Rabu, 26 April 2017

Review Film Life (2017) : Alien Yang Luar Biasa All Brains, Muscles, and Eyes

Film Life menurut saya adalah film bergenre sci-fi thriller, tentang sebuah stasiun luar angkasa dimana para astronotnya berhadapan dengan Alien yang mengancam hidup mereka. Dibintangi oleh bintang terkenal diantaranya Jake Gyllenhaal (Enemy), Ryan Reynolds (Deadpool), Rebecca Ferguson (Mission Impossible - Rogue Nation).


 Life (2017) Poster
Gambar : impawards.com

Life movie is great, tapi memang belum bisa mengalahkan sang legend, Alien movies. Film ini ga banyak basa basi, cuma mukadimah sebentar, langsung disuguhkan makhluk yang menjadi terornya. Ga masalah sih ya, karena yang dijual adalah terornya, bukan kisah tokoh-tokohnya. Cerita sepanjang film hanya berkutat seputar survival challenge para astronot terhadap ancaman dari Alien yang ada di dalam pesawat. 

Dalam film bertemakan "Strange Creatures", sering kata "Karantina" diabaikan, bak dilema antara nurutin prosedural atau mempertaruhkan nyawa, termasuklah film ini. Mereka telah merencanakan berbagai macam jenis karantina, yang disebut sebagai Firewall 1 sampe 3. Ya lain kali ya mbok nurut lah dengan yang namanya si Tina ini ya, hehe..

 Life (2017) Lab

Thrillernya cukup intense, kagetnya ada tapi cuma sedikit. Berbicara tentang sosok aliennya...like alien movies often said "It's beautiful" at the begining, haha..awalnya sih indah, tapi setelah mengetahui apa kemampuan aliennya, apakah masih bisa menyebut itu "Beautiful"? Haha... Alien disini dinamakan Calvin, diringkas oleh ucapan Miranda (Rebecca Ferguson) :"All brains, all muscles, all eyes". Damn..para astronot harus berpikir lebih cerdas untuk mengatur strategi survival mereka menghadapi alien jenis begini, pinterlah aliennya lagi dari pada kita.huhuuu... 

Review : Beauty And The Beast (2017) : Disney Never Fail

Saya ga nyangka kalo ini musikal, dikit-dikit nyanyi..hehe..tapi nyanyian, dansa dan aransemen mereka magnificent! Menyadari bahwa cerita Beauty And The Beast ini sudah berkali-kali dibuat dan hampir semua orang tau, Disney mendiversikan filmnya menjadi musikal yang penuh dengan nyanyian, dansa dan paduan suara. Ini yang bikin beda, saya terhipnotis dengan ketukan kaki mereka saat berdansa yang seirama dengan beatnya. Saya suka bagian dimana Gaston (Luke Evans) berdansa bersama orang-orang di sebuah cafe jadul itu dan saat Lumierre bernyanyi dengan hiasan background visual effect yang variatif.

 Beauty And The Beast (2017) Poster
Gambar : imdb.com

Berbeda dengan versi Lea Seydoux (2014) yang seriusan, film ini lebih banyak unsur komedinya yang datang dari sosok sahabat Gaston bernama Le Fou (Josh Gad). Tubuhnya yang gemuk dan perawakannya yang gemulai mampu menarik tawa penonton. Sayang karakternya diindikasikan sebagai seorang gay, hal ini tentu menjadi kontroversi di kalangan dunia, karena ini film yang akan dikonsumsi oleh anak-anak. Kontroversi ini bahkan ada yang sampai pelarangan tayang dan konflik dengan distributor. Jika temen-temen mau tau lebih detail tentang kontroversi ini, ada satu artikel menarik dari CNN Indonesia di link berikut ini : "Ribut-ribut 4,5 Menit Gay di Beauty and the Beast".
 Beauty And The Beast (2014)
Gambar : amazon.com

Disney sangat menyiapkan set produksinya hingga ke pernak-perniknya, semuanya kuno banget, masih jaman kuda makan batu, haha... Tapi ketika sudah bermain diranah CGI, penampilan penghuni kastil seperti Beast dan peralatan rumah tangganya masih terlihat seperti buatan komputer. Syukurlah hal ini mampu ditutupi oleh audio terutama lagu, aransemen dan choir yang kita dengar, hypnotized banget. Untungnya nyanyiannya tidak sesering dan sepanjang Into The Woods, hehe...kalah film India, haha...

 Gaston And Lefou
Gambar : etonline.com

Btw, akan ada masa dimana anak-anak jaman sekarang mengenal Emma Watson sebagai Belle, bukan Hermione Granger, hehe.. 1 film Belle ini mampu mengimbangi ke-ikonik-an Hermione Granger dalam 7 film Harry Potter movies. Ya karena memang penampilannya sebagai Belle di film ini sangat cocok, sosok Emma Watson yang polos lugu dan innocent ini memang Disney Princess banget lah. Dengan gaun kuning yang ngembang itu dan menari-menari di lantai dansa membuat semua pria merasa ingin menjadi Beastnya, haha... Sayang Beast disini kurang garang, Beastnya terpelajar dan beretika, jadi mukanya pun terlihat tidak terlalu menyeramkan sebagaimana kata "Beast" semestinya.

Film ini sangat tepat dalam memuaskan nostalgia kita akan cerita dongeng masa kecil, yang kemarin-kemarin belum terpuaskan oleh versi animasinya maupun versi live action Perancisnya. Mengajak keluarga tercinta juga bole, hanya saja tetap perlu guidance dari parents ya perihal apa saja yang dirasa perlu dibimbing, meskipun ini cerita anak-anak. Yang jelas siapin aja telinga untuk dihipnotis oleh aransemen musikalitasnya.

JMFC 001 - Om Chan Score
Rate : 7,5/10
Level : Casual Moviegoers

Rabu, 19 April 2017

Preview Guardians Of The Galaxy 2 : Welcome To The Freaking Guardians Of The Galaxy

Eh..dah lama banget ga nulis preview. *soksibuk* To the point saja, bagi sebagian kamu mungkin belum familiar dengan film yang satu ini. Wajar sih ya karena memang ini bukan superhero Marvel yang populer, di layar lebar pun baru 1 film yang telah dibuat. But, semestinya film inilah yang sangat pantas untuk kamu tunggu-tunggu di tahun 2017 ini, seperti saya. Kenapa? Pertama, karena film pertamanya yang sukses, seru dan kocak banget. Film kedua ini pun juga dipastikan kocak abis. Kedua, karena mendapat respon 100% positif dalam screening test para kritikus film seperti yang diberitakan oleh slashfilm.com. Ketiga, karena lagu-lagu jadulnya asik-asik, setelah Awesome Mix Vol. 1, next Vol. 2 nya donk. Keempat, karena ada Baby Groot. Kelima, yang paling penting karena GOTG adalah gerbang penghubung antara The Avengers dengan Marvel Universe yang luas.

 GOTG 2 Title
Gambar : bleedingcool.net

Yak, alam GOTG yang notabene adalah di galaksi, tentu membuat film ini mempunyai alternatif yang tak terbatas, ga kayak tetangga sebelah, judulnya sih Perang Bintang, tapi ceritanya itu-itu aja ga berkembang, uppssss *ngajakperangsomeone*. Segala lokasi yang antah berantah, makhluk yang aneh-aneh, plot cerita yang variatif, teknologi yang super canggih, spaceship yang keren-keren, kekuatan yang tak terbatas, segala faktor ini juga tentu membuat kamu wajib menonton film ini.

 GOTG 2 Poster
Gambar : imdb.com

Preview ini dibuat bukan untuk kamu yang belum nonton film pertamanya, karena saya akan langsung to the point saja membahas apa yang akan ada di film kedua ini. So, bagi kamu yang belum menonton film pertamanya, termasuk golongan orang-orang yang merugilah, haha...*colekhasbiy*, segera tonton dan kesini lagi untuk membacanya. Sebelum itu liat dulu trailernya ini, klik Trailer 1 dan Trailer 2.

Alright then, apa saja yang perlu kamu ketahui tentang film GOTG 2? Simak poin-poinnya berikut ini :

GOTG 2 bersetting waktu hanya beberapa bulan setelah event di film pertamanya dan beberapa bulan sebelum event di film Captain America – Civil War.

Yak, kita mesti mengabaikan tahun kapan filmnya rilis. Meskipun GOTG 2 dirilis 3 tahun setelah filmnya yang pertama dan setahun setelah Captain America – Civil War, bukan berarti timelinenya mengikuti tahun tersebut. Setelah mereka menyelamatkan galaksi satu kali (dari Ronan “The Accuser”) dan menjadi mitra Nova Corps, kali ini mereka harus menyelamatkan galaksi untuk kedua kalinya, hanya  beberapa bulan setelah event di film pertamanya. Berarti juga, film ini sebelum Doctor Strange dan Avengers – Age Of Ultron, yang tentu bisa saja mempunyai kaitan, seperti monster seperti gurita di trailer rada mirip ama Shuma Gorath, monster yang pernah dihadapi oleh Doctor Strange di komik, dan tentu saja hubungan antar Infinity Stone.

Senin, 17 April 2017

Review Film Fast Furious 8 (2017) : Keren dan Gila-Gilaan Berbarengan Dengan Irrasional

Banyak orang berkomentar pasca keluar bioskop bilang "Wih..keren banget filmnya". Yah..ga salah sih ya..just another perspective from innocent movie viewers..haha.. Gimana denganku? Hmm..keren sih memang, tapi ga pake banget. Paling banter memang ga sampe saya kasi nilai tembus 8. Karena memang tak membekas di hati saya, just another perspective juga lho ya.. Cuma memang masih tinggi antusias saya untuk selalu menonton franchise ini, karena disaat Need For Speed dan The Transporter ga jalan lagi, maka hanya tersisa inilah film yang mengobati nutrisi keinginan menyaksikan film balapan action yang menegangkan.

 Fast Furious 8 Poster
Gambar : empireonline.com

Diakui, filmnya memang keren dari sisi aksinya, mobilnya, kebut-kebutannya, tembak-tembakannya, hancur-hancurannya, hingga ledakannya. Seperti movie series Fast Furious sebelumnya, film ini hanya menjual sisi itu semua untuk dapetin pendapatan yang besar, fokusnya lebih dititik beratkan kepada gimana membuat kesan "wah" dan membuat penonton terdecak kagum dengan mata belo. But not for me, filmnya berlalu begitu saja tak membekas, karena memang seperti saya sedang berjalan-jalan di mall untuk window shopping alias cuci mata doank. 

Banyak adegan yang tak masuk diakal, serba bisa, serba kebetulan, ada beberapa alur yang dapat menjadi plot hole, dan visualisasi yang overkill dan IMBA. Sebut saja satu-dua contohnya bagaimana sebanyak itu rombongan Rusia yang bawa senapan Riffle satupun ga ada tembakannya yang mengenai Roman yang hanya menggunakan pintu Lamborghini sebagai tameng, bahkan kalah cepat bisa digebuk! Hadeh... Atau ngapain pejabat Rusia bawa kode nuklir kemana-mana kayak bawa koper belanjaan.