Salah satu hal yang paling saya ingat di tahun 2006 adalah persaingan dua raksasa ajang pencarian bakat menyanyi di Indonesia, dimana kedua acara ini masih berusia sangat muda pada saat itu. Keduanya lahir di tahun yang sama yaitu tahun 2004, walaupun kedua acara tersebut mengkopi acara dari negara luar, pada tahun itu hype kedua acara ini amat luar biasa. Tak hanya ajang menyanyi yang di tampilkan dalam membangun hype serta meningkatkan rating acara tersebut, namun kehidupan diluar panggung, baik ketika latihan, karantina, background story di exploitasi agar publik semakin tertarik dan addict akan talent show ini. Dan ketika film American Dreamz di rilis di tahun 2006 dan saya tonton di sekitar 2009, saya mendapati kalau American Dreamz menyindir fenomena talent show American Idol di Amerika, serta respon mengenai fenomena sosial dan gaya hidup orang Amerika pada saat itu. Apa hubungannya dengan kedua talent show yang saya sebut diatas? You’ll see.
Gambar : wikipedia.org
The Story
Martin Tweed (Hugh Grant) adalah pembawa acara talent show dengan tajuk American Dreamz, Tweed adalah orang yang menyebalkan, egois, dan tak punya hati. Sebenarnya Tweed tidak menyukai acara American Dreamz, Tweed menjalankan show ini hanya demi ambisi pribadinya dan memuaskan egonya sendiri. Pada season baru American Dreamz, Tweed ingin membuat acara ini berbeda dari biasanya, maka dia mengutus para kru American Dreamz untuk mencari kontestan paling aneh dan tak biasa. Dan diantara yang terpilih adalah Omer (Sam Golzari). teroris ling-lung yang sedang menunggu wake up call dari komplotannya untuk melancarkan serangan pada Amerika. Dan ada Sally Kendoo (Mandy Moore), wanita super egois, ambisius dan tak pernah peduli dengan orang lain (bisa dibilang kalau Sally adalah Tweed versi perempuan). Di sisi lain presiden Amerika yang terpilih untuk kedua kalinya Joseph Staton (Dennis Quaid), mengalami nervous breakdown dan mempertanyakan kenapa dirinya menjadi presiden. Dengan dipengaruhi oleh sang kepala staffnya yang licik dan persuasif, Sutter (Willem Dafoe), sang presiden bersedia untuk menjadi juri spesial pada acara American Dreamz.

