Minggu, 27 Desember 2020

Bedah Film Swiss Army Man (2016) : Perjuangan Melawan Depresi Yang Disajikan Dalam Kreatifitas Level Tertinggi

Part I : Non Spoiler Review

Kalian pernah liat pisau MacGyver? Sebuah pisau serba guna yang selalu dibawa tokoh utama dalam serial MacGyver itu, nah itu namanya Swiss Army Knife. Brand pisau ini memang cukup populer, dan istilah "Swiss Army" sering disematkan kepada hal/benda yang multi fungsi. Nah film ini tuh memang mencatut nama brand Swiss Army tersebut, untuk menggambarkan peran dari Manny, seorang mayat hidup yang ternyata serba guna, makanya diberi judul Swiss Army Man.


Oke, mau mulai dari mana dulu nih? Sinopsis aja dulu ya.. Swiss Army Man menceritakan seorang pemuda bernama Hank, yang mencoba untuk gantung diri di sebuah pulau. Untungnya, detik-detik jelang itu terjadi, dia melihat ada mayat yang tergeletak jauh di depannya. Penasaran dong, dia tunda bunuh dirinya dan ngedatengin tuh mayat. Eh busettt, mayatnya bisa ngomong guys! But ini bukan film horor ya, ini komedi, super kocak dan super unik. Ga pernah ada kalian liat film yang seperti ini.

Apa yang Hank lakukan terhadap mayat tersebut? Edan! Dijadiin temen tuh mayat, dikasih nama pula, Manny. Hebatnya, tubuh Manny ternyata juga banyak kegunaan, seperti tangannya yang kuat dan tajam bisa memotong pohon, mulutnya bisa dijadikan senjata tembakan bertenaga angin, bahkan "anunya" bisa jadi kompas penunjuk arah...wkwkwkwk... Apa misi mereka? Mencoba keluar dari hutan tersebut. So, berhasilkah mereka? Silahkan tonton sendiri, dijamin ga nyesel. Kamu akan tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku keduanya, yang berusaha untuk bertahan hidup, nyari sumber daya, sembari menghibur diri sendiri. Ada banyak humor yang diselipkan, terutama referensi kepada popculture. (Saya selalu suka dengan film-film yang hobi nyelipin popculture).


Swiss Army Man adalah sebuah film retorika-retrospektif, tentang orang hidup yang pengen mati malah mencoba "membujuk" orang mati agar hidup kembali, berupaya meyakinkan si orang mati bahwa hidup adalah sesuatu yang layak diperjuangkan. Lah dia aja pen bunuh diri..kan kebalik yah...betapa restrospektifnya ni film! 

Peran si mayat hidup ini dilakoni oleh Daniel Radcliffe guys, yang mampu membuat karakter mayat hidup bukan lagi sosok yang creepy melainkan funny dan likeable. Ni anak pasca Harry Potter memang sangat bekerja keras untuk bisa meluaskan akting ke segala macam peran. Dia pernah jadi villain, pernah jadi agen FBI, tentara, petualang, orang cacat, bahkan pernah kambing..hehe... Aktingnya sebagai mayat disini menurut saya patut diganjar Piala Oscar, ato minimal nominasi lah, masa iya kalah ama yang nari-nari dan nangis-nangis. Lawan mainnya adalah Paul Dano, anak muda yang berkualitas sebagai aktor maupun sutradara. Sayangnya, senasib dengan Hank dalam film ini, Paul Dano juga seperti dikucilkan oleh Hollywood. Padahal, yang nonton film-filmnya dia pasti setuju kalo Dano adalah spesial. Kedua "Dan" ini, Daniel-Dano, masing-masing diberi peran yang fungsinya saling mengisi. Hank yang depresi dan pemurung dipasangkan dengan Manny yang lucu dan antusias. Mereka berdua berakting dengan sangat luar biasa sampe-sampe kita akan mengira bahwa mereka adalah homo! 
"Level tertinggi dari persahabatan antar pria adalah saat orang-orang ngira kalo kamu adalah gay."
-- Chanriatno S --
Film ini termasuk dalam list film terkreatif sepanjang masa versi saya, bahkan mungkin peringkat satu dalam listnya. Gimana ngga kreatif, dari segi plot cerita aja udah unik banget? Dimana coba ada film tentang mayat hidup yang serba guna? Belum lagi dari set produksi, niat betul, mereka banyak sekali membuat properti syuting yang bahannya adalah sampah! Ya karena kan ceritanya berlokasi di hutan, dan di hutan ga ada barang-barang selain sampah, jadi properti pun harus dibuat serelevan mungkin dengan set cerita. Kreatifitas selanjutnya adalah dari segi screenplay, yaitu skenario dan alur cerita, kemana kedua tokoh bergerak, mereka ngapain aja, mereka ngobrolin apa aja, bener-bener ga kepikiran lah bisa begitu. Dan terakhir kreatifitasnya adalah film ini bisa menyampaikan pesan moral, evaluasi kejiwaan dan sindiran sosial kemasyarakatan tanpa harus dibuat serius, yaitu dengan membuat metafora. Yang akan kita jelaskan di segmen penjelasan di bawah ini.


Yang jelas filmnya kocaknya kebangetan..meskipun bukan membuatmu ngakak terbahak-bahak, tapi bukan berarti komedi terbaik harus melahirkan bahakanmu itu, tapi ketika kamu senyum-senyum sendiri, suka, saat itulah kamu merasa dan klaim itulah komedi terbaik. Filmnya juga cukup komplit dengan mampu juga menguras air mata kita, emotional, very touching dan meaningful. Jika sebagian orang menganggap jelek film ini karena menjijikkan dan sebuah komedi yang tidak berpendidikan, justru bagi saya merekalah yang tidak berpendidikan, karena malas untuk melakukan psiko-analisis lebih dalam terhadap film yang justru layak dijadikan bahan skripsi bidang ilmu kejiwaan, bahkan scene endingnya menjadikan kita penonton sebagai subjek dari hipotesisnya. 

Part 2 : Bedah film (Spoilers)

Mencoba untuk menjelaskan film ini enaknya dengan cara breakdown. So without bacot lebih panjang lagi lets get started.

Jadi sebenarnya filmnya tentang apa sih?

Ini adalah cerita tentang Hank, seorang yang dikucilkan oleh masyarakat karena segala kekurangan yang ia punya, seperti pemalu, ga gaul, ga bisa public speaking, introvert. Saking desperatenya karena tekanan sosial ini, dia memilih untuk mengisolasi diri dari dunia nyata. Hank ini sebelas dua belas ama Andrew Laeddis di film Shutter Island, sama-sama kena gangguan jiwa akibat trauma kehidupan dan mau menghindar dari dunia nyata, pengen ngelupain reality atau pengalaman mereka yang terlalu pahit. Dan akibatnya keduanya sama-sama berhalusinasi atau delusional. Wait what?? Delusional? Jadi semua ini halusinasi??! Hmm..ga sepenuhnya kok..nanti kita jelaskan di bawah.


Jika dalam film Shutter Island, teman yang menemani si delusional Andrew Laeddis itu adalah Chuck, yang diperankan oleh Mark Rufallo, maka dalam film ini teman tersebut hadir dengan nama Manny. Persamaan keduanya adalah sama-sama mempunyai peran untuk mengembalikan si delusional ke dunia nyata. Jadi film ini mengisahkan gimana nasib Hank yang akhirnya mau berjuang, menguatkan diri untuk kembali masuk ke dunia nyata, untuk berani kembali berada diantara masyarakat sosial. Dan kebanyakan dari apa yang kita lihat adalah metafora atau simbolisme.

Apakah Hank beneran terdampar di pulau terpencil atau pulau itu hanya metafora?

Ini ambigu, terserah kepada masing-masing penonton mau anggap yang mana. Bisa jadi itu real, karena ada perahu di samping Hank berdiri saat akan bunuh diri. Membuktikan kalo dia sepertinya memang melakukan perjalanan untuk mengisolasi diri dengan naik perahu, tapi kemudian kena badai dan terdampar. Sesuai ama tulisan di benda-benda dalam opening scene :
"Help me..I took a boat..got caught in a storm..the hunger and thirst would be more..I'm so bored".
Dan nama tokoh utama memang sengaja dibuat "Hank Thompson" sebagai sebuah anagram dari Tom Hanks's Son. Tom Hanks adalah aktor pemeran film Castaway yang memang menceritakan tentang pria terdampar. Kalopun dia memang terdampar, pulaunya mungkin ga jauh-jauh amat, karena abis dia nge-jetski-in Manny, mereka mendarat di pantai yang dekat dengan pemukiman warga.


Namun kamu juga bisa anggap sebagai metafora, karena pulau yang berada di tengah lautan adalah bentuk dari kesendirian, sejauh apapun mata memandang, ga ada orang lain, ini merupakan sebuah kesepian yang mutlak. Dan jika benar metafora, maka sebenarnya selama ini Hank mengisolasi dirinya ga jauh-jauh dari pemukiman penduduk, malah bahkan lebih dekat dengan rumah gebetannya, Sarah. Bisa jadi aja sebenarnya Hank juga stalker yang sengaja "hidup" di belakang rumah Sarah, sebagaimana line berikut ini :
"You seem very happy..and I'm not"
Oke..trus pertanyaan paling krusial : apakah Manny beneran ada dan beneran bisa bicara? Ataukah hanya delusinya si Hank aja?

Jawabannya adalah keduanya. Manny beneran ada sebagai mayat, karena buktinya adalah orang selain Hank juga dapat melihat Manny, seperti polisi, reporter maupun Sarah. Tapi hanya sebagai mayat beneran yang kaku dan bisu. Sedangkan bagian Manny yang bisa bicara adalah delusionalnya Hank aja. Berikut poin-poin yang menjadi catatan dalam jurnal ini sebagai pendukung teori ini :

1. Line Hank di dalam gua saat pertama kali ngobrol ama Manny :
"You are a miracle..or I am just halucinate from starvation"
2. Dialog Hank dan Manny saat Hank sedang ditarik beruang, Hank bilang kalo mungkin otak dia menciptakan sesuatu yang indah (Manny) agar membuat dia terus berjuang, dan dibalas ama Manny yang mengiyakan bahwa mungkin memang otak Hank menciptakannya agar Hank terdistraksi dari pikiran untuk bunuh diri.

3. Line Hank saat Manny bersemangat untuk bertemu orang-orang :
"What if they meet you and they don't see what I see."
Ini adalah bukti paling kuat yang menyatakan kalo "The Talking Corpse" hanyalah delusinya dia aja, hanya dia yang melihat Manny sebagai mayat yang bisa ngomong. Just like Edward Norton terhadap Brad Pitt dalam film Fight Club.


4. Manny menjadi kaku dan bisu di depan orang-orang
Ketika Sarah mendatangi mereka, Manny "mati kembali" menjadi mayat yang sebenarnya, meskipun Hank minta Manny untuk bicara, tapi Manny tetap membujur kaku dan membisu. Manny hanya sekali "hidup kembali" ketika Sarah masuk kerumahnya ngambil minum untuk Hank, dan kembali berdiam diri saat Sarah datang membawa minuman. Dan begitu seterusnya hingga ending, karena ada banyak orang, jadi halusinasi Hank tidak berlaku di depan orang.

5. Anak kecil?
Ini juga metafor, anak kecil kan suka berimajinasi bahkan suka ngomong sendiri seperti punya teman khayalan. Nah scene anak kecil ngomong ama Manny itu ya imajinasi dari si anak kecil, sebagai simbol dari pikiran delusional itu adalah sebuah pikiran yang ga dewasa.


6. Kembali lagi mengingat opening scene, pada adegan kertas yang bertuliskan : "I'm so bored and I don't want to die alone" adalah tulisan Hank sendiri yang akhirnya memaksa pikiran Hank untuk  menciptakan sosok "teman khayalan" agar dia ga merasa sendirian lagi.

7. Sebagai objek delusional, Manny sebenarnya adalah perpanjangan pikiran Hank sendiri.
Jika kalian sadari, ini terbukti dari beberapa dialog yang Manny ucapkan merupakan representasi dari kehidupan Hank itu sendiri. Contoh :
Manny : "You wanna go home so you can have love..but you runaway coz nobody loves you"

Menyiratkan hidup Hank yang memang kurang kasih sayang, terutama dari ayahnya, yang pada akhirnya membuat dia mengisolasi diri dari orang lain.

Next, line Manny dalam adegan di bus kayu saat Hank ngarahin muka Manny ke jendela :

Manny : This is the life I've been forgotten.

Ini secara ga langsung adalah sindiran Manny untuk Hank, bahwa ini lho Hank, hidupmu yang kamu lupain. Kok malah milih bunuh diri, padahal hidup itu seindah ini.

Kemudian ada juga saat Hank menunjukkan cewek baju kuning naik bus :

Manny : "She's too beautiful, I can't talk to her right now, what if I saying something stupid? Matilah gue!"

Itu merupakan hal yang terjadi pada diri Hank sebenarnya, dia pemalu, ga pernah berani, ga pernah bisa ngomong ama cewek.

Bukti yang cukup kuat adalah ketika Manny ngajak kenalan Hank yang berdandan jadi cewek tersebut, Hank secara spontan hendak menyebutkan nama si cewek, tapi ditahannya, namun pikirannya ga bisa ditahan dan tertransfer ke Manny, sehingga membuat Manny dapat sekelabat ingatan dan bisa tau sendiri nama cewek tersebut adalah Sarah Johnson. Inilah bukti kalo Manny adalah Hank juga, ingatan Manny adalah ingatan Hank juga. Dan begitu pula sebaliknnya, Manny juga pernah mentransfer pemikiran ke dalam otak Hank, liat aja dalam adegan di atas pohon saat apa yang ada di pikiran Manny juga terkilas di pikiran Hank.

Ada beberapa scene yang tanpa disadari penonton sebenarnya terkoneksi dengan pikiran Hank, bahwa itu adalah gambaran perasaan Hank itu sendiri. Contohnya ketika Manny bersemangat dalam mengingat Sarah, the girl that Hank used to see and hope for love, saat itu jua lah scenenya dibuat dengan montase Hank party dan dinner dengan Manny semalam suntuk, sebagai simbol dari Hank yang merasakan bahagia ketika memikirkan wanitanya. Dan hebatnya lagi sengaja dibuat adegan "sparking fingers" yang menjadi "inisiator" party tersebut, sebagai simbol percikan yang menyulut semangat Hank untuk pulang ke rumah.

Lalu ada juga adegan saat Hank dapat sinyal hp, dia buka instagram kepoin IG-nya Sarah, nengok Sarah ama pasangannya, yang ada malah dia jadi cemburu, sakit hati dan sedih. Langsung deh suasana hati ini dituangkan ke dalam scene bak diserang beruang besar yang datang menyakiti. Sampe-sampe membuat adegan Manny menangis di atas pohon sebagai simbol perasaan Hank yang patah hati, just remember, pikiran Manny adalah pikiran Hank juga.

Sebaliknya, ketika Hank mulai menyadari bahwa keindahan dalam hidup bukan hanya tentang Sarah, tapi justru keindahan ada pada diri sendiri, tentang gimana mencintai dan menghargai hidup yang dimiliki, like Hank said "some thought that beautiful enough to keep me going", saat itu juga lah scene-nya di twist dengan cara beruang tersebut berhasil disingkirkan, beruang adalah simbol kesedihan, jadi berhasil menyingkirkan kesedihan (kalo kamu mencintai diri sendiri).

Okey then, apa yang sebenarnya hendak coba disampaikan oleh film ini?

Film ini mencoba memberikan gambaran kepada penonton tentang gimana psikologi seseorang yang terkucilkan bisa mengakibatkan depresi, tapi kemudian filmnya juga menyampaikan pesan atau secercah harapan kepada sang depresan agar mau survive dalam menghadapi hidup. Perubahan ini disajikan dalam sebuah proses titik balik, seperti amplitudo, dari yang tadinya mengisolasi diri dan pengen bunuh diri, menjadi orang yang mencoba menerima dirinya sendiri apa adanya yang kemudian merangkak kembali ke kehidupan nyata untuk mempertahankan eksistensi dirinya


Sebenarnya, saat di hutan, mereka sepertinya ga bener-bener terdampar di tempat terpencil, tapi kek cuma di hutan belakang pemukiman warga, liat aja di ending terbukti kalo itu ya ga jauh-jauh amat dari rumah si Sarah. Namun, sengaja dibuat seolah-olah terpencil, menakutkan dan berbahaya sebagai perumpamaan gini lho kondisi orang yang lagi dalam keadaan ga baek-baek tu, mereka paranoid nganggap sekeliling mereka tu ya mengkhawatirkan aja.

Namun semua mulai berbalik ketika Manny hadir. Manny adalah "keindahan" yang diturunkan oleh Tuhan sebagai jawaban dari doa Hank sendiri. Ingat kembali line Hank berikut ini :
"You know, I’d always hoped that right before I died my life would flash before my eyes and I would see wonderful things, but as I was hanging up there I didn’t really see much of anything, but I did see you"
Itu artinya Manny adalah "wonderful thing" untuk Hank, karena berkat kehadiran Manny-lah Hank punya keingingan untuk kembali ke rumah. Meskipun pada awalnya, sebenernya Hank menginginkan bayangan yang muncul sebelum dia mati itu ya yang bagus-bagus menurut versi dia, seperti sering party, punya banyak teman, hidup bahagia ama orang yang di cintai, sebagaimana dia bilang ke Manny kalo itulah enaknya hidup. Tapi justru yang diberikan bukan itu semua, yang diberikan malah seorang Manny, "mayat hidup", metafor perpanjangan diri Hank sendiri. Ini bermakna bahwa "wonderful thing in life" itu yang justru ya diri kamu sendiri, diri kamu yang bersemangat untuk menjalani hidup. Karena kategori hidup bahagia bagi semua orang itu ga sama. Apa yang Hank ceritakan ke Manny tentang manisnya hidup itu sebenarnya bukanlah sebuah patokan, itu hanyalah "aturan tak tertulis" yang tercipta karena kebiasaan di masyarakat, yang sering memberi kesan bahwa hidup bahagia itu seperti ini lho, punya pasangan, jalan-jalan, party, dinner.


Berdua, Hank dan Manny saling melengkapi. Hank mengajarkan etika hidup bermasyarakat sedangkan Manny mengajarkan Hank untuk bisa menerima segala kekurangan. Hank adalah orang yang kenyang pengalaman pahit dan traumatis jadi bisa membuatnya menjadi orang yang lebih dewasa dan menasehati banyak hal. Melihat Hank ngajarin Manny itu ya kayak ngeliat orang dewasa mendidik anak kecil, karena Manny menunjukkan sikap seperti anak kecil yang polos tapi terus berkembang menjadi dewasa. Dari yang serba ingin tau, banyak bertanya, dan ngomong tanpa filter, kemudian menjadi remaja yang mulai horny, dan pada akhirnya mendekati ending justru dia yang menjadi lebih dewasa dalam berpikir. Level hubungan keduanya juga meningkat dari yang seperti orang tua-anak, kemudian friendship, hingga menjadi bromance.

Ada banyak referensi tersirat dalam film ini.

1. Kentut
"Kentut", yang merupakan metafora untuk kebebasan mengungkapkan apa pun yang ada di dalam hati atau pikiran kita, mengekspresikan diri, tanpa perlu takut malu, tanpa perlu takut menyinggung perasaan orang lain atau menjadikan orang lain merasa terganggu.

2. Sampah
Sampah adalah benda-benda yang udah usang, rusak, dan tak diperlukan lagi oleh masyarakat dan dibuang di tempat terpencil. Ironisnya, Hank di set seperti sampah, sama-sama berada di hutan, sebagai simbol bahwa dia merasa seperti "sampah" yang orang lain buang alias kucilkan.


3. Kemampuan multi-fungsi Manny
Manny bisa menjadi apa saja dan melakukan segala hal seperti manusia super adalah sebagai metafor dari jika kamu berani menjadi diri sendiri tanpa takut dengan apa penilaian orang, maka kamu bisa menjadi apa aja yang kamu mau, dan kamu jadi "super", bisa melakukan hal-hal yang lebih dari sekedar untuk bertahan hidup.

4. Kiss scene
Scene ini merupakan salah satu scene terbaik yang pernah ada. But..don't get it wrong..itu bukanlah bertujuan untuk menyiratkan "a gay thing", melainkan sebagai metafor. Lihat baik-baik kejadiannya, ketika mereka tenggelam, ciuman tersebut bisa menyelamatkan mereka, sehingga dibuatlah scene mereka "melayang" keluar dari sungai. Itu hanyalah perumpamaan bahwa kekgitulah yang terjadi seandainya kamu dapat mencintai (menghargai) diri kamu sendiri, just remember, Manny adalah pikiran Hank itu sendiri, jadi ciuman Hank kepada Manny hanyalah simbol untuk mencintai diri sendiri, karena hanya diri kamu sendirilah yang bisa menyelamatkan hidupmu dari tekanan sosial. Mengingat karena sungai juga mempunyai tekanan air sebagai metafor dari tekanan sosial masyarakat, yang sama-sama dapat "menenggelamkan" seseorang, mengucilkan seseorang. 

5. Ending
Manny yang meluncur pergi adalah metafor dari "hilang sudah" diri Hank yang "mati", kini Hank sudah berani untuk kembali ke dunia nyata, berani untuk menjadi dirinya sendiri, ga takut malu lagi, dibuktikan dengan Hank yang berani kentut depan orang-orang.


6. False Ideal
Scene dimana Manny mati kembali, adalah simbol bahwa hidup bebas sebagai seorang individu adalah impossible di dunia nyata. Manny yang polos apa adanya, kentut, muntah dan ereksi di depan masyarakat justru membuat masyarakat terganggu, masyarakat masih belum bisa menerima kelakuan yang aneh, menjijikkan atau ga sopan. Hidup normal yang dibicarakan Hank itu adalah false ideal! Jadi Manny memilih untuk "re-died", ini juga sebagai simbol bahwa Hank "mati kembali" justru saat ia mulai masuk kembali ke dunia nyata, just remember, Manny adalah perpanjangan pikiran Hank itu sendiri. Jadi berasa dejavu, karena fondasi film ini adalah kisah Hank yang memilih mengisolasi diri karena masyarakat ga bisa nerima keberadaannya. Eh setelah mulai berani kembali re-enter society malah dikucilkan lagi.

7. Hidup itu penuh rahasia
Kalo kentut aja disembunyiin dari "temen", padahal itu ditengah hutan, sepi ga ada orang, lalu apa lagi yang disembunyiin Hank? Ya..Hank menyembunyikan kebenaran soal Handphone. Ini sindiran kepada sesama kita yang memang punya banyak hal yang kita rahasiakan dari orang luar.

8. Buku kitab
Ada scene buku kitab yang diselipkan sebagai salah satu sampah yang dibuang masyarakat, ini sebagai simbol bahwa kitab sudah sangat jarang dibaca oleh masyarakat, sebuah sindiran yang telak yang mencoba mengingatkan kembali kepada kita semua untuk lebih rajin lagi membaca kitab suci, apapun agamamu.


9. Penonton sebagai objek dari hipotesis film ini.
Yang bikin film ini menjadi ambigu adalah bagian very ending, dimana Manny meluncur kembali ke laut menggunakan kentutnya, dan dilihat oleh orang-orang sebagai keajaiban yang aneh. Nah ini kalo mau dipersepsikan sebagai metafor lagi ga mungkin, karena bukan hanya Hank sendiri yang bisa melihat, tapi udah semua orang bisa. Sebaliknya, jika dianggap ini real, maka ini bener-bener cerita tentang keajaiban. Menepis semua metafor yang udah dibahas sedari awal.

Tapi...ini terserah kamu mau anggap yang mana. Justru mereka sengaja membuat bingung penonton sebagai eksperimen dari hipotesis film ini, yaitu, apakah kita, penonton, masyarakat, bisa menerima keanehan orang (film) dan tidak mengucilkannya?
You can choose whether you ok with all the weirdness and say this film is AMAZING

or

you may criticize it that the film is too weird for you to accept it's logic
Ending itu adalah bagaimana kita penonton diuji sebagai objek dari hipotesis film ini, tentang pesan yang ingin disampaikan oleh filmnya, apakah kita sebagai penonton mau menerima "keanehan" yang hanya ada di ending tersebut, hanya porsi minor dari keseluruhan film, and said it was oke, no problem, ga ngaruh kok, filmnya tetap bagus, jangan hanya karena nila setitik rusak susu sebelanga.

Sebaliknya kalo kalian merasa film ini ga jelas endingnya, atau endingnya merusak keseluruhan film, maka kalian tak lebih dari masyarakat yang ada dalam cerita film ini, yang mengucilkan sesuatu hanya karena dia berbeda dengan apa yang kalian harapkan, hanya karena dia aneh atau terliat bodoh, sebuah faktor minor.


Bedah film Swiss Army Man selesai, this film might be the best film I ever seen, and this came from an original idea, not adaptation. Salah satu bukti bahwa film itu merupakan film terbaik adalah ketika banyak orang rela membuat fan-art sebagai tribute filmnya, silahkan google, banyak dan keren-keren buat wallpaper. See you on the next deep review.

6 komentar:

  1. Setelah menonton film ini. Dan coba mencari tau di internet. Tidak disangka ternyata pesan dari film ini sangat bagus dan mendalam, tentunya setelah melihat penjelasan" yang dituliskan.

    Sependapat dengan apa yang di tuliskan di blog ini. 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah baru kebaca komentarnya om, terima kasih udah berkunjung ya. Bener banget film ini tuh bukan sekedar komedi, tapi sangat berkualitas dengan pesan-pesan yang tersirat, yang ga semua orang sadari.

      Hapus
  2. baru aja sempet nonton, ini jg karena ada Mary Elizabeth Winstead nya sih...😅
    ternyata cuma muncul di ending nya saja, yg sekaligus bikin bingung,
    beberapa pertanyaan yg masih mengganjal:

    1. awalnya jg sama mengira kalo si Manny hanya imajinasi saja, tapi ternyata beneran mayat yg tidak dikenal, dia ini mati bunuh diri terjun dari jembatan kah?
    dan beneran punya keajaiban.
    2. jadi dia selama ini ada di hutan dekat rumahnya Sarah ya? dan ambil barang-barang nya yg dibikin di hutan kan, termasuk buku merah nya Sarah..?

    wah bener-bener bagus banget ini review/bedah film nya mas...jadi ngerti ceritanya.👍🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Kemungkinan besar begitu memang.
      2. Iya, deket ama rumah Sarah, kan si Hank pemalu jadi bisanya stalking deket rumah

      Hapus
  3. jujur nonton ini karena ada Daniel Radcliffe and i’m a potterhead!! 💀 pas nntn udh kerasa kalau si manny ini kayanya thought’s yg ada di dalam diri si hank buat bikin dia lebih kuat, punya semangat buat hidup dan keluar dr hutan dan setelah baca penjelasan disini WOW banget banyak hal yg ga aku notice sekaligus banyak pesan yang mind blowing banget dari segala yg ada di film ini. makasih kak atas penjelasannya 😭❤️ film nya bagusss aku suka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih telah berkunjung ya, filmnya emang mind blowing banget dah

      Hapus