Jika ada satu film action yang paling membuat saya penasaran bagaimana mereka membuatnya? Ini lah dia, Hardcore Henry. Sebelumnya tentu telah banyak rilis film-film action yang menawarkan adegan action brutal seperti The Raid, Crank, Ninja Assasins, 300, Kingsman The Secret Service dan lain sebagainya. Sesuai judul saya diatas, 2 kata yang saya ucap setelah menonton ini adalah gokil abisss! Standing applause deh, berani tarok angka 9/10, dijamin deh ini film keren pake banget, dengan syarat siapkan aspirin dan obat mual kalau nonton karena tidak semua orang sanggup menelan film ini mentah-mentah sepanjang 90 menitnya. Banyak hal yang membuat film ini spesial, namun yang pasti satu hal yang paling utama dan paling pertama yang membuat film ini sangat spesial adalah konsep point of view-nya yang FPS (First Person Shooter). Artinya, film ini disajikan dengan sudut pandang satu orang aktor utama saja, si Henry, sepanjang film, seperti kamu sedang bermain game Time Crisis buat kamu anak muda jaman 90an atau Call Of Duty buat kamu anak-anak jaman now. Udah kebayang kan gimana sensasinya menjadi “aktor” yang terlibat langsung dalam scenenya, kamu adalah dia dan dia adalah kamu. Untuk film lain dengan jenis point of view yang unik dapat juga kamu baca di artikel saya berikut ini : Film-Film Dengan Gaya Visual Unik.
Gambar : imdb.com
Film yang syuting dengan menggunakan kamera Action Cam ini menyajikan full-throttle-action sepanjang durasinya, gas terus, jangan harap bisa menghela nafas panjang, karena sutradara tak memberikan kesempatan tersebut. Dia tahu betul bahwa film ini all about action, dia memang tak mengeksplorasi banyak untuk tumbuh kembang karakter tokoh-tokohnya. Dia juga tak merangkai plot cerita yang kompleks karena yang dia ingin lakukan adalah memberikan sebuah pertunjukkan seru like everyone never seen before. Saya pribadi sangat suka film-film yang mengusung ide atau konsep yang original seperti ini, yang baru, yang beda, yang tidak mengikuti pasaran, out of the box atau anti mainstream, I’m sick of reboots and remakes, need something original. Dan atas dasar itu film ini bisa saya bilang adalah salah satu masterpiece.

