini giliran Spiderman Homecoming, yang masih fresh from the oven. Udah nonton belum? Kalo belum, balik kanan, cuci kaki, bobok, besok pergi nonton ke bioskop, karena artikel ini hanya untuk kamu yang udah nonton filmnya, karena tentu saya akan memuntahkan spoiler dimana-dimana. Tapi kalo kamu nekat juga mau baca, luar biasa, resiko tanggung sendiri ya, hehe...

Gambar : comingsoon.net

Karakter Michelle yang diperankan Zendaya ternyata adalah “MJ”
Di ending film, Michelle dipilih menjadi ketua tim lomba cerdas cermat yang dimana Peter Parker adalah salah satu anggotanya. Saat itu Michelle menyebutkan “Teman-teman lebih suka memanggilku dengan nama MJ”. Wahhh...apakah ini artinya pacar Peter si Mary Jane itu?? Wait a minute...kalo saya pribadi, memprediksi MJ disini bukanlah Mary Jane, tapi mungkin kata “MJ” ini memang konotasinya dibuat Sony untuk mengarahkan bahwa Michelle adalah calon pacar Peter di film selanjutnya, mencoba untuk tidak mengadaptasi mentah-mentah sosok MJ yang udah pernah muncul di film lama, agar ada bedanya gitu. Saya melihat memang antara Peter dan Liz itu ga keliatan chemistry-nya, justru lebih ada di sosok Michelle, Michelle diam-diam mengagumi Peter, suka stalking Peter, dan selalu hadir dimana Peter berada, dan tatapan matanya ke Peter juga beda, Peter aja yang ga peka, dasar cowok, cowok memang gitu, haha...

Kemungkinan existnya Black Spiderman
Karakter yang diperankan Donald Glover, Aaron Davis itu ternyata adalah The Prowler. Saat Karen menampilkan riwayat hidup si Davis ini, ada nama jukukannya, The Prowler. Siapa The Prowler? Hanya seorang karakter villain komik Marvel yang jadi superhero dimasa berikutnya, tapi bagian pentingnya adalah dia ini pamannya Miles Morales a.k.a Black Spiderman! Wow...apakah ini berarti Black Spiderman masuk dalam MCU? Kemungkinan besar : Ya! Karena di film Aaron Davis ini saat diinterogasi oleh Spiderman menerangkan bahwa dia punya keponakan di sekitar situ, which means itu mungkin Miles Morales!

Gambar : wikipedia.org

Minggu, 09 Juli 2017

Preview Film Dunkirk : 8 Hal Yang Perlu Kamu Tau Tentang Film Teranyar Christopher Nolan, Dunkirk (By Nendra Pratama - JMFC 069)

When 400.000 Men Couldn’t Get Home, Home Came For Them
Beberapa hari yang lalu saya ditantang Om Chan untuk menulis preview, sesuatu yang belum pernah saya tulis sebelumnya, ya, soalnya lebih enak nulis review daripada preview, makanya saya beranikan diri untuk nulis preview ini, ya berhubung karena ini film garapannya Om Nolan, sutradara yang saya kagumi banget. 

Mari kita jabarin satu persatu hehehe...sebelum itu klik dan liat dulu trailer #1 dan trailer#2 nya.

Gambar : comingsoon.net

1. Durasi film "hanya" 1 jam 47 menit
Film ini akan rilis pada 21 Juli mendatang dan merupakan film karya Nolan yang memiliki durasi paling singkat yaitu 1 jam 47 menit atau sekitar 107 menit. Loh? Bukannya kalo film bagus lebih lama durasinya lebih enak nontonnya? Ohhh tidak kalo untuk film – film karya Nolan yang sudah – sudah, karena untuk dapat memahami film karya Nolan dibutuhkan setidaknya dua atau tiga kali tonton agar kita dapat memahami apa yang aan disampaikan melalui film tersebut, maka ketika mendengar bahwa film ini akan memiliki durasi yang singkat itu merupakan sebuah alasan yang tepat untuk menontonnya.

Review Film Fist Fight (2017) By Muhammad Ilham (JMFC 041)

Apakah anda orang yang suka berkonfrontasi dengan seseorang? Atau anda seseorang yang cenderung menghindari pertikaian? You know, kalo kata orang-orang, seorang yang tidak pernah punya musuh dalam hidupnya adalah seorang yang tak pernah memiliki keberanian untuk mempertahankan sesuatu yang dia anggap benar, really? ada juga yang bilang buat apa kita berseteru sama seseorang yang memang dalam hidupnya selalu buat masalah, artinya kita ga lebih baek dari dia donk, use your head don’t use your fist. Nah tema inilah yang diangkat oleh film Fist Fight (2017).

Gambar : imdb.com

Andy Campbell (Charlie Day) adalah seorang guru di Rooselvelt High School, Andy adalah sosok yang bisa dibilang pengecut di lingkungan sosialnya, karena Andy lebih suka menghindari konfrontasi baik dalam pergaulannya sesama guru, bahkan dalam menghadapi para siswanya (yang rata-rata semuanya bandel). Kebandelan dan kenakalan para siswa meningkat tajam dengan terjadinya Senior’s Pranks day (hari jahilnya para senior) dimana siswa tahun akhir bebas dan berlomba-lomba untuk melakukan pranks atau practical joke atau disebut juga kejahilan fisik terhadap sesama mereka, sekolah dan terutama para guru (hmmm very bad example for our teenager in Indonesia, setelah prom yang sudah banyak diadopsi dan dilakukan oleh sekolah-sekolah di Indonesia bahkan di kota saya sendiri, bukan tidak mungkin hal-hal yang kek gini ditiru oleh anak-anak remaja kita). 

Kamis, 06 Juli 2017

Review Film 3 Alif Lam Mim : Film Indonesia Bertema Futuristik Pertama Namun Dekat Dengan Realita Hidup Kita (By Nendra Pratama - JMFC 069)

Huft setelah sekian lama absen dari mencoret – coret blog kita tercinta ini, akhirnya saya megang laptop lagi buat nulis review ini, bukan film baru memang, namun sebagai seseorang yang mengaku menyukai film saya merasa harus menyampaikan sedikit apa yang saya rasakan ketika melihat film ini, ya, film 3 (Alif Lam Mim) yang previewnya pernah ditulis oleh Agent 001 disini memang merupakan film yang unik untuk ukuran perfilman negara kita, mengapa? Karena apa yang ditampilkan dalam film ini sangat berbeda dari film dalam negeri kebanyakan yang selama ini kita tau. Jadi mari kita kupas satu persatu mengapa film ini begitu membekas buat saya. J


Gambar : imdb.com

Jajaran Pemeran Yang Memiliki Jaminan Mutu
Film yang ditulis dan disutradarai oleh Anggi Umbara dan diproduseri oleh Arie Untung ini memang memiliki nama – nama pemeran yang layak jual, coba aja liat deretan list pemeran film ini, dimulai dari Cornelius Sunny, Abimana Aryasata, Agus Kuncoro, Prisia Nasution sampai Cecep Rahman. Setiap cast mendapat peran yang pas dengan akting yang memang wajar dan sangat natural, Cornelius Sunny yang berperan sebagai Alif, seorang aparat negara berperan sesuai namanya, Alif, yang berbentuk lurus, tidak neko – neko, ikut garis komando dan sangat disiplin serta memiliki loyalitas yang tinggi, sedangkan Agus Kuncoro sebagai Mim seorang pengajar disebuah padepokan berperan sangat misterius dan mencurigakan, dan Abimana Aryasata yang mendapat jatah sebagai Lam seorang jurnalis surat kabar terkemuka berperan memang seakan dia adalah wartawan yang benar – benar ingin mengetahui suatu pristiwa dari berbagai sisi, dan khusus untuk Abimana, saya sangat suka karakter dia di film ini, saya menunggu setiap kemunculannya di layar dan menurut saya karakternya benar – benar menginspirasi, bagaimana dia memperlakukan sahabatnya, Alif dan Mim, bagaimana cara dia bekerja mencari berita, bagaimana cara dia menghadapi bos dan rekan kerjanya, tapi yang paling memukau adalah bagaimana cara dia berkomunikasi dengan istrinya, sangat susah melupakan adegan Lam dan istrinya berbincang tentang masalah pekerjaan, bahkan saya masih ingat dialog Gendis, istri Lam, saat itu, kurang lebih begini : “ Inget Lam, kamu dulu datang ke papa aku bukan untuk ngajak aku bahagia, tapi untuk ngajak aku berjuang, itu yang membuat kamu dipilih oleh papa aku Lam” ohhh so sweet banget kan? Ahhh jadi baper saya huhuhu. Disamping ketiga karakter utama diatas maih ada banyak nama – nama besar yang ikut ambil bagian dalam film ini, dan memiliki peran dan karakter yang pas, sehingga membuat jalan cerita menjadi hidup dan terjalin apik.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...