Huft setelah sekian lama absen dari mencoret – coret blog kita tercinta ini, akhirnya saya megang laptop lagi buat nulis review ini, bukan film baru memang, namun sebagai seseorang yang mengaku menyukai film saya merasa harus menyampaikan sedikit apa yang saya rasakan ketika melihat film ini, ya, film 3 (Alif Lam Mim) yang previewnya pernah ditulis oleh Agent 001 disini memang merupakan film yang unik untuk ukuran perfilman negara kita, mengapa? Karena apa yang ditampilkan dalam film ini sangat berbeda dari film dalam negeri kebanyakan yang selama ini kita tau. Jadi mari kita kupas satu persatu mengapa film ini begitu membekas buat saya. J
Gambar : imdb.com
Jajaran Pemeran Yang Memiliki Jaminan Mutu
Film yang ditulis dan disutradarai oleh Anggi Umbara dan diproduseri oleh Arie Untung ini memang memiliki nama – nama pemeran yang layak jual, coba aja liat deretan list pemeran film ini, dimulai dari Cornelius Sunny, Abimana Aryasata, Agus Kuncoro, Prisia Nasution sampai Cecep Rahman. Setiap cast mendapat peran yang pas dengan akting yang memang wajar dan sangat natural, Cornelius Sunny yang berperan sebagai Alif, seorang aparat negara berperan sesuai namanya, Alif, yang berbentuk lurus, tidak neko – neko, ikut garis komando dan sangat disiplin serta memiliki loyalitas yang tinggi, sedangkan Agus Kuncoro sebagai Mim seorang pengajar disebuah padepokan berperan sangat misterius dan mencurigakan, dan Abimana Aryasata yang mendapat jatah sebagai Lam seorang jurnalis surat kabar terkemuka berperan memang seakan dia adalah wartawan yang benar – benar ingin mengetahui suatu pristiwa dari berbagai sisi, dan khusus untuk Abimana, saya sangat suka karakter dia di film ini, saya menunggu setiap kemunculannya di layar dan menurut saya karakternya benar – benar menginspirasi, bagaimana dia memperlakukan sahabatnya, Alif dan Mim, bagaimana cara dia bekerja mencari berita, bagaimana cara dia menghadapi bos dan rekan kerjanya, tapi yang paling memukau adalah bagaimana cara dia berkomunikasi dengan istrinya, sangat susah melupakan adegan Lam dan istrinya berbincang tentang masalah pekerjaan, bahkan saya masih ingat dialog Gendis, istri Lam, saat itu, kurang lebih begini : “ Inget Lam, kamu dulu datang ke papa aku bukan untuk ngajak aku bahagia, tapi untuk ngajak aku berjuang, itu yang membuat kamu dipilih oleh papa aku Lam” ohhh so sweet banget kan? Ahhh jadi baper saya huhuhu. Disamping ketiga karakter utama diatas maih ada banyak nama – nama besar yang ikut ambil bagian dalam film ini, dan memiliki peran dan karakter yang pas, sehingga membuat jalan cerita menjadi hidup dan terjalin apik.
