Kamis, 25 November 2021

Review non spoiler film horor Shutter (2004) - Ada hantu dalam foto!

Sinopsis :
Sepasang kekasih yang sedang mengendarai mobil malam hari di jalanan sepi, tiba-tiba ada seseorang yang melintas di tengah jalan hingga mereka ga sengaja menabrak orang tersebut. Namun sayang, mereka lari dari tanggung jawab dan memilih kabur, menjadikan ini sebuah kasus tabrak lari.
 
Sejak kejadian ini, hidup mereka ga tenang. Mereka diikuti rasa bersalah, hingga akhirnya terbawa mimpi. Dalam tidurnya, mereka bermimpi didatangi oleh korban tabrak lari tersebut, dalam rupa wujud hantu wanita. Hal ini mulai membuat mereka panik.

Si pria bekerja sebagai fotografer, dan sekarang beberapa hasil jepretan dia terdapat bayang-bayang aneh berwarna putih di fotonya, seperti bayangan hantu yang melintas. Sebenarnya mereka sempat mikir kalo orang yang mereka tabrak itu mati dan jadi hantu gentayangan dan mendatangi dunia mereka, tapi mereka mencoba menepis rasa takut mereka, dengan menganggap kalo itu hanya kerusakan kamera semata. Tapi semuanya berubah ketika sang hantu mulai betul-betul menampakkan wujud ke hadapan mereka. Mereka sepakat bahwa itu hantu korban tabrak lari yang mencoba balas dendam.

Selasa, 23 November 2021

Review film serial Hellbound - Season 1 (2021) : Lupakan Squid Game, ada Hellbound yang layak untuk diberi atensi.

Sinopsis :

Pada suatu ketika, terjadi fenomena aneh dimana ada monster seperti Hulk, tapi versi seremnya, hitam gitu. Mereka datang secara sporadis, mengejar dan membunuh satu orang tertentu yang mereka incar. Kekuatan tubuh mereka juga sama seperti Hulk, cuma bedanya tubuh mereka elastis, bisa berubah bentuk, misalnya tangannya menjadi tali atau benda tajam.

Dibalik kejadian ini, ada satu perkumpulan yang bernama The New Truth, yang mungkin bisa dibilang sebagai sekte, tapi ga pake ritual ini itu. Mereka juga ga ngajarin agama baru karena ga ada teori beribadah di dalamnya. The New Truth cuma percaya bahwa monster tersebut adalah malaikat Tuhan yang datang beneran untuk memberikan hukuman kepada orang-orang yang berdosa. Jadi The New Truth ini cuma nyebarin ajaran "tambahan", bahwa manusia tidak boleh berbuat dosa, kalo anda pendosa maka anda bakal didatangin malaikat tadi.

Perkumpulan tersebut berkembang pesat dan memperoleh banyak member setelah kejadian monster datang itu viral. Banyak orang yang mulai percaya dan ikut bergabung mengikuti fatwa ketua The New Truth bernama Ketua Jung. Jung merupakan sosok anak muda biasa, kalem, pokoknya ga aneh-aneh lah. Ia hanya berperan sebagai keynote speaker "syiar" ajaran The New Truth ini.

Selain The New Truth, ada juga perkumpulan lain yang berperan sentral, yaitu Arrowhead. Mereka ini adalah versi radikalnya The New Truth, mereka diisi orang-orang yang juga percaya dengan ajaran The New Truth, cuma bedanya mereka sangat fanatik, sehingga jika ada orang lain yang menghalangi syiar The New Truth, maka mereka berani mengambil tindakan main hakim sendiri. Mereka melakukan segala cara, mulai dari vandalisme, meneror, bahkan termasuk pake kekerasan untuk menanggulanginya. Hal ini diperparah dengan sosok "youtuber" yang selalu melakukan streaming siaran langsung tentang kasus-kasus para pendosa. Dengan gayanya yang unik, nyentrik, dan provokatif yang meledak-ledak ala streamer, ajaran The New Truth dapat dengan mudah diikuti oleh kalangan anak muda, yang menjadi sasaran empuk sebagai calon anggota Arrowhead, karena mereka masih labil dan hasrat ingin melakukan sesuatu yang berarti lagi tinggi-tingginya.

The New Truth menyampaikan bahwa Tuhan sedang memberikan "peringatan", dan hal ini didukung dengan bukti video yang ada. Sebelum di "eksekusi" oleh para monster tadi, para pendosa akan terlebih dahulu di datangi oleh malaikat, yang akan ngasih tau kapan waktu eksekusi mereka. Waktunya variatif, ada yang ukuran hari, detik, atau tahunan. Jika waktunya tiba, maka monster akan datang dan mencabut nyawa mereka. Hmm..gimana perasaanmu kalo kamu yang didatangi oleh malaikat itu? Tentu stres bukan.

The New Truth mendapatkan kesempatan besar saat mereka tau akan ada satu pendosa yang akan dieksekusi. Mereka ingin eksekusi kali ini disiarkan secara luas dengan mengiming-imingi si pendosa dengan harga kontrak yang sangat besar. Finansial bukan masalah buat The New Truth, karena mereka punya member orang-orang kaya yang rela bayar mahal untuk dapat menyaksikan secara langsung dan membuktikan ajaran The New Truth ini. Mereka menyebut program ini sebagai "demonstrasi" kehendak Tuhan.

Kamis, 18 November 2021

Review non spoiler film Tropic Thunder (2008) : Salah satu film komedi terbaik dengan satirisme tingkat tinggi terhadap Hollywood itu sendiri

Diisi cast yang megah seperti Robert Downey Jr., Ben Stiller, Jack Black, Tom Cruise dan Matthew McCoughnagey, film ini adalah film komedi yang sangat layak untuk diganjar Piala Oscar. Karena apa yang disajikan dalam film ini adalah level teratas pada masing-masing bidangnya hingga menghasilkan film komedi dengan kualitas humor tertinggi. Dimulai dari screenplay unik yang dibuat oleh Ben Stiller sendiri bersama dan Justin Theroux (penulis Iron Man 2), yang mana full referensi pop culture seperti film dan dunia bisnis film itu sendiri, trend piala Oscar, serta banyaknya line sarkastik dan smart jokes menjadikannya salah satu film komedi satir terbaik yang pernah ada, plotnya juga punya klimaks yang keren.
 
 
Disutradarai oleh Ben Stiller sendiri, yang saya anggap mampu membuat para aktor menampilkan mimik komedi tanpa harus terlihat melawak. Selain itu juga dia berhasil membuat film ini tidak melenceng dari target utamanya untuk menyindir "rumah" mereka sendiri, yaitu Hollywood. Ada banyak sekali sindiran tentang bagaimana lika-liku konflik antara produser, sutradara, produksi, aktor dan agennya sendiri, namun disampaikan dengan cara yang "kelewat batas". Masing-masing punya tuntutan sendiri dan saling ego memaksakan untuk terwujud sesuai keinginan. Kesemuanya berperan menjadikan film ini sebagai salah satu film komedi terbaik yang pernah ada, maka dari itu layak diganjar Piala Oscar.

Tapi ironisnya, sesuai yang mereka sindir di dalam film ini, pihak Academy Awards sangat jarang memberikan apresiasi terhadap film dengan genre komedi. Mereka selalu saja memberikan penghargaan kepada film drama. Sampai kita bertanya-tanya, apakah kualitas sebuah film hanya ada di film drama? Apakah dibidang perfilman, yang punya skill itu hanya orang-orang yang buat film drama? Apakah akting yang berkualitas hanya ada pada peran drama seperti tokoh biografi, LGBT dan disabilitas? Apakah akting yang sulit itu hanya akting drama, ngomong seriusan, banyak-banyak dan panjang-panjang, trus nangis-nangis, desperate, marah-marah, stres, dan melamun? Ga juga kan. Akting komedi itu juga sulit lho, ga semua aktor bisa menyampaikan humor, ga semua aktor bisa melucu, trus ga semua sutradara bisa men-direct sebuah film komedi, dan ga semua penulis bisa menuangkan script yang kocak. Untuk mendapatkan plot komedi yang bagus juga perlu mikir kali, meras otak juga. Jika ada cancel culture, trend Oscar yang sangat mendiskriminasi genre selain drama inilah yang mau saya cancel. Oscar harus bisa men-diversity-kan genre film juga, bukan hanya diversity in gender dan ras doank. Harusnya ada perwakilan masing-masing genre film dalam setiap nominasi, terutama Best Picture. Masa iya dari 8-10 nominasi, semuanya drama.
 
 
Kembali ke filmnya, sinopsisnya adalah dalam sebuah proses syuting film perang yang bersetting hutan belantara, para aktor yang berperan tidak mampu memberikan akting terbaik mereka, sehingga membuat kerugian di pihak sutradara dan produser. Untuk itu, sutradara diberikan sebuah ide, yaitu menempatkan para aktor ini ke hutan beneran! Dengan tujuan agar mereka bisa meresapi suasana perang dan memberikan akting yang maksimal. Caranya adalah sutradara tersebut membohongi para aktor dengan bilang bahwa hutan tersebut adalah lokasi syuting. Pura-puranya para kru dan set produksi ditempatkan di lokasi tersembunyi, dan mereka harus tetap akting sesuai skenario karena tetap direkam dengan (pura-puranya lagi) hidden cam dimana-mana. Namun tanpa diduga, ternyata di dalam hutan tersebut terdapat markas mafia narkoba. Alhasil, kondisinya jadi "perang beneran". Ada tembak-tembakan dan ledak-ledakkan. Tapi lucunya, para aktor ini ga tau kalo itu adalah beneran, mereka tetap ngira kalo itu adalah bagian dari proses syuting. Akan ada pergolakan batin dan situasi yang serba canggung bagi mereka untuk tetap percaya melanjutkan syuting atau tidak. Lantas, gimana nasib mereka di dalam "perang" tersebut"? Inilah yang menarik, hasil dari ide yang unik.