Selasa, 28 Juni 2016

Saksikan Kembali Kehadiran Tim Pembasmi Hantu



Rumah anda ada hantunya? Atau anda pernah diganggu hantu? Merasa takut? Kami solusinya. Ghostbusters. Telpon kami di "Ntar liat sendiri nomornya pas di film ya, hehe".

Ya begitulah kira-kira tag line kalo ada tim pembasmi hantu bikin iklan, haha... Kali ini saya akan mencoba memberikan gambaran (preview) mengenai sebuah film yang dibuat ulang tentang tim penangkap hantu bernama Ghostbusters. Film ini bergenre comedy action, dulu pernah dibuat pada tahun 1980an, dengan dibintangi oleh Bill Murray dkk, menjadi sebuah kesuksesan yang cukup besar di Box Office kala itu, dengan modal 30 juta dollar, berhasil meraih pendapatan 280 juta dollar. Dengan landasan prestasi tersebut, pihak Columbia Pictures kembali membuat ulang filmnya di tahun ini. Apakah akan sesukses predecessor-nya?

Belum lagi tayang, film reboot ini telah menuai beberapa kritikan. Pertama, orang-orang selalu bertanya kenapa lebih memilih membuat ulang ketimbang membuat sekuel melanjutkan cerita yang terdahulu? Paul Feig sebagai sutradara menjawab ia lebih suka untuk menghadirkan generasi baru, menyesuaikan dengan teknologi jaman sekarang. Well...dia yang punya film ya jadi suka-suka dia mau buatnya gimana.

Rabu, 15 Juni 2016

Review dan Penjelasan Film Donnie Darko (2001) : Sebuah Film Yang Beda Tentang Konsep Time Travel

Sesuai janji saya kemarin dalam paragraf terakhir artikel review film Eternal Sunshine Of The Spotless Mind yang saya bikin, saya akan melanjutkan review film dengan inisial film “Double D”, ya yang artinya “Donnie Darko”. Saya tertarik untuk mereview film ini karena beberapa alasan. Pertama, karena filmnya memang sangat bagus menurut saya, dari segi cerita maupun kemasan. Kedua, karena film ini merupakan salah satu “Cult Movies”, menurut saya, artinya adalah film yang selalu disebut-sebut orang, ada yang karena bagusnya, ada yang karena kontroversinya, sehingga banyak sekali komentar dan pendapat orang tentang film ini, menjadi perbincangan yang selalu ramai tak putus-putus, namun secara underground, tidak viral, tidak nampak dipermukaan, seperti Fight Club-nya si Tyler Durden, hehe...

Gambar : themoviedb.org

Biasanya film-film Cult Movies begini memang film-film yang tidak terlalu populer seperti film-film superhero atau action, namun dari segi kualitas filmnya sangat berbobot, dikemas secara detail dengan sangat meminimalisir plot hole, sang pembuat cerita atau filmnya sudah pasti tentu berpikir keras untuk membuat segala kemungkinan. Contoh Cult Movie lainnya yang telah saya tonton adalah Inception, Shutter Island dan Cloud Atlas. Bisa diliat setiap ada blog atau website yang membahas film tersebut selalu rame dan banyak isi kolom komentarnya, film tersebut membuat orang-orang punya pendapat dan persepsinya masing-masing. Itulah salah satu indikator atau tanda bahwa sebuah film bagus atau tidak. Kalo udah masuk dalam kategori Cult Movies, biasanya pasti itu film bagus atau punya kontroversi, seluruh dunia membicarakannya, membahasnya, bahkan memujanya sehingga mempunyai fanbase sendiri.

Ketiga adalah alasan yang lahir setelah menontonnya, yaitu film ini memberikan saya sebuah konsep dan filosofi yang beda tentang time travel, sepertinya konsep yang mereka punya tentang time travel lebih bisa saya terima di akal saya ketimbang film-film time travel lainnya. Nanti diparagraf lain dibawah akan saya jelaskan kenapa. "The Philosophy of Time Travel by Roberta Sparrow".


Film ini memang tergolong film berat guys, berat kayak yang nulis nih, hehe...ya berat karena butuh mikir untuk bisa mengerti jalan ceritanya, jadi seperti yang biasa kami lakukan, para Cult Movie Lovers, Saya, Ilham dan Nendra, nonton film begini harus menunggu mood yang tepat, otak harus diservis dulu, kepala dipijit-pijit biar aliran darah lancar, istirahat yang cukup kalo perlu hibernasi dulu, nonton ditengah malam nan hening, haha... Dan sesaat sebelum menontonnya, letakkan handphone atau gadget kamu di dalam tas, kunci rapat-rapat, kalo perlu digembok, biar ga ganggu konsentrasi kamu menontonnya, haha.... 

Selasa, 14 Juni 2016

Top 10 Post Apocalyptic Movies (10 Film Terbaik Yang Berlatar Setelah Kiamat) Review By Muhammad Ilham (JMFC 041)

Hei guys, long time no see, do you miss me? Hehe...udah lama ga ngereview film di blog kita tercinta ini, setelah sekian lama vakum akhirnya bisa aktif lagi (dan berharap untuk ga vakum lagi). Lagi bulan puasa ini ada baiknya saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan dan mohon maaf lahir bathin ama teman-teman semua.

Setelah beberapa kali memberikan review yang sederhana tentang film-film yang saya suka (tulisan saya belum apa-apa kalo dibanding temen-temen yang laen), akhirnya saya berpikir, gimana caranya agar bisa memberikan review dengan singkat, langsung ke intinya namun tanpa harus mengurangi esensi dan kekayaan cerita dari film tersebut. So akhirnya terbesit ide, kenapa ga buat review Top 10 aja? What a great idea, so here we are in the first Top 10 movie review ala Muhammad Ilham.

Top 10 review kita kali ini saya akan memilih 10 film terbaik yang bersetting pada Post Apocalyptic atau setelah kiamat. Disini terminologi kiamat diberikan untuk menyebutkan suatu kejadian besar yang membuat dunia ini berakhir atau paling ga “hampir berakhir” karena toh masih ada para Penyintas atau disebut juga Survivor yang bertahan di bumi. Post Apocalyptic selalu menarik untuk disimak karena banyak aspek yang dapat dibahas dan diceritakan mulai dari bertahan hidup, Cannibalistic, timbulnya raja-raja kecil yang memperebutkan kekuasaan, keputus-asaan, dan terutama harapan. Dan harap diingat bahwa list top 10 yang saya buat sifatnya subjektif berdasarkan penilaian pribadi dari saya dan film-film yang saya tonton, so kritik dan saran yang membangun diharapkan dari teman-teman sekalian.

Oke guys here we go…….

<Minor Spoiler Inside> and admin comments added by Chanri JMFC-001

10. 28 Days Later
Cast : Cillian Murphy, Naomie Harris
Director : Danny Boyle
IMDb : 7.6/10
Rotten Tomatoes : 87 %


Sinopsis : Film ini menggambarkan suasana Inggris yang porak-poranda akibat serangan zombie. Manusia berubah menjadi zombie akibat virus yang ditularkan melalui darah. Jim (Cillian Murphy), yang merupakan seorang kurir yang terbangun di rumah sakit setelah koma beberapa hari, menemukan keadaan sepi tanpa ada penghuni lainnya, menyadari bahwa ia adalah salah satu survivor dari pandemik nasional ini. Ia bersama Selena (diperankan oleh Naomie Harris) yang menyelamatkannya dari kejaran sekelompok zombie kemudian “berpetualang” menjelajahi kota London untuk mencari bantuan bersama survivor-survivor lainnya.

Kamis, 09 Juni 2016

Eternal Sunshine Of The Spotless Mind (2004), Film Romantis Yang Tidak Biasa dan Sangat Dewasa


Kalimat pembuka saya adalah : ini film paling romantis yang sangat dewasa dan rumit. Sejarahnya pengen nonton film ini sih karena memang udah menjadi target, tapi ditunda melulu karena saya berpikiran ini film drama-romance, genre yang nomor sekian dalam list saya, hehe...jarang-jarang memang film berat bertemakan romantisme, biasanya tentang detektif, science fiction, time travel paradox atau scizorfrenia, but makin kenceng nafsu pengen nonton ini setelah melihat formulir pendaftaran member JMFC dari om Lukman Tanjung, apa kabar om? Senggol dikit nih gapapa ye, haha... Saat bagian kolom “Sebutkan 3 film terbaik menurut kamu”, om Lukman mengisi salah satunya berjudul “Eternal Sunshine Of The Spotless Mind”. Njelimet memang judulnya, apalagi buat lidah Wak Noval yang orang seberang, haha...piss Wak... Judul yang sangat jarang sekali disebut orang-orang dalam kolom tersebut, biasanya berisi film-film superhero atau action.

Gambar : en.wikipedia.org

Film ini tergolong film berat, film yang butuh mikir buat mencerna dan menikmatinya. Apalagi di dalam film tidak dituliskan waktu kejadian, kita harus pandai melihat dan memilah itu scene yang kapan. Untuk awal-awal, kita harus bisa menangkap kapan setting waktunya dari narator yang berbicara, sementara pertengahan sampai ending film pandai-pandailah melihat background, benda-benda dan ucapan tokohnya, ucapan yang saling berkaitan dengan momen lain dalam film. Apalagi kata-kata skenario yang digunakan juga unik, layaknya orang bercakap-cakap pada kehidupan sehari-sehari tapi agak implisit dikit sih. Pantes aja menang Piala Oscar kategori Best Original Screenplay (Naskah).

Minggu, 29 Mei 2016

Review Film : Keramat (2009) Sebuah Film Yang Lebih Dari Sekedar Horor (By Nendra Pratama)

Review ini berangkat dari sebuah slogan yang selama ini sering kita lihat dan dengar yaitu "Cintailah Produk – Produk Dalam Negeri“. Wait, ada apa dengan slogan itu? Tunggu sebentar *colokin headset* *play Musim Yang Baik*. Oke, inti dari slogan tersebut adalah mengajak kita untuk mencintai, setelah itu memakai produk dalam negeri, nah, karena ini forum film maka kita khususkan pada produk atau film dalam negeri. 

Gambar : id.wikipedia.org

Mengacu pada slogan diatas, entah kenapa saya langsung mengaitkannya dengan analogi seperti ini, kalian kenal Dian Satro? Nadia Hutagalung? Atau Scarlett Johanssen dan Sharon Carter? Sekarang saya tanya, apakah kalian pernah disuruh mencintai mereka? Kalau saya jujur saya tidak pernah ada yang menyuruh untuk mencintai Sharon Carter, tak pernah ada, apalagi sampai ada yang menyuruh saya mencintai kamu, iya kamu hehehhe, tapi satu hal yang pasti, mereka, Dian Satro, Nadia Hutagalung, Scarlett Johanssen, Sharon Carter ataupun kamu memang layak untuk dicintai, karena itu biarpun tidak ada yang menyuruh untuk mencintai kalian, kami tetap mencintai kalian sepenuh hati hahahaha...


Selasa, 24 Mei 2016

Review Film : There Will Be Blood (2007) By Minto - JMFC 017

Sebagian pembaca pasti udah ga asing lagi donk sama judul filmnya “There Will Be Blood”?? Film yang diangkat dari novel OIL! Karya Upton Sinclair. Iya bener banget, film ini menceritakan seorang penambang perak (Daniel Day-Lewis) dia berasal dari sebuah desa di new mexico, yang bekerja sebagai penambang perak, dan sampai akhirnya terjadi kecelakaan kecil, yang menyebabkan kaki Daniel Plainview patah! Dan dari kejadian ini lah semua perjuangan Daniel dimulai.


Gambar : pinterest.com

Hmmm...kalian pada tau ga film ini pernah masuk nominasi piala bergengsi loh, Academi Awards, dan memenangkan acara tersebut…..hehehe.. Lanjut deh….Daniel memulai karir hidupnya dari seorang penambang perak dan batu bara, mencari dari satu daerah ke daerah lainya untuk mencari lokasi tambang, banyak musibah yang dihadapi Daniel yang membuat salah satu kakinya cacat, sampai akhirnya kehidupannya berubah ketika dia menemukan ladang minyak yang cukup besar untuk diexploitasi, pengeboran ladang minyak tersebut tidak berjalan lancar, banyak rekan kerja Daniel yang meninggal akibat kecelakaan kerja. Ada salah seorang sahabat Daniel yang tewas tertimpa reruntuhan pipa pengeboran yang meninggalkan 1 orang anak yang bernama H.W (Russell Harvard), anak tersebut di adopsi Daniel, sekaligus menjadi partner kerja Daniel.

Jumat, 20 Mei 2016

Nostalgia Jawaban 14 Tahun Dalam Review Film Ada Apa Dengan Cinta 2 (By Habibi JMFC 036 Feat. Wahyu Ningrum JMFC 014)

Indonesia memiliki segudang judul film romansa, mulai dari yang setting sekolah hingga yang ceritanya menyinggung persoalan rumah tangga, akan tetapi jumlah film cinta-cintaan yang bisa dikatakan legendaris ataupun punya pasangan yang terbilang ikonik, memang tidak banyak, jumlahnya akan mengerucut jadi hanya beberapa judul saja, salah-satunya adalah Ada Apa Dengan Cinta? (2002). 

Gambar : imdb.com

Jika di era 70-an akhir kita punya Galih dan Ratna, lalu ada Ramadan dan Mona di tahun 80-an, generasi milenium kebagian Rangga dan Cinta. AADC, tidak hanya menjadi salah-satu film yang memicu bangkitnya perfilman Nasional yang kala itu sedang lesu, tapi juga jadi semacam patokan bagaimana film bertema cinta dibuat, tidak heran lepas suksesnya AADC, film-film sejenis pun mulai mengekor. 

Walau nanti muncul duet Adit dan Tita yang dimainkan Samuel Rizal dan Shandy Aulia, AADC seperti tidak bisa tergantikan hingga hari ini, Rangga dan Cinta punya tempatnya sendiri di hati penontonnya hingga 14 tahun kemudian. Jarang sekali kita punya film Indonesia yang dipuja dan dicintai seperti AADC, kisah percintaan yang amat sederhana tapi berhasil melekat kuat dari satu purnama ke purnama berikutnya.

Sabtu, 14 Mei 2016

Birdman, Sebuah Film Yang Membuat Movie Freaks Orgasme Berulang-Ulang

Wohoho...jangan berpikiran negatif dulu, hehe...maksudnya adalah film ini akan membuat para movie freaks pada umumnya atau yang bener-bener maniak film bergenre drama khususnya, akan merasa mendapatkan kepuasan yang klimaks dalam hal menonton, bisa mencapai berkali-kali sepanjang 100 menit durasi yang dimilikinya. Bagaimana tidak, penampilan akting para cast-nya dalam film ini outstanding banget, 5 stars class, kalo kita nonton seperti di teater beneran mungkin akan melakukan standing ovation sebagaimana adegan di dalam filmnya. Bagi kamu-kamu yang mencari film dengan suguhan akting yang berkualitas tinggi, maka film ini adalah salah satu wajib masuk daftar tontonan kamu. Mereka disini show off alias nak pamer skill akting.

Gambar : rogerebert.com

Film ini menceritakan tentang perjalanan karir seorang aktor bernama Riggan Thompson, yang pernah terkenal lewat film superhero “Birdman”-nya. Ia ingin bangkit dan keluar dari bayang-bayang image sebagai “Birdman” yang famous itu, dengan mencoba tantangan baru dalam dunia akting agar mendapat pengakuan dari penikmat dan kritikus film. Tantangan itu ada di panggung teater ternama, “Broadway”.

Kamis, 12 Mei 2016

Civil War Para Mutant dalam Film X-Men : Apocalypse

Ga mau kalah dengan Captain America dan Iron Man, para mutant X-Men juga ikut-ikutan Civil War. Hmmm...tahun 2016 ini lagi musim beranteman antar superhero ya, anehnya disaat superhero pada berantem eh...yang penjahat malah baikan, colek Suicide Squad, hehe... Kali ini yang berantem antara tim mutant Defender vs Destroyer dalam film X-Men yang “katanya” akan menjadi film X-Men terbaik dan terbesar sepanjang sejarah. Apa bener? Mari simak dulu info-info dan previewnya berikut ini.

Gambar : en.wikipedia.org

Kilas balik dulu sedikit terhadap cerita dalam film-film X-Men sebelumnya, dimana masa-masa Bryan Singer sebagai sutradara dan Hugh Jackman sebagai Wolverine. Inti dari trilogy film mereka adalah perselisihan antara Charles Xavier dan Eric Lensherr mengenai keberadaan mereka sebagai mutant di antara para manusia. Charles atau yang kita kenal dengan nama Prof. X, selalu berpendapat bahwa mutant dan manusia bisa hidup berdampingan dengan damai, sementara Eric yang kita kenal dengan nama Magneto selalu memiliki kekhawatiran bahwa manusia adalah ancaman terhadap kepunahan bangsa mutant, sehingga ia berambisi untuk menjadikan mutant sebagai penguasa diatas kehidupan manusia.

Tapi sayang, penyajian cerita dalam film-film tersebut memiliki kekurangan pada ketidakkonsistenan plot cerita dan karakter tokohnya, termasuk juga film X-Men Origin : Wolverine dan X-Men : First Class. Sehingga pihak studio 20th Century Fox “memperbaikinya” melalui film X-Men : Days Of Future Past tahun 2014 lalu, mereset kembali alur cerita dari awal. Dalam film itu, inti ceritanya adalah para X-Men memperbaiki masa lalu dengan mengirim Wolverine melakukan time travelling ke tahun 1970an. Nah karena masa lalu udah diubah, maka cerita masa kini pun seperti “reset” kembali, kayak Pert*mina, mulai dari nol ya pak, haha...

Senin, 09 Mei 2016

Yang Perlu Kamu Tau SETELAH Nonton Captain America – Civil War



Yang Perlu Kamu Tau SETELAH Nonton Captain America – Civil War


Alright...udah pada nonton semua belum nih film Captain America – Civil War? Kalo belum dijamin rugi, hehe...karena filmnya buagus banget. Gimana bagusnya? Baca ini, review dari saya. Tenang, bagian awal disini masih free from spoiler, masih yang umum-umum saja, lanjut gih bacanya, hehe...

Itu berhari-hari di bioskop sampe bejubel orang antrian panjang untuk beli tiketnya, banyak banget peminat Captain America – Civil War-nya. Sayang waktu rilisnya di Indonesia berbarengan dengan film Indonesia yang juga fenomenal, Ada Apa Dengan Cinta 2, sehingga membuat bioskop tambah penuh sesak akibat peminat AADC2 juga dateng mendatangi bioskop.


Beruntunglah orang-orang yang sempat nonton dan kebagian tiket, apalagi yang ikutan nobar dengan JMFC tanggal 1 Mei kemarin, kami booking 1 teater khusus untuk kami dan temen-temen peserta nobar, tanpa antri dan ada hadiah pula, hoho...lumayan bikin ngiri yang pada ngantri, hehe...makanya ayo gabung dengan JMFC ya, hubungi kontak person yang ada dibagian bawah blog ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...