Minggu, 23 Oktober 2016

Teknologi Canggih Dalam Film Total Recall Bisa Saja Menjadi Nyata

Sudah lama nih ga bikin artikel review yang beda dari biasanya. Kalo biasanya kan review kupas filmnya sampe detail, nah sekarang mau review nilai positif yang ada dalam sebuah film, karena blog tercinta kita ini juga sebagai wadah untuk menyampaikan informasi/pengetahuan yang bermanfaat. Terakhir saya bikin review ginian udah lama banget, yaitu di artikel Iron Man Flying Technology Is Nearly To Exist

Menonton film itu ga cuma buat hiburan semata lho, tapi juga bisa menambah pengetahuan kamu tentang berbagai macam, karena seyogyanya si filmmaker itu buat film juga ga hanya sekedar bikin, tapi terkadang ada menyisipkan nilai positif yang bisa dipetik oleh penonton. Misalnya film drama biasanya akan menghasilkan nilai positif sosial atau sejarah dan pariwisata. Lalu kalo film action biasanya memamerkan kecanggihan teknologi, apalagi kalo filmnya bersetting di masa depan. Seperti salah satunya film yang akan saya maksud disini, Total Recall. Film action futuristic ini menyajikan kepada kita beberapa teknologi yang sangat advance (canggih), ada yang sudah ready pada saat ini dan ada juga yang belum. Apa saja itu? Yok simak obrolan ringan saya berikut ini. 

 Total Recall

Total Recall adalah film action sci-fi futuristic yang dirilis pada tahun 2012. Film ini sendiri merupakan remake dari judul yang sama di tahun 1990 yang diperankan om Arnold Suasanaseger, haha... Film ini menceritakan bumi di akhir abad 21 pasca perang dunia kimia, bumi tak lagi layak huni, tempat tinggal menjadi hal yang sangat berharga, hanya ada 2 tempat yang tersisa yaitu Britania dan Australia. Simpelnya, Britania merupakan tempat pemerintahan dan segala jajaran dan kelompok sosial elite berada, sedangkan Australia adalah kampung tempat tinggal para buruh pekerja.

Di awal film kita sudah diberitahu bahwa untuk pergi bekerja, para buruh menggunakan transportasi yang bernama The Fall. Nah The Fall ini termasuk salah satu yang akan saya ungkapkan disini. Tapi ini saya simpan dulu deh untuk puncak artikel ini di bagian akhir ya, hehe... Karena teknologi The Fall ini sangat extreme, jadi kita mulai dulu dari yang ringan-ringan, karena ada banyak lho teknologi canggih dalam film ini. Kita ngobrolin 3 diantaranya.


Pertama yang paling ringan, ada touchboard screen, kamu bisa liat di rumah sang aktor utama, Colin Farrell sebagai Douglas Quaid, ada sebuah kulkas yang dibagian depannya seperti layar monitor yang menampilkan visual seperti tv dan juga ada tulisan tangan digital. Well...teknologi tulisan tangan dalam layar monitor seperti itu sekarang sudah digunakan dalam presentasi. Kalo kamu biasa nonton acara Mario Teguh Golden Ways, maka kamu pasti melihat Pak Mario sering menulis di mejanya yang kemudian akan terlihat di layar monitor. Udah lama sih ada, saya dulu juga sempat nyari pengen punya buat kantor, namanya Tablet PC Samsung Series Slate 7, atau bisa juga pake Wacom Interactive Pen Display.

Kedua, mulai agak berat, di pertengahan film, ada adegan action yang sangat seru saat seorang cewek bernama Melina (Jessice Biel) mencoba menyelamatkan Quaid dari kejaran polisi setempat menggunakan mobil yang bisa melayang di jalur gantungan. Nah ini yang enak buat dibahas, karena tahukah kamu, ide teknologi ini udah mulai ada. Teknologi ini mirip dengan apa yang disebut dengan Magnetic Levitation (Maglev). Dalam film, tak hanya mobil saja yang melayang, tapi ada lift juga lho. Kalo kamu perhatiin, mobil dan lift itu tidak menyentuh dasar sama sekali, melainkan melayang, tanpa ada roda, kabel maupun bahan apapun yang menyangga dan mendorongnya.

 Next World
Gambar : kurzweilai.net

Ada sebuah acara tv yang sangat informatif dan mendidik, film dokumenter milik Discovery Channel, berjudul Next World, dalam episode Future Trains (2009), disana dijelaskan ide dan realisasi teknologi Magnetic Levitation ini pada kendaraan masal, Kereta. Wah, ternyata udah exist aja. Kenapa ilmuwan bisa mempunyai ide ini? Begini penjelasannya :

“Ketika kamu mengendarai mobil, energi yang dihasilkan oleh bahan bakar akan membuat roda mobil berputar, tapi setelah energi berada di roda, kemana energi itu pergi? Energi habis begitu aja pergi menjadi Friction di landasan (aspal jalan). Friction dalam bahasa kita artinya friksi, gesekan, geseran. Gesekan ini tentu menghambat sesuatu untuk melaju kencang. Untuk itu gimana caranya agar kendaraan tersebut frictionless? Nah ada inspirasi datang dari ice skating dimana sepatu pemainnya “meluncur”. Meluncur diatas es itu sangat frictionless, gesekannya almost zero, sehingga kalo tanpa hambatan gitu tentu capaian kecepatannya bisa sangat kencang. Maka diupayakanlah penelitian untuk membuat kendaraan yang frictionless.”

Inilah kenapa akhirnya tercipta teknologi Magnetic Levitation tadi, teknologi yang dapat membuat kendaraan meluncur tanpa roda, tanpa gesekan. Kamu bayangin aja guys simplenya, magnet yang biasa kan punya gaya tarik dan gaya dorong antar kutubnya, bisa menggerakan benda logam disekitarnya dengan “tangan kosong” kan, nah seperti itulah dasar pemikirannya. Maka dibuatlah teknologi Super Maglev, magnet dengan kekuatan yang sangat besar hingga dapat menggerakkan kereta, gile ajib...

Kereta Maglev ini menggunakan electromagnetic suspension di bodynya, lalu magnet lainnya dipasang di sepanjang rel. “Up to 300 miles per hour, emision free, it’s green, it’s fast, it’s comfortable, it’s kind of sexy”, begitulah ucap Neil Cummings dari American Magline Group, perusahaan pengembang maglev. Ya, bener banget, kereta maglev yang sudah ada saat ini berlomba-lomba menciptakan rekor baru. Kereta maglev komersil tercepat adalah Transrapid (The Shanghai Maglev Train) dengan kecepatan 430 KM/Jam, busseettt...dari Kota Jambi ke Sengeti (30 KM) biasanya saya 45 menit jadi cuma 5 menit men! Sementara itu uji kereta dengan rekor paling cepat ada di Jepang dengan 603 KM/Jam yang dicapai oleh JR Central’s L0 Superconducting Maglev. Aje gileeee....kapan ada di Indonesia ya, hiks...

 Maglev
Gambar : newscientist.com

Meskipun sangat cepat, kereta ini almost impossible to direll, artinya hampir tidak mungkin untuk keluar jalur rel, jadi sangat aman, karena keretanya mengikat ke jalurnya. Selain itu juga, karena frictionless, kereta ini sangat smooth, halus banget getarannya. Dan yang paling penting adalah bener kereta ini “green”, artinya ramah lingkungan, tanpa emisi, hemat energi karena yang energi yang dipakai hanya separuh dari pesawat komersil, tapi mampu mengangkut penumpang lebih banyak.

Nah, pengembangan maglev ini telah banyak muncul ide-ide yang bervariasi, seperti kereta yang mengambang tanpa terikat ke rell sehingga bisa mengganti jalur sendiri, dynamic instant switching, bisa ubah-ubah jalur dengan gampang seperti mobil di jalan raya, dan ya seperti apa yang ada di dalam film Total Recall tadi, kamu liat aja mobilnya bisa melayang/ngambang, belok, mutar, dan memilih jalur gantungannya di udara/langit. Ini nih mudah-mudahan secepatnya bisa direalisasikan. Karena tentu sangat membantu dalam mengurangi kemacetan di jalan raya, menyediakan transportasi masal yang nyaman dan minim kecelakaan serta menghemat waktu perjalanan.

Terakhir, ini dia yang saya bilang diawal tadi, sebuah alat transportasi di dalam film yang bernama The Fall. Ini sangat extreme, bener-bener ide gila, bisa menjadi bumerang malah. Jadi apa itu The Fall? The Fall dalam film ini adalah sebuah tabung yang berisi penumpang, yang berjalan melalui jalur bawah tanah, jalur yang melubangi bumi, melewati inti bumi, menuju daerah lainnya yang ada di bumi, dalam film ini adalah jalur yang menghubungkan Britania dan Australia. The Fall menggunakan gravitasi bumi sebagai sumber kecepatan frictionless-nya, membiarkan tabung jatuh ke dasar bumi di jalur yang telah dibuat seperti lubang. Ide seperti ini juga disampaikan dalam acara Next World (Future Trains) tadi, disebut dengan nama Gravity Train.

Gravity Train adalah ide sebuah kereta yang jalurnya adalah saluran pipa yang menembus perut bumi, membiarkan kereta jatuh di jalur tersebut menggunakan gravitasi sebagai sumber kecepatannya sehingga kecepatan yang dicapai The Fall bisa sampai mendekati 30.000 KM/Jam, wuaanjiiiirrr!!! Teorinya adalah, saat jatuh ke dasar bumi itu adalah akselerasi, dan nge-rem-nya tuh ntar kalo udah lewat inti bumi pas mau naik mendaki ke permukaan secara otomatis gravitasi telah berlawanan arah membuat kereta ter-rem naturally secara symetric. Jadi kamu bisa travelling antar negara antar benua hanya dalam waktu 42 menit saja! Bener-bener fantastis.

 Gravity Train

Kefantastisan ide ini juga dibarengin dengan permasalahannya yang juga besar. Pertama, kalo mau buat saluran, pipanya harus yang kedap udara, karena dengan adanya bocoran udara sedikit saja, tekanan udara itu dapat menjadi friction buat keretanya, dan juga dapat menjadi pemicu kebakaran, api dari gesekan tadi dapat timbul karena ada udara toh. Kedua, kalopun berhasil memecahkan masalah kedap udara, maka ada masalah selanjutnya yaitu harus mempunyai bahan saluran yang tahan terhadap suhu panas inti bumi yang mencapai 10.000’ Fahrenheit atau setara dengan 5.500’ Celcius! Kalo ngga tahan ya pasti hancur atau meleleh.

Tapi...masalah terbesar menurut saya adalah untuk buminya sendiri, bukan untuk keretanya. Jika bumi digali, dilubangi seperti itu, apalagi kalo sampe banyak jalur lubangnya, bagaimana nasib bumi? Bumi yang bolong-bolong dasarnya apa ga meletus tuh nanti? Bisa memicu gempa tektonik juga kan, sampai bahkan kehancuran bumi itu sendiri. Fiuuhhh....bener-bener ide yang gila dah. Abaikan...abaikan...cari alternatif solusi laen ya, misalnya dengan teknologi Quinjet-nya SHIELD, hehe...atau teleportasi deh sekalian gimana caranya agar ditemukan, hoho...

Yeah..that’s all guys...nilai positif ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa kita petik dari film Total Recall, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kamu. Tentu masih banyak lagi nilai positif ilmu pengetahuan lainnya di film lain pula, teknologi bidang manapun. So, keep on watching good movies ya... See you on next review.
JMFC 001 – Om Chan



2 komentar:

  1. mau nambahin satu lagi om chan. teknologi di film yang udah exist. glider kaya punyanya green goblin di spiderman udah mulai ada tuh. sekarang udah banyak drone yang bisa dinaikin sama manusia. di youtube bertebaran videonya. bisa jadi sarana transportasi masa depan tuh kayanya. hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you udh komen om..bner bngt..klo ngomongin technology di film akn sangat byk.. Drone yg bs dinaikin manusia yg sya tau itu Jetpack, sharga 1,4 M. Brguna utk resqueing, lohistic daerah trpencil, dan evakuasi dan delivery.

      Hapus